Bab 17- Orang tua kandung
"Iya Ibu, dia sang putri," Kendrick bilang ke Wanita itu.
"Dia adalah putri." Mereka bilang dan nyemangatin Saya.
"Ayo pergi?" dia bilang.
"Kemana?" Saya nanya dia tapi Saya nggak dapet balasan dari dia. Srigala-srigala dan beberapa dari mereka pura-pura jadi manusia ngikutin kita di jalan ke istana?
Saya lihat istana gede banget, pintunya gede banget dan semuanya gede banget.
"Yang Mulia, Kendrick kembali," salah satu Pelayan bilang.
"Cepet juga," Pria bilang sambil ada mahkota di kepalanya. Dia tinggi dan ganteng. Matanya merah gelap.
"Jadi di mana dia?" Wanita nanya sambil pakai mahkota juga di kepalanya. Dia mirip Saya tapi versi Saya yang lebih tua. Matanya ungu kayak punya Saya.
"Tetap di sini," Kendrick bilang.
"Oke," Saya bilang.
"Saya di sini Yang Mulia. Saya tahu Saya nggak melakukan pekerjaan yang bagus dan dia udah tahu kebenarannya," Kendrick bilang dan berlutut.
"Bawa dia ke sini," Sang Ratu bilang. Kendrick bangun dari lututnya dan dateng ke Saya.
"Dia mau ketemu kamu," dia bilang dan Saya narik napas panjang.
"Saya siap," Saya bilang. Saya jalan di belakang Kendrick dan mereka pada ngegosipin Saya.
"Dia mirip Ratu," seseorang berbisik.
"Iya, dia cantik banget," Anak bilang dan rahangnya langsung jatuh.
"Kamu benar-benar putriku," Wanita bilang dan dateng meluk Saya.
"Kalian orang tua Saya?" Saya bilang dan nggak sampai semenit Saya meluk Wanita yang diperkenalkan Kendrick.
"Kami kangen banget sama kamu," dia bilang dan Saya usap air matanya.
"Kamu hebat, Ibu," Saya bilang.
"Sini, Ayah," Saya bilang dan dia jalan ke arah Saya.
"Saya coba cari kamu dan akhirnya ketemu cewek yang hatinya besar. Saya nggak tahu namanya tapi dia cantik kayak kamu. Dia bantu Saya waktu Saya lemah di jalan. Tapi Saya nggak nemuin kamu jadi Saya balik lagi. Saya nyuruh Kendrick buat nyari kamu. Dia nyadar kamu dan bahkan ngikutin kamu ke mall, dia lapor ke kita kalau kamu punya mata ungu kayak punya Saya jadi Saya bilang buat temenan sama kamu," Dia jelasin.
"Nggak apa-apa, Saya ngerti dan Saya bakal maafin kalian. Kalian berdua udah melakukan pekerjaan yang bagus cuma buat bikin Saya aman," Saya bilang ke mereka dan mereka senyum ke Saya sambil berkaca-kaca.
"Yang Mulia, kami nemuin Anak laki-laki lagi ngintip kita, dan Saya bisa ngerasain kalau dia srigala," Pelayan bilang. Ngintip siapa? Saya lihat siapa Anak laki-laki yang dipegang Pelayan. Dia srigala?
"Buang dia ke penjara bawah tanah. Kerajaan lain mungkin nyuruh dia," Ibu Saya bilang khawatir.
"Saya kenal dia," Saya bilang ke Ibu Saya sebelum Pelayan pergi.
"Kamu kenal Anak ini?" Ayah bilang.
"Iya, bebaskan dia," Saya bilang ke mereka. Dan Ayah nyatain buat bebaskan Lucas.
Lucas jalan ke arah Saya dan berdiri di samping Saya.
"Kalian semua pergi dari sini. Kita bakal rayain nanti," Ibu Saya bilang.
"Kamu ngapain di sini?" Saya bilang ke Lucas.
"Kendrick tetap di sini," Ibu bilang.
