Klementine
Sudut Pandang Fin
"Terima kasih dan aku sudah menggunakan kekuatan ku dengan baik." kata Klementine sambil tertawa dan melihat dirinya sendiri. Darah mengalir dari luka dan tusukan nya tidak pernah berhenti, hati ku hampir hancur melihat kondisi wanita yang paling ku cintai.
"Klementine..." Dia menoleh padaku dengan senyuman seolah-olah dia tidak kesakitan. Air mata ku langsung mengalir saat aku mengingat kembali dalam pikiran ku bahwa dia telah menyelamatkan ku.
"Jangan.... Kamu menangis.... Semuanya akan baik-baik saja." Kata nya dan menyentuh wajah ku. Aku merasakan kelemahan di seluruh tubuh nya, mata nya penuh dengan kesakitan.
"Aku mengantuk Fin." Kata nya menjadi alasan ku untuk gemetar. Aku memegang tangan kiri nya dan mencium nya.
"Tidak, kamu tidak boleh tidur Klementine, apakah kamu mengerti?" Ucap ku sambil menangis. Dia tersenyum dan menyeka air mata ku. Dia meraih pedang yang tertancap di punggung nya dan mencabut nya. Aku terkejut ketika mendengar dia mengerang kesakitan.
Dia berbaring di kaki ku dan tersenyum tipis.
"Fin, nyanyikan untuk ku." Kata nya menjadi alasan ku untuk lebih banyak menangis.
"Selama waktu kita di Sekolah Tinggi Vampir aku belum pernah mendengar mu bernyanyi." Kata nya dan mengambil napas dalam-dalam.
"Klementine.."
"Aku akan mendengarkan lagu mu sampai selesai." Potong nya. Dia membuka mata nya dan air mata menetes dari sana.
"Semuanya akan baik-baik saja." Kata nya dan memegang tangan ku.
"Aku akan menyanyikan lagu untuk mu Fin." Kata nya dan menutup mata nya lagi. Aku menelan ludah dan semakin menangis atas situasi yang kami berdua alami. Dia menghentikan waktu ketika dia sudah tertusuk. Kenapa dia tidak terpikir untuk menghentikan waktu lebih awal?
Melihat wanita yang ku cintai menderita adalah perlahan membunuh ku.
(A/n: 5 SOS Ghost of you)
Here I am waking up, still can't sleep on your side
There's your coffee cup, thr lipstick stain fades with time
If I can dream long enough, you'd tell me I'd be just fine
I'll be just fine
Aku melihat senyum nya tapi air mata menetes dari mata nya. Aku memegang tangan nya dan menutup mata ku.
So i drown it out like i always do
Dancing through our house with the ghost of you
And i chase it down, with a shot of truth
Dancing through our house with the ghost of you
Air mata ku mengalir dan aku tetap membuka mata ku, aku tidak ingin melihat orang yang ku cintai menderita. Aku tidak ingin melihat orang yang ku cintai terluka. Aku tidak ingin melihat Klementine terluka.
Cleaning up today, found that old zeppelin shirt
You wore when you ran away, and no one could feel your hurt
We're too young, too dumb, to know things like love
But I know better now, better now
Aku mengambil napas dalam-dalam dan merasakan eratnya genggaman Klementine di tangan ku.
So I drown it out like I always do
Dancing through our house with the ghost of you
And i chase it down, with a shot of truth
Dancing through our house with the ghost of you
Aku merasakan renggangnya genggaman Klementine di tangan ku, aku membuka mata ku dan dia tetap tertutup, dia tersenyum dan air mata menetes dari nya. Sekeliling yang tadinya sunyi dan tak bergerak menjadi berisik dan kembali normal.
"Klementine." Panggil ku tapi dia tidak menjawab. Aku menelan ludah.
"Klementine, putri ku sudah bangun. Kekacauan sudah selesai, kita akan hidup tenang." Ucap ku dan tersenyum.
"Klementine." Aku menepuk pipi nya tapi dia masih belum bergerak. Aku langsung gugup dan takut dengan apa yang terjadi.
"Klementine!" Tidak bisa berhenti berteriak, Creed mendekati kami dan menyentuh pergelangan tangan Klementine.
"Klementine sudah kubilang jangan tidur, bangun." Ucap ku dan memaksanya untuk bangun.
"Putri ku...."
"Fin." Creed memegang lengan ku tapi aku hanya mendorong nya.
"Klementine!" Air mata ku langsung mengalir dan aku memeluk nya. Tidak...
"Fin dia sudah pergi."
"TIDAK!"