BAB 9
Rowan senyum terus narik dia deketan, terus nyium dia kayak hidupnya bergantung sama itu,,,,
Dia tiba-tiba sadar,,, *what the hell* yang dia lakuin?? Kok bisa dia ngasih ciuman pertamanya kayak gitu??
Dia langsung ngejauhin dia,,,Rowan bingung.
"Ada apa??" tanyanya.
"Maaf ya Rowan,,aku,,kita gak seharusnya ngelakuin ini. Aku harus pergi" Katanya terus lari gitu aja, ninggalin Rowan dalam keadaan bingung.
Dia ngehela napas pas udah sampe di pintu utama,,, *f**k* dia bego banget, apa ya yang dia pikirin tentang dia sekarang?? Pas banget Michael muncul, dan dia hampir kaget, untung dia pergi,,kalo nggak, dia bakal ngeliat mereka dan bahkan lebih gak suka lagi,,,,
Michael sekilas ngeliat dia terus langsung buang muka,,dia ngegigit bibirnya terus mutusin buat gak ngomong apa-apa. Dia jalan aja sendiri.
"Darimana aja sih?? Aku khawatir" kata Florence sambil ngehela napas lega.
"Maaf ya udah nungguin" katanya.
"Tau gak sih hari ini ada apa??" tanya Sharon sambil nyengir.
"Emang apa??" tanya Lisa.
"Latihan,,lari,,kamu bisa lari??" tanya Sharon.
"Kayaknya bisa deh,,dulu waktu TK, aku sering lari" kata Florence, dan mereka semua ngakak.
"Lo lagi becanda, kan?? TK??" tanya Juliet masih ngakak.
"Kalo kamu, Lisa" tanya Sharon.
"Maaf ya tapi lari bukan *my thing*," jawab Lisa jujur.
"*Well*,,,,aku anak lari," canda Sharon.
"Aku beneran bisa lari,,dulu di rumah,,aku sama Michael sering lari-larian,,,,tapi dia selalu menang sih" Sharon senyum.
Pas banget Vanessa sama dua temennya muncul,,, Sharon mendesis dan Lisa gak bisa gak inget gimana deketnya dia sama Michael.
"Murid-murid!!! Udah siap semua??" Pelatih itu nanya sambil jalan masuk.
Ada mereka,,dua cowok dan cewek di samping mereka yang keliatan agak tomboi tapi tetep cantik sih.
"Siap!!!" Mereka semua teriak.
"Ini cuma buat murid kelas 5 doang kan??" Lisa nanya Juliet.
"Iya dong,,cuma kelas lima" jawab Juliet, dan suasana hening lagi.
Cowok di satu sisi, cewek di sisi lain.
"Gini ya aturannya,,,kita bakal punya dua murid di setiap grup,,cowok sama cewek. Cewek bakal lomba sama cewek lain dan cowok juga bakal lomba sama cowok lain. Kalo ceweknya gagal,,,cowoknya harus siap menang atau grupnya bakal didiskualifikasi,, kita punya tiga babak. Jadi sekarang,,,masing-masing murid bakal kesini buat ambil kartu,,kartu itu bakal nunjukkin kalian ada di grup mana,,sekarang!" Kata pelatih, dan mereka semua mulai ngambil kartu di keranjang besar.
"Aku dapet hijau" kata Sharon sambil nyoba nyari cowok yang dapet hijau tapi gak bisa.
"Merah" kata Florence.
"Biru" Juliet berbisik.
"*well*,,ini putih,aku cuma kasihan sama orang yang bakal jadi pasanganku" kata Lisa sambil ngehela napas.
"Kalian harus cari pasangan kalian,,waktu dua menit buat ngelakuin itu" Pelatih lain bilang, dan semua murid langsung nyebar,,dalam dua menit semua orang udah sama pasangannya, cuma ninggalin Lisa sendirian.
"Kamu gak punya pasangan??" cewek itu nanya, dan dia ngangguk.
"Kayaknya ada yang belum dateng nih,,satu kartu masih ada di keranjang" kata seorang murid.
"Itu Michael,,,oh,,dia udah dateng""
"Maaf telat" katanya terus ngambil kartu.
"Gak usah dicek,,dia pasanganmu""
Michael maju mendekat ke tempat Lisa, memastikan ada jarak di antara mereka.
