BAB 1
❮ 4:15pm _ Korea ,Di Seoul ❯
Dia turun dari pesawat, dia tarik napas dalam-dalam udara baru dan senyum,,,akhirnya dia di sini. Dia gak sabar mau ketemu saudara perempuannya,,,pas banget ada seorang pria di awal tiga puluhan nepuk pundaknya. Dia balik badan ke dia,,,
"Lo sopir?" Dia nanya ke pria itu.
"Iya,, bisa kita cabut sekarang?" Pria itu nanya.
Dia ngangguk..
Dia ambil tas dari dia dan dia ngikutin dia pelan-pelan, mereka berdua masuk mobil dan gak lama, dia udah keluar bandara.
Seharusnya dia udah nyampe bareng saudara perempuannya minggu lalu, tapi dia punya banyak urusan yang harus diurus,,ini awal semester baru di sekolah, dia harus bawa beberapa laporan sekolah biar bisa diterima di sekolah baru begitu nyampe Korea.
"Berapa menit lagi kita nyampe rumah?" Dia nanya.
"59 menit" Sopir itu nanya.
"Bilang aja sejam" Dia muter bola matanya.
"59 menit belum nyampe sejam" Sopir itu jawab.
"Terserah" Dia bergumam.
Dia ngehela napas dan nutup matanya, dia masih bisa tidur bentar sampe nanti.
Dia tinggal sama saudara perempuannya,, Nona Anna di Amerika, padahal mereka dari Korea. Selama dia inget, dia gak pernah tau siapa orang tuanya, tapi dia yakin mereka ninggalin dia buat saudara perempuannya yang single. Kadang dia mikir kenapa saudara perempuannya masih single karena dia gak mau dia gak nyaman,, dan dia cinta dia karena itu.
Mereka hidup bahagia gak sampe perusahaan tempat dia kerja ngasih dia pindah ke Korea, mereka harus milih. Itu sumber penghasilan mereka, dia selalu pengen kayak saudara perempuannya pas udah gede. Dia selalu kerja keras dan dia kaya,, dia gak bergantung sama cowok sebelum dia makan dan pake baju bagus.
Dan sekarang,, dia harus ninggalin semuanya, sekolahnya, temen-temennya dan semuanya. Seminggu terakhir yang dia pake di Amerika, dia udah ngabisin banyak waktu sama temen-temennya,, dan akhirnya mereka bilang selamat tinggal, itu bukan pemandangan yang enak tapi dia gak bisa tinggal sama mereka lebih lama lagi.
Dia gak sabar mulai sekolah baru di sini dan cari temen baru,, mungkin juga bakal seru.
Satu Jam Kemudian
.
.
.
"Little miss,,," Sopir itu manggil.
"Kita udah nyampe rumah??" Dia nanya.
"Iya"
Dia buka mata dan ngadep mansion di depannya,,dia kaget.
Ini dua kali lipat lebih gede dari yang mereka tempatin di Amerika ini beneran wow.
Dia senyum dan turun dari mobil, dia terus merhatiin rumah sambil dia jalan masuk.
Pas banget pintu kebuka dan saudara perempuannya yang manis muncul, dia langsung ngebut dan lari buat meluk dia.
"Baby Lisa!!!" saudara perempuannya teriak sambil meluk dia erat.
"Sis,, aku kangen banget sama kamu" Lisa bilang dengan cemberut.
"Aku lebih kangen kamu Lisa,,, masuk yuk,, semoga penerbangannya gak bikin stres" Anna nanya.
"Seru kok, gak bikin stres" Lisa jawab sambil keliling rumah.
"Ini keren banget" Dia bilang.
"Aku tau,,, aku suka. Kenapa kamu gak masuk kamar kamu dan mandi??" Anna nanya.
"Kamu yang tunjukin aku" Dia nyengir.
"Aku tau,, sekarang cepet sana ke atas" Anna bilang sambil ketawa.
"Gak sopan ih sis,,," Dia ketawa.
Dia masuk ke kamar yang Anna tunjukin ke dia,,.
"Wah,, ini bagus banget" Dia bilang dan loncat ke kasur ukuran queen, dia berdiri lagi dan mulai lepas baju, dia jalan lebih deket ke cermin pas di lemari gede, dia senyum ke dirinya sendiri.
Abis lepas baju, dia pake pita buat ngiket rambut panjangnya yang kuat, dia masuk kamar mandi. Semuanya keliatan baru dan dia suka,, abis mandi, dia cek hapenya abis sekian jam,
"6:00pm,,," dia bilang pelan dan langsung pake piyamanya. Dia bawa hapenya dan keluar dari kamarnya.
