Iblis di Dalam Malaikat
Hari baru buat mereka berdua. Dia siap buat hari kedua di kampus.
Dia lagi nunggu detail tentang dia. Abis itu, dia bakal ngasih tau ke Choti ma dan Chote papa soal pernikahannya.
Dia siap-siap pake baju salwar-nya dan langsung ke kelas. Dan dia !!!
Dia siap-siap pake sesuatu yang baru. Dia nggak pake setelan bisnisnya hari ini. Semua pelayan di rumahnya pada kaget.
Di meja makan, Choti ma-nya nanya, 'Kamu lagi kasmaran, Abhi?'
Terus Abhi-nya keselek makanannya. Dia ngasih air. Dia dan suaminya saling pandang.
Dia ngerasain sesuatu yang baru tentang dia. Tapi dia cuma nanya santai, yang akhirnya jadi beda. Terus Chote papa-nya nanya, 'Abhi, beneran?' dengan nada serius.
Abhay, 'Chote papa, iya. Kasih aku waktu, aku bakal kenalin dia ke kalian, aku janji.' Dia beneran senyum kayak pengantin baru. Choti ma-nya bangun dari kursinya, meluk dia erat-erat, dan bilang, 'Aku seneng banget, Abhi-ku.' Dia mau ngenalin dia ke mereka segera. Dia pengen kasih kejutan.
.Tapi mereka tau cuma dari penampilannya. Dia kayak buku terbuka buat mereka.
Choti ma pengen ngecengin dia dan nunjukin sedikit marah palsu, tapi nggak jadi. Dia bilang, 'Cuma beberapa hari lagi.' Dia tau ada sesuatu yang spesial tentang cewek itu, karena dia pilihan Abhi.
Dia pengen ketemu dia sekarang juga. Tapi dia nggak bisa maksa Abhi, tapi dia juga khawatir tentang cewek itu, karena dia tau gimana bedanya hidup mereka. Dia lebih dari seneng, karena anaknya yang berhati dingin nemuin seseorang buat dirinya sendiri. Dia bukan orang yang suka bikin lelucon dan prank konyol. Kalo dia bilang dia cinta, ya berarti beneran.
Dia pengen dia bahagia, tapi hidup cewek itu juga penting.
Itu alasan utama dia nggak pernah nyuruh dia nikah. Mencintai mafia, jadi orang yang dicintai mafia itu nggak gampang. Cinta itu sendiri nunjukin warna yang beda-beda, dan mencintai mafia bisa bikin hidup seseorang jungkir balik.
Chote papa, 'Abhi, aku tau cewek itu pasti yang terbaik. Tapi hati-hati. Kamu tau kamu itu siapa. Gimana banyak kegelapan yang ada di dunia kita. Dan selamat karena nemuin cinta sejatimu.' Dia senyum lebar. Dan Raja Mafia kita blushing, iya beneran blushing.
Omongan mereka lagi-lagi memenuhi ruangan. Mereka berdua ngecengin dia ringan. Mereka ngetawain tingkah laku anak mereka yang kayak remaja.
Choti ma, 'Siapa namanya?' Abhay, 'Mrinal, Mrinal Chatterjee.'
Choti ma, 'Dia cantik?'
Abhay, 'Cantik, cantik kayak dari surga.' Choti ma, 'Ohhho !! Dia dari Mumbai?'
Abhay, 'Choti ma, aku liat dia tadi malem. Aku perlu tau tentang dia. Aku bakal kasih kamu filenya hari ini, tapi aku mau liat dulu.' Dia merengek kayak bayi.
Choti ma, 'Okeee. Tapi cepetan ya.' Chote papa menghela napas waktu mereka ngobrol.
Abis sarapan, mereka pergi ke kantor. Di kantornya, udah ada filenya. Itu cukup, tanpa buang waktu sedetik pun dia ambil filenya dan dibuka.
Poto-poto sederhananya ada di situ. Poto-poto sederhananya bikin dia gelisah. Dia baca semua detailnya hati-hati, dari masa kecil sampe kehidupan kuliahnya. Dan lukisannya bikin dia makin jatuh cinta sama dia. Dia makin semangat pengen liat cewek Bengalnya.
Dia sedih karena dia jauh dari keluarganya, sendirian pula.
Dia jadi makin gelisah setelah tau tentang dia. Dia langsung pergi ke kampusnya. Dia bisa pergi kapan aja dia mau, lagian dia kan wali amanat kampus itu. Sebenarnya, dia wali amanat semua kampus di Mumbai, toh dia kan Raja Mafia.
Dia ngerasa semua mata ngeliatin dia, terutama cewek-cewek. Dia keliatan ganteng banget dengan penampilannya.
Dia nggak peduli sama mereka. Dia langsung pergi ke kantor kepala sekolah. Kepala sekolahnya ketakutan setelah liat dia. Dia mikir, kesalahan apa yang udah mereka lakuin sampe dia dateng sendiri.
Mereka saling sapa. Sebelum kepala sekolahnya bisa nanya, Abhay motong pembicaraan.
Abhay, 'Nggak perlu panik. Pastiin Mrinal Chatterjee dari pascasarjana tahun pertama nggak punya masalah apa pun. Aku ulang, masalah apa pun. Kenapa? Karena dia calon istriku. Tapi nggak boleh ada yang tau, setidaknya sekarang.' Kepala Sekolah, 'Iya. Pasti, Tuan. Jangan khawatir, semuanya akan diurus.'
