Takut
' Selamat tinggal, BABY ' Abhay mencium kening Mrinal untuk ke-n kalinya.
' Umm, cepat kembali, ya. ' Dia gak tahu kenapa dia sedih karena dia mau pergi. Seharusnya dia senang karena dia akan dapat sedikit ketenangan selama 1 bulan penuh. Abhay kan mau keluar dari India. Tapi kenyataannya beda.
Abhay gak percaya sama telinganya sendiri. Istrinya memintanya untuk cepat kembali, padahal dia sama sekali gak suka kalau dia ada di sana.
Dia bergumam, ' Oke, Abhi. Kamu makin maju aja nih dalam urusan cinta. '
' Aku akan cepat kembali, BABY. Hati-hati, ya. Lakuin apa pun yang kamu mau. Dan tolong kasih tahu Choti ma dan Chote papa sebelum pergi ke mana pun. Dan jaga mereka, ya. Kadang mereka keras kepala kalau soal minum obat. Dan aku janji, aku akan ajak kamu ke Kolkata begitu aku balik. Maaf, aku gak bisa. Udah hampir 2 bulan. Aku sayang kamu dan aku akan kangen banget, ' dia mencubit hidungnya.
Mrinal bisa merasakan perhatian dalam suaranya. Dia tersenyum dan bilang, ' Jangan khawatir, aku akan jaga mereka. Mereka juga Choti ma dan Chote papa-ku. Umm, aku juga bakal kasih tahu kamu kalau mau pergi. Dan aku tahu kamu mau ajak aku ke rumahku di Kolkata, tapi pertama aku sibuk, terus ujian Adi dan Barsha lagi berlangsung. Jadi gak usah minta maaf. Dan umm, kamu juga jaga diri, ya, dan jangan makan makanan sampah. '
Abhay tersenyum kayak orang bodoh, tahu kalau dia tahu dia suka banget makan makanan sampah yang gak bagus buat pasien diabetes. Dia perhatian banget sama dia.
Akhirnya mereka turun bareng. Abhay minta restu dari orang tuanya dan kemudian dari Vishal dan Devika. Devika mulai lagi, ' Abhi, hati-hati, ya. Cepat kembali, ya. Kamu tahu kan... '
' Choti ma, jangan nangis, dong. Berat buat aku, kan kamu tahu. Setelah Mommy dan Dad pergi, sehari pun tanpa kalian gak mungkin buat aku. Gak peduli apa pun, jauh dari kalian itu menyakitkan banget buat Abhay Singh Raizada. Tapi aku harus pergi. Tapi aku janji, aku akan menebusnya buat kalian semua. Dan jaga diri, suami kamu yang udah tua, dan Mrinal, ya. '
' Lebih baik kamu lakuin itu, ya. Khususnya buat Mira. '
' Aku tahu, ' dan mengedipkan mata ke arah Mrinal. Mrinal menunduk karena malu.
' Dan apa pun yang terjadi, kami selalu ada buat kamu. Hati-hati, ya. Istirahat yang cukup di sela-sela kerjaan kamu. Aku bakal suruh Maria buat jagain kamu. Kami akan jaga diri kami dan istrimu. Jangan khawatir, ' Devika mencium kening Abhay, Abhay merasa malu karena udah bohong ke Mrinal. Bahkan Devika dan Vishal tahu soal dia tinggal di Penthouse. Bohongnya buat musuh-musuhnya. Tapi dia gak mau bohong ke Mrinal, tapi dia melakukannya. Karena dia gak tahu kalau dia tanya kenapa dia tinggal di penthouse bukannya di mansion, padahal dia bahkan gak suka jauh dari keluarganya. Dia gak mau dia curiga sama dia, padahal dia tahu dia mafia. Tapi tetap aja dia gak mau makin kacau dalam hubungan mereka yang udah kacau. Jadi dia milih buat bilang ke dia kalau dia mau ke Italia buat urusan bisnis.
