70. Bahagia
Malam itu, Aurelia dan Viviana ngobrol online, dan itu awal dari persahabatan mereka yang awet dan makin erat seiring waktu. Karena mereka merencanakan kejatuhan Charice, mereka main aman dan Aurelia nggak pernah lagi balik ke rumah pantai Viviana buat menghindari kecurigaan.
Hari, minggu, dan bulan berlalu begitu cepat.
Viviana akhirnya ngelahirin bayi perempuan yang sehat. Alpha Callum ada di rumah sakit pas dia ngelahirin bayinya, dan dia jenguk anaknya di pantai sebulan sekali.
Satu tahun kemudian...
Alpha Callum dan Clarice menikmati pernikahan mereka yang bahagia, penuh kedamaian, cinta, dan keharmonisan.
Mereka berencana buat liburan naik kapal pesiar mewah selama seminggu buat ngerayain ulang tahun pernikahan pertama mereka.
Mereka udah milih kapalnya, kapal pesiar terbesar dan terbaru di dunia, yang nawarin akomodasi paling mewah dan canggih serta hiburan kelas atas buat para penumpangnya yang kaya. Kapalnya namanya Vortex Of The Sea.
Tapi sebelum mereka berdua naik kapal pesiar liburan seminggu bareng anak mereka, Caden, mereka mau ngadain pesta keluarga di mansion. Ini acara sehari buat keluarga, staf rumah, teman, dan orang-orang penting lainnya dalam hidup mereka.
Sehari sebelum acara yang udah lama ditunggu-tunggu...
Clarice sibuk ngecek lagi daftarnya biar acara keluarga jadi sempurna dan berkesan. Dia lagi santai di sofa di balkon mansion yang luas, sambil minum kopi latte.
Cuacanya bagus banget. Matahari ngumpet di balik awan tebal di langit, nunjukkin sore yang indah, pas banget buat santai.
Clarice udah nyiapin hadiah buat semua orang. Dia milih hadiah uang tunai buat staf rumah, setara dengan gaji sebulan mereka, karena dia tau hadiah uang tunai bisa bikin mereka senyum lebar. Dia nyuruh staf rumah buat bawa keluarga mereka buat berbagi kebahagiaan bareng mereka.
Biar anak-anak senang, dia nyewa badut dan pesulap buat hibur mereka, dan dia juga nyewa taman bermain tiup buat nyempurnain kebahagiaan mereka.
Semua hidangan buat acara besok enak-enak, dipilih khusus sama dia. Dia nyewa katering buat nyediain makanan dan minuman, terus dia juga nyewa dekorator pesta dan penyelenggara acara yang bakal ngurus semuanya, jadi dia dan suaminya bisa santai dan nikmatin acara tanpa khawatir tentang apa pun.
Semuanya udah siap buat besok!
Dia semangat banget!
Alpha Callum nyium pipinya. "Lagi ngapain?" tanyanya, sambil ngopi, ngeliatin daftar catatannya.
"Lagi ngecek semuanya. Nggak mau ada yang kelewat di pesta besok," jawab Clarice, sambil senyum lebar.
"Gimana liburan naik kapal pesiar kita? Semuanya udah siap?" tanyanya.
"Udah. Kita udah punya tiket, kita siap buat jalan-jalan naik kapal," jawabnya, sumringah.
"Bagus," Alpha Callum senyum. "Ngomong-ngomong, Kakek Eliezer dan rombongannya bakal dateng kapan aja. Mereka nggak mau telat buat acara besok," katanya, nyengir lebar.
"Oke deh, kita tunggu mereka kalau gitu," kata Clarice riang.
Lorey dan Caden dateng ke balkon dan gabung bareng mereka.
"Mommy, aku mau makan es krim!" kata Caden.
"Boleh! Rasa apa yang mau kamu makan?" tanya Clarice, sambil nyium kepala anaknya.
"Cookies and cream!" jawab Caden.
Clarice ngeliatin Lorey. "Bawain es krim ke sini. Kita ngemil es krim yuk," perintahnya.
"Siap, Luna." Lorey senyum. Dia ninggalin balkon buat ngambil es krim dari kulkas di bawah.
Caden nyamperin ayahnya dan duduk di pangkuannya. "Daddy, di kapal pesiar ada wahana roller coaster nggak?" tanyanya semangat.
"Ada, banyak banget hiburan buat anak-anak di sana, kayak game arcade, arena tali buat anak-anak, manjat dinding batu, kolam renang, seluncuran air, mobil bumper, dan banyak lagi," jawab Alpha Callum.
