BAB 7
Pintu kebuka terus Sharon masuk sambil nyengir lebar, Lisa ngejek terus gak peduli, langsung lompat ke kasur.
"Aku salah ngapain sih??" Sharon nanya sedih terus duduk di sampingnya.
"Lo gila ya?? Gimana sih bisa ngomong gitu di depan orang-orang yang aku suka sama Rowan??" Lisa nanya.
"Koreksi ya, mereka tuh bukan orang-orang, mereka temen kita," Sharon muter bola matanya.
"Tetep aja aku gak suka," Lisa ngegas.
"Aku cuma bilang yang bener, lo kan naksir dia, ngapain disembunyiin??" Sharon ngejek.
"Terus, kenapa lo gak bilang aja ke Gavin kalo lo naksir dia??"
"Aduh Lisa,, jadi lo marah gara-gara aku ngomong gitu??"
"Iya,, aku beneran marah," Lisa jawab.
Sharon narik napas terus berdiri, jalan ke ruang ganti, dia buka bajunya terus pake piyama. Dia balik lagi ke kamar terus tiduran di kasur, dia ambil novel terus mutusin buat baca biar bisa tidur.
Dia ngelirik Lisa dan kaget karena dia udah tidur.
"Gak nyangka dia ngambek gara-gara itu," Dia ngejek terus lanjut baca.
Lisa mengeluh keras pas denger alarm bunyi keras banget,, dia ambil terus hampir mau ngelempar, tapi inget kalo dia gak di rumah, dia narik napas terus bangun dari kasur,, Sharon masih tidur dengan muka ketutup novel.
Dia ambil novel dari mukanya terus nepuk-nepuk pelan.
"Apaan sih??" Sharon nanya sambil ngantuk.
"Bangun,, kita harus siap-siap buat kelas," Lisa bilang.
"Oke,,," Sharon bilang terus duduk sambil merem.
"Dasar tukang tidur,, ayo bangun!!" Lisa teriak terus dia lompat turun.
Lisa gak bisa nahan diri, dia ketawa terus jatuh ke lantai.
"Gak lucu,, lo bikin kaget aja," Sharon bilang terus muter bola matanya.
"Maaf,, tapi,,, ini lucu sih"
Tiba-tiba ada ketukan lembut di pintu.
"Siapa ya??" Lisa nanya.
"Laundry kali," Sharon jawab terus jalan ke pintu buat buka.
Wanita itu masuk dan jalan ke ruang laundry,,.
"Ayo mandi,,, atau kita telat nih," Lisa bilang sambil narik Sharon ke kamar mandi.
Wanita itu keluar segera dengan pakaian kotor mereka.
"Emang gitu terus ya setiap hari??" Lisa nanya.
"Iya,,," Sharon jawab.
"Wow,, ini bagus banget di aku," Lisa senyum sambil ngaca di baju olahraga, setelan biru lengkap dari cardigan lembut dan celana jogger sama sepatu snickers putih.
"Ayo,,," Sharon bilang sambil bawa laptopnya.
"Punya aku ketinggalan di loker," Lisa bilang terus bawa tasnya.
Mereka ngunci pintu terus mulai jalan ke kelas.
Mereka liat Vanessa juga keluar sama cewek lain.
"Gak nyangka dia deket sama kita," Lisa bilang.
"Iya,, dan itu sahabatnya Eunice,, mereka berdua cocok banget soalnya sama-sama songong," Sharon bilang sambil Lisa cekikikan.
Akhirnya mereka sampe kelas,, cuma beberapa menit sebelum kelas mulai.
"Michael gak ada di kelas, tapi temen-temennya ada," Sharon bilang keliatan khawatir.
"Lo bisa tanya Gavin," Lisa ngedipin matanya ke dia.
"Rencana bagus," Dia bilang terus langsung berdiri.
"Pagi," Cewek yang Lisa ajak ngobrol kemaren nyapa dia dan dia kaget.
"Pagi," Dia jawab sambil senyum.
Sharon balik terus duduk.
"Gimana??" Lisa nanya.
"Katanya Michael masih tidur pas mereka dateng, mereka udah nyoba bangunin tapi dia bilang mau nyusul ke kelas," Sharon bilang.
"Apa??"
"Gakpapa kok, dia pasti dateng," Sharon senyum tipis.
Guru itu masuk dan kelas jadi hening,,,.
"Selamat pagi murid-murid," Guru pria itu menyapa.
"Pagi pak/bu," Mereka semua jawab serempak.
Ekspresinya keliatan dingin.
"Dia dingin," Sharon bisik ke Lisa dan dia ngangguk setuju.
Baru aja Rowan masuk, dia mau jalan ke kursinya pas Guru itu ngehentiin dia.
"Balik lagi ke sini Rowan."
Rowan ngejek terus balik lagi ke depan kelas.
"Kenapa baru dateng??" Guru itu nanya marah.
"Emang harus jawab??" Rowan nanya dan kelas kaget.
"Apa?? Berani-beraninya kamu ngomong gitu ke saya??"
"Kamu kan cuma guru, bukan bokap saya," Rowan ngegas.
Guru itu mau ngomong sesuatu pas Michael masuk pake headphone dan kedua tangannya di saku.
Cewek-cewek udah pada blushing dan bisik-bisik, dia keliatan ganteng banget.
Dia gak peduliin Guru itu dan Rowan, siap-siap buat duduk.
"Kamu telat," Guru itu bilang.
"Saya bangun kesiangan karena saya gak enak badan," Dia bilang terus duduk.
"Saya belum nyuruh kamu duduk."