Dia turun ke bawah, dia ketemu saudara perempuannya udah nyiapin makan malam,
"Baunya enak" Lisa bilang dengan kedip mata.
"Duduk dan cicipin dulu baru komentar"
Dia cekikikan dan duduk sebelum mulai ngabisin makanan ke mulutnya dengan lahap.
"Pelan-pelan Lisa,, makanannya buat kamu semua" Anna bilang.
Lisa cuma senyum dan terus makan,
"Sekolah mulai besok,,, jadi kamu harus daftar ke salah satu sekolah segera" Anna akhirnya mecah keheningan setelah lama.
"Aku tau,, tapi kamu ada sekolah yang kepikiran gak??" Lisa nanya.
"Ada sekolah yang selalu aku liat di TV,,,, itu sekolahnya bagus banget,,, dan aku yakin mereka juga ngajar bagus. Tapi aku gak yakin kamu mau masuk" Dia jawab.
"Kenapa aku gak mau masuk??" Lisa nanya dan minum segelas air.
"Karena itu sekolah asrama,,,," Anna jawab.
"Aku gak bisa hidup tanpa kamu" Lisa mengeluh.
"Aku tau,,," Dia senyum.
"Tapi tetep aja,,, kadang aku bakal pulang kerja malem,, dan semua itu,,, tapi gak papa kalo kamu gak mau masuk. Kamu bisa tinggal sama aku aja,, kita kan selalu bareng kan??" Anna senyum dan ngacak rambutnya.
"Bawa aku ke sekolah itu" Lisa tiba-tiba bilang.
"Gak Lisa,, aku gak maksa kamu, ini pilihan kamu"
"Gak Anna,,, aku lagi mikir,,,,, mungkin aku harus mulai belajar gimana hidup sendiri mulai sekarang,,, aku selalu bergantung sama kamu buat semuanya. Tapi aku gak mau gitu lagi. Aku 17,,, dan aku cuma punya dua tahun lagi buat di SMA,, jadi,,, gak papa" Lisa ngejelasin dengan cengiran.
"Itu keren Lisa,, aku bakal bilang ke sopir buat bawa kamu ke sekolah besok. Cuma buat liat-liat,, terus kamu bilang ke aku kalo kamu suka,, biar aku bisa daftarin kamu" Anna bilang sambil Lisa ngangguk.
Abis makan, mereka cuci piring bareng dan masing-masing masuk kamar.
Lisa tidur di kasur mikirin tentang ninggalin saudara perempuannya dan pergi ke sekolah asrama,, dia tiba-tiba nyingkirin pikiran itu.
Dia bakal ngecek sekolah besok, dan kalo dia gak suka, berarti dia gak bakal ninggalin saudara perempuannya. Akhirnya dia nutup mata dan ketiduran.
Pagi Berikutnya
.
.
.
Lisa bangun dan jalan ke kamar mandi dengan ngantuk, dia sikat gigi dan terus mandi. Dia balik ke kamar,, tasnya masih berserakan di lantai, dia mendesis dalam hati dan buka salah satunya,. Dia ambil celana panjang dan blus,, dia pake dan terus pake snickers. Dia ngerapiin rambutnya dan ambil hapenya,
Dia turun ke bawah,, seolah dia tau. Saudara perempuannya udah cabut, tapi gak tanpa sarapan dan surat,, itu yang selalu dia lakuin dulu di Amerika. Dia gak bakal berubah. Dia senyum dan duduk makan roti dan selai,,, abis makan, dia minum susu dan ambil tasnya jalan keluar.
"Kita bisa cabut sekarang kan?" Sopir itu nanya dan dia ngangguk.
Dia masuk mobil dan gak lama, mereka udah keluar dari mansion. Dia merhatiin dari jendela pas mereka ngelewatin banyak tempat,, udah lama dia ninggalin Korea dan kayaknya sekarang keliatan lebih bagus.
Dia geleng-geleng kepala dengan bahagia sebelum nutup matanya.
Lain kali dia buka,, dia denger beberapa suara dan dia tau mereka di sekolah,, dia cek waktu dan udah jam 10. Dia turun dari mobil ngerapiin tasnya
"Aku balik lagi" dia bilang ke sopir yang jawab dengan ngangguk.
Dia mulai jalan masuk,,,
"Wow,,," Adalah pernyataan pertama yang dia ucapin
Sekolahnya beneran keren,, dia ngeliat ke atas gedung karena tinggi banget.
SELAMAT DATANG DI GOLDEN HIGH
Tertulis tebal di atasnya,, dia tiba-tiba senyum
"Golden High ??? Namanya bagus" Dia bilang ke dirinya sendiri tapi tetep jalan masuk dan masuk.