Akhirnya, mengucapkan selamat tinggal dan mencium kening Choti ma, dia mendekati Mrinal. Mrinal gak mau dia pergi. Dia gak tahu kenapa. Perhatiannya, obrolan kecilnya, memahami kata-katanya bahkan sebelum dia ngomong, bikin hatinya berdebar bahagia. Tapi dia terus-terusan bilang ke hatinya yang bodoh, Dia itu MAFIA. Sama kayak DIA. GAK GAK.
Abhay mencium keningnya, ' Bye, BABY. '
Dia juga jawab, ' Bye. '
Dan sebelum pergi, dia juga meluk mereka semua dan berbisik ke telinga Vishal, ' Kalau mau seru-seruan, datang aja ke ruang bawah tanah. ' yang dijawab Vishal, ' Siap. '
Abhay masuk ke mobilnya menuju penthouse yang Mrinal gak tahu.
*Malam hari*
Di dalam kamar Vishal dan Devika
' Seharusnya dia bilang yang sebenarnya, ' Devika juga sakit hati karena bohong.
' Aku tahu, tapi apa yang harus dia katakan, kalau suaminya mau... urusan sama musuh-musuhnya di ruang bawah tanah, ' kata Vishal.
' Tapi dia kan tahu dia mafia. Aku gak ngerti kenapa Abhay gak bilang yang sebenarnya. Dia gak seperti yang dia tunjukkan. '
' Sayang, aku juga ngerasa gitu. Tapi biarin dia urus hubungannya. Gimana menurutmu? '
' Kamu benar, ' Vishal mencium keningnya dan tidur dalam pelukan masing-masing.
Bukannya Devika gak tahu Abhay membunuh orang yang berbahaya bagi kemanusiaan. Tapi dia gak tahu betapa kejamnya dia membunuh mereka. Kadang memotong bagian tubuh mereka, membakar mereka.
**********************************
Mrinal melihat keluar jendela dan merasakan hembusan angin sejuk di tubuhnya. Dia menutupi bahunya dengan odhna (selendang) nya. Dia baru aja selesai melukis. Itu sketsa indah tentang tarian Klasik India yang berbeda. Dia juga ambil beberapa foto dan ngirimnya ke saudara iparnya dan suaminya. Pagi-pagi dia bakal tunjukin ke Devika dan Vishal dan juga nelpon keluarganya buat minta masukan.
Dia selalu begitu sejak kecil. Setelah selesai melukis, dia bakal tunjukin ke anggota keluarganya.
Dia dapat balasan dari dalam satu menit, ' Ini indah banget. '
' Terima kasih. '
' Selamat malam. Tidur nyenyak, ya. Aku bakal telpon kamu besok. '
' Oke. Kamu juga tidur, ya. '
' Bye, BABY. '
' Bye. Aku bukan BABY. '
' Iya, kamu milikku. Baby-ku. '
Mrinal cemberut dan gak jawab.
Abhay terkekeh, tahu kalau dia pasti udah cemberut.
**************************************
*26 hari kemudian*
Di dalam ruang bawah tanah
' Jadi, gimana? '
' H..ah? '
' Anak-anak, karya seninya keren banget. Kalian bakal dapat hadiah. '
Robin, ' Makasih, Sir. Tapi kita semua suka lakuin ini. Bener kan, teman-teman? '
Anak buah Abhay yang lain serempak bilang iya.
' Jadi, apa dia bilang di mana Desmukh itu? ' Abhay menggeretakkan giginya saat menyebut nama itu.
' Gak, Sir. '
' Oke, lanjut. '
' N..o.. o .n .. o ' Randeep merintih.
' Aww, tapi kalau gitu kamu harus kasih tahu kami yang sebenarnya. '
' A..ku ga..k a..kan ' Dia menggeretakkan giginya. Setelah dipukuli selama 6 hari terakhir, dia gak buka mulut.
