Aku Mencintainya
' Hah ? '
' Nggak ada apa-apa, ' gumam Mrinal.
' Tapi aku dengar, Baby.' dia ngomong pake nada beda.
' Udah diem. Jangan berani-beraninya manggil aku pake panggilan mesra kayak gitu. Kamu nyebelin banget, ' dia mengepalkan tangannya dan berteriak. [ ' neka ' artinya tolol ]
Dia nggak pernah ngomong dengan nada tinggi kecuali waktu sama Rehan Verma hari itu, yang dapet dua tangan patah sebagai hadiah dari Abhay Singh Raizada. Bahkan teriakannya terdengar kayak kicauan merdu.
' Dan kamu cantik banget.' Dia ngomong dengan suara polos.
Dia nggak jawab apa-apa karena marah dan keluar dari mobil. Abhay ngikutin dia kayak anak anjing kasmaran. Mereka duduk di dalam jet dan mulai perjalanan mereka.
Mrinal nggak ngomong sepatah kata pun. Bahkan dia nolak dengan sopan waktu ditanya butuh apa-apa.
Abhay nggak nyuruh dia makan karena dia tau dia udah sarapan bener. Dia cuma bilang ' Kamu bisa istirahat di kamar tidur.' Dia juga nolak ini. Dia nggak banyak debat karena nggak mau dia makin marah. Dia cuma berdoa buat keselamatan keluarganya. Lagipula monster itu nggak balikin hapenya. Waktu dia minta, dia bilang ' Kamu bakal dapet lagi di waktu yang tepat.'
Jadi dia nggak debat lagi. Mereka nyampe Kolkata nggak lama kemudian. Lagi-lagi mereka mulai perjalanan ke rumahnya. Dan lagi-lagi pengawalnya ngikutin mereka tapi Mrinal nggak suka. Dia bilang ' Bisa nggak kamu suruh mereka jangan ngikutin kita ke rumahku?'
Abhay jawab ' Nggak. Nggak bisa. Ini penting buat keselamatan kamu.'
Mrinal jawab ' Ooo beneran. Seseorang nyulik aku tadi malam, nikahin aku secara paksa entah gimana aku bisa selamat waktu itu.'
Sebelum Abhay sempat ngomong sesuatu dia bilang ' Denger ya, ini bakal bikin ribut dan aku nggak tinggal di mansion atau istana jadi tolong setidaknya suruh mereka berhenti agak jauh dari rumahku.'
Abhay bilang ' Denger, kita liat aja siapa yang bisa bikin ribut tentang ini.'
Mrinal ' Ooo acha acha jadi Mr. Mafia nggak bisa lindungin dirinya sendiri dan istrinya yang dia nikahin tadi malam itu juga secara paksa. Sekarang aku ngerti kenapa mereka ngikutin kita.' Dia ngejek dia tapi kemarahan juga kelihatan.
Abhay nggak ngomong sepatah kata pun. Dia nelpon seseorang dan bilang ' Mr. Batra, kalian nggak perlu ikut. Pergi ke hotel dan istirahat, makan siang, bisa jalan-jalan tapi angkat telepon kalau aku nelpon.'
Mrinal ngeliat dia dari sudut matanya tapi nggak ngomong apa-apa. Abhay ngomong dengan suara manisnya ' Aku bisa lakuin banyak hal BABYBONU.' dia ngomong kata itu makin manis.
Dia hampir aja mau nyemburin dia tapi supir mobilnya nyela ' Abhi baba kita udah nyampe.'
Dia kaget supir mobil juga tau rumahnya dan sekarang dia yakin dia pernah ke sini sebelumnya. Dia langsung keluar dari mobil dan lari ke rumahnya dan mencet bel tiga kali berturut-turut. Abhay juga ngikutin dia.
Pintu dibuka sama sona ma-nya. Begitu dia buka pintu, dia hampir kena serangan jantung. Ngeliat dia Mrinal nggak bisa nahan air matanya dan bilang ' SONA MA kamu baik-baik aja kan. Kalian semua baik-baik aja kan.'
Abhay ngerasa sakit menusuk di hatinya ngeliat dia dalam kondisi kayak gini. Dan sona ma juga kaget banget ngeliat dia sama pria itu. Ya mereka ngeliat dia di berita. Dan setelah lamaran pernikahan mereka googling tentang dia. Jadi wajahnya udah mereka kenal. Tapi Mrinal sama dia itu juga pake Mangal sutra dan vermillion yang artinya dia udah nikah bikin dia terpaku. Dia keluar dari keterkejutan karena Mrinal terus-terusan gemetar.
Sona ma ' Iya Mira kita baik-baik aja. Tapi kamu oke kan?' dia nanya dengan suara khawatir. Keselamatannya lebih penting bagi mereka daripada Mangal sutra dan vermillion.
Mrinal ' Iya aku oke. Yang lain pada kemana?'
Tiba-tiba neneknya datang dari dalam ' Ei Amrita siapa yang dateng re? Aku denger belnya.' [ ' Amrita siapa yang dateng? Aku denger belnya.']
Begitu dia denger suara neneknya dia lari ke arahnya. Dia memeluknya. Ngeliat dia kayak gini dia bilang ' Mira ki hoiche? Kade na sona. Ei dekho didun ache toh.'
[ Mira apa yang terjadi? Jangan nangis. Lihat Didun ada di sini.] Dia ngerasa lega ngeliat Mrinal datang ke arahnya tapi kelegaannya hilang jauh waktu dia denger dia nangis sejadi-jadinya.
Begitu dia mendongak neneknya bilang ' Kamu baik-baik aja?' Mrinal ' Aku baik-baik aja Didun.' dengan suara parau.
Didun ' Terus kenapa kamu ' Suaranya terhenti waktu dia ngeliat Abhay berdiri di depan pintu.
Dia ngeliat Mrinal dan kemudian ke Amrita.
Amrita ngerti tatapan bertanya dia. Jadi dia bilang ' Aku rasa maa mereka udah nikah.'
Begitu Amrita bilang gitu, Didun-nya ngeliat dia dan nanya ' Kalian udah nikah?' Dia nggak tau harus bilang apa. Ini keluar dari mulutnya tanpa dia sadari.
Dia mengendalikan dirinya supaya kebenarannya nggak keluar. ' Aku cinta dia. Itu sebabnya kita nikah.' dia bilang, bikin mereka semua terkesiap.
**********************************************
**********************************************