Dia suka cara siswa-siswi berpakaian rapi banget,, mereka semua kaya raya.
"Heii,,, lo murid baru??" Sebuah suara nanya di belakangnya
"Mau,, aku cuma mau ngecek sekolahnya. Dan aku rasa aku suka" dia ngejelasin dengan senyum
"Tentu aja,, lo bakal nikmatin di sini. Lo harus pastiin orang tua lo dateng sama lo besok biar lo bisa ikut ujian,, abis besok, gak bakal ada kesempatan lagi" Pria itu bilang
"Aku gak punya orang tua,, tapi aku bakal dateng sama bibi aku" Lisa jawab
"Bagus deh,, lo harus ambil nomor lo,,, biar lo tau kapan giliran lo buat ujian besok. Di sana" Pria itu nunjuk ke sebuah tempat,, dia langsung ngangguk pas dia liat beberapa siswa kayak dia, gak pake seragam.
"Makasih pak" Dia bilang
"Sama-sama" Pria itu senyum dan pergi.
Lisa balik badan mau pergi dan terus dia tiba-tiba inget, dia bahkan gak persiapan buat ujian apa pun,, bukan berarti dia beneran pinter sih. Apa berarti, kesempatan dia masuk sekolah ini kecil????
Dia tetep jalan ke mereka sih, dia bakal coba yang terbaik.
Pas dia nyampe sana, dia ketemu beberapa orang di luar, mungkin nunggu buat dipanggil masuk,, dia ngehela napas dan nyender di pilar.
Seseorang juga dateng abis dia,,, cewek, dengan sanggul berantakan, Lisa langsung buang muka, dia beneran gak suka merhatiin orang kebanyakan.
Dibagi di whatsapp oleh Martino.
Gak lama,,, dua siswa tersisa, dan Lisa keliatan seneng tentang itu.
"Ya Tuhan,, akhirnya" Cewek di sampingnya bilang
"Hai,, aku Florence" Dia ngenalin diri ke Lisa
"Lisa,,,, Mona Lisa selengkapnya" Dia jawab
"Nama yang bagus,, seneng ketemu lo" Dia bilang
"Sama-sama" Lisa jawab.
"Berikutnya!"
Lisa balik badan ke cewek itu dan terus dia masuk,,,
"Halo,, selamat datang di Golden High" cewek yang ngurusin dia bilang sambil senyum
"Makasih" Lisa jawab singkat
"Ini nomor lo,,, lo nomor 199,, lo harus siap-siap besok buat ujian lo,, total siswa yang dateng hari ini harusnya 200,, cuma satu yang tersisa di luar. Dari 200,, kita bakal terima 100,,, jadi kerja keras ya" Cewek itu senyum
"Makasih bu" Lisa jawab dan berdiri
Dia ngerasa pengen ketawa,,, 100 dari 200?? Dia gak boleh daftar buat masuk deh.
Dia gak bakal masuk 100 itu, dia yakin tentang itu.
Dia masukin catatan itu ke tas kecilnya dan keluar.
"Dah,, sampai jumpa besok" Florence melambai ke dia sebelum lari masuk
Dia cuma ngehela napas dan terus jalan,,.
"Michel,, lo salah satu murid terbaik di sekolah ini,,, tapi tetep aja,, gak bisa lo berhenti bikin masalah???" Dia denger seseorang dan dia balik badan cuma buat liat guru, ya dia yakin itu guru lagi ngomong ke murid cowok yang kayaknya gak peduli sama apa yang guru itu omongin. Tangannya masuk di celana sekolah,,,
Wajahnya kayaknya ada beberapa memar,, mungkin dia berantem. Walaupun wajahnya memar,, Lisa tetep ngerasa dia ganteng,,, walaupun cuma sisi sampingnya aja,, dia beneran ganteng.
"Aku lagi ngomong sama kamu Michel!!" guru itu teriak
Tetep aja murid itu gak kaget,, dan terus pas dia mutusin buat ngomong,
"Aku seneng bikin masalah,,, boleh aku pergi sekarang?" Si yang namanya Michel jawab dan tanpa nunggu persetujuan guru, dia pergi.
"Wow" Lisa bergumam pas dia akhirnya liat wajahnya,
"Dia beneran imut,,,,, tapi siapa yang seneng bikin masalah??? Dia lucu" Dia ngerasa dirinya senyum
Tapi dia tiba-tiba inget dia tetep harus lulus ujian sebelum dia bisa masuk sekolah ini. Dia langsung cemberut,, baca bukan hobinya.
Dia keluar dari gedung sekolah dan masuk mobil,,, sopir juga masuk dan mereka pergi.
.
.
.
Bersambung……
Gimana buat awalan???