BAB 13
Vanessa banting cangkir kaca di tangannya dengan marah ke dinding dan Eunice langsung keluar dari kamar ganti cuma buat nemuin pecahan kaca di lantai.
' Vanessa, ada apa sih sama lo?? Lo bakal nyakitin diri sendiri!!" Dia teriak.
' Apa lo gak ngerti apa yang mau terjadi?? Hazel mau balik, sialan!!! Gak bakal ada kesempatan lagi buat gue dapetin hati Michael!!" Dia teriak sambil ngacak-ngacak rambutnya dengan marah.
' Gue rasa itu bukan alasan yang cukup buat nyakitin diri lo sendiri, Michael yang harus mutusin sendiri. Dia bahkan belum naksir lo,,, dan gue yakin dia juga gak ada rencana buat pacaran sama Hazel,' kata Eunice.
' Lo bercanda, kan? Dia mungkin bakal suka sama Hazel,,, gue gak tahan,' katanya sambil menghela napas dan duduk di kasur.
' Gue bakal telpon salah satu pembersih buat bersihin kekacauan ini,' kata Eunice sambil ngambil ponselnya.
' Gue gak bakal biarin ini terjadi,, gak akan pernah,' kata Vanessa pada dirinya sendiri.
' Lo kelihatan bahagia banget hari ini, ada apa??" Lisa nanya sambil nyengir.
' Lo gak bakal percaya,' kata Sharon sambil nyamperin dia dan duduk di kasurnya.
' Ceritain,' Dia tersenyum.
' Gavin bilang dia suka sama gue,,,,' kata Sharon.
' Wah,, keren banget,'
' Ya ampun!!!!!! Rasanya kayak mimpi pas dia cerita ke gue,, tapi dia takut Michael gak bakal ngebolehin. Jadi sekarang,, rahasia,' kata Sharon sambil mengedipkan mata.
' Tapi,, menurut lo, lo harus bilang ke dia gak sih?? Dia gak bakal senang kalau dia tahu dari cara yang salah," kata Lisa.
' Gue bakal kasih tahu dia,,, mungkin malam ini,' kata Sharon sambil tersenyum.
' Oh,, malam Jumat. Gue harus cari sesuatu buat dipakai,' kata Lisa sambil masuk ke kamar ganti, Sharon juga ikut.
' Cewek itu,, Lily, kenapa sih dia selalu diem??" Lisa tiba-tiba nanya.
' Gue gak tahu,, tapi gue yakin dia gak se-innocent kelihatannya,' kata Sharon sambil mencibir.
' Gue rasa dia beneran innocent,' kata Lisa dan akhirnya ngeluarin sebuah gaun,.
' Ini bagus,, ' Dia tersenyum dan nunjukin ke Sharon yang ngangguk setuju.
' Sederhana dan cantik dan gue suka warna ungu,' kata Sharon.
' Iya, itu warna favorit gue,,, gue suka banget. Spesial,' Lisa tersenyum saat mereka balik ke ruangan utama.
' Jangan dandan berlebihan kayak kata Michael,' Lisa ngejek.
' Gue gak bakal,' Dia membentak dan Lisa hampir tertawa.
' Lo kelihatan lucu kalau lagi marah,' kata Lisa akhirnya sambil tertawa.
' Itu gak lucu, lo ngejek gue, kan??" Sharon cemberut.
' Oke,, Michael bakal ada di sana??' Lisa nanya dan Sharon tersenyum.
' Lo suka sama kakak gue, ya??' Dia nanya dan Lisa langsung menggigit bibirnya dengan gugup.
' Gue tahu,,, ekspresi lo ngomong semuanya. Tapi kadang gue ngerasa takut buat dia,' kata Sharon sambil menghela napas.
' Kenapa??"
' Gue rasa lo belum pernah lihat cewek-cewek yang genit sama dia, kan??" Sharon nanya dan dia menggelengkan kepalanya.
' Gue senang lo belum lihat itu,,, beneran nyebelin. Gue heran kenapa dia belum nyampe ke dalam p**tat mereka,,, mereka bakal ngasihnya dengan sukarela,' kata Sharon sambil tertawa sementara Lisa cuma menghela napas.
' Lo gak perlu khawatir soal Vanessa,' kata Sharon.
' Bukan Vanessa,,, ' Lisa angkat bicara.
' Oh,,, Hazel??" Sharon nanya tapi lanjut ' Itu terserah dia yang mutusin,, tapi gue takut dia gak mau ngecewain ayahnya. Mari kita bicara tentang hal lain.' kata Sharon berusaha ganti topik.
