Akhir Permainan
Sudah selesai momen canggung di Air Terjun Messafara, kita lanjut jalan. Kita udah deket garis akhir, jadi kita ngebut lagi karena bisa aja ada kelompok lain di depan kita.
"Itu cahayanya." Kita liat ke depan dan nemu cahayanya. Letaknya di tengah empat jalan, jadi kita senyum. Kita langsung lanjut jalan pas Von sama Van berhenti.
"Mati." Von berbisik sambil noleh ke depan.
"Gorbloyd." Kata Leana.
"Bermacam-macam kelompok lawan kita juga ada di sini." Leona nambahin. Gue liat ke depan dan nemu empat ratus murid Vampire High berdiri. Di jalur pertama ada Vampire Serigala, di jalur kedua ada Vampire Murni. Di ratusan ketiga ada vampire Penyihir dan di ratusan keempat ada monster Vampire. Di depan kita dan di sekitar Titik Akhir ada Gorbloyd-gorbloyd yang nggak biasa karena mereka semua gede.
Bunda gorbloyds.
"Kalo mereka berempat gabung, kita mungkin kalah." Kata Creed.
"Mereka cuma nyoba aja kalo nggak mau nyasar di vampire high." Kata Leona.
"Kayak kita yang ngontrol Vampire high aja." Leana ngegerutu sampe Leona kesel. Ada yang megang pinggang gue, jadi gue kaget. Gue liat Fin yang lagi liatin gue.
"Lo cuma di sini di samping gue, nggak peduli apa yang terjadi." Dia bilang dan nempelin mukanya ke telinga gue. "Dan tolong.... Kalo lo bisa berhentiin waktu lagi, lakuin aja selama lo nggak bikin publik tau karena mereka nggak ngerti lo." Dia berbisik bikin gue cemberut. Dia ngeliat gue dan senyum ke gue yang bikin detak jantung gue makin cepet.
Dia balik lagi ngeliatin ke depan jadi gue juga ngalihin pandangan ke depan dan liat sodara-sodara Fin lagi siap-siap.
"Rencananya gimana?" Tanya Von.
"Di tempat kita semua berdiri, tongkat penyihir kita nggak bakal berfungsi." kata Leana.
"Kita Vampire Serigala, kita bisa berubah tapi nggak lama. Kryptonit kita ada di sekeliling kita. Dia punya kryptonitnya." Kata Von.
"Vampire Murni, setau gue, nggak langsung nyerbu gorbloyds karena target mereka kita." Creed nambahin.
"Tapi gorbloyds bisa liat mereka kalo arah mereka berisik." Kata Van.
"Bener banget. Vampire Monster, di sisi lain, bisa ngejar Gorbloyds tanpa susah payah." Kata Creed.
"Jadi langkah pertama Vampire Monster ngejar gorbloyds dan pas gorbloyds mati gue yakin mereka semua bakal maju ke titik akhir." Kata Creed jadi kita ngangguk.
"Rencananya, kita bakal nunggu Vampire Monster nyerang gorbloyds, pas vampire monster nyerang kita bakal pelan-pelan nyelinap ke titik akhir." Kata Creed.
"Gue nggak bisa." Kata gue jadi mereka ngeliatin gue. "Gimana kalo nggak berhasil?" Tanya gue jadi mereka cemberut.
"Gue rasa vampire serigala yang bakal pertama nyerang gorbloyd." Kata gue terus ngeliat ke arah vampire serigala.
"Liat mereka, mereka agresif banget." Kata Fin jadi mereka semua ngeliat ke arah vampire serigala.
"Pas vampire serigala bergerak, Vampire bakal bergerak, gue yakin mereka bakal terbang atau berubah jadi kelelawar. Terus di adegan Vampire Monster mereka bakal ikut ngebunuh Gorbloys sementara vampire penyihir bakal ke arah kita buat berantem." Kata gue jadi mereka balik lagi ngeliatin gue.
"Seberapa yakin lo sama jawaban lo?" Tanya Leona. Gue nelen ludah.
"10%?" Tanya gue. Dia ketawa. "100% sayang." Fin merintih dan megang tangan gue.
"Rencananya, kita cuma bakal bikin masalah sama lawan kita." Kata Fin jadi mereka semua cemberut.
"Lo gila? Kita bakal celaka karena apa yang kita lakuin." Kata Von.
"Gue belum mau mati, cuy." Kata Van.
"Kita nggak bakal mati, inget kita nggak bisa ngebunuh di game ini. Kita bakal ngasih pelajaran buat orang-orang itu." Kata Fin dan ngeratin genggaman di tangan gue.
"Gue juga yakin... waktu bakal ada di pihak kita dan kita bisa menangin game ini." Kata Fin dan ngeliatin gue.
Langsung aja rasa gugup nyebar ke seluruh tubuh gue karena apa yang dia bilang.