BAB 24
"Anakku,,, anak kita," kata dia sambil nangis bombay.
"Anak?? Anakmu?? Kamu nemuin dia??" tanyanya kaget.
"Bukan cuma anakku, ini anak kita!!" teriaknya.
Leo nyinyir dan pergi buat duduk,,, dia muterin kursinya dan ngadep dia lagi.
"Seberapa yakinnya aku kalau anak itu anakku?? Lagian,,, inget aku udah punya keluarga sendiri sekarang," katanya sambil senyum.
"Aku gak peduli, Leo,,, kita udah ML, dan aku hamil anakmu!!"
"Iya, Emily,,, aku tau kamu hamil dan aku nyuruh kamu buat ngegugurin,,, pertama kamu gak dengerin, kamu ngelahirin dia. Aku setuju jadi ayahnya dia,,, tapi kamu balik lagi buat bilang ke aku kalau kamu kehilangan anaknya,,, jadi apa yang kamu omongin sekarang?? Kamu kehilangan anakmu dan sekarang dia balik lagi?? Kamu pikir aku bodoh??" Leo nanya dengan marah.
"Leo,,, aku udah bilang ke kamu apa yang terjadi,,, seseorang ngambil anakku dari aku,,, dan aku udah nyariin dia hampir 18 tahun, Leo,,, 18 tahun!!!" Emily nangis kejer.
"Oke,,, jadi seberapa yakinnya kamu kalau dia orangnya??" Leo nanya dan berdiri dari kursinya.
"Tanda lahirnya masih ada, Leo,,, dan aku inget ngasih nama anakku Mona Lisa,,, kalungnya,,, tapi aku gak tau kenapa gak ada di lehernya, aku yakin dia orangnya," kata Emily sambil ngapus air matanya.
"Kamu baru aja bilang Mona Lisa?? Atau gimana??"
"Iya, itu dia."
"Dia sekelas sama Hazel??" Leo nanya.
"Iya,,, bener banget,,, kalian udah pernah ketemu sebelumnya??" Emily nanya dengan penasaran.
"Hazel baru aja dateng buat nyuruh aku ngeluarin dia karena dia nyebelin," kata Leo sambil nyengir.
"Apa?? Gak,,, kamu gak bisa ngelakuin itu, kamu gak bisa ngeluarin dia."
"Dan kenapa kamu mikir aku gak bisa ngelakuin itu??" dia nanya.
"Dia juga anakmu, Leo,,, dia anak pertama kamu!!"
"Kamu mikir aku bakal percaya gitu aja?? Aku bukan orang bodoh, oke??"
"Kalo gitu, ayo tes DNA,,, cuma itu caranya."
"Bahkan kalo dia anakku, aku gak peduli," gumamnya dan ngambil telepon kantor.
Salah satu guru ngangkat teleponnya.
"Halo, Pak."
"Suruh Mona Lisa dari kelas 5B ke kantor saya sekarang."
"Oke, Pak."
"Kamu mau ngapain??" Emily nanya.
"Kamu bisa pergi sekarang, Emily,,, aku mau sendiri," Leo ngegas.
"Kamu gak bisa ngeluarin dia cuma karena anakmu mau kamu lakuin itu!!"
"Emily, f**king keluar dari kantor aku!!!!" Leo teriak dengan marah.
Emily ngehela napas dan langsung keluar,,,
Lisa lagi di kelas, dia lagi mikir. Dia cuma mau sendiri sampe dia denger seseorang manggil namanya.
"Kamu Lisa, kan?" siswa itu nanya dan dia ngangguk pelan.
"Kepala Sekolah manggil kamu," jawabnya dan balik badan buat pergi.
Jantung Lisa berdebar,,, apa dia beneran mau dikeluarin?? Apa yang udah dia lakuin?? Apa Hazel beneran laporin dia ke ayahnya?? Oh tidak, ini buruk.
Dia bangun dari kursinya,,, dia ngerasain mata Michael ke arahnya, dia noleh ke dia tapi dia buang muka dan lanjutin apa yang lagi dia lakuin.
Lisa narik napas dan buang napas sebelum keluar,,, dia harus siap buat yang terburuk,,,
Dia jalan ke kantor pelan banget, Kepala Sekolah lagi kerja pas dia masuk,,, ini pertama kalinya dia ngeliat dia deketan. Dia keliatan lebih muda dari yang dia kira, dia juga keliatan ganteng. Lisa, apa yang kamu pikirin pas kamu mau dikeluarin??