"Oh oke," dia bilang.
"Isabella kan?" Ibu bilang dan Saya ngangguk.
"Kamu mau tinggal di sini?" Dia bilang. Saya angkat bahu.
"Kalau gitu kita bikin kesepakatan, sering-sering main ke sini atau kalau kamu lagi nggak sibuk. Kendrick bakal nemenin kamu. Dan kalau kamu setuju, dia nggak punya tempat buat pergi dan nggak tahu dunia. Kendrick udah baik ke kita dan Anak baik. Saya mau kamu temenan sama dia dan kalau kamu bisa, biarin dia tinggal di rumah kamu atau di mana kamu tinggal," Dia bilang.
"E-eh, dia udah tinggal sama dia," Kendrick bilang sambil nunjuk Lucas.
"Siapa nama kamu?" Ibu bilang.
"Lucas," dia bilang.
"Oke, Lucas, kamu dari mana? Dan kenapa Pelayan bilang kamu kayak kita?" Ayah bilang, dan Saya juga bingung. Dia makan kayak manusia, dia tidur kayak manusia, dia bersikap kayak manusia. Lucas mau jawab tapi Kendrick nyelamatin dia.
"Dia nggak, mungkin Pelayan cuma nyium bau srigala di dekat sini soalnya Saya pikir ada orang yang ngikutin kita tadi," Kendrick bilang dan ngedipin mata ke Lucas.
"Mending kita balik. Faith bentar lagi dateng," Saya bilang.
"E-eh, Saya bakal jenguk kalian kalau ada waktu. Senang ketemu kalian," Saya bilang dan membungkuk ke mereka dan meluk mereka erat.
"Ayo pergi," Saya bilang ke Kendrick dan dia ngangguk. Dia berubah jadi srigala dan biarin Saya naik di punggungnya. Saya dadah ke mereka.
"Lucas?" Saya bilang ke dia dan dia juga naik di punggung Kendrick. Pas kita lagi di jalan keluar dari istana, Anak-anak mulai dadah ke Saya dan manggil Saya putri. Rasanya lega dan Saya suka.
Beberapa dari mereka bilang selamat tinggal ke Saya dan Kendrick.
"Kenapa kita berhenti?" Saya bilang waktu dia berhenti dan nyuruh Saya dan Lucas turun.
"Aish, kalian berdua berat, jadi Saya mau istirahat," Dia bilang.
"Tapi Lucas, boleh Saya ngomong sama kamu?" Dia nambahin dan jalan pergi dari Saya. Lucas ngikutin dia dan Saya nggak tahu apa yang mereka omongin.
POV LUCAS
"Kenapa?" Saya bilang dan dia nyengir.
"Saya kenal kamu, Saya tahu kamu suka Isabella, dan Saya tahu kalau kamu srigala. Kamulah yang ngikutin kita tadi," Dia bilang. Saya ingat apa yang terjadi tadi. Saya lupa sesuatu dan balik lagi buat ngambil apa yang Saya tinggal. Tapi Saya nggak lihat Isabella dan Kendrick dan Saya tahu kalau Kendrick punya darah srigala. Jadi Saya pakai indera pendengaran dan penciuman Saya dan Saya denger dia melolong. Saya ngintip mereka dan coba lari di belakang mereka. Dan makanya Saya ketangkep sama Penjaga mereka.
"Kenapa kamu nyelamatin Saya dari sana," Saya bilang.
"Mungkin, Saya cuma terlalu baik," Dia bilang.
"Kamu mau apa?" Saya tanya.
"Kalian berdua belum selesai?" Isabella bilang.
"E-eh, iya," Kendrick bilang dengan suara imut. Saya mau ngaku ke dia. Dia dan Saya cocok banget. Saya pangeran dan dia putri. Itu ngejelasin warna matanya, Saya udah merhatiin itu tapi mungkin dia bingung. Tiba-tiba, Saya ingat apa yang terjadi waktu kekuatan Saya nggak mempan ke dia.