75. Menghilang Tanpa Jejak
Hari-hari berlalu cepet banget.
Di hari keempat ulang tahun pernikahan mereka, mereka makan malam romantis dengan lilin di dalam suite mereka dan bercinta semalaman.
Di hari ke-5, pasangan itu menghabiskan waktu mereka di area kolam renang kapal pesiar dan menikmati jacuzzi bersama pasangan lain.
Mereka nonton pemain seluncur es di arena seluncur selama satu jam. Mereka juga nyobain mobil bumper, sepeda tinggi di atas kapal, dan simulator skydiving. Terus mereka lanjut nyobain roller coaster, langsung nyebur dan suka banget sama pengalaman yang memacu adrenalin dan seru abis.
Mereka have fun banget.
Pasangan itu juga pergi nonton pertunjukan di teater.
Malam itu, pasangan itu nonton film di kamar mereka dan setelah selesai nonton film, mereka keluar dari suite mereka dan pergi ke tempat favorit mereka untuk menikmati malam yang indah.
Mereka duduk nyaman di kursi santai dan mengagumi langit yang penuh bintang.
"Aku pengen minum kopi cokelat," kata Clarice.
Alpha Callum berdiri. "Oke, ayo beli kopi."
"Kamu duluan aja, aku di sini aja," kata Clarice, sambil memandangi langit dengan mata berbinar.
"Oke, sayang, aku balik lagi sebentar. Jangan kemana-mana," kata Alpha Cullum. Dia mencium kepalanya dan pergi.
Clarice menatap lautan, menghirup angin laut, suka banget sama suasana malam yang menyenangkan.
Dia sendirian. Nggak ada orang lain yang menempati tempat itu saat ini. Udah jam 10:00 malam dan orang-orang udah pada tidur nyenyak di kabin mereka.
Dia nggak sadar kalau ada cowok yang merhatiin dia dari jarak dua puluh meter.
Cowok itu adalah Kaspar.
Begitu dia ngelihat Clarice sendirian, Kaspar nggak buang waktu dan berjalan mendekat ke arahnya. Dia duduk di kursi santai tiga meter dari tempat Clarice.
Dia dapat teman.
Clarice langsung nyadar cowok itu pake jaket hoodie. Wajahnya sebagian ketutupan hoodie. Dia lagi duduk di kursi santai di dekatnya, sibuk main hp. Terus dari sudut matanya, cowok itu berdiri, berjalan ke pagar kapal dan nggak sengaja menjatuhkan dompetnya di lantai, tapi dia nggak nyadar.
Clarice berdiri dan otomatis ngambil dompet itu dan nyamperin cowok itu. "Mister, dompet kamu jatuh," katanya.
Kaspar berbalik, menatapnya dan tersenyum. Saat itu juga dia udah ngasih mantra beku ke dia. "Makasih, Nona. Kamu baik banget," jawabnya riang.
Clarice nggak bisa ngalihin pandangannya dari dia. Kenapa suaranya kayak familiar banget? Dia nggak akan pernah bisa lupa suaranya. Jantungnya berdetak kencang di dalam dadanya. Sekarang dia akhirnya ingat! Suaranya mirip banget sama suara Kaspar!
Tapi udah terlambat buat ngapa-ngapain. Mantra itu udah berefek dan Clarice berdiri membeku. Dengan kecepatan kilat, Kaspar langsung mengangkat tubuh Clarice dan ngebuang dia ke air sementara kapal terus maju.
Untuk sedetik, Kaspar ngelihat ke kiri dan ke kanan buat ngecek ada saksi atau nggak, tapi nggak nemu. Dia langsung ninggalin area itu karena Alpha Callum bakal balik lagi nggak lama lagi.
Gerakan Kaspar cepet dan sempurna. Dia nggak ninggalin bukti apa pun yang bisa ngaitin dia sama kejahatannya. Dia balik ke kamarnya dan ngumpet di sana. Dia nggak bakal bisa tidur malam ini, tahu kalau dia udah ngebunuh Clarice dua kali.
Balik lagi ke tempat favorit pasangan itu, Alpha Callum balik dengan dua cangkir kertas kopi cokelat panas. Keningnya berkerut pas dia nggak ngelihat istrinya di sana. Dia spesifik nyuruh dia buat nggak ninggalin tempat dan nunggu dia.
Dia di mana?
Dia berjalan mondar-mandir, nyari istrinya. Pas dia gagal nemuin dia di tempat favorit mereka, dia balik ke suite mereka, tapi dia juga nggak ada di sana.
Dia bisa di mana?
Kebingungan Alpha Callum makin menjadi seiring berjalannya menit.
Ada yang nggak beres...
Clarice pergi kemana? Tapi kenapa dia pergi tanpa dia? Dia biasanya nggak gitu, keluyuran di kapal pesiar sendirian. Mereka selalu menjelajahi tempat-tempat bareng.
Dia ninggalin suite itu dan nyari istrinya dari atas sampai bawah kapal tapi nggak bisa nemuin dia.
Tiga jam kemudian, Alpha Callum akhirnya nyamperin staf kapal pesiar dan ngelaporin kalau istrinya hilang. Dia nggak bisa nemuin dia gimana pun caranya.
Kapten kapal pesiar mutusin buat berhentiin kapal dari berlayar karena kejadian itu dan manajemen nyuruh staf buat bantu Alpha Callum nyari istrinya. Buat bikin pencarian lebih gampang, dia nunjukkin foto close-up Clarice di hp-nya.
