Pertemuan
Sudut Pandang Klementine
Lit cerita semua yang dia tau tentang Saudara Vaughn, pas kita masuk kamar. Dia juga jelasin aturan di Vampire High. Ada jam malam di sini. Sekitar jam 9 malem, kita gak boleh keluar kamar, katanya gitu.
"Oh Tine, besok mulai sekolah di Vampire high, mana jadwal lo?" Dia nanya pas kita udah masuk kamar..
"Ada di kamar." Jawab gue.
"Coba liat cepet! Sapa tau kita ada mata kuliah yang sama dan lo sekelas sama gue." Katanya, jadi gue ambil jadwal yang ada di meja samping kamar, terus gue kasih liat ke dia.
"Oh, lo sekelas sama gue di mata kuliah witch craft dan ramuan." Katanya terus matanya melebar.
"Sisanya, temen sekelas lo adalah Saudara Vaughn!" katanya, jadi gue ngernyitkan dahi. "Sialan lo." Katanya makanya dahi gue makin berkerut..
"Kenapa?" Tanya gue.
"Dulu tuh rusuh banget." Katanya sambil balikin jadwal gue.
"Oh hei, sana beresin barang-barang lo. Gue mau tidur Tine, capek bantuin lo." Katanya, jadi gue ketawa.
"Makasih ya udah bantuin." Kata gue.
"Sama-sama." Katanya terus masuk kamar. Gue liat jadwal gue.
"Temen sekelas gue Saudara Vaughn... Apaan nih? Mungkin seru kali ya." Kata gue terus masuk kamar.
~~~~~
Besok. Gue buru-buru dandan. Sial, gue telat! Ini hari pertama gue masuk tapi gue telat! Pas udah selesai beres-beres, gue langsung keluar kamar Lit dan gue. Ngomong-ngomong Lit, mana sih anak itu? Kenapa dia gak bangunin gue? Jalan menuju gedung lain tempat ruang mata kuliah kita. Gue liat jam tangan gue. Sial! Gue telat 5 menit! Memalukan.
"Aduh!" Gue merintih pas gue nabrak sesuatu. Gue liatin orang yang nabrak gue.
"Kenapa lo ngehalangin jalan?" Dia nanya dengan kesal, jadi gue naikin sebelah alis gue ke dia.
"Wah, gue yang ngehalangin sekarang. Lo tuh yang nabrak gue." Kata gue marah terus dia malah buang muka.
Cowok gak sopan! Enaknya punya kebiasaan yang sama!
Gue udah bisa masuk ke mata kuliah kimia dengan gampangnya dan kalau lo liat, Guru kita udah ada di dalem dan kayaknya auranya masih kuat. Gue nelen ludah sebelum ngetok pintu. Semua murid di ruangan, termasuk guru, liatin gue.
"Ughm... Hai?" Kata gue sambil ngangguk.
"Kamu telat 5 menit Nona?"
"Konzet, maaf saya telat." Kata gue sambil nunduk.
"Kamu pemenang undian yang ditarik untuk belajar gratis di sini di vampire high selama setahun kan?" Guru nanya ke gue.
"Iya." Jawab gue.
"Masuk, perkenalkan diri kamu."
Gue narik napas lega atas panen guru. Gue membungkuk untuk pergi ke tengah. Suasana di sini aneh banget, apalagi Saudara Vaughn adalah temen sekelas gue. Dan mereka emang di belakang tapi salah satu kursinya hilang. Nanti aja gue duduknya.
"Ughm.. Hai? Gue Klementine Leullie Konzet. Dari Kota Visco. Senang bertemu kalian semua." Kata gue terus senyum ke mereka.
"Kota Visco? Bukannya itu tempat tinggal manusia?" Gue liat orang yang nanya. Pas gue kenalan sama dia, dia Von.
"Lo manusia?" Van nanya.
"Ya iyalah, kan dia bilang Kota Visco. Mana akal sehat kalian berdua kembar?" Jawab Leana. Yang berisik emang Vaughn.
"Cuma mau jelasin." Kedua kembar itu bilang barengan. Leana liat gue lagi
"Mau duduk?" Katanya ke gue. Gue maju lagi terus deketin kursi kosong di samping Leona yang diem sama Vaughn.
Gue liat gimana dia liat gue. Gue cuma nunduk terus duduk seakan-akan ada sihir yang tiba-tiba narik kursi, jadi gue malah berakhir duduk di lantai.
Gue denger temen-temen sekelas gue ketawa dan juga Vaughn kecuali Creed dan Leona.
"Lo salah duduk." Kepala gue noleh ke orang yang ngomong di pintu. Mata gue melebar pas gue liat siapa orangnya. Dia adalah cowok yang nabrak gue tadi. Tangannya ada di atas, dia yang kendaliin kursinya. Bener-bener binatang!
"Hei Fin, kenapa lo balik lagi? Bukannya lo udah pergi?" Leana nanya.
Mata gue melebar.
Dia Fin?!