"Saya di sini, Pak??" kata Lisa dengan suara seraknya.
Dia udah ngabisin setengah hari nangis,,, apa karena Michael lebih marah sama dia atau karena dia mau dikeluarin??
Leo ngeliat ke atas buat ngadepin yang namanya Lisa,,, dia nyenderin punggungnya di kursi sambil natap matanya.
Apa mungkin dia anaknya?? Gak mungkin,,, dia gak bakal percaya. Bahkan kalo dia anaknya,,, dia gak bakal ngelakuin apapun buat nyakitin Hazel dan istrinya,,, mereka terlalu berharga buat dia dibanding apapun di dunia ini.
"Nama kamu??" Akhirnya dia nanya.
"Mona Lisa, Pak," Lisa jawab sambil nungguin kata-katanya selanjutnya.
"Apa yang terjadi antara kamu dan anakku?? Dia nangis pas dateng ke sini," kata Leo dan Lisa hampir aja nangis.
"Pak,,, ini,,, "
"Aku mau jawaban yang jelas, Lisa,,, aku ada kerjaan," Leo ngegas.
"Maaf, Pak,,, tolong jangan keluarin saya. Saya janji gak bakal ngelakuin itu lagi, tolong jangan keluarin saya. Bibi saya bakal kecewa sama saya,,, saya minta maaf," Lisa nangis bombay.
Leo kaget,,, dia nyinyir dan buang muka.
"Aku nanya apa yang terjadi,,, aku gak pernah bilang aku bakal ngeluarin kamu,,,," katanya dan Lisa kaget.
Dia gak bakal ngeluarin dia??
"Cuma salah paham, Pak,,, saya minta maaf."
"Kalian gak akur??" Leo nanya.
Lisa ngegeleng dengan gak setuju,,,
"Kenapa?? Dia baru aja masuk beberapa hari yang lalu dan kalian gak akur??"
"Kita sekolah yang sama di Amerika," kata Lisa.
"Wah,,, menarik. Jadi gitu cara kalian berantem??" Leo nanya dan Lisa ngangguk.
"Kenapa??"
"Gak tau,,, tapi dia benci banget sama aku," kata Lisa.
"Tapi kamu juga gak suka dia, kan??"
"Aku gak masalah jadi temennya," Lisa jawab.
"Aku gak bakal ngelakuin apa yang dia minta,,, kalian harusnya coba buat akur. Tapi,,, aku harus bilang ke kamu,,, aku benci kalo ada orang yang nyakitin dia,,, ini mungkin peringatan terakhirku,,, pergi," kata Leo.
Lisa ngangguk dan keluar dari kantor,,, dia beneran mikir dia bakal dikeluarin.
"Lisa??" Seseorang manggil namanya dan dia noleh,,, dia inget dia. Itu Dokter yang nanganin Michael pas dia sakit.
"Halo, Mbak," kata Lisa.
"Kamu baik-baik aja?? Semuanya baik-baik aja?? Kamu gak keliatan baik-baik aja, kamu sakit??" Emily nanya dan Lisa bingung.
‘Kenapa dia khawatir?’ dia nanya dalam hati.
‘Dia dokter, bodoh’ pikirannya bilang.
"Oh,,, saya baik-baik aja, Mbak,,, saya beneran baik-baik aja. Makasih," Dia senyum sebelum pergi.
Hazel nyuci mukanya di kamar mandi,,, dia ngehela napas pas dia ngeliat matanya di cermin, dia benci Lisa pake Banget. Dia ngelap mukanya pake handuk,,, dia ngerapihin rambutnya yang berantakan. Dia keliatan lebih baik dari sebelumnya,,, dia keluar dari kamar mandi dan pergi buat beli dua es krim. Dia mau minta maaf ke Michael, ya dia satu-satunya orang yang bisa dia mintain maaf.
Dia masuk ke kelas dan dia beruntung nemuin Michael sendirian di kelas,,, dia ngasih es krimnya ke dia.
"Maaf," katanya.
Michael ngehela napas dan nerima es krimnya dari dia.
"Kamu udah maafin aku??" dia nanya dan dia ngangguk.
"Ya Tuhan!!!!! Aku seneng banget!!" dia teriak sambil loncat-loncat keliling kelas.
Michael senyum dan naro es krimnya di loker.
"Kamu gak mau makan??" dia nanya.
