BAB 8
Michael langsung pergi, ngeliat Lisa, karena Rowan datang.
"Apaan sih yang terjadi di sini??" Rowan teriak marah.
"Eh,, gak ada apa-apa,,, oke??,,,," Lisa bilang.
"Lo nyoba buat maksa dia, gitu?" Rowan nanya, mendekat ke Michael.
"Gak semua orang kayak lo, Rowan,," Michael bilang, terus ngejek.
"Apa?? Apa yang barusan lo bilang??" Rowan setengah teriak dan narik bajunya.
"Rowan, berhenti,,, tolong," Lisa memohon, udah ketakutan.
"Biar gue ajarin nih brengsek," Jawabnya.
"Lepasin gue,," Michael bilang dengan tenang.
"Berani-beraninya lo masih sok jago?!!" Rowan teriak dan mukul dia tepat di muka.
Michael megang bibirnya yang udah berdarah,,, dia berdiri dan nyerbu Rowan, tapi Lisa ngehentiin dia dengan berdiri di depan Rowan.
"Gak, Michael,, jangan lakuin itu," dia bilang.
"Apa?? Lo juga dukung apa yang dia lakuin?? Yang terjadi itu ,,,,,"
"Jangan berani-beraninya lo bentak dia atau gue bunuh lo, ngerti gak??"
"Gak percaya gue ,,,,," Michael bilang dan buang muka, kecewa.
"Dia megang lo, kan?? Dia bakal cium lo kalo gue gak dateng,,,,"
"Gak, Rowan,,, itu,,,," Mereka diinterupsi oleh Gavin dan Sharon yang datang.
"Muka lo kenapa?" Gavin nanya ke Michael, megang mukanya yang udah merah.
"Gak papa,,," Michael jawab dan ngejauhin tangannya.
"Binatang ini yang lakuin, kan??" Gavin nanya, udah mulai emosi.
"Gue baik-baik aja,," Michael bilang.
Gavin ngejek dan nyopot jam tangannya, terus ngasih ke Sharon.
"Simpen aja,, nenek ngasih ini ke gue,, gue gak mau rusak," Dia bilang.
"Lo mau ngapain?" Michael nanya, langsung nyerbu Gavin buat nghentiin dia.
"Udah, Michael, biarin gue ajarin nih bajingan pelajaran yang gak bakal dia lupain," Gavin bilang marah, berusaha ngejauhin Michael.
"Lisa, bisa kasih tau gue apa yang terjadi di sini?" Sharon nanya marah.
"Aku,,, aku minta maaf, ini semua salahku," Lisa jawab.
"Aku nanya kenapa Rowan mukul kakakku di depanmu!!" Dia teriak.
"Sharon,, keluar dari sini sekarang!!" Michael teriak, nge dorong dia keluar.
"Jangan sentuh gue!!" Dia nge dorong tangannya dan narik Gavin.
"Ayo pergi, gue gak peduli lagi sama dia,,,," Sharon bilang dan keluar.
Guru yang nyuruh mereka buat diem di sana masuk setelah beberapa menit,,.
"Kalian semua boleh pergi, dan Rowan, ikut gue," Dia bilang, dan Rowan ngikutin dia.
Michael ngambil headphone-nya dan mau keluar kelas, tapi Lisa nahan dia.
"Jangan sentuh gue, Lisa" Michael bilang dan dia tiba-tiba ngerasa sesuatu hilang dari dirinya
Apa dia barusan nyebut nama dia?? Berarti dia beneran marah sama dia
"Michael,,, aku,,,,"
Dia berbalik dan ngadep dia.
"Tentu aja lo harus minta maaf,, karena ngebiarin cowok lo mukul gue dan terus ngejagain dia biar gak luka mukanya kayak gue,, kalian bakal jadi pasangan yang hebat" Michael bilang.
"Gak,,,,,,"
"Jauhin aja deh Lisa,,, gue benci kenyataan lo selalu berusaha ngomong sama gue pas Rowan gak ada,, gue benci kenyataan lo make gue buat pilihan kedua lo,, bagus sih lo milih Rowan daripada gue,,, gue gak peduli sama itu sih. Tapi, udah deh, gak usah ngomong sama gue,,, "
"Aku gak mau berhenti ngomong sama kamu,, tolong, aku beneran minta maaf. Aku cuma lakuin itu buat nyelametin kalian berdua dari berantem, kalo aku gak nahan kamu, kamu bakal mukul dia dan dia juga bakal mukul kamu lagi,, ini bakal bikin lebih banyak masalah daripada kebaikan,,, " dia bilang sambil nangis.
