Pertengkaran Saudara
Sudut Pandang Fin
Pertama kali, gue ninggalin Klementine di atap karena gue ngerasa ada energi aneh yang merhatiin gue sama Klementine. Gue teleportasi mendekat ke energi aneh itu dan gue bener, ada anak SMA vampir yang lagi ngeliatin kita berdua.
"Fin mau kemana?" Gue ketawa sendiri pas denger pertanyaannya.
"Nyari gue ya?" Matanya membesar. Dia pelan-pelan muter badan buat hadap gue. Cewek kelas 2. Gue tampar keras dia sampe dia jatoh.
"Kenapa lo ngeliatin kita?" Dia ngangkat matanya. Ada sedikit rasa takut di matanya.
"Jawab." Kata gue dengan penekanan. Dia berlutut di depan gue sambil nangis.
"G-gue cuma disuruh, maafin gue." Gue mengerutkan dahi pas denger ucapan cewek itu.
"Siapa yang nyuruh lo?" Tanya gue.
"K-Creed." Kerutan di dahi gue langsung ilang. Dia emang beneran curiga sama Klementine.
Gue duduk di depannya dan megang luka di pipinya yang gara-gara gue tampar. Gue obatin pake kekuatan gue terus niru wujud dia.
"Pergi sana. Dan lain kali ada yang nyuruh lo... gue buang lo dari SMA Vampir." Kata gue terus teleportasi ke asrama buat nyari Creed. Tu orang... Gak bisa diem sampe dia tau kebenarannya. Apa dia beneran lagi ngetes gue? Gue nyampe di asrama saudara-saudara gue dan ngeliat dia lagi duduk di sofa. Cuma dia doang. Gue langsung ubah penampilan gue, wujud cewek yang tadi ngeliatin kita.
"Tuan Creed." Dia kaget sama tingkah gue. Dia senyum dan jalan mendekat ke pintu.
"Masuk." Kata dia makanya gue masuk.
"Duduk." Perintahnya jadi gue duduk. Dia duduk di hadapan gue sambil senyum.
"Apa yang lo temuin?" Tanyanya.
"Lebih banyak Tuan Creed." Jawab gue.
"Beneran? Oke, kasih tau gue." Kata dia sambil nyilangin tangannya.
"Tapi sebelum itu Tuan Creed, kenapa lo pengen tau kebenarannya?" Tanya gue.
"Cukup kasih tau gue." Katanya. Seketika emosi gue naik ke kepala dan gue langsung berdiri terus narik kerah bajunya. Gue langsung balik lagi ke wujud gue sebelumnya terus nonjok dia.
"Kenapa lo jahat banget sih?" Tanya gue terus narik kerah bajunya lagi. "Lo beneran nyewa mata-mata cuma buat ngejawab pertanyaan sampah di otak lo itu." Kata gue. "Sebenernya apa sih yang pengen lo keluarin hah?!" Teriak gue.
"Gue tau Klementine nyembunyiin sesuatu dari lo." Kata dia jadi gue ketawa.
"Jadi kita nyembunyiin sesuatu dan lo harus tau apa itu!?" Teriak gue terus nonjok dia.
"Gue tau dia bukan manusia!" Gue langsung cekik dia dan natap dia dengan tatapan jahat.
"Dia manusia! Manusia biasa! Jadi apapun alibi lo, lupakan." Kata gue terus cekik dia makin keras. Dia berusaha berontak tapi gue kasih tekanan lebih banyak ke dia.
"Ya itu kedengeran kayak --- shit!" Seseorang narik gue dari Creed.
"Apa yang lo lakuin?!" Leona dan Leana barengan sama Von dan Van. Von dan Van narik gue dari Creed sementara Leona dan Leana lagi ngebantuin Creed.
"Fin? Apa yang terjadi sama lo sampe kepikiran buat ngecekik Creed?" Tanya Leana dengan marah.
"Lo hampir ngebunuh dia!" Jawab Leona.
Gue lepasin cengkraman Von dan Van ke gue.
"Waktu lo nyuruh orang buat curiga banget. Apa dia bakal nyewa mata-mata buat mata-matain Klementine sama gue." Kata gue jadi mereka ngalihin pandangan ke Creed.
"Cuma gara-gara itu Fin? Creed tetep saudara lo."
"Gue gak peduli! Gue gak peduli kalau orang itu saudara gue atau bukan." Kata gue terus ngeliatin Creed.
"Lo, lain kali lo nyewa mata-mata lagi buat mata-matain kita, bukan cuma itu yang bakal terjadi sama lo." Kata gue sambil natap dia.
"Ingat itu." Kata gue terus teleportasi ke tempat cucian di asrama kita.
Gue ngeliat jam tangan gue dan ngeliat udah 30 menit berlalu sejak gue ninggalin Klementine di atap. Gue langsung teleportasi ke atap dan hampir ngejatohin rahang gue pas gue gak bisa liat dia. Sial, dia kemana?