Vanessa udah mulai kesel banget,,,kok bisa dia dipasangin sama Rowan??
"Pastikan kamu gak macem-macem ya,,kalo kamu mutusin buat sengaja gagal, inget aja itu bagian dari nilai kita," Rowan bilang ke dia tanpa ngadep dia.
"Gak usah ngatur-ngatur deh" dia ngegas.
Florence sama Nolan, dan dia pengen nanya apa dia beneran bisa lari soalnya dia cuma berusaha yang terbaik.
"Kamu gugup" kata Nolan terus hampir ngakak.
"Gak kok,,," jawabnya terus ngencengin resleting kardigannya ke leher.
Sharon kayaknya paling beruntung,,dipasangin sama gebetannya,
"Tenang aja,,aku bisa kok" katanya sambil ngedipin mata.
Dia ngeliat ke atas dan nyengir ke Michael yang cuma muter bola matanya.
"Dia pasti bakal gagal deh,,Lisa paling parah di sini" bisiknya ke Gavin.
"Wah,,berarti kita punya kesempatan buat menang nih??" tanya Gavin seneng.
"Kamu gak sebanding sama Michael,,coba aja jadi yang pertama di lomba cowok, tapi aku yakin kamu gak bisa" dia ngegas.
"Kasih banget sih,,,""
"Aku bosnya di grup ini,,aku bisa jadi yang pertama, tapi kamu gak bisa" kata Sharon dengan bangga.
"Santai aja kali, itu gak berarti kamu bisa lari bareng aku," Gavin nyolot.
"Sekarang,,kita mulai!!!" Pelatih bilang keras.
Cewek yang pertama lari,,Sharon di antara yang pertama dipilih,,terus Juliet juga,,sama empat cewek lain yang gak Lisa kenal.
Lomba dimulai dan semua orang teriak,,,,Cewek di depan yang mimpin, tapi tiba-tiba Sharon nyalip dia.
"Aku percaya dia" Michael cekikikan seneng tapi tiba-tiba inget Sharon bukan yang bareng dia,,dia noleh ke Lisa.
"Hei,,,kamu jago lari gak??" tanyanya.
"Enggak,,,maaf ya kalo kamu gagal gara-gara aku" kata Lisa sedih.
"Gak usah sedih gitu,,masalahnya aku benci gagal dan sekarang kamu harus berusaha yang terbaik dan lari cepat,,,aku gak bisa gagal cuma karena kamu" kata Michael agak keras.
"Kamu mau aku kenapa-kenapa?? Aku beneran gak bisa" kata Lisa.
"Sial, kenapa aku telat sih??" katanya terus ngacak rambutnya.
"Tau gak sih?? Kalo ngelakuin ini?? Kamu cuma harus fokus,,kayak cuma kamu yang lari,,,kalo kamu gak liat siapa-siapa selain diri kamu sendiri,,kamu masih bisa jadi kedua atau ketiga,,,tapi jangan yang terakhir ya,,malu-maluin" kata Michael.
Dia nyenggol dia pelan terus cekikikan.
"Aku bakal berusaha yang terbaik" katanya.
"Lebih bagus,,,oh,,dia menang" kata Michael terus tepuk tangan.
"Wah,,dia beneran hebat,,," Lisa juga bilang.
Juliet ketiga,,dia hampir keabisan napas.
"Udah aku bilang, kan??" kata Sharon ke Gavin, dan dia senyum.
Sisanya, ada Florence dan lima orang lainnya,,,Lisa bahkan gak konsen sama apa yang mereka lakuin, dia sibuk nyolong pandangan dari Michael,,
"Berhenti natap aku, sayang" kata Michael tanpa ngeliat dia,,pipinya merah dan dia langsung buang muka.
Dia mutusin buat fokus ke cewek-cewek yang lari,,,dia ngerasa pengen ngakak,,.
"Florence yang terakhir?? Wah,,," katanya.
"Jangan sampe gitu juga,," kata Michael.
"Aku harap aku gak gitu,,," jawabnya.
"Percaya sama diri sendiri,,ayo dong" kata Michael.
Akhirnya giliran dia,,dan kali ini Vanessa ada di sana,,dia beneran gugup,,.
