BAB 28
"Maaf ya,,, tapi aku harus bilang ini. Aku cinta kamu, Lisa." Dia bilang dan mata Lisa langsung melotot.
"Aku beneran punya perasaan yang kuat banget sama kamu,,,," Dia genggam tangannya dan lipat pelan.
"Aku cinta banget sama kamu,, mau gak jadi pacarku??" dia nanya sambil natap matanya Lisa.
Lisa langsung mundur,
"Aku tau kamu cuma bercanda,,, " Dia berusaha senyum.
"Candaan kayak gitu mahal tau,, mending kita lanjut baca aja, oke??" dia bilang.
"Aku gak lagi bercanda, Lisa,, aku lagi bilang yang beneran. Aku serius banget,, " dia bilang dan narik Lisa lebih deket.
"Rowan, stop,,,," Dia bangun dan ambil catetannya.
"Lisa, tunggu,,," Dia juga berdiri dan mendekat.
"Kamu suka sama orang lain ya??" Dia nanya dan Lisa jadi diem.
"Itu Michael kan?? Lisa, dia bahkan gak peduli sama kamu,,, kamu pikir dia punya perasaan yang sama sama kamu?? Dia deket banget sama Hazel dan kamu tau itu,,, "
"Berhenti, Rowan,,, Hazel cuma temen dia kok."
"Kamu yakin?? Lisa, kasih aku kesempatan di hati kamu ya,, aku cinta banget sama kamu. Aku beneran," Dia bilang dan meluk Lisa.
"Maaf ya Rowan,,, aku gak bisa," Dia bilang dan ngejauhin Rowan, keluar dari Perpustakaan.
Rowan ngedesah dan ngacak rambutnya, dia beneran nolak dia,, beneran. Dia duduk dengan nunduk,
"Wah,, penolakan yang parah banget," Sebuah suara bilang di sampingnya. Dia tau itu Vanessa, dia ngejek dan hadapin Vanessa.
"Vanessa, kamu mau apa sih dari aku?? Jelas-jelas kamu suka sama aku,, bilang aja. Tapi, aku gak suka sama kamu,,," Rowan bilang dan berdiri.
"Kamu bisa diem di sini sendiri kok,, aku pergi," dia bilang.
"Gak kaget sih kamu ditolak,,, kamu terlalu bego sih."
"Jangan berani-beraninya ngomong gitu ke aku,, ngerti gak sih??" dia setengah ngebentak.
"Gak peduli,, kamu gak bisa ngapa-ngapain aku kok." dia ngedipin mata dan keluar dari Perpustakaan.
Rowan ngedesah dan duduk,, mungkin Vanessa bener ya?? Dia emang terlalu bego,, beneran bego.
"Aku denger pembatalan kunjungan," Sharon bilang sambil duduk sama yang lain.
"Iya aku juga,,, duh aku gak suka deh," Florence bilang.
"Kayaknya gara-gara kita mau libur ujian deh,, gak papa sih. Gak sabar pengen pulang," Juliet bilang dengan seneng.
Lisa cuma senyum dan inget bibinya bilang dia punya kejutan buat Lisa, dia penasaran kejutan apa itu,
"Lisa, kamu gak ngomong apa-apa nih??" Sharon nanya.
"Gak papa kok, aku juga gak sabar pengen pulang. Kangen bibi," Dia bilang.
"Kangen mama,, sama papa. Tapi papa gak bakal ada di rumah, meskipun pulang juga,, dia selalu di luar negeri," Sharon bilang.
"Ayo belajar yang rajin biar nilainya bagus," Juliet bilang.
"Guys,,, aku bilang Michael buat ke sini,,, kita gak bisa ngerjain soal matematika kemarin," Sharon bilang.
"Wah,, asik nih," Florence bilang dengan senyum.
"Aku mau ke toilet dulu," Lisa bilang dan keluar.
Michael langsung masuk setelah Lisa keluar,,,.
"Hei bro, bagus kamu di sini, kirain gak jadi dateng," Sharon ngejek.
"Bagus deh buat kamu," Michael senyum dan duduk.
"Hei Mich," Juliet dan Florence senyum ke dia.
"Hai," Dia juga bales dengan senyum tipis.
Pas banget, Lisa masuk dan dia noleh ke Lisa, natap Lisa kayak kangen banget, ya emang bener sih, dia kangen banget sama Lisa. Lisa sadar dia natap, dia duduk.
"Bisa mulai sekarang??" Sharon nanya dengan penasaran.
"Mana soalnya??" Michael nanya dan Sharon nunjukin soalnya.
"Kayaknya Lisa bisa deh," Dia bilang dan mereka bingung.
"Yang mana??" Lisa nanya.
"Ini," dia nunjuk.
Lisa langsung inget dia pernah ngajarin soal itu,
"Iya bisa kok,, gampang," dia bilang.
"Hah?? Tapi kamu gak ngajarin kita," Florence bilang.
Bener juga sih,, Lisa gak ngajarin mereka karena dia juga pengen ketemu dia.
"Maaf ya,, aku guru yang buruk jadi mending belajar dari dia aja," Dia senyum.
**************** Beberapa menit kemudian
"Wah,, keren banget. Gak nyangka segampang itu," Sharon bilang.
"Dungu," Michael ngegeleng dan berdiri.
"Maaf aku gak bisa nganterin kamu,, Lisa bisa ya??" dia bilang dan ngedipin mata ke Michael.