Mereka ngobrolin hal-hal lain dan akhirnya hampir waktunya pesta,, mereka berdua masuk ke kamar mandi dan mandi. Setelah itu, mereka dandan dengan sangat cantik.
' Gue yakin Gavin gak bakal bisa lepasin pandangannya dari gue malam ini, sayang banget kita gak bakal deketan,' kata Sharon sambil cemberut.
' Hmm, ayo pergi,' kata Lisa dan meraih tangannya.
Mereka berdua keluar dari kamar, mereka mengunci pintu dan mulai berjalan, pestanya diadakan di aula pesta sekolah.
' Itu asrama Lily,, dia tinggal sama Emma,, dia di kelas 5A jadi lo gak kenal dia,' Sharon berbisik ke Lisa.
' Wow, gak nyangka dia deket sama kita" Lisa tersenyum tapi masih bertanya-tanya kenapa dia milih diem.
Mereka sampai di pesta dan duduk,, beberapa siswa lagi dansa sementara yang lain lagi mesra-mesraan banget,,
' Ya ampun,,, apa mereka harus kayak gitu di tempat umum??" kata Lisa dan memalingkan wajahnya ke Sharon tapi dia udah gak ada.
' Kemana sih dia pergi?? Baru aja??" Lisa bertanya pada dirinya sendiri.
' Lisa!!! Ayo,, gabung kita!!" Sebuah suara berkata keras dan akhirnya dia ngeliat mereka,, Tiga cewek dan Sharon di antara mereka,,
' Gak, gue baik-baik aja di sini,' Dia jawab.
Michael masuk ke aula dan cewek-cewek itu hampir kehabisan napas
Ya Tuhan
Dia ganteng banget!!
Ya ampun, gue pengen nge*ek dia,, cukup satu malam aja
Lisa mencibir saat dia mendengar itu, seriusan?? Nge*ek dia?? Dia hampir tertawa tapi nahan diri. Di meja tempat dia duduk ada segelas anggur dan satu lagi, Minuman ringan
Dia ngambil minuman ringan dan menyeruputnya, dia gak berani nyentuh anggur itu atau dia bakal hilang kendali.
Dia melirik Sharon dan cewek-cewek itu,, mereka lagi minum anggur,, bahkan gak menyeruput?? Sharon beneran bakal mabuk.
' Hei Bess,, kangen kita??" Florence dan Juliet duduk bersamanya dan wajahnya langsung berseri-seri.
' Lo kayaknya senang ngelihat kita,, tapi kita gak bakal di sini. Kita bakal have fun malam ini!!!" mereka berteriak dan lari.
Michael lagi sibuk ngamatin Sharon dengan matanya saat tiba-tiba dia ngeliatnya, dia menggelengkan kepalanya dan berjalan ke tempat dia berada
' Ya ampun,, Michael,, mau gabung kita??" Salah satu cewek nanya dengan menggoda berusaha nyentuh dia
' Jangan kayak gitu,' Katanya dan ngambil tangan Sharon.
' Apa yang lo lakuin??' kata Sharon dan narik tangannya
' Lo bisa have fun Sharon,, tapi jangan alkohol!! Ada minuman ringan!!" Dia teriak.
' Bisa gak sih lo tinggalin gue sendiri?? Gue gak bakal mabuk,' dia tersenyum.
' Sharon dengerin gue,,"
' Gak!! Biarin gue!!' Dia membentak dan pergi buat gabung sama cewek-cewek
Michael ngacak-ngacak rambutnya udah ngerasa marah,,,
Tiba-tiba dia ngeliat Lisa duduk dan Rowan di sampingnya,, dia mau pergi pas Rowan bangun dan keluar bareng salah satu temannya. Dia nyamperin Lisa dan duduk di sampingnya
' Oh Michael!!' kata Lisa ngerasa senang ngeliat dia
' Gue rasa lo senang ngelihat gue," kata Michael sambil tersenyum
' Tentu saja,, gue beneran kesepian,' Katanya dan menghela napas
' Rowan baru aja pergi dari sini, gue ngeliat dia,' kata Michael
' Gue rasa itu salah satu temannya yang dateng buat manggil dia,,, tapi gue sih nunggu lo,,, ' kata Lisa sambil tersenyum
Michael mau ngomong pas mereka denger sorakan keras dari para siswa,
',Ada apa sih??" Dia nanya dan mereka berdua noleh buat ngelihat apa yang terjadi
' Oh tidak,' kata Lisa saat dia ngeliat Sharon berdiri di salah satu meja lagi dansa keras,, dia emang udah beneran mabuk sampai mau ngelepas bajunya sementara para siswa terus-terusan nyorakin dia.
