BAB 6
Untung buat Sharon, Florence sama Juliet nongol dan duduk di samping dia, dia nyambut mereka dengan senyum hangatnya.
"Gimana Lisa? Kenapa lo sendirian??" Florence nanya.
"Ya, dia lagi sama gebetan barunya, Rowan," kata Sharon sambil nunjuk Lisa dan Rowan yang lagi duduk.
"Oh,,," kata Florence.
Mereka pesen makanan dan mulai makan diem-diem,
"Boleh gabung nggak??" Michael nanya sama tiga cowok lain di belakang dia.
"Apa?? Nggak bisa," kata Sharon.
"Tentu aja bisa," kata Florence langsung.
"Makasih," Michael senyum dan duduk bareng temen-temennya.
Mereka mulai makan lagi, nggak ada yang ngomong sampe Gavin mecah keheningan.
"Temen lo keliatannya deket sama Rowan," katanya.
"Kayaknya,," jawab Sharon singkat.
Dia liat Lisa berdiri dan nyamperin mereka, dia senyum.
"Kenapa lo senyum??" Michael nanya.
"Dia gabung sama kita," jawabnya.
Pas banget Lisa nyampe di mereka dan duduk di seberang Michael,
"Ngapain lo di sini?? Kirain lo nikmatin waktu sama gebetan lo," Sharon ngejek.
"Apa?? Dia gebetan lo??" Salah satu temen Michael nanya.
"Tentu aja Noah," jawab Sharon.
"Mulut lo!!" Lisa teriak dan mereka semua ketawa kecuali Michael yang cuma fokus sama makanannya.
"Gue denger sekolah mau ngadain pesta selamat datang buat murid baru hari Jumat," kata Ethan.
"Gue kan bukan murid baru, jadi kenapa lo kasih tau gue??" Michael nanya.
"Kita punya dua murid baru di sini,, Lisa dan Florence," kata Sharon.
Michael ngangkat muka dan liat Lisa natap dia.
"Ya,,,,,oke juga," katanya dan balik lagi liatin makanannya.
"Lo keliatan laper,," kata Sharon ke Michael dan mereka semua ketawa.
"Anak-anak lama juga bakal dateng kan?? Jadi gue bisa dandan yang,,,,"
"Udah deh Sharon,, jangan macem-macem dandan yang imut-imutan ke pesta," Michael nyela dia.
"Tapi,,,,"
"Nggak ada tapi,," dia bentak.
"Idiot," Sharon gumam dan gigit ayamnya dengan marah.
Gavin cekikikan.
"Sekarang ayamnya yang kasihan," katanya.
"Pergi yuk,, gue udah selesai," kata Michael berdiri sambil ngelap mulutnya pake tisu.
"Tapi kita masih makan," kata temen-temennya.
"Oke,,temuin gue di ruang tunggu,," katanya dan ninggalin meja.
"Lo udah selesai Sharon?? Gue jadi nggak nafsu makan," kata Lisa.
"Gue pengen lebih banyak waktu sama Gavin," Sharon bisik ke dia.
"Kalo gitu temuin gue di asrama,," kata Lisa dan pergi sementara yang lain tetep ngobrol kenceng.
Lisa nghela napas pas dia keluar dari kantin,, dia inget banget dia bener-bener kelaperan, terus kenapa dia nggak bisa makan setengah dari makanannya, dia yang mesen nasi goreng sama pisang goreng, terus kenapa dia tiba-tiba hilang nafsu makan??
"Ya Tuhan!!" dia teriak pas dia liat ada badan di salah satu kursi,
"Michael??" dia manggil.
"Sayang??" dia senyum.
"Ngapain lo di sini??" dia nanya.
"Ini ruang tunggu,, gue lagi nunggu orang-orang rakus itu dateng ke sini," jawab Michael.
"Gue mau tidur,," katanya.
"Selamat malam," kata Michael.
Dia keluar tapi balik lagi,,,.
"Kenapa??" Michael nanya keliatan khawatir.
"Gue nggak bisa pergi sendiri,," katanya.
"Mungkin gue harus nemenin lo??"
"Lo bisa gitu??" Lisa nanya.
"Ayo,,".
"Lo takut hantu??" Michael tiba-tiba nanya dan dia kaget.
"Berhenti ngomongin hantu,, udah malem," kata Lisa keliatan takut.
"Lo bercanda kan?? Gue baru aja mau bilang ke lo kalo banyak hantu di sini," kata Michael.
"Nggak!!!" dia teriak dan Michael langsung nutup mulut dia pake telapak tangannya.
"Gue cuma bercanda,,,," katanya.
Dia ngangguk masih susah napas.
"Michael,," dia manggil dan dia ngehadap ke dia.
"Apa??"
"Tentang,, lo sama Rowan,,,,".
"Gue nggak mau ngomongin dia,,, tapi gue mau minta maaf sekarang buat sesuatu," kata Michael dan dia bingung.
"Minta maaf buat apa??" dia nanya.
"Kalo lain kali dia nyakitin gue,, gue nggak bakal maafin dia,," katanya.
"Terus,, kenapa lo kasih tau gue??"
"Gue denger dia gebetan lo, gue yakin lo nggak bakal suka kalo liat gebetan lo disakitin kan??" Michael senyum.
