31. Perjalanan Dimulai
Keesokan harinya, setelah sarapan, Alpha Callum dan Clarice ngobrol sama Kakek Eliezer.
"Guys, nikmatin perjalanannya ya, terus cepet balik ke rumah. Kakek udah gak sabar ketemu Caden, cicit Kakek," kata Kakek Eliezer semangat.
"Siap, pasti kita cepet balik, Pops," jawab Alpha Callum. "Bahkan sebelum kita sampe sana juga kita udah balik lagi," dia bercanda.
Clarice ngakak geli, sambil nyubit lengannya.
"Becandaan mulu, guys, udah pada beres packing belum?" tanya Kakek Eliezer, cekikikan.
"Udah dong. Aku udah selesai packing beberapa hari lalu, Kakek. Kita siap berangkat," jawab Clarice ceria.
"Oke deh, semoga lancar perjalanannya, have fun ya," kata Kakek Eliezer.
"Makasih, Pops." Alpha Callum senyum.
Clarice bilang, "Aku mau ke atas, masukin semuanya ke tas selempang," dia bilang, terus naik tangga balik ke kamarnya di lantai dua.
Begitu Clarice udah gak kedengeran, Kakek Eliezer nanya, "Nak, gimana istrimu di Australia?"
"Dia udah sampe Australia dengan selamat. Kita sering komunikasi, Pops. Dia selalu ngasih kabar tentang kegiatannya di sana," jawab Alpha Callum.
"Bagus," gumam Kakek Eliezer. "Tapi gimana kalo dia tiba-tiba nelpon kamu pake video call, dan Clarice juga ada di situ? Kamu mau gimana?" tanyanya, nadanya khawatir.
Alpha Callum nyengir. "Santai aja, Pops. Kalo istriku nelpon dan mau video call, aku tinggal suruh Clarice diem. Gampang kan," katanya meyakinkan.
"Oke. Aku cuma penasaran, apa Luna Viviana udah mulai nanya kenapa kamu di tempat yang gak familiar? Dan apa yang kamu lakuin di tempat itu?" Kakek Eliezer ngejar.
"Pops, istriku gak tau semua desa yang kena longsor. Aku tinggal bilang lagi kunjungan dan ngecek daerah rawan longsor baru, dia pasti percaya. Asal dia gak liat ada cewek lain selain aku, semua aman," kata Alpha Callum meyakinkan.
Kakek Eliezer akhirnya ngangguk-ngangguk, puas sama jawaban yang dia dapet dari Callum. "Oke deh, kayaknya kamu udah siap banget sama alibi-alibi yang udah disiapin buat ngejawab semua pertanyaan istrimu. Aku gak perlu khawatir lagi deh," akhirnya dia bilang.
"Bener banget, Pops. Aku udah siap banget buat apa yang harus aku lakuin kalo istriku nelpon atau nge-chat buat nanya keberadaan aku. Udah gak usah khawatir lagi ya. Aku udah atur semuanya buat perjalanan ini. Gak ada yang bisa ngehentiin aku dan Clarice buat dapetin anak kita balik. Bahkan istriku juga," Alpha Callum nyatain dengan nada serius.
"Oke, semoga kamu dan Clarice selamat sampai tujuan di Desa Lashpar," kata Kakek Eliezer.
"Makasih, Pops," kata Alpha Callum.
Mereka berdua lanjut ngobrol di luar rumah.
Setelah Clarice selesai masukin semua barang penting ke tasnya, dia turun ke bawah dan bantu Lorey siapin makanan di dapur. Mereka mau masak tumis sayur pake daging, ikan goreng, sama sup ayam buat makan siang.
Beberapa jam kemudian, cewek-cewek itu selesai masak. Clarice manggil mereka balik ke rumah biar bisa makan siang lebih awal. Mereka ngumpul di meja makan dan mulai makan siang yang enak.
Setelah mereka berdua selesai makan, mereka siap-siap buat mulai perjalanan.
Setengah jam kemudian, mereka bertiga berdiri di luar rumah.
"Pops, kita berangkat dulu ya," kata Alpha Callum.
Kakek Eliezer ngangguk. "Hati-hati ya, nyetir yang bener, have fun guys."
"Bye, Kakek!" kata Clarice, sambil ngelambaiin tangan. "Bye, Lorey!"
"Bye, guys!" jawab Kakek Eliezer, ngelambaiin balik.
"Bye Luna, Bye Alpha!" Lorey jawab sambil ngelambaiin tangan.
Mereka berdua masuk mobil. Alpha Callum duduk di kursi pengemudi dan nyalain mesin. Dia ngelambaiin tangan ke dua orang yang berdiri di luar pintu pas dia nyetir mobilnya, menuju jalan utama di depan.
"Yaay! Aku gak sabar!" Clarice cekikikan semangat.
Alpha Callum senyum. Dia ngelirik pacarnya yang cantik sebentar. Dia bersinar bahagia karena alasan yang bagus.
Clarice nyium pipinya. "Fokus ke jalan, babe!" katanya, geli.
"Siap, bos!" Alpha Callum nyengir. "Mau dengerin musik sambil nikmatin pemandangan indah pas kita lewat pedesaan gak?" tanyanya.
