BAB 20
"Kamu?!" Mereka berdua berteriak di saat yang sama.
Kelas bingung,, apa mereka saling kenal?
"Hazel,, kamu duduk dulu," Guru itu bilang.
"Kamu salah tempat," Hazel berbisik ke Lisa sebelum balik ke kursinya. Dia duduk dengan perasaan kesal banget.
"Sebelum kamu datang,, kita lagi bagi diri jadi beberapa tim,, buat praktik Kimia yang akan datang," Guru itu bilang, berusaha ajak Hazel.
"Aku dipasangkan sama Michael," katanya.
"Michael udah punya pasangan,,"
"Aku gak bisa praktik sendiri, dan lagipula aku butuh orang pintar sebagai anggota kelompokku, aku gak tau apa-apa tentang topik yang udah kalian pelajari,,," Katanya.
"Kamu bener,, jadi gimana nih?"
"Aku sama Michael, titik," Dia sewot.
"Lisa?? Kamu nyaman gak kalau kalian bertiga dalam satu kelompok??" Guru itu nanya dan Hazel mencibir.
"Enggak,, aku cari yang lain aja,, mungkin Rowan," katanya.
"Bagus,, gak bisa satu ruangan sama kamu, mau muntah," Hazel bilang dan seluruh kelas langsung ngakak.
"Mending aku bungkusin tai daripada sama kamu,,, anjing peliharaanku lebih cantik dari kamu," Lisa bilang dan kelas langsung kaget.
"Berani-beraninya kamu!!" Hazel berteriak sambil ngegebrak lokernya.
"Hazel,, tenang," Michael megang tangannya.
"Kamu mau di-DO??!!"
"Oke oke,, udah cukup,, tenangin diri," Guru itu bilang.
Lisa menjulurkan lidahnya ke arahnya sebelum duduk,,,.
"Kalian saling kenal??" Florence yang pertama nanya pas mereka jalan ke kantin pas jam makan siang.
"Dulu di Amerika,, dia temen sekelasku. Kita benci satu sama lain,, gak heran. Aku gak pernah berencana ketemu dia lagi,," Lisa bilang.
"Wah,, gila," Sharon bilang, gak tau harus ngomong apa.
"Tapi aku saranin kamu hati-hati sama dia,, dia bisa bikin kamu di-DO cuma dengan jentikan jari dan kamu tau maksudnya,, gak ada sekolah lain yang mau nerima kamu," Juliet bilang.
"Oke,,," Lisa memutar matanya.
Mereka semua pesen makanan dan pergi duduk,,.
"Udah siap?? Atau nanti aja??" Michael nanya ke dia.
"Aku pengen banget lihat semuanya,, tapi aku laper, makan siang dulu yuk," Katanya sambil narik Michael keluar kelas dan nempel kayak dia mainan.
"Ya ampun,, enak banget balik lagi," Katanya sambil melamun pas mereka masuk kantin.
Murid-murid mulai berbisik,, kayak biasanya.
"Hei Sharon," Hazel nyapa dia.
"Senang kamu ada di sini,,, kamu bisa gabung sama kita," Sharon tersenyum.
"Kalian bisa gabung sama mereka,, aku cari tempat lain aja," Michael bilang singkat dan pergi duduk sama temen-temennya.
Hazel lagi mau duduk pas dia sadar Lisa ada di sana,,
"Apaan sih" Dia berteriak.
"Kenapa ngegonggong??" Lisa nanya.
Semua murid sekarang fokus ke mereka??
"Apa?? Aku ngegonggong?? Maksudnya aku anjing??" Hazel nanya sambil nunjuk dirinya.
"Aku gak pernah bilang gitu,, tapi kalau kamu suka gelar itu, ya udah," Lisa tersenyum.
Florence dan Juliet hampir ketawa tapi mereka tahan diri,,.
"Berani-beraninya kamu,," Hazel bilang dan ngambil jus jeruk di depannya. Dia tumpahin semuanya ke badan Lisa.
"Ya ampun!!" Lisa berteriak langsung berdiri,, seragamnya sekarang kena noda warna-warni, biru, kuning, oranye dan lain-lain.
Wah, malu banget.
"Kamu gila??!! Kok bisa !!!" Lisa berteriak hampir nangis.
Hazel tersenyum dan ngambil satu lagi,, dia lagi mau nyiram semuanya ke dia pas Seseorang megang tangannya,,,.
Dia noleh dan mencibir.
"Berani-beraninya kamu nyentuh aku !!! Minggir" Dia berteriak.
"Kamu gak seharusnya gitu,, itu gak cocok buat kamu," Rowan bilang dan ngambil gelas itu dari dia.
"Emang kamu siapa yang mau nanya aku??" Dia nanya dengan marah sebelum balik ke Lisa lagi.
"Lain kali,,, pastikan kamu jangan ganggu urusanku atau kamu bakal nyesel," Hazel bilang.
Seseorang tiba-tiba megang tangannya dari belakang, narik dia keluar kantin,,,, Lisa kaget lihatnya ternyata Michael, dia bahkan gak peduli sama dia sekarang?? Dia malah bawa Hazel keluar ninggalin aku di sini??
Air mata menetes dari matanya,,
"Ayo kita bersihin kamu," Sharon bilang berusaha megang tangannya.
