BAB 42
' Aku mau foto kamu," kata Lily sambil senyum.
' Nggak deh, aku yang mau foto kamu," kata Michael terus ambil kameranya dari dia.
' Gimana sih cara pakenya, maaf," tanyanya.
' Gampang kok…," Dia mendekat ke dia dan nunjukin langkah-langkahnya.
' Oke, coba gaya yang imut," katanya.
Dia bergaya imut dan dia foto-foto dia…
' Bagus nih… kayaknya aku emang jago deh," kata Michael.
' Aku simpen ya ini, lucu," kata Lily.
' Mau aku tunjukin ke yang lain," Dia lari ke tempat cowok-cowok.
' Lihat nih," dia nunjukin ke Noah.
' Wah… Michael fotoin kamu??" tanya Noah dan dia ngangguk.
' Lucu…," katanya terus ngacak-ngacak rambutnya.
' Kamu mau tunjukin ke dia doang??" tanya Ethan.
' Kamu juga mau lihat??" tanyanya.
' Kamu nggak nanya dia juga," kata Gavin.
' Udahlah," dia sewot terus pergi nunjukin ke cewek-cewek.
' Dia foto bagus banget… lucu," kata Florence.
' Kakakku emang jago di semua hal," kata Sharon dengan bangga.
Lisa balik ke kamar dan nyariin Michael, dia sendirian tapi fokus ke hapenya. Dia duduk…
' Michael fotoin dia, keren banget," kata Sharon nunjukin ke Lisa yang cemberut tapi langsung pura-pura senyum.
' Iya, lucu," katanya terus langsung ngadep ke film.
' Makasih, guys," kata Lily terus lari ke tempat Michael.
' Aku bilang juga apa, bagus kan, mereka semua suka," kata Lily sambil nyolek pipinya Michael.
' Makasih," jawab Michael tanpa ngelihat.
' Lagi ngapain??" tanya Lily terus ngintip ke hape.
' Wah… kamu suka komik??" tanyanya.
' Iya… seru bacanya, sama aku suka gambarnya juga," jawab Michael.
' Mungkin karena itu kamu ganteng kayak karakter komik," katanya.
' Bisa aja," kata Michael sambil senyum.
' Beneran…," kata Lily.
' Kamu juga cantik," kata Michael.
' Makasih," Dia langsung merah.
______________
' Aku laper banget," kata Gavin terus nguap.
' Ada yang mau keluar beli makan buat kita??" tanya Noah.
' Aku nggak bisa jalan," kata Sharon.
' Aku capek," Lily mengeluh terus nyungsep di sofa.
' Aku juga," kata Ethan.
' Oke, aku aja yang pergi, tapi nggak bisa sendiri," kata Michael.
' Aku ikut kamu," Lily langsung bilang dan mereka semua natap dia dengan alis naik.
' Tadi kan kamu bilang capek," kata Noah.
' Oh… iya bener, aku capek. Tapi dia bilang nggak bisa sendiri," Dia ngebela diri.
' Ya udah, aku nggak capek. Kita bisa pergi sendiri," kata Lisa.
' Nggak boleh," kata Gavin.
' Terus, kita semua mati kelaparan dong," Dia muter matanya.
' Ya udah, kalian boleh pergi berdua," kata Ethan.
' Foodie," Michael nyengir terus berdiri.
Lisa juga ngikutin dan mereka keluar rumah…
' Pasti mereka lama nih, kasihan banget aku, lapar bisa bikin mati," kata Gavin.
' Bagus deh, kamu kan yang nantangin dia," kata Sharon.
' Terus kenapa kamu dukung dia," Noah nyolot.
' Diem deh, kita semua dukung dia," jawab Sharon.
' Kalian bisa nggak sih nggak berantem?? Aku mau nonton," kata Ethan.
' Kamu gila ya?? Ngapain mereka berantem…," Gavin ngeplak kepalanya dan mereka semua ketawa ngakak.
**
Lisa jalan di depan Michael tanpa noleh sama sekali ke dia, dia bingung, apa dia ngehindar?? Mereka bahkan belum sampe rumah lagi.
' Hei Lisa tunggu, kenapa jalannya gitu banget??" Dia nyusul.
' Kamu peduli gitu??" Dia nanya sambil nyolot.
' Emang kenapa nggak peduli?? Kita harusnya ngobrol dulu sebelum balik ke rumah, kenapa sih jutek banget??" Dia nanya terus gandeng tangannya.
Dia ngebuang tangannya,
' Bisa nggak sih kamu bilang apa yang salah?? Kita baik-baik aja kan??"
' Kita nggak baik-baik aja Michael," jawabnya.
' Hah, gimana??"
' Kamu genit sama Lily, nyebelin," dia sewot.
' Aku cuma butuh sesuatu buat bikin aku nggak bosen, soalnya aku nggak bisa ngomong sama kamu…," Dia ngejelasin.
' Itu nggak cukup alasan buat genit, kamu bisa ngobrol aja dan nggak ngapa-ngapain lagi… kamu malah foto-foto dia, kamu nggak pernah gitu sama aku… dia terus-terusan ngelakuin hal konyol sama kamu dan kamu senyum-senyum ke semua yang dia lakuin!!" Dia setengah teriak.
Michael menghela napas dan diem aja… dia cuma terus jalan tanpa bilang apa-apa.
' Sekarang, aku nggak pantes dapet balasan gitu??"
' Lisa, kamu mau aku bilang apa?? Itu cuma hal yang nggak bahaya kok… kamu juga seneng-seneng kan sama temen-temen kamu," Dia bilang dengan tenang.