Abhay, 'Terima kasih, Pak.' Dia ngasih cek dan bilang, 'Ambil uang ini, kalo perlu dipake kalo dia ada masalah. Pastiin dia nggak punya masalah apa pun. Dan kalo ada yang dibutuhin karena alasan apa pun, kasih tau saya.'
Kepala Sekolah, 'Nggak ada yang dibutuhin.'
Memang nggak ada yang dibutuhin. Dia ngasih donasi tahunan ke semua kampus sebelum tahun ajaran dimulai.
Terus dia pergi ke kantin karena jam makan siang. Dia tau dia tinggal di asrama, jadi dia bakal ke kantin buat makan siang.
Dia nyamperin kantin dan pemandangan di depannya bikin darahnya mendidih. Tapi di detik berikutnya, dia senyum kemenangan.
'Beneran dia milikku.' dia bilang ke dirinya sendiri.
******************* KEJADIAN DI KANTIN
Mrinal pergi ke kantin buat makan siang. Sampe sekarang dia puas sama hidupnya di kampus ini.
Dia masuk kantin dan mau duduk. Tiba-tiba ada cowok dateng, yang seniornya, dan bilang, 'Heyy cantik. Denger ya, aku nggak punya waktu buat buang-buang waktu. Aku cuma mau bilang, ada taruhan antara aku dan temen-temenku, jadi aku bakal cium kamu karena kamu cewek pertama yang masuk kantin.'
Iya, mereka punya taruhan, dia bakal cium cewek pertama yang masuk kantin. Dan Mrinal orangnya.
Mrinal ngeliatin dia kaget dan nyadar kalo dia satu-satunya cewek di kantin. Dia dateng lebih awal karena dia nggak banyak ngomong dan dia juga ada kelas, dan dia nggak suka telat. Bahkan staf kantinnya juga nggak ada. Jadi dia mikir buat nunggu.
Yang lain cowok-cowok dan juga gengnya.
Cowok yang namanya Rehan Verma mau nyamperin dia. Dia ketakutan. Tapi bilang, 'Denger, kamu nggak punya hak buat bikin taruhan tentang orang lain.'
Rehan, 'Itu biasa di kampus. Dan aku pilihan semua cewek di kampus ini.'
Mrinal, 'Tapi aku nggak tertarik sama kamu. Sekarang minggir.' dia bilang marah. Dia mikir, taruhan murahan macam apa ini sampe ngelibatin orang lain.
Rehan, 'Aku tau semua cewek bilang gitu buat nunjukin sikap palsu. Jangan khawatir, aku juga bisa bikin kamu jadi pacar aku.' Dia termasuk orang-orang yang mikir karena jadi berandal kaya, mereka bisa ngelakuin apa aja tanpa akibat apa pun. Dan dia juga suka sama Mrinal dari hari pertama.
Sekarang Mrinal jijik dan makin marah. Dia teriak, 'Denger minggir, kalo nggak akibatnya buruk buat kamu.'
Temen-temen Rehan nikmatin itu karena itu biasa buat mereka.
Dia cukup kuat buat ngadepin situasi kayak gini, tapi kota ini, orang-orangnya, semuanya baru di sini.
Cowok itu ketawa dan bilang, 'Aku suka tantangan' dan makin deket. Dia mau megang tangannya, dia ngejengkang.
'Denger, aku bilang minggir atau…' tapi cowok itu nangkap dia di antara dia dan tembok.
'Atau apa, cantik?' dia bilang. Dia juga nikmatin cewek kuat yang cantik, tapi dia mikir tampangnya bakal bikin dia luluh kayak yang lain. Dia mau megang tangannya, dia ngejengkang dia sedikit.
'Jangan berani-beraninya nyentuh aku.' Tapi cowok itu makin deket dengan marah karena penolakan. Dia nempel ke tembok dan mau cium dia sekuat tenaga.
Sekarang dia nggak bisa kontrol. Dia udah peringatin dia bener-bener, tapi dia harus ngelewatin batasnya. Terus dia nendang dia di tempat yang nggak seharusnya.
Tendangannya kuat banget dan cowok itu meringis kesakitan.
Terus dia ngasih tiga pukulan ke mukanya sekuat tenaga dan bilang, 'Aku bilang akibatnya bakal buruk banget. Dan pilihan semua cewek? Sepatu aku' dan pergi. Cowok itu jatoh ke lantai dan nangis kesakitan. Memang pukulan itu kuat banget, toh dia latihan dari kakak-kakaknya yang over protektif buat situasi kayak gini.
Abhay merhatiin semuanya. Dia mau ngasih pelajaran, tapi liat ratunya cukup kuat buat orang kayak cowok itu dan senyum kemenangan. Tapi dia nggak bakal biarin mereka begitu aja. Mereka nggak boleh ngelakuin itu sama cewek lain juga, dan dia bakal mastiin itu. Dan soal Rehan Verma, dia bakal kasih dia perlakuan khusus.
Dia nelpon nomor. Orang di seberang langsung ngangkat.
'Patahin kedua tangan Rehan Verma dan pastiin dia mikir 100 kali sebelum nyentuh perempuan tanpa izin mereka.'
'Siap, Tuan. Semoga hari Anda menyenangkan, Tuan.' Orang itu jawab dari sisi seberang. Abhay matiin telpon tau kerjaan bakal selesai sesuai yang dia mau.
******************************************************
Jadi Mrinal kita nggak begitu lemah. Dia mandiri, tapi si iblis itu sesuatu yang beda. Dia nggak murahan kayak cowok-cowok itu, tapi over posesif dan over protektif.
Dan iya, ada iblis di dalem setiap malaikat.
******************************************************
******************************************************