"Gue gak peduli,,, lo harusnya bilang ke dia kalo lo yang megang gue, jadi dia gak panik karena gue bikin masalah sama cowoknya" Michael bilang dan keluar ninggalin Lisa dalam suasana hati yang buruk,,.
Apa dia salah karena nahan Michael?? Sekarang dia mikir dia dukung Rowan mukul dia
"Ini semua salahku,,, ini semua salahku" Dia bilang sambil nangis.
"Sharon juga marah sama gue,,,," Dia bilang, makin banjir air mata.
Vanessa lari nyusul Michael langsung setelah dia liat dia jalan ke perpustakaan sekolah,, dia seneng banget dia bakal ngungkapin perasaannya ke dia dan dia yakin dia gak bakal nolak dia, mereka udah temenan lama.
Tapi ekspresi senengnya berubah pas dia liat mukanya,,,.
"Siapa yang ngelakuin ini?? Rowan??" Dia nanya sambil megang mukanya, khawatir.
"Gak papa,,," Michael jawab dan ngambil buku buat dibaca.
"Maksud lo gak papa?? Muka lo merah semua,, aku datang,, aku bawa es" Dia bilang dan lari keluar perpustakaan.
Ngeliat dia kayak gitu tiba-tiba bikin dia senyum,, dia beneran peduli sama dia.
Saat itu dia denger langkah kaki mendekat dan dia mikir itu Vanessa tapi kaget ngeliat Lisa di depannya megang es batu.
"Aku minta maaf, Michael,, " Dia bilang, ngasih es batu ke dia.
"Lo ngapain di sini??" Dia nanya dan balik lagi fokus ke buku.
"Muka kamu ,,,,,,,,aku bawa ini biar muka kamu sembuh" Dia bilang pelan.
"Gue gak butuh bantuan lo,, makasih" Michael bilang.
"Ambil aja,,, tolong,,,,"
"Gak, Lisa,,, udah, tinggalin gue sendiri, tolong,,, gue gak kasar,, tapi jangan ngomong lagi sama kita berdua, beneran,,,"
Vanessa akhirnya balik dan bingung ngeliat Lisa,,.
"Lo mau apa??" dia nanya.
"Gak ada apa-apa, ambil aja es nya,,, " Michael ngerengek.
"Gak,, aku bakal lakuin buat kamu jadi tenang" Vanessa jawab.
Lisa menghela nafas dan keluar dari perpustakaan,,.
"Lo bilang lo bakal ngasih tau gue sesuatu, kan?? Apa itu??" Michael nanya saat Dia bantuin dia neken es batu ke mukanya.
"Uhm,,,,,, bisa aku kasih tau kamu lain kali aja??" dia bilang.
"Oke,," Michael bilang.
Sharon akhirnya dateng setelah beberapa jam, Lisa udah nyari dia setelah sekolah tapi gak nemu jadi dia langsung ke asrama mereka dan rebahin punggungnya di lantai, natap segala yang ada di kamar. Dia lagi mikir keras,, gimana rasanya kalo Sharon beneran marah sama dia??
"Hei Sharon" Dia manggil dan duduk.
"Hai" Sharon jawab dan pergi buat lepas baju olahraga.
Lisa ngeliat dirinya senyum, dia jawab, berarti dia gak beneran marah sama dia tapi dia masih bakal minta maaf.
Setelah beberapa menit Sharon balik lagi basah kuyup padahal dia udah make celana pendek dan baju pendek,, rambutnya masih basah.
"Sharon,, aku minta maaf soal yang terjadi tadi,,, " Lisa bilang.
"Kenapa Rowan mukul dia??" Sharon nanya.
"Ini salahku,, aku tau,, tapi ,,,,,"
"Aku gak butuh penjelasanmu, lebih baik kamu jauhin kakakku. Kamu gak suka sama dia, ya udah, jangan bikin masalah lagi buat dia,, aku gak marah sama kamu,,, " Sharon bilang dan dia senyum.
"Aku beneran laper,, aku gak makan siang yang cukup, aku khawatir sama dia" Sharon bilang.
"Aku gak makan apa-apa" Lisa bilang.
"Ayo makan sereal" Sharon bilang.
"Ya Tuhan!! Aku hampir lupa,, kita bisa bikin beberapa sebelum masuk kelas pagi-pagi, aku ,,, gimana bisa aku lupa??" Lisa bilang senang.
"Ayo makan punyaku hari ini,," Sharon senyum dan masuk ke dalam tempat minuman.
"Aku punya Oat dan Cornflakes,, kamu lebih suka yang mana??" Sharon nanya.
"Dua-duanya kesukaan aku,, itu juga yang aku punya" Lisa jawab.
"Kalo gitu, ayo makan cornflakes,," Sharon bilang, ngeluarin kemasan cornflakes.