' Beda banget, dia suka sama kamu dan kamu tahu itu,"
' Cuma naksir biasa kok, dia juga bakal lupain… kamu nggak usah marah-marah kayak gitu," kata Michael.
' Oke," Jawabnya dan hening.
Mereka sampe di supermarket dan beli semua yang mereka butuhkan tanpa ngomong, mereka lagi di jalan pulang pas Michael ngomong…
' Maaf," katanya.
Lisa diem aja.
' Aku bilang maaf Lisa… aku nggak tahu bakal nyakitin kamu. Oke?? Aku nggak bermaksud bikin kamu marah, aku cuma bodoh, maaf ya," Katanya.
' Udah, nggak usah bahas itu lagi, oke?? Itu kan cuma hal yang nggak bahaya kok," Jawabnya.
' Ya ampun… kamu maunya apa sih??" Dia nanya dan ngegenggam tangannya.
Dia sekarang ngadep dia… dia nunduk, ngehindarin matanya.
Dia berusaha nenangin diri tapi nggak bisa…
Michael narik dia ke pelukan dan nepuk-nepuk punggungnya,
' Aku bereaksi berlebihan… maaf ya… aku cuma… kesel ngelihat kalian ketawa bareng padahal aku nggak bisa deket sama kamu, maaf udah bentak kamu," Katanya.
Michael ngejauh dari pelukan dan senyum…
' Kita udah baik-baik aja, aku nggak suka kalau kamu sedih karena aku," Katanya terus nyium pipinya yang bikin ada kupu-kupu di perutnya.
' Pemandangan yang indah," Sebuah suara bilang dan mereka berdua ngelihat ke atas dan nemuin empat cowok nyengir ke mereka, nyengirnya beda banget. Lisa langsung ngenalin salah satu dari mereka… Kevin, dia punya plester kecil di samping mukanya yang dia kira itu kerjaannya Michael.
' Kalian mau apa?? Kalian nguntit kita ya??" tanya Michael.
' Iya… tapi kamu nggak keluar. Untung aja kita nunggu agak lama," Salah satu dari mereka bilang dan mereka semua senyum.
' Kalian mau apa??" tanya Michael.
' Kamu lakuin itu ke dia… karena dia," Satu lagi bilang nunjuk Kevin dan terus Lisa.
' Aku cuma ngasih dia pelajaran karena udah nyentuh milikku, ada masalah??" tanya Michael.
' Kamu cuma gali kuburan sendiri, bro…," kata yang lain dan mereka semua ngeluarin tongkat tebal sambil nyengir palsu.
' Entah kamu kasih dia ke kita… atau kita hajar kamu sampe mati, pilih salah satu," kata salah satu dari mereka dan Lisa kaget, dia ngelihat ekspresi Michael tapi datar.
' Emang harus banget gitu??" Michael nanya sambil nyolot.
' Kamu buang-buang waktu gue, bro… kalau kamu nolak… kamu bakal kehilangan dia dan juga nyawa lo, jadi mikir yang bener,"
Michael berdeham dan nepuk Lisa,
' Jatuhin barang-barang di tangan kamu… kalau aku lepasin kamu… kamu harus lari tanpa noleh lagi, bisa nggak??" Dia nanya berbisik.
' Aku nggak bisa ninggalin kamu," Katanya hampir nangis.
' Aku nggak bodoh buat ngelawan mereka… aku bakal kabur gimana pun juga," jawabnya.
' Kalian oke??" Salah satu dari mereka teriak.
' Jauh dari gue !!! Sana temuin mereka… aku nggak bisa terus-terusan mempertaruhkan nyawa aku karena kamu!! Ngerti nggak??!! Pergi!!" Dia mendorong dia menjauh dari dia.
' Michael jangan gitu… jangan dorong aku," Lisa nangis.
' Gue tahu… dia mau nge-f**k kamu, sekarang lihat," kata Kevin.
' Pergi sama dia," Kata Michael seolah dia nggak peduli.
Kevin langsung narik tangan Lisa dan mereka pergi dari mereka…
' Lepasin tangan gue, bro," kata Lisa dan Kevin nyolot.
' Pacar kamu ninggalin kamu… dan kamu masih keras kepala," katanya dan berusaha ngelus pipinya.
Dia nendang burungnya dan nonjok matanya… dia kabur.
Kevin mengerang dan jatuh ke tanah… Lisa lari ke tempat terbuka, nunggu Michael nyusul tapi lama banget…
' Aku udah lepasin dia… boleh gue pergi sekarang??" Michael nanya.
' Bagus deh kamu milih hidup daripada pacar kamu…,"
Michael nyolot dan pergi… dia tahu Lisa bakal ke mana, jadi dia mulai lari meski tasnya masih di tangannya.
Dia bisa ngelihat Lisa nungguin dia.
' Lisa!!" Dia manggil dan dia noleh ke dia sambil senyum.
Dia berhenti lari, ngerasa capek banget, jadi dia mulai jalan tapi tiba-tiba mobil parkir di samping Lisa… dua orang bertopeng keluar dan bawa Lisa…
' Lepasin gue!!!! Pergiin gue!! Michael !!!" Dia teriak.
' Lisa!!!" Michael teriak dan mulai ngejar mobil itu tapi mobilnya kenceng banget… hilang dari pandangannya.
' Apaan sih yang barusan terjadi??" Dia nanya ke dirinya sendiri, masih nggak percaya apa yang ada di pikirannya. Apa mereka nyulik dia atau gimana sih?
BERSAMBUNG…