"Aku gak suka cokelat,,, " dia jawab.
"Oh iya juga, aku lupa kamu gak suka itu,,, aku minta maaf, aku seneng sekarang,,, aku kira kamu gak bakal ngomong sama aku lagi," Dia ngehela napas duduk.
"Aku minta maaf udah bentak kamu,,, aku cuma marah,,, aku minta maaf."
"Gak papa,,, tapi bisa janji gak bakal ngelakuin itu lagi?? Hati aku hancur."
"Aku gak bisa janji,,, sampe kamu berhenti bersikap gak sopan ke orang lain."
"Oke, aku janji,,,, " Dia senyum.
"Kalo gitu,,, kita baik-baik aja," katanya.
Setelah pulang sekolah,,, Lisa dan Rowan baru aja keluar dari lab,,, mereka udah mulai ngerjain praktek dan syukur mereka masih bisa ngerjain dengan baik. Dia gak pengen balik ke asrama dulu.
"Oke, aku ketemu kamu nanti malem,,, makan malem," kata Rowan sambil ngambil tas punggungnya.
"Iya,,,," dia jawab singkat.
"Kamu udah berubah banget, Lisa,,, kamu masih marah sama aku atau gimana??" Rowan nanya.
"Aku gak marah sama kamu, Rowan,,, aku baik-baik aja. Aku ketemu kamu nanti," kata Lisa dan pergi,,,
Dia mutusin buat pergi ke taman sekolah mungkin dia bakal ketemu Michael,,, sialnya dia masih marah sama dia. Sesuai dugaan dia ada di sana,,, pake headset. Dia kagumin dia dari belakang sebelum jalan mendekat ke dia.
Dia duduk di sampingnya tanpa bilang apa-apa,,, dia buka matanya dan ngadep dia,,, dia abaikan dia dan nutup matanya lagi.
"Michael, aku minta maaf," kata Lisa dan megang tangannya dengan lembut.
"Kamu mau apa??" dia nanya masih nutup matanya.
Lisa ngemutin bibirnya dan ngadep dia beneran,,,
Dia buka matanya dan nyinyir.
"Bisa agak jauhan dikit gak mukanya??" katanya berusaha buat gak natap bibirnya.
"Aku minta maaf," Lisa cemberut dengan imut.
"Kenapa??"
"Semuanya,,,, aku beneran minta maaf," katanya.
Michael ngehela napas dan ngangguk,,,
"Gak papa,,, aku juga minta maaf udah kelewatan,,,," katanya.
"Gak,,, ini salahku. Aku penyebab semuanya,,, jadi kita temenan sekarang??" Lisa nanya dan dia ngangguk.
"Ya Tuhan,,, sekarang aku bisa senyum lagi. Aku beneran jadi sesuatu yang lain," kata Lisa dan ngegeleng.
"Aku minta maaf," Michael bergumam.
"Gak papa,,,,"
"Pak Leo bilang apa??" Michael nanya.
"Aku kaget,,, aku kira dia bakal ngeluarin aku," kata Lisa.
"Dia gak bakal ngelakuin itu,,, dia orang baik," Michael senyum.
"Aku setuju sama kamu,,, Hazel beneran beruntung," Lisa jawab.
"Jangan ngomongin orang tua," kata Michael dengan serius dan Lisa ngangguk.
"Aku kangen banget sama kamu,,,, aku mikir kamu satu-satunya orang yang bisa bikin aku senyum," kata Lisa dengan sedih dan Michael bingung gak tau apa yang dia omongin.
"Tapi selalu sakit ngeliat kamu ketawa sama Hazel padahal aku sakit di dalam hati,,, itu beneran sakit," kata Lisa sambil nangis.
"Kamu ngapain?? Kenapa kamu nangis??" dia nanya dengan khawatir dan meluk dia.
"Aku serius Mich,,, itu beneran sakit banget."
"Gak papa sayang, kamu gak perlu sedih,,, aku selalu ada buat kamu. Kamu yang mau jaga jarak,"
"Aku bodoh,,,, aku cuma nyakitin diri sendiri,,, "
Michael ngelepasin pelukannya dan megang mukanya,,,
"Kamu gak sendiri Lisa,,,, aku juga sakit,,, aku cuma bersikap seolah gak ada yang salah, aku cuma pura-pura baik-baik aja,,, tapi aku gak baik-baik aja," katanya dan Lisa senyum.
Dia mendekat dan nyium dia singkat,,,
TBC.