"Mau dong, musik country paling pas buat perjalanan," dia ngasih jempol.
"Oke deh, siap laksanakan," Alpha Callum nyalain stereo mobil dan musik country yang ceria memenuhi mobil.
Mereka berdua jalan terus tanpa henti dan cuma berhenti pas mau ke toilet. Pas malem tiba, mereka nginep di salah satu penginapan yang mereka temuin di pinggir jalan. Mereka pesen room service, makan makanan panas, dan tidur lebih awal malam itu, semangat buat lanjutin perjalanan besok.
Keesokan harinya, mereka bangun jam 6:00 pagi, udah istirahat dan gak sabar buat jalan lebih awal. Mereka pesen room service dan makan sarapan dengan lahap. Setelah sarapan selesai, mereka mandi, terus packing tas buat perjalanan panjang lagi.
Jam 8:30 pagi, mereka berdua udah di jalan lagi.
Siang harinya, mereka berhenti di restoran dan makan barbekyu buat makan siang. Setelah makan siang selesai, mereka jalan lagi.
Pas udah jam 7:00 malem, mereka nginep di Travel Inn. Mereka pesen pizza, ayam goreng crispy, dan sup jagung panas buat makan malem.
Setelah makan malem, mereka nonton film di TV dan siap-siap tidur.
Tiba-tiba, HP Alpha Callum bunyi, dan yang nelpon Luna Viviana. Dia gak langsung jawab, dia ngelirik Clarice dan bilang, "Aku mau teleport balik ke rumah soalnya istriku mau video call sama aku di kamar. Kamu bisa nonton film lagi sambil nunggu aku," sarannya.
"Gak masalah. Aku nonton film aja sambil nungguin kamu," jawabnya tenang.
"Kamu gak apa-apa kan?" tanyanya. "Aku harap kamu gak marah ya. Aku minta maaf ya," dia minta maaf tulus.
Clarice senyum dan meluk dia, nyium pipinya. "Aku gak marah, babe. Aku baik-baik aja. Aku ngerti kok. Pergi aja. Aku gak apa-apa di sini. Filmnya banyak," katanya sambil senyum.
"Makasih, babe," kata Alpha Callum bersyukur, berterima kasih karena dia gak bikin ribut tentang panggilan istrinya. "Aku pergi dulu ya," katanya dan menghilang dari kamar dalam sekejap mata.
Clarice menghela napas lelah. Dia ambil remote dan nyari judul film yang banyak buat nemuin sesuatu yang seru ditonton. Dia nemuin film sci-fi dengan rating bagus dan nonton hampir dua jam. Filmnya penuh aksi menegangkan dan CGI yang bikin kagum. Dia nikmatin filmnya dari awal sampai akhir.
Setelah filmnya selesai, Callum belum balik juga dan dia mulai ngantuk. Dia pake piyama dan tidur. Dia nyoba baca bukunya tapi mulai nguap setelah lima bab. Dia merem dan akhirnya tidur nyenyak beberapa menit kemudian dengan lampu di kamar masih nyala.
Sementara itu, di rumah Alpha Callum. Dia keliatan lagi tiduran di kasur, video call sama istrinya, yang gak mau tidur. Udah jam 11:00 malem pas Luna Viviana akhirnya mutusin buat mengakhiri obrolan mereka.
"Bye, sayang, good night ya. Mimpi indah. Nanti aku chat kamu pagi," akhirnya dia bilang.
"Oke. Good night, sayang," jawab Alpha Callum, nguap.
Setelah istrinya selesai ngobrol, Alpha Callum matiin lampu di kamar tidur utama dan teleport balik ke penginapan. Pas dia sampe sana, Clarice udah tidur nyenyak di kasur. Dia matiin lampu, nyium lembut kepalanya, dan tiduran di kasur di sampingnya. Dia narik selimut ke tubuh mereka, meluk pacarnya dari belakang, meluk dia juga. Dia ketiduran beberapa saat kemudian.
Keesokan harinya, mereka berdua bangun jam 7:30 pagi.
"Maaf ya soal tadi malem, babe. Aku balik telat, dan kamu udah tidur," dia minta maaf.
"Gak apa-apa, gak usah minta maaf. Aku ngerti kok. Kita pesen room service buat sarapan aja. Aku laper," katanya sambil senyum, meyakinkan dia kalo dia baik-baik aja.
"Makasih udah ngertiin, babe," kata Alpha Callum dan nyium bibirnya lembut.
Mereka ciuman mesra. Adu mulut bibir mereka berlangsung beberapa menit.
Setelah itu, mereka pesen makanan buat sarapan.
Setelah selesai makan, mereka siap-siap buat mulai perjalanan.
"Hari ini, kita bakal sampe di desa sebelum malem, mungkin jam 4:00 sore, perkiraan aku," kata Clarice.
"Asik! Gak sabar ketemu anak kita!" Alpha Callum kegirangan semangat.
"Aku juga!" Clarice berseri-seri.
Dengan hati yang penuh semangat, mereka berdua mulai perjalanan terakhir mereka menuju Desa Lashpar.