Abhay mencengkeram rambutnya dan bilang, ' Dengar, lebih baik kamu buka mulut. Butuh waktu 20 hari buat anak buahku buat dapat kamu, bajingan. Sekarang kamu udah makan waktu 6 hari. Jangan uji kesabaranku. Mending kamu buka mulut. Atau kamu tahu, ' dan mendorongnya dengan kasar, dia meringis kesakitan.
' Ahhhhhh!!!!!! '
' Dengar, kamu punya waktu 4 hari lagi. Setelah itu aku akan buang kamu ke dalam ruangan itu, ' Dia menunjuk ke arah ruangan gelap lain, ' Itu penuh dengan tikus besar. Dan percaya deh, mereka bakal kasih gigitan cinta yang gak bakal kamu suka. '
Darah menetes dari kepalanya. Hidungnya berdarah. Setiap inci kulitnya penuh dengan bekas luka. Tapi dia tetap gak buka mulut. ' A..ku ga..k a..kan bi..lang s..e..su..a..tu a..pa..pun pa..da..mu. Ka..mu pi..kir te..n..ta..ng di..ri..mu se..n..di..ri ha? Ka..mu ti..dak bi..sa me..ne..mu..kan..nya, ti..dak a..kan per..nah. Dan sa..tu ha..l ya..ng ka..mu pu..nya is..tri ya..ng ca..n..tik na..n..ti, sa..ngat can..tik. '
Itu udah cukup buat Abhay. Dia meninju wajahnya. Dia ambil pisau dan memotong jari terakhirnya. Dia udah dipukuli dengan parah dan sekarang ini.
' Ahh ...hh !!! ' itu satu-satunya yang bisa didengar. Gak ada yang ngomong sepatah kata pun. Abhay menaruh pisau di jari yang lain.
' Noo .. Noo .. to..long, a..ku.. a..ku a..kan bi..lang pa..da..mu ' dan Abhay menekan pisaunya dan memotong jari itu. Jeritannya meningkat dan dia terus menerus bilang, ' A..ku.. a..ku a..kan bi..lang pa..da..mu..u '
Setelah memotong semua jari di kedua tangannya, Abhay bilang, ' Aku gak peduli kamu kasih tahu aku soal Desmukh sialan itu atau gak, tapi gak ada seorang pun, aku ulangi gak ada seorang pun yang macam-macam sama Nyonya Abhay Singh Raizada. Mikir mau menyakiti istriku dan aku akan tunjukin neraka, neraka dunia. Dan aku akan menemukan Desmukh itu dengan cara apa pun. Aku akan seret nenek tua sialan itu dari sudut bumi mana pun. ' Randeep dengar kata-kata ini sebelum pingsan.
Mata Abhay merah karena marah. Dia menginstruksikan anak buahnya, ' Jangan kasih dia air. Jangan obati dia. Ingat, kalian juga punya waktu 4 hari. Aku mau jawabannya. ' dan meninggalkan tempat itu.
Masuk ke kamar di penthouse-nya, dia mendekati foto orang tuanya, ' Aku janji, Dad, aku akan bunuh mereka karena perbuatan mereka. Aku janji, Mamma, untuk menghukum mereka karena membawa kalian pergi dari aku. A..ku ja..nji '
Suaranya pecah saat air mata jatuh dari matanya. Dia ngomong sama orang tuanya setiap hari. Foto keluarganya yang bahagia jadi terlihat di depannya. Tawa mereka, kebahagiaan mereka adalah hal yang paling berharga baginya di dunia ini, yang diambil darinya pada usia 10 tahun. Dia mungkin seorang mafia yang paling ditakuti, tapi dia TAKUT. Takut kehilangan orang-orang yang dicintainya. Orang tuanya ada di hatinya, tapi ada rasa sakit. Rasa sakit karena gak punya mereka dalam hidupnya. Setelah kematian mereka, dunianya terbalik. Tinggal di jalanan gak menyakitkan, tapi gak punya mereka di sampingmu adalah yang paling menyakitkan. Dia masih ngomong sama foto orang tuanya kayak anak kecil.
