Bab 108 Memecahkan Telur
Setelah Emma ngomong gitu, Kimberly tanpa sadar jadi santai. "Lo bener juga. Gak ada yang perlu di buru-buru."
Setelah Emma pergi, Kimberly duduk diem di rumah lumayan lama. Makin dia mikirin apa yang