"Air hangat atau dingin??"'
"Aku mau air dingin,, aku mau seger" Lisa bilang.
"Berani-beraninya kamu,,, aku aja yang nanya dan dia milih" Sharon teriak dan ketawa.
"Kamu kan yang nanya jadi ya udah" Lisa senyum.
"Ya udah, aku juga lebih suka air dingin,,, tapi pagi-pagi, air hangat" Sharon bilang dan masuk ke ruangan lain.
Dia balik lagi sama botol air dan dua gelas,,,.
"Apa yang ada di ruangan itu??" Lisa nanya saat Sharon duduk.
"Dispenser air, Lisa,, apa lagi??" Sharon ngejek.
"Dispenser air?? Di ruangan?? Berarti semua asrama punya dispenser air??" Lisa nanya dengan kaget di mukanya.
"Maaf,, tapi iya" Sharon jawab dan fokus sama apa yang dia lakuin.
"Aku lebih suka make cokelat,, tapi aku bikin punya kamu pake susu,, nih" Dia bilang, ngasih segelas ke Lisa.
"Aku benci cokelat" Lisa bilang.
"Michael juga benci mereka,, dia beneran aneh" Sharon bilang sambil senyum.
"Wow,,, beneran??" Lisa nanya dengan mulut penuh.
"Iya,, tapi aku selalu nikmatin, sih. Mama selalu ngingetin aku buat gak makan itu,, dia bahkan gak tau aku selalu beli ini,,, aku selalu sembunyiin dari dia biar bisa makan diem-diem di rumah,,, aku beneran kangen orang tua aku" Sharon cemberut dan lanjut makan.
"Kamu tinggal sama Michael, kan??"
"Iya, bener,,, kita berdua tinggal sama orang tua aku" Sharon jawab.
"Orang tua kamu?? Gimana sama orang tua dia??" Lisa nanya.
"Aku gak suka ngomongin ini tapi,,,, aku denger orang tua dia meninggal pas dia umur 4 tahun sih padahal orang tua dia sama orang tua aku deket banget,, jadi orang tua aku ngerawat kita kayak saudara walaupun kita seumuran,,, kita baru tau beberapa bulan lalu kalo dia sebenernya bukan kakakku,, tapi gak ada yang tau tentang ini. Jadi jangan kasih tau siapa-siapa,, buat Michael, aku adiknya dan dia selalu jagain aku kayak seharusnya seorang kakak lakuin. Dan begitu juga sama aku,, aku sayang dia sebagai kakakku" Sharon jelasin.
"Wow, orang tua kamu pasti hebat banget,, " Lisa bilang.
"Iya," Sharon senyum tapi ngeliat Lisa gak keliatan seneng.
"Kamu baik-baik aja??" Dia nanya dia.
"Dia gak mau ngomong sama aku lagi,,,," Lisa bilang sedih.
"Michael??" Sharon nanya dan dia ngangguk.
"Dia bilang gitu ke kamu??" Sharon nanya, dia ngangguk lagi.
"Kalo gitu, kamu harus gitu, sih,, aku juga benci ngeliat dia sakit juga" Sharon jawab dan berdiri, ngambil dua gelas bersamanya.
HARI BERIKUTNYA
"Aku minta maaf soal yang terjadi kemarin" Rowan tiba-tiba bilang saat mereka berdua jalan-jalan sebentar sebelum latihan olahraga mulai.
"Aku cuma marah ngeliat kalian kayak gitu,, aku mikir dia lagi berusaha,,,,"
"Gak papa, Rowan,, bisakah kita ngomongin hal lain aja??" Lisa bilang.
"Kamu udah maafin aku??"
"Kamu gak ngelakuin apa-apa ke aku,, Michael yang ada masalah sama kamu,, dan kalian harus berusaha buat baikan,, gak enak ngeliat kalian berdua kayak gitu" Lisa bilang dan ngadep dia.
Rowan natap matanya kayak dia bisa ngeliat apa yang terjadi di pikirannya.
"Kenapa natap aku kayak gitu??" dia nanya.
"Kamu beneran cantik" Dia bilang dan dia ngerasa malu padahal harusnya gak.
"Lisa??" Dia manggil.
"Hah??"
"Bolehkah aku menciummu??" Dia nanya dan jantungnya berdebar.
Dia teriak dalam hatinya "Gak!!" tapi dia ngangguk.
Rowan senyum dan narik dia lebih deket ke dirinya, menciumnya seolah hidupnya bergantung pada itu,,,.
BERSAMBUNG
Hmm,, Lisa ah gak ngerti u ooo,,, aku bilang kamu bilang gak tapi kamu ngangguk, oke deh.
. .