Staf juga ngecek rekaman kamera CCTV di dekat suite presiden, terutama kamera di dekat tempat favorit pasangan itu. Sayangnya, kameranya rusak dan berhenti merekam pagi itu.
Setiap menit berlalu, kekhawatiran dan kegelisahan yang dirasain Alpha Callum di perutnya makin menjadi-jadi.
"Apa istriku jatuh ke laut?" tanyanya keras-keras.
Dia dan staf bergegas ke pagar kapal. Karena kapal udah berhenti bergerak, gampang buat ngelihat kalau ada sesuatu yang ngambang di permukaan air. Mereka ngelihat ke bawah ke air yang tenang. Mereka nggak bisa ngelihat apa pun yang ngambang di permukaan yang mirip bentuk manusia.
"Tapi nggak mungkin orang dewasa jatuh ke air kecuali orang itu sengaja lompat ke air atau dia sengaja dibuang ke air sama seseorang," kata salah satu staf dengan cemas.
Jantung Alpha Callum tiba-tiba berhenti berdetak. A-apa mungkin ada pembunuh berantai yang berkeliaran di kapal pesiar? Itu mungkin!
Tapi sebelum dia ninggalin sisi Clarice buat beli kopi, dia sendirian, nggak ada orang lain yang nempatin area itu. Tapi dia nggak bisa yakin 100% karena beberapa orang mungkin datang setelah dia pergi.
Alpha Callum balik ke suite dan ngecek barang-barang Clarice. Semuanya utuh, nggak ada yang hilang. HP-nya ada di meja samping tempat tidur. Dia biasanya nggak bawa hpnya pas malam karena dia pengen nikmatin alam tanpa gangguan.
Dia nyoba buat bangunin ikatan pikiran sama dia beberapa kali, tapi dia nggak nyaut.
Apa yang terjadi?
Kepalanya sakit banget karena kekhawatiran dan kebingungan yang ekstrem nyergap pikiran dan tubuhnya. Kenapa istrinya tiba-tiba hilang?
Jam-jam yang menyakitkan berlalu.
Alpha Callum dan beberapa staf kapal pesiar yang berdedikasi nggak tidur malam itu cuma buat terus nyari Clarice yang hilang.
Jam berlalu dan senja datang, masih nggak ada tanda-tanda Clarice di mana pun di kapal.
Beberapa staf nyaranin kalau ada kemungkinan dia nggak sengaja atau sengaja lompat ke laut. Tapi dia berdebat sama mereka dan berulang kali bilang sama mereka kalau istrinya nggak bunuh diri dan nggak stres secara emosional. Dia bahagia sama kehidupan pernikahan mereka, nikmatin ulang tahun pernikahan mereka di atas kapal pesiar.
Pas hari baru mulai, staf ngasih tahu semua penumpang kalau ada seorang wanita yang hilang tadi malam dan nyuruh semua orang buat maju kalau mereka ngelihat Clarice. Fotonya diposting di setiap sudut kapal.
Sayangnya, nggak ada satu pun yang maju buat bilang kalau mereka ngelihat dia tadi malam.
Orang terakhir yang ngelihat Clarice adalah suaminya dan ada rekaman CCTV di restoran tempat dia beli kopi panas, bukti kuat kalau dia ngomong yang sebenarnya.
Alpha Callum putus asa dan nolak buat istirahat dan tidur. Dia nggak nafsu makan. Hilangnya istrinya yang tiba-tiba bikin kekosongan yang mendalam di hatinya.
Dia balik ke suitenya dan natap lautan luas, kelihatan sedih, mikirin Clarice ada di mana sekarang dan apa yang terjadi sama dia saat dia ninggalin dia buat beli kopi? Dia marah banget. Kenapa kamera CCTV di area itu rusak di hari yang sama istrinya hilang di kegelapan malam sementara kapal lagi berlayar?
Kenapa, oh kenapa?
Dia duduk di tepi tempat tidur kelihatan sengsara, hancur karena hilangnya Clarice. Dia natap foto istrinya di hpnya lama banget. Air mata duka dan kesedihan jatuh dari matanya langsung ke layar.
"Kamu di mana sekarang, istriku? Di mana aku bisa nemuin kamu?" tanyanya, suaranya pecah karena beratnya kesedihannya. Dia nangis dalam keputusasaan, nggak tahu harus nyari istrinya di mana karena dia nggak bisa ditemuin di dalam kapal.
Lautan nggak kenal ampun, rumah bagi banyak binatang buas, bukan tempat yang aman, terutama buat wanita rapuh kayak Clarice. Pikiran-pikiran yang menakutkan itu makin ngentelin ketakutannya akan keselamatannya.
Pesta perayaan ulang tahun pernikahan mereka berakhir dengan tragedi. Kalau aja dia tahu hal ini bakal terjadi, dia nggak bakal setuju buat trip ini. Pas Clarice nyaranin perjalanan kapal pesiar seminggu buat ngerayain ulang tahun pernikahan mereka, dia setuju banget karena dia pengen dia bahagia.
Tapi udah terlambat sekarang. Hal-hal buruk terjadi di luar kendalinya.
Dan itu bikin dia mual karena dia nggak tahu apa yang sebenarnya terjadi sama istrinya. Gimana bisa dia hilang di tengah malam tanpa jejak?
Gimana?