"Wah! Banyak banget wahana! Daddy mau main dan naik wahana bareng aku seharian?" tanya Caden penuh harap.
"Tentu aja, anakku," jawab Alpha Callum sambil tersenyum, nyium pipi gembul anaknya.
"Hore! Aku semangat banget mau naik kapal pesiar minggu depan!" Caden berseru riang. "Nanti Nanny Lorey ikut nggak?"
"Tentu aja!" jawab Alpha Callum, memeluk anaknya dengan sayang. "Kita bakal kasih kamu adik atau kakak lagi sebentar lagi," katanya, ngedipin mata ke istrinya.
Clarice cekikikan, terhibur.
"Aku mau adik dan kakak beneran, bukan robot, oke?" kata Caden ke ayahnya.
Clarice dan Alpha Callum ngakak ngakak. Permintaan Caden mulai muncul pas mereka nonton film mengharukan di TV tentang keluarga yang beli robot anak laki-laki karena mereka kehilangan anak kandung mereka dalam kecelakaan mobil.
"Tentu aja, nanti ada bayi beneran yang bakal gede kayak kamu," kata Alpha Callum, sambil ngacak rambut anaknya dengan geli.
Lorey balik lagi bawa es krim dan peralatan makan. Dia nyajiin semangkuk es krim pake sendok dan ikutan makan juga.
Satu jam kemudian.
Kakek Eliezer, Marina, dan Carlos dateng ke mansion.
Setelah mereka selesai naruh tas mereka di kamar tamu di lantai dua, mereka ngobrol di ruang tamu sebentar.
Pas malam tiba, mereka makan malam yang mewah di ruang makan.
Setelah makan malam, mereka nonton film sci-fi fantasi di ruang tamu. Setelah film selesai, mereka masuk ke kamar masing-masing di atas, kecuali Alpha Callum dan Kakek Eliezer. Mereka lagi ngebahas Viviana dan Aurelia.
"Dua perempuan itu udah nggak ada kontak lagi ya?" tanya Kakek Eliezer.
"Iya, Aurelia nggak pernah balik lagi ke pantai buat jenguk Viviana. Penjaga ngasih kabar terbaru ke aku setiap hari. Dan aku juga jenguk bayi perempuanku sebulan sekali. Kita udah nggak bahas Aurelia lagi. Aku rasa Viviana udah lupa sama dia," jelas Alpha Callum.
"Bagus. Ngomong-ngomong, Viviana nggak bakal nyerahin hak asuh bayi itu, kan?" tanya Kakek Eliezer.
Alpha Callum geleng kepala. "Nggak. Dia nggak bakal pernah nyerahin anak kita. Istriku bilang ke aku buat nggak ambil anakku dari Viviana karena dia satu-satunya kebahagiaannya. Jadi aku biarin aja. Selama Viviana ngurus anakku dengan baik, aku biarin dia. Tapi kalau dia mulai nyiksa anakku, baru aku ambil anakku dari dia. Jujur aja, Viviana telaten banget ngurus anak kita. Dia sayang banget sama dia. Aku puas dengan tingkah lakunya sekarang," pungkasnya.
"Syukurlah kalau gitu," kata Kakek Eliezer lega.
"Iya, sejauh ini baik-baik aja. Penjaga yang aku tempatin di sana ngasih kabar harian tentang kejadian di pantai," tambah Alpha Callum.
"Aku senang Viviana akhirnya melunak. Aku rasa kehadiran bayi dalam hidupnya bakal bikin dia lebih membumi, lebih tenang, dan lebih masuk akal," komentar Kakek Eliezer.
"Iya, aku juga mikir gitu. Makanya aku mutusin buat nggak lagi ngejar minatku buat dapetin hak asuh anakku dari Viviana. Aku rasa bayi perempuanku ada di tangan yang baik," kata Alpha Callum dengan nada final.
"Oke deh, aku senang buat kamu dan Clarice, akhirnya semuanya berjalan dengan baik. Sekarang, aku cuma bisa ngeliat lautan kebahagiaan yang tak berujung buat kamu dan keluarga di hari-hari dan tahun-tahun mendatang," kata Kakek Eliezer riang.
Duapuluh menit kemudian, percakapan mereka akhirnya selesai. Mereka ninggalin ruang tamu dan naik ke kamar masing-masing buat istirahat malam.