"Jangan sentuh aku," Lisa membentak dan lari keluar kantin.
Vanessa di sisi lain terus senyum, dia menikmati pertunjukannya. Setidaknya kalau dia gak bisa bikin hidup Lisa sengsara,, Hazel bakal melakukannya.
"Kayaknya aku cuma perlu nikmatin pertunjukannya selagi masih ada," Dia tertawa kecil.
"Aku juga," Eunice jawab dan nyeruput minumannya.
"Hazel,, buat apa sih?? Kenapa kamu harus gitu??" Michael nanya dengan marah pas dia narik dia ke kamar mandi.
"Aku benci dia," Hazel memutar matanya.
"Hazel,, kamu bahkan gak kenal dia. Kenapa benci dia??"
"Kenal dia?? Kamu lebih kenal dia daripada aku?? Sadar diri deh, kita sekolah SMA yang sama di Amerika," Hazel bilang dan Michael kaget.
Jadi,, cewek yang dibicarain Lisa itu Hazel??? Dia ngacak-ngacak rambutnya,, kenapa semua ini terjadi sekarang???
"Kamu gak usah khawatir soal aku,, aku baik-baik aja, tapi aku harus kasih dia pelajaran. Dia bakal nyesel udah datang ke sekolah ini," Hazel bilang sambil menyeringai.
"Enggak, kamu gak boleh gitu. Dia temenku," Michael bilang.
"Kalau gitu, berhenti temenan sama dia," Hazel membentak dan pergi.
Tepat saat itu, Lisa lari masuk,, dia lagi nangis. Dia berhenti pas lihat Michael,,,.
"Lisa aku,,,"
"Jangan berani-beraninya ngomong sama aku," Dia membentak.
"Aku minta maaf,,, " Michael bilang.
"Wah,, jadi sekarang kamu belain dia?? Pasangan yang hebat,,," Lisa bilang dan lagi mau masuk ke salah satu kamar mandi pas Michael narik dia balik.
"Kita bukan pasangan Lisa,,"
"Kamu ninggalin aku di sana dan malah pergi buat dia!! Kamu bahkan gak lihat aku,, dia yang lakuin semua ini!!" Lisa berteriak sambil nunjuk seragamnya.
"Aku minta maaf,, tapi bukan kayak yang kamu pikirin oke??"
"Aku gak peduli,, tinggalin aku sendiri," Dia ngelempar tangannya.
'Lisa tunggu,,"
"Kamu harusnya pergi sekarang,, kamu gak bakal masuk kamar mandi sama aku kan??" Lisa bilang dan masuk.
Michael menghela napas dan keluar,,, dia gak balik ke kantin, dia jalan balik ke kelas. Dia bener-bener kehilangan nafsu makan,, dia balik ke kelas dan ketemu Rowan sendirian di kelas lagi ngerjain sesuatu di sistem.
Dia mengabaikannya dan cuma duduk dengan kepala di loker,,,.
"Kamu kayak suami yang gak bisa nyediain kebutuhan istrinya," Rowan bilang sambil ketawa ngakak.
Michael gak bisa nahan diri buat gak ikut ketawa juga,,,.
"Gak lucu," Michael bilang dan langsung cemberut.
"Habis ketawa??" Rowan mencibir.
"Aku cuma ketawa biar kamu gak kelihatan bodoh karena ketawa sendiri,," Michael bilang.
"Oke deh, terserah kamu," Rowan jawab dan balik ke sistemnya.
Tepat saat itu, Lisa masuk, dia udah ganti seragam lain. Dia pergi ke lokernya dan duduk,
"Kamu oke??" Rowan nanya, dia ngangguk sambil tersenyum.
"Aku baik-baik aja,, makasih buat yang tadi. Aku berutang satu sama kamu," Lisa bilang.
"Beneran?? Oke,, aku bakal mikir mau minta apa," Rowan tersenyum.
Michael menghela napas dan pasang headphone-nya,, dia makin kesel dengerin mereka.
Akhirnya jam makan siang selesai dan murid-murid mulai masuk satu per satu,,,.
"Kenapa kamu gak makan siang??" Hazel nanya pas dia duduk di samping Michael.
"Gak laper," Dia jawab.
"Jadi maksudnya aku burung yang laper??" Hazel nanya dengan cemberut dan Michael ketawa sampai kelas bingung.
"Lucu ya?" Hazel nanya masih cemberut.
"Kamu kelihatan kayak burung laper ,, serius," Michael jawab masih tersenyum.
Hazel nge-tampar bahunya dengan lembut dan tersenyum
'Oke, aku minta maaf" Michael bilang.
"Apa yang lucu?? Ini ngeselin," Lisa bilang dan memutar matanya.
"Kamu cemburu ya??" Lily nanya sambil ngedipin mata.
"Kenapa aku harus cemburu?? Aku gak peduli," Lisa jawab.
"Itu bohong,, aku bisa lihat di wajahmu," Lily tersenyum dan Lisa kaget.
Kenapa dia malah ngomong sama dia???
"Kenapa kamu ngomong sama aku sekarang?? Kirain kamu gak banyak ngomong," Lisa bilang.
"Aku ngomong, tapi gak banyak," Lily jawab.
TBC