Dia pengen bilang ke dia kalo dia nggak naksir Rowan tapi nggak ada kata yang keluar dari mulutnya.
"Kenapa lo tiba-tiba pengen bales??" Lisa nanya meskipun dia tau pertanyaannya kedengeran nggak banget.
"Gue rasa semua orang suka cowok nakal,, jadi gue juga bakal jadi satu," dia ngedip.
"Nggak,, gue nggak suka cowok nakal," kata Lisa dan dia ketawa.
"Beneran?? Jadi itu berarti Rowan cowok baik-baik?? Wow,,,keren. Ya,,, orang lain suka cowok nakal kan??"
"Michael,,,,,ada sesuatu yang terjadi antara kalian berdua di masa lalu??" dia nanya.
"Apa?? Gue aja nggak kenal dia,, gimana gue bisa ngelakuin sesuatu ke orang yang nggak gue kenal?? Kita ketemu di sekolah ini,, dan kita nggak pernah akur,, dia nggak suka gue dan gue juga nggak suka dia. Tapi gue nggak benci dia kok,," Michael jelasin.
"Wow,,,nggak enak,," Lisa nghela napas.
"Nggak papa kok,, kita nggak bisa akur,," kata Michael.
Dia mau ngomong sesuatu pas Michael bilang ke dia kalo mereka udah nyampe di asrama.
"Dada Sayang," katanya dan berbalik mau pergi.
"Lisa,," dia manggil dan Michael balik badan ngehadap dia.
"Apa Lisa??"
"Itu nama gue,," katanya.
"Gue udah bilang kan gue nggak bakal inget??"
"Gue cuma mau bilang ke lo,, meskipun lo lupa,, gue belum pernah kenalan sama lo secara bener jadi gue lakuin sekarang,," katanya.
"Sayang kedengeran lebih bagus,,,," Michael ngedip ke dia dan dia kaget.
"Apa,, ada apa??" dia langsung nanya.
"Nggak,, gue nggak papa,, makasih udah nganter gue, selamat malam," katanya dan buru-buru masuk.
Vanessa cemberut marah pas dia liat Michael pergi dari asrama cewek,, siapa sih yang lagi diajak ngomong??
Dia nghela napas berusaha nenangin diri tapi nggak mempan sama sekali,,, dia loncat ke kasur dengan marah dan nggak lama kemudian ada ketukan di pintu,
"Siapa?? Eunice??" dia manggil nama temen sekamarnya.
"Ini Michael," Suara itu berkata dan dia nggak bisa nyembunyiin kegembiraannya.
Dia buru-buru keluar dari kasur dan langsung buka pintu.
"Ya ampun,, Michael,," dia manggil dan meluk dia.
"Kenapa lo nggak dateng makan malam??" dia nanya.
"Lo khawatir??" dia nanya.
"Kita kan temen jadi gue harus khawatir karena nggak biasanya lo nggak mau makan," kata Michael.
"Lo bilang gue rakus sekarang?? Keterlaluan deh,,".
"Maaf,,, tapi ,,,,,".
Dia nyela dia dengan ciuman di pipinya.
Michael nghela napas dan ngangguk pelan masih nggak ngerti kenapa dia terus ngelakuin itu akhir-akhir ini.
"Kenapa lo tiba-tiba diem??" Vanessa nanya.
"Gue mau balik aja,, gue cuma mau ngecek lo baik-baik aja," kata Michael.
"Michael tunggu," dia nahan dia.
"Ada apa??" dia nanya.
"Gue ada sesuatu yang mau gue kasih tau lo,,,,, tapi,, nggak sekarang,, gimana kalo besok??"
"Oke,,,besok," dia jawab dan pergi.
"Apa yang mau dia kasih tau gue??" Dia nanya ke dirinya sendiri.
"Liat siapa yang nyuruh kita ketemu di ruang tunggu," kata Noah dengan sinis pas dia masuk asrama.
Ya,, buat cowok, setiap asrama isinya tiga murid. Dan Michael sekamar sama Noah dan Gavin,, Ethan di kamar lain.
"Ya, ada sesuatu yang terjadi," dia jawab dan buka kemejanya.
"Lo ngikutin Lisa kan??" kata Gavin.
"Gue nggak mau,,, tapi dia takut pergi sendiri,, nggak ada yang lain," kata Michael pake piyama nya.
"Menurut lo, lo harus ngomong sama dia??" Noah nanya.
"Maksud lo??" Michael nanya sambil nyenderin punggungnya di kasur.
"Dia temennya Rowan, Sharon bahkan bilang dia naksir dia,,,, gimana kalo Rowan nyoba nyakitin lo kalo lo deket sama dia??" kata Gavin.
"Lo bener," Noah setuju.
"Dia temennya Sharon," kata Michael.
"Udah deh Michael,, coba ngertiin apa yang kita omongin,".
"Gue ngerti kok,, gue nggak mau mulai hubungan apa pun oke?? Cuma temenan, dia baik kok," kata Michael.
"Naksir dia sama Rowan nggak ngebuat gue nggak bisa temenan sama dia,, kita bahkan bukan temen, jadi kalian nggak usah khawatir sama gue," kata Michael dan nutup matanya.
"Nggak baca??" Mereka nanya bersamaan.
"Gue capek," dia jawab tanpa buka mata.
.
.
Bersambung
….