"Iya deh," Lisa jawab dan bangun,, mereka berdua keluar dari asrama,
"Seneng deh bisa ketemu kamu, Mich," Lisa senyum.
Michael genggam tangan Lisa dan narik lebih deket,
"Kamu cantik banget,,, aku gak bisa lepasin mata aku dari kamu," dia bisikin ke telinga Lisa.
"Aku sadar kamu natap,, apa aku tiba-tiba cantik ya??" Lisa ngejek.
"Kayaknya sih,,," Dia bilang dan mereka berdua ketawa.
"Michael, kamu kemana sih?? Aku nyariin kamu kemana-mana," Hazel tiba-tiba muncul.
"Aku kan bilang aku balik lagi, kenapa masih nyariin aku sih??" Michael nanya.
"Gak nyangka kamu ke dia," Dia bilang sambil natap Lisa tajam,, kalau tatapan bisa ngebunuh, Lisa udah mati dari tadi.
"Iya aku ke dia, emang kenapa??" Michael nanya dan narik Lisa makin deket lagi,
"Ayo," Dia bilang dan mereka berdua pergi.
Lisa noleh dan ngedipin mata ke Hazel,
"F**k you," Dia gumam pelan.
"Kenapa sih??" Lisa nanya.
"Kenapa apanya??" Dia nanya.
"Kamu ngejauhin dia,,,, gara-gara aku. Gak biasa banget," Dia bilang.
"Aku gak punya jawaban buat itu,, skip aja ya??" Michael bilang.
"Kamu gak butuh bantuan aku apa-apa??" Dia nanya.
"Gak,,, aku cuma seneng bisa sama kamu sekarang," Lisa bilang.
"Ujian minggu depan,,, aku seneng tapi agak sedih," Dia nambahin.
"Kenapa?? Ada kesulitan apa-apa??" Michael nanya khawatir.
"Gak,,, aku sedih karena gak bisa ketemu kamu sebulan setelah ujian,, aku beneran bakal kangen banget sama kamu," Dia cemberut.
"Aku juga bakal kangen sama kamu," Michael jawab dan noleh buat hadapin Lisa.
"Pastikan kamu lulus ujian ini,, aku punya sesuatu buat kamu," dia bilang.
"Wah,, beneran??" Dia nanya dengan mata berbinar.
"Iya,, sesuatu yang bakal kamu suka banget, percaya deh," Michael bilang dan nyium pipi Lisa.
"Bisa gak diulang??" dia bilang malu-malu,, Michael senyum dan nyium bibirnya.
"Kamu boleh pergi sekarang,,,," Dia bilang.
"Aku gak mau ninggalin kamu,, aku yakin kamu gak bakal ngomong sama aku pas kita ketemu lagi,,, aku selalu gak enak soal itu," Dia bilang cemberut.
"Sabar aja ya,,," Dia ketawa kecil dan ngacak rambutnya.
"Dadaaah Sweetheart," Dia ngedipin mata ke Lisa sebelum pergi.
Lisa senyum dan noleh buat pergi, tiba-tiba Hazel ada di depannya.
"Kamu mau apa??" Lisa nanya sambil nyilangin tangan.
"Aku tau kamu ngerayu dia,,, berani banget ya kamu," Hazel bilang marah.
"Aku ngerayu dia, terus kenapa?? Kamu mau apa??" Lisa nanya dengan seringai.
"Kamu cuma jalang,,, jalang jelek," Hazel bilang.
"Aku gak mood buat ini,, tapi maaf ya,, Michael suka aku, bukan kamu," Lisa bilang sambil ngedipin mata sebelum pergi.
Hazel ngedesah,, meskipun dia pengen Michael buat dirinya sendiri, dia bisa lihat di matanya kalau Michael cinta sama Lisa,, Michael gak pernah natap dia kayak dia selalu natap Lisa.
"Aku seneng dia suka sama dia,, setidaknya dia sahabatku. Tapi aku gak suka sama dia,, aku gak bakal suka dia apapun yang terjadi," Dia menggerutu dalam hati dan terus jalan keliling sekolah.
"Hasilnya udah keluar Leo," Emily bilang sambil duduk di depannya.
"Terus hasilnya gimana??"
"Sesuai harapan,,, positif," Dia jawab sambil ngasih hasilnya.
"Aku udah bilang ke Flora soal ini,,,, dia gak masalah. Aku bakal terima dia,,, tapi gak kamu," Leo bilang.
"Aku gak minta kamu buat cinta aku lagi Leo,,, aku cuma mau yang terbaik buat anak aku," Dia jawab.
"Bagus,, tapi aku mau ketemu tantenya,, dia bilang dia tinggal sama tantenya, siapa dia??" Leo nanya.
"Aku gak tau,, ayo cari tau. Tapi kamu pikir mereka bakal akur??"
"Maksud kamu Hazel dan Lisa??" Dia nanya.
"Iya,,,, aku takut mereka malah makin benci," Emily bilang khawatir.
"Kamu gak usah khawatir,, Hazel mungkin keras kepala dan berbahaya,, tapi dia pasti punya hati yang lembut. Dia bakal terima dia seiring waktu," Leo senyum.
"Makasih banyak Leo,, makasih," Emily bilang.
"Gak papa kok,, dia kan anak aku," Dia jawab.
TBC
…