69. Tinggalkan Aku Sendiri!
~Rumah Alpha Callum~
Beta Amir melapor ke Alpha Callum apa yang terjadi di pantai. "Para penjaga melapor ke saya kalau Viviana ada tamu hari ini, dan mereka ngobrol hampir dua jam, terus tamunya pulang," katanya.
Alpha Callum mengangkat alis. "Dan siapa tamunya?" tanyanya.
"Penjaga ngirim foto ke saya. Gak lain gak bukan Aurelia, istri Alpha Bruce dari Kawanan Bloodhound," jawab Beta Amir.
Kerutan di dahi Alpha Callum semakin dalam. "Kenapa Aurelia jenguk Viviana? Apa mereka temenan?"
Beta Amir garuk-garuk kepala. "Setahu saya, mereka gak..."
"Jadi kenapa Aurelia jenguk Viviana? Apa tujuannya jenguk dia? Dan apa yang mereka obrolin?" Alpha Callum bertanya dengan bingung.
"Gak tau, Alpha. Penjaga gak bisa deket-deket sama mereka buat nguping obrolan mereka," jelas Beta Amir.
Alpha Callum terdiam sejenak, mikir apa yang harus dilakuin. Apa yang terbaik yang harus dilakuin?
Beta Amir berdeham. "Apa kita harus ngasih tau Luna Clarice soal pertemuan Aurelia sama Viviana di pantai?" tanya Beta Amir.
Alpha Callum menggeleng, wajahnya serius. "Gak usah. Aku gak mau istriku stres mikirin itu. Aku mau dia hidup tenang dan gak diganggu sama dua cewek itu. Aku sendiri yang akan urus ini," katanya, sambil berdiri.
"Mau kemana, Alpha? Mau saya ikut?" tanya Beta Amir.
Alpha Callum menggeleng. "Gak usah. Tetap di sini aja. Aku mau konfrontasi Viviana soal keterlibatannya sama Aurelia. Aku akan putus hubungan mereka sebelum mereka makin deket. Aku sama sekali gak nyaman sama pertemanan mereka. Kalau istriku nanya, bilang aja aku lagi keluar buat urus beberapa hal penting. Aku balik lagi beberapa menit lagi," katanya.
"Siap, Alpha," kata Beta Amir.
Alpha Callum menghilang dari ruangan dalam sekejap mata, teleportasi ke rumah Viviana.
Dia muncul di luar rumah Viviana tempat para penjaga berjaga.
Para penjaga melihatnya. "Selamat siang, Alpha," mereka menyapa serempak.
Dia mendekati para penjaga. "Semuanya baik-baik aja di sini?" tanyanya.
"Iya, semuanya baik-baik aja di sini," jawab para penjaga serempak.
"Viviana di mana?" tanya Alpha Callum.
"Dia di dalam rumah, Alpha," jawab salah satu penjaga.
"Oke. Kabarin dia kalau aku di sini. Aku tunggu dia di depan pantai," perintah Alpha Callum.
"Siap, Alpha," kata penjaga itu, dan berjalan ke rumah.
Alpha Callum duduk di kursi malas, menghadap pantai.
Beberapa saat kemudian, penjaga itu kembali dan berkata, "Alpha, Viviana bilang dia lagi gak enak badan. Bapak harus ke kamarnya kalau mau ngomong sama dia."
"Oke." Alpha Callum berdiri dan masuk ke dalam rumah. Dia naik tangga dan pergi ke kamar Viviana.
Waktu dia masuk kamar, Viviana lagi tiduran di kasur, keliatan kayak lagi kena *morning sickness*.
Viviana natap mantan suaminya dengan tatapan rindu yang mendalam. "Akhirnya, kamu jenguk aku dan bayi kita. Aku kira kamu udah lupa sama kita," katanya, meratapi, sambil mengelus perut buncitnya biar dia lihat, kayak nyolek-nyolek hati nuraninya.
Alpha Callum gak peduli, berusaha menutupi taktiknya yang bikin merasa bersalah. "Penjagaku bilang kamu ada tamu hari ini, dan itu gak lain gak bukan Aurelia."
Viviana mengangkat alis. "Terus kenapa? Apa aku gak boleh lagi nerima tamu di rumahku sendiri?"
"Kamu boleh nerima siapa aja, asal jangan Aurelia!" kata Alpha Callum dengan nada keras.
Dahi Viviana berkerut. Kecurigaannya tumbuh pesat. "Dan kenapa aku gak boleh ada Luna Aurelia di rumahku? Kamu kenal dia? Apa dia pernah bikin salah sama kamu? Apa dia musuhmu?"
Wajah Alpha Callum jadi gelap. "Aku gak perlu jelasin ke kamu alasannya. Jauhin Aurelia. Dia bukan pengaruh yang baik buat kamu. Penjagaku gak akan nerima Aurelia lagi. Kalau dia datang ke sini, dia akan diusir. Dia gak diterima di sini!"