Michael narik napas terus berdiri jalan ke arahnya.
"Kalian berdua, ruang hukuman sekarang juga!!" Guru itu bilang dan kelas kaget.
"Aku gak mau di ruangan itu sama dia," Rowan bilang marah.
"Siapa peduli, keluar sana sekarang juga."
"Tapi pak,, ini bahkan belum lima menit sejak bapak mulai kelas," Michael bilang.
"Kamu harusnya hadir pas saya masuk kelas ini,, jadi gak ada alasan, keluar sekarang juga."
Mereka berdua keluar dari kelas, bahkan murid-muridnya sedih.
"Mereka bakal bunuh-bunuhan di ruang hukuman,," Sharon bilang ke Lisa.
"Apa?? Mereka bakal berantem??" Dia nanya langsung.
"Aku gak bisa biarin itu,, aku harus ngelakuin sesuatu," Sharon bilang keliatan khawatir banget.
"Gak usah khawatir, aku ada ide," Lisa senyum.
"Apa??"
Dia gak peduliin dia terus berdiri,, seluruh kelas ngadep dia kebingungan.
"Pak/Bu Guru,, menurut bapak/ibu, apa yang bapak/ibu lakuin itu salah??" Lisa nanya dan kelas kaget lagi.
Dia mau ngapain sih??
Dia bakal dihukum nih.
"Kamu mikir saya salah karena menghukum mereka karena telat??" Guru itu nanya.
Lisa udah takut tapi tetep ngumpulin keberaniannya.
"Mereka dateng sebelum bapak/ibu mulai ngajar,, bapak/ibu bahkan belum mulai kelas," Dia bilang.
"Kamu pikir kamu siapa berani nanya saya??!!"
"Saya tau saya cuma murid, tapi saya harus bilang itu salah."
"Keluar dari kelas saya,,, sekarang!!!!"
"Saya mau,,, Ruang hukuman di mana sih?? Kayaknya itu tempat yang pas deh," Dia bilang dan Guru itu kaget.
"Saya tunjukin," Sharon teriak dan mereka berdua keluar dari kelas bikin semua orang kaget banget.
"Apa yang kamu lakuin beneran,,,,"
"Aku gak peduli,,, aku gak mau mereka berantem," Lisa bilang.
"Itu di sana,,," Sharon nunjuk kelas sebelum balik lagi.
Lisa narik napas terus buka pintu,, syukur deh dia dateng tepat waktu, mereka udah mau berantem.
Rowan langsung lepasin cengkramannya dari kerah Michael pas dia masuk,,,.
"Apa,,, kamu ngapain di sini??" Rowan nanya.
"Kamu pikir aku ngapain di sini?? Aku dihukum karena nakal," Dia jawab.
"Kamu ngapain,,,,"
"Aku gak mau ngomongin itu,,,, berapa lama kita bakal di sini??" Dia nanya.
"Seharian," Rowan jawab.
"Apa?? Aku laper!!" Dia teriak.
Rowan cekikikan dan saat itulah dia ngadep Michael yang lagi ngeliatin keluar jendela, mungkin dia dengerin lagu karena matanya merem.
Dia nelen ludah sebelum balik lagi ke Rowan,,, mereka berdua duduk dan terus ngobrol dan ngobrol.
Michael ngejek sambil dengerin semua yang mereka omongin, dia gak dengerin musik sama sekali,, dia balik dan ngadep mereka, liat gimana dia senyum sambil ngobrol sama Rowan bikin dia narik napas.
Apa mereka sedeket itu??? Dia nanya ke dirinya sendiri tapi mutusin buat gak peduli. Mungkin dia harus tidur aja,,, dia duduk dengan kepala di meja,,,.
"Kamu mikir Michael baik-baik aja??" Gavin nanya sedih.
"Aku gak mikir mereka berantem,, semuanya tenang-tenang aja," Ethan bilang pas mereka jalan ke kantin.
"Kenapa ya aku punya firasat Lisa ngelakuin itu sengaja??" Noah nanya.
"Aku juga mikirin itu, tapi kenapa dia ngelakuin itu??" Gavin nanya.
Tiba-tiba Sharon lewat di depan mereka, dia bahkan gak nyadar mereka.
"Sharon," Gavin manggil dan dia nengok,, wajah sedihnya langsung berubah jadi senyum pas liat Gavin.
"Makan bareng yuk,, temen kamu gak ada di sini," Gavin bilang dan mereka berdua pergi.
"Dia beruntung Michael gak ada di sini,, dia bakal kaget," Noah bilang.
"Bosen nih gak ada dia," Ethan cemberut.
Seseorang dateng buat manggil Rowan bilang dia harus ngelakuin sesuatu buat Guru itu jadi dia pergi,,,.
Lisa ngadep Michael dan kaget karena dia tidur,, dia senyum dan pergi duduk di sampingnya. Dia gak bisa nahan diri buat gak ngagumin dia,, tetep keliatan imut bahkan pas tidur,, bibirnya keliatan kecil dan bagus banget.
Dia tiba-tiba ngerasa pengen nyentuh mukanya,,, dia pengen berhenti tapi gak bisa ngontrol tangannya. Dia nyentuh dia dan Michael yang sensitif langsung kaget dan ngegenggam tangannya bikin dia di atas meja dengan dia di atasnya.
Saat itulah dia sadar kalo itu Lisa,,.
"Apa?? Kamu??" Dia nanya.
Dan saat itu juga pintu kebuka dan Rowan masuk nemuin mereka dalam posisi itu.
.
.
Bct
Hmm, wahala
….