Michael di sisi lain, perhatiannya cuma ke dia dan Vanessa, dia tau Vanessa jago lari, tapi sekarang dia gak mau dia menang,,tapi gak mungkin Lisa bisa jadi yang pertama,
Terus mereka mulai,,,,semua orang tiba-tiba kaget.
"Tunggu,,dia bilang dia gak jago di sini, kan??" Michael nanya ke dirinya sendiri buat yakin sama apa yang dia liat.
Lisa terlalu jauh dari yang lain, dia di depan kayak ada angin yang niup dia, terus dia sampe di garis *finish*, semua orang teriak, nyebut nama dia.
Dia lari ke Michael, susah buat napas,
"Kamu gak papa??" tanya Michael.
"A,,aku gak bisa,,,napas" katanya pelan.
"Apa?? Kenapa kamu harus lari secepat itu??" tanya Michael.
"Aku gak tau,,aku beneran gak tau" jawabnya.
"Tenang,,kamu bakal baik-baik aja" Michael bilang sambil nepuk-nepuk punggungnya pelan.
Dia narik dia ke pelukan,,,,"
"Ini bakal lebih baik,," katanya gak peduli sama murid yang ngeliatin mereka,
"Kamu udah baik-baik aja??" tanyanya.
"Iya,,,aku baik-baik aja" jawabnya terus menjauh dari dia.
Gak lama kemudian giliran Michael,,bersama lima cowok lain dan tentu aja Rowan,,.
"Aku berdoa dia menang" kata Lisa dalam hati dan mereka mulai,,gak sampe semenit mereka udah balik tapi masalahnya Rowan dan Michael dapet posisi pertama barengan.
"Wah,,,,keren banget. Kalo gitu,,mereka berdua harus lari lagi,,cuma berdua" Pelatih bilang.
"*F**k*,,aku gak enak badan" kata Michael dalam hati.
Rowan nyengir ngeliat dia udah lemes,,,.
"Siap-siap kalah ya" katanya sambil senyum palsu.
"Semoga aja" Michael jawab sambil ngehela napas.
"Dan Mulai!!!" Wasit itu niup peluitnya dan cowok-cowok itu lari.
Pas mereka sampe ,,,,mereka sampe di waktu yang sama.
Apa yang terjadi??
Mereka berdua gak mau kalah sama yang lain.
Ini rumit.
"Kalian ngapain sih??" pelatih nanya.
"Emang kita yang salah??" Rowan nyolot.
"Kalian lari lagi,,tapi ini yang terakhir" katanya.
"Oh tidak,,," kata Sharon.
"Gak,,,,,,,aku gak bisa" kata Michael.
"Jadi,,kamu siap nyerah??" pelatih nanya dan dia diem.
"Aku gak mau gagal karena kamu" Dia tiba-tiba inget apa yang dia bilang ke Lisa tapi sekarang dia yang bakal bikin mereka gagal.
"Bagus, kamu terima kalo kamu pecundang" Rowan senyum.
"Diam deh" Michael ngegas.
"Michael aku nanya" Pelatih bilang.
"Oke,,,,terakhir kali" Dia akhirnya bilang.
"Gak!!!!" Sebuah suara teriak dan mereka semua noleh buat ngeliat orangnya.
"Maksudnya gak apa??" cewek itu nanya.
"Dia beneran sakit" kata Sharon dan Michael ngasih dia tatapan "Apa yang kamu lakuin""
"Tapi dia gak bilang ke kita kalo dia sakit,,jadi kok kamu tau??"
"Aku adiknya,,,,aku tau dia sakit" kata Sharon.
"Michael beneran gitu??"
"Aku baik-baik aja,,,dia cuma bercanda" Michael jawab bikin Sharon nyolot.
"Bagus,,,,sekarang ke lintasan!!!"
"Kamu yakin gak bakal pingsan??" Rowan nyengir.
"Walaupun aku pingsan,,aku gak bakal biarin kamu menang" Michael jawab.
Wasit niup peluit dan mereka lari,,,,,semua orang kaget,,Michael mimpin.
Ya Tuhan!!
Dia beneran bisa!!!
Terus dia sampe di garis *finish*,,,itu aja yang dia tau sebelum dia pingsan.
Bersambung.