Kaget, Viviana menatap wajah mantan suaminya dengan kaget, kebencian yang membara terpancar di matanya. "Kita udah gak sama-sama lagi, kenapa kamu masih ikut campur hidupku? Kamu gak bisa nyuruh-nyuruh aku!" katanya dengan menantang.
"Penjagaku akan nurut perintahku. Aurelia dilarang masuk ke properti ini. Titik!" Alpha Callum menetapkan peraturan barunya buat dia ikutin.
"Aku benci penjaga kamu. Mereka tukang cari muka. Tarik mereka! Aku akan nyewa penjaga sendiri!" dia menuntut dengan marah.
"Gak bisa! Kamu tanda tangan kontrak kita. Penjaga di sini buat lindungin kamu dan bayi kita. Aku akan tarik penjaga kalau kamu kasih bayinya ke aku setelah kamu lahiran. Kamu boleh nyewa penjaga apa aja yang kamu mau, asalkan kamu kasih aku hak asuh penuh atas bayi kita. Kalau kamu gak setuju, penjagaku tetap di sini. Ngerti?" Suara Alpha Callum bergemuruh di seluruh ruangan.
Air mata jijik memenuhi mata Viviana. "Kenapa kamu nge-bully aku?" Jangan ganggu aku! Kita udah cerai. Berhenti ikut campur hidupku! Balik aja ke istri palsu kamu!" katanya, teriak ke arahnya sekeras mungkin, pengen seluruh rumah tahu kalau mantan suaminya lagi nge-bully dia.
Alpha Callum melangkah mendekati kasur. "Aku udah peringatin kamu. Jauhin Aurelia, dia akan ngerusak pikiranmu!"
Dia menatapnya dengan berani. "Jadi kamu udah tau rahasia terdalam istrimu?"
Alis Alpha Callum menyatu. "Maksudnya apa? Kamu tau apa?"
Viviana tertawa terbahak-bahak. "Aku tau Charice itu Clarice. Dia mantan istri Alpha Bruce, yang dikira udah meninggal dan menghilang. Aurelia cerita semuanya tentang rahasia kotor Clarice. Jadi berhenti nge-bully aku atau seluruh komunitas manusia serigala akan tau tentang rahasia Charice!" dia mengancam.
Mata Alpha Callum berubah jadi celah karena marah. "Sebarin beritanya, dan kamu akan mati pas tidur, jalang!" dia mendesis ke wajahnya, tatapannya membunuh.
"Coba aja!" Viviana tertawa geli. "Kamu gak bisa bunuh aku! Aku lagi hamil bayi kamu di dalam perutku, ingat?"
Alpha Callum membeku setelah ingat Viviana lagi hamil bayinya. Dia gak boleh biarin amarahnya menguasai dirinya, dia bisa jadi penyebab kematian anaknya sendiri.
Viviana menatapnya dengan dingin. "Sekarang keluar dari rumahku! Kamu nyelonong masuk!"
Mulut Alpha Callum mengeluarkan geraman mengancam. "Aku peringatin kamu, Viviana, jangan bangun pertemanan sama Aurelia! Kalau kamu lakuin itu, kamu akan menyesal!"
"Berhenti nyuruh-nyuruh aku! Aku bukan lagi istrimu! Aku bukan lagi Luna kamu! Tinggalin aku! Keluar dari rumahku!" Viviana berteriak dengan marah, melempar bantal ke mukanya.
Kesal, Alpha Callum mengambil bantal dan menaruhnya kembali di kasur. "Jangan pancing emosi gue! Hindari bikin kesalahan bodoh demi kebaikanmu sendiri. Ngerti?"
Murka, Viviana meludahi wajahnya. "Itu buat kamu udah ngianatin aku! Buat ceraian dan ninggalin aku sama bayi aku! Keluar dari kamarku! Keluar dari rumahku! Aku benci banget sama kamu!"
Alpha Callum menatap mantan istrinya, mendidih dalam amarah.
Viviana berteriak sekeras mungkin, menyemburkan racun ke wajahnya. "Pergi sekaraaang!"
Alpha Callum berjalan ke pintu dan keluar dari kamar, rahangnya mengencang karena marah.
Setelah ngasih instruksi ke penjaga kalau Aurelia dilarang masuk ke properti Viviana, Alpha Callum teleportasi balik ke rumah mewah tepat waktu buat gabung Clarice dan anak mereka di kolam buat *family bonding*.
Dia pura-pura gak ada apa-apa yang terjadi dan tersenyum cerah buat keluarganya lihat.
Clarice gak tau kalau suaminya dan Viviana berantem gede di rumah pantai karena Aurelia.