Dia ganti bajunya dan ngirim pesan ke Mrinal, ' Selamat Malam '. Dia bisa percaya kalau dia menghabiskan 26 hari tanpa orang tuanya dan Mrinal.
Dia dapat balasan segera, ' Selamat malam. Kamu harus tidur. Udah larut banget. '
Abhay tersenyum karena dia nunggu pesannya sampai selarut ini. Mereka ngobrol lewat pesan kayak gini dari hari dia datang ke sini. Selamat malam sederhana dan hati-hati. Dia merasa bersalah karena bohong padanya. Tapi dia gak punya pilihan lain. Bahkan Devika dan Vishal gak mau lakuin ini. Tapi mereka juga bersumpah buat menghancurkan orang yang membunuh saudara laki-laki dan perempuan mereka. Terlebih lagi, mereka suami istri jadi setiap saat mereka gak boleh ikut campur.
' Kamu harusnya udah tidur. Jangan begadang larut malam, ya. '
' Kamu juga seharusnya. Sekarang tidur, ya. '
' Bye, BABY. '
Tapi dia gak dapat balasan karena Mrinal tidur sambil megang ponselnya. Abhay ngerti kalau dia pasti udah tidur. Dia memejamkan mata dengan senyuman dan tidur menguasainya.
************************************
*Hari berikutnya*
Randeep akhirnya buka mulut. Tadi malam udah cukup buat dia. Dia lihat kemarahan dari IBLIS. Dia bilang, ' Desmu..kh a..da di I..ta..li..a. Dia a..kan me..ne..tap di sa..na. Na..man..ya Mo..hit .. Aggar..wal. D..ia pu..nya bi..sni.s ya..ng le..gal Aggar..wal in..dus..tri ya..ng ha..nya bua..t di..tun..juk..kan. ' begitu dia lihat Abhay masuk ke dalam penjara bawah tanah di pagi hari. Abhay menyeringai dan bilang, ' Simpan dia. Kita bakal butuh dia di masa depan. Dan obati tangannya. '
Dia meninggalkan tempat itu dan nelpon PI-nya buat dapat semua informasi tentang Mohit Aggarwal. Dia menyimpan ponselnya dan nelpon Robin buat beberapa urusan penting.
Robin masuk ke dalam kabinnya, ' Halo, bos. '
' Pantau dia, ya. '
' Selalu, Sir. Ngomong-ngomong, menurutku kamu harus pergi dan kasih kejutan buat Nyonya. '
' Aku emang lagi mau, ' Abhay tersenyum denger soal dia.
Robin mau ninggalin kabin saat Abhay bilang, ' Kamu harus nunggu 5 tahun buat Rima. Dia masih muda. Dia mau nyelesaiin sekolahnya. '
' Siap, Sir, ' Abhay bisa lihat cinta dan tekad di matanya. Robin meninggalkan tempat itu. Abhay tahu tentang hubungan mereka. Rima dekat banget sama dia, dan begitu juga Robin. Robin salah satu orang kepercayaannya, pekerja keras dan orang yang baik. Tapi bisa berbahaya kalau kamu melewati jalannya.
Setelah dia pergi, ada sesuatu yang terlintas di benaknya. Beberapa menit yang lalu dia minta Robin buat nunggu 5 tahun karena Rima masih muda, yang pasti akan dilakukan Robin, tapi apa yang dia lakukan. Mrinal juga masih muda, tapi dia gak nunggu dia.
Dia menjalankan jarinya di rambutnya buat mengendalikan kemarahannya. Dia marah pada dirinya sendiri. Dia melakukan kesalahan besar, bukan dosa. Menurutnya itu dosa. Pikirannya terganggu oleh ketukan. Seorang pekerja datang buat ngasih kopi. Dia masuk saat Abhay jawab. Dia menaruh kopi di meja dan pergi. Abhay minum kopinya dan mulai menyeruputnya.
**********************************************
**********************************************