' Ya ampun,,," Michael langsung berdiri dan nyamperin dia, dia menggendongnya dalam pelukannya
' Gue balik lagi, tunggu di sini aja,' Dia bilang ke Lisa
' Biar gue ikut,' kata Lisa
' Lo gak perlu khawatir soal dia, gue bakal ngegendong dia dan balik lagi dengan cepat,' Dia jawab dan keluar dari aula.
Sharon membuka matanya kayak orang mabuk dan tersenyum mabuk
' Lo ganteng banget,' Katanya dan nyentuh wajah Michael
' Gue udah bilang jangan minum itu, kapan sih lo mau dengerin??' Michael teriak dengan marah padahal dia tahu dia gak tahu apa yang terjadi
' Lo,,,,,, Gavin ,,kan??' Dia bilang dan itu bikin Michael berhenti
Seriusan?? Gavin??
' Kenapa lo mikir gue Gavin?? Ya ampun,,,," Dia bilang
' Lo ganteng banget,' Dia bilang dan tersenyum
Sebelum dia bisa ngomong apa-apa, dia narik wajahnya lebih deket dan bibirnya mendarat di bibirnya.
" Oke guys, cukup. Lanjut, yuk," kata Michael dan melirik Noah,
" Noah, selanjutnya," kata Gavin
" Kalau lo pikir gue bakal minta tantangan, lo salah," kata Noah dan mereka semua tertawa kecuali Michael dan Lisa.
" Pokoknya," Lisa mencibir
" Noah,,, kalau lo mau menghabiskan sepanjang hari sama salah satu cewek di sini, siapa yang bakal lo pilih??" Ethan nanya
" Lily," jawab Noah sambil tersenyum
" Kenapa??" Michael menyeringai
" Cuma pertanyaan," kata Noah
" Nggak,, semua orang bakal nanya," Lisa menyeringai
" Kalian mau bales dendam!!" Gavin setengah berteriak
" Kalau cuma pertanyaan, ya udah batalin aja tantangan gue," kata Michael
" Nggak!!!!" mereka semua berteriak dan dia cemberut
" Oke,, Noah jawab pertanyaannya," kata Lisa
" Karena dia cantik," jawab Noah dan Lily berdeham
" Gue lebih cantik,, kasih tahu kita sesuatu yang mendalam," Lisa tersenyum
" Apa??"
" Jawab pertanyaannya Noah," kata Michael
" Oke,, karena gue suka dia. Lily,,, gue suka banget sama lo," kata Noah
" Mantap, bro," kata Gavin dan mereka semua menghadap Lily
" Gue tahu," Katanya
" Apa?? Lo tahu??" Noah nanya kelihatan kaget
" Iya,, Lisa yang bilang,," Lily tersenyum
" Ya udah gue bantu," kata Lisa dan tos sama Michael
" Kalian harus nikmatin waktu kalian sekarang,,, sebentar lagi pagi," Gavin menyeringai pada mereka
Lisa mengeluh
____________
Michael keluar dari kamar Gavin,, keempat cowok itu lagi tidur di kamarnya sementara cewek-cewek pakai kamar tamu. Michael guling-guling dari sisi ke sisi jadi dia mutusin buat keluar kamar aja biar gak ganggu yang lain, dia masang headphone dan pergi ke bawah.
Dia buka kulkas dan ngambil sebotol air, dia menenggak semuanya dan menghela napas. Tiba-tiba dia ngerasa ada kehadiran di belakangnya
Dia noleh,, Lisa tersenyum dan memeluknya tanpa mikir dua kali.
" Ngapain lo di sini??" Dia nanya
" Gue gak bisa tidur,," Dia jawab
" Gue juga,, gue khawatir soal besok," kata Michael dan ngejatohin botol di tangannya
" Gue rasa gue gak bisa ngelakuin itu," kata Lisa sambil mencibir
" Ya udah kita harus,,, itu salah gue sih," katanya
" Gue senang lo tahu itu," kata Lisa sambil cemberut
" Gue minta maaf," Michael tertawa kecil
" Lo ketawa kecil?? Gak lucu," Dia membentak
" Hmmm,,,oke," Michael berdeham dan gak ada suara sama sekali di antara mereka
Mereka berdua nyenderin punggungnya ke pulau seolah lagi mikirin sesuatu,,
" Kapan lo tidur??" Lisa akhirnya nanya
" Gue gak bisa tidur," jawab Michael
" Lo bercanda, kan??"
" Gue gak,,, tapi mungkin gue bisa tidur," Katanya dan menghadapnya
" Ya udah tidur," kata Lisa
" Perlu obat tidur," Dia tersenyum
" Dari mana lo mau dapat itu??"
" Di samping gue," Michael jawab
" Di mana??" Dia nanya sambil celingukan
" Itu lo,, kenapa lo nyari kalau lo adalah obat tidur gue??" Michael tersenyum dan dia jadi merah
" Beneran? Lo gak bisa tidur tanpa gue?? Keren,, tapi gue masih marah sama lo," kata Lisa
" Gue minta maaf,,,,, " Dia menariknya ke pelukan hangat.
" Gue harap kita bisa kabur," Lisa bergumam
" Apa kita harus pulang sebelum mereka bangun besok??" Michael menyarankan
" Gila ya lo?? Kita gak bisa kayak gitu," kata Lisa
Michael tertawa pelan,,,
" Ayo lebih deket sekarang," Lisa menyeringai
" Lebih deket?? Kita gak deket, ya??" Michael nanya
" Ya ampun,,, siapa ini??" Lisa mengeluh dan membuang muka
Michael tertawa kecil,, dia tahu apa maksudnya, cuma mau dia ngomongnya.
Dia nyentuh wajahnya dan bikin dia noleh ke arahnya, dia menempelkan bibirnya dengan lembut ke bibirnya. Dia langsung membuka diri dan menariknya lebih deket dengan penuh semangat,,
Dia mengangkatnya di atas meja, lebih mendalam di ciuman itu, Lisa memegangnya erat-erat seolah dia mau kabur, dia lepas dari ciuman dan mereka berdua mengatur napasnya. Michael menatap bibirnya yang bengkak dan tersenyum, dia menyentuh bibirnya pelan-pelan.
Lisa menepis tangannya dan menciumnya lagi,, Michael tertawa kecil dan menyerah pada ciuman itu. Tangannya masuk di bawah pakaian tidurnya, Lisa kaget, ini pertama kalinya dia mencoba menyentuhnya, dia tersenyum dan menciumnya lebih banyak.
Dia memainkan tangannya di pahanya dengan lembut dan pelan, Lisa mengeluarkan suara pelan memberikan alasan lebih untuk melanjutkannya. Dia maju dan menggelitiknya bukan beneran besar,, dia lepas dari ciuman itu langsung.
" Ya ampun" Dia mengerang dengan mata tertutup
" Gue,,, gue minta maaf" Michael langsung ngeluarin tangannya dan menjauh
" Kenapa??" Lisa nanya
" Gue cuma,,, kebawa suasana" Dia jawab
" Apa lo bisa kebawa suasana dan ngelakuin itu lagi??" Lisa nanya dan matanya terbuka lebar
Dia mendekat ke arahnya dan masuk ke antara kakinya,,
" Gak ada yang boleh nyentuh lo kayak gitu,, kecuali gue," Katanya
" Gue tahu," Lisa tersenyum dan membanting bibirnya lagi ke bibirnya dan masuk ke putaran lagi ciuman.
_____________besok paginya
Michael membuka matanya dan menghirup udara pagi,, dingin banget dan saljunya gak bikin bagus, terus-terusan turun. Cowok-cowok gak ada di kamar, dia buka jendela dan melihat ke atas langit,, dia ngeluarin ponselnya dan ngambil foto salju.
Dia langsung nutup jendela lagi sebelum tangannya kedinginan,,, dia masuk ke kamar mandi. Dia sikat giginya dan mandi,, dengan air hangat yang hampir panas. Setelah dia selesai dengan semuanya, dia pasang headphone dan keluar dari kamar. Dia lagi pakai hoodie dan celana training bikin dia kelihatan lebih ganteng dengan rambutnya yang berantakan.
Sharon dan Lisa juga keluar dari kamar,, mereka bertatapan.
" Pagi, bro," Sharon menyeringai
" Iya," jawab Michael gak ngejauhin matanya dari Lisa yang tersenyum padanya
Sharon meraih tangannya dan mereka pergi ke bawah,,, Michael menghela napas dan nyelipin tangannya ke celana trainingnya.
" Wow,, siapa yang bikin teh ini!!!" Florence berteriak
" Gue," Noah tersenyum
" Wow,, keren," kata Lily
" Wow,, beneran??" Noah nanya
" Iya,," Lily jawab
" Makasih"
Michael gabung sama mereka dan duduk diam di samping Florence,, Gavin nyentuh Ethan dan mereka berdua menyeringai ngeliat ekspresi di wajah Michael.
" Michael,,,,, ini. Gue bikin spesial buat lo," kata Gavin ngasih dia secangkir teh
" Apa lo nambahin racun?? Kenapa tiba-tiba baik??" Dia nanya dan minum semuanya
" Iya, racun cinta," jawab Gavin
" Maaf, itu gak mempan buat gue,, gue gak cinta lo lagi," kata Michael dan mereka semua tertawa
" Maaf," kata Gavin dan nyentuh rambutnya
" Kenapa gue ngerasa kedinginan banget?? Gue bahkan pakai sarung tangan, tapi gak cukup," kata Lisa sambil menggosokkan telapak tangannya
Michael noleh dan hampir berdiri buat nyamperin dia pas dia ingat dia gak bisa,, dia menghela napas.
" Mau ke perapian??" Gavin nanya
" Itu lebih baik,,,, di mana sih??" dia nanya dan berdiri
" Gue kasih tahu,," kata Michael
" Gak usah, lo gak bisa, gue kasih tahu, nikmatin musik lo," Gavin tersenyum
" Gue benci lo," Michael berbisik padanya
" Gue lebih cinta lo," jawab Gavin
" Apa??" Michael menggigit bibirnya dan ngelihat Gavin dan Lisa keluar dari pandangan.
" Guys, main game yuk," kata Florence
" Gak ada yang main game di sini," kata Michael dan mereka semua tertawa terbahak-bahak
" Bahkan belum setengah hari,, kenapa kayak gini," kata Ethan dan tertawa lebih banyak.
" Diem, Ethan," Dia membentak
" Kita gak bisa keluar hari ini, sedih," Lily cemberut
" Apa lo gak kedinginan??" Noah nanya
" Tentu saja gue kedinginan,, tapi gak papa," dia tersenyum lembut
Noah mengangguk dan menggigit lidahnya dengan gugup,,,
Segera,, Gavin dan Lisa balik. Michael bertatapan dengannya, dia membuang muka.
" Kita mau ngapain hari ini?? Cuma saling pandang aja??" Sharon nanya
" Ayo kita lakuin sesuatu yang seru," kata Ethan
" Ayo lakuin hal-hal secara terpisah,,, untuk saat ini"
" Grup video game" Noah mengangkat tangannya
" Gue juga" kata Gavin
" Gue tiga" kata Ethan
" Gue,, empat??" kata Michael
" Maaf,, cuma tiga pemain," kata Gavin
" Grup nonton film" kata Florence dengan cara yang lucu yang bikin mereka semua tertawa
" Gue juga" kata Sharon sambil menyeringai
" Gue tiga" kata Lisa
" Gimana Michael dan Lily??" Ethan nanya
" Lo suka foto, kan??" Lily nanya Michael
" Iya,,"
" Nih" Lily ngeluarin kameranya
" Wow,,," Dia langsung ngambilnya dari dia dengan senyum lebar di bibirnya
" Gue belum pernah pakai kamera beneran, lo tahu cara makenya, kan??" Dia nanya
" Tentu saja,," Lily tersenyum
" Wow,,,,," kata Michael masih ngeceknya
" Gue rasa kita semua punya yang mau dilakuin," kata Ethan
" Gue yakin bakal menang," kata Noah
" Dalam mimpi lo,, gue yang menang," kata Ethan saat mereka bersiap buat game
" Gue bos di sini,, kalian harus belajar," kata Gavin
" Kalau gitu apa gue harus tukeran sama Michael buat ngeliat siapa bosnya??" Noah ngejek
" Jangan berani-berani," kata Gavin
" Wow,, Gavin beneran punya banyak film di laptopnya,,, gue gak bisa milih," kata Florence
" Gue lagi nonton mata gue keluar," kata Sharon
Mereka semua duduk dengan nyaman dengan popcorn di antara mereka,,
Lisa mencibir saat dia ngeliat Michael dan Lily tertawa dan ngobrol,,,, mereka bahkan saling nunjukin sesuatu di ponsel mereka.
" Lisa,, kenapa lo ngeremes popcorn??" Florence nanya
Dia menghela napas dan ngeluarin tangannya,, dia lagi ngeluarin marahnya ke popcorn yang gak bersalah
" Gue harus ambil sebotol air," Katanya dan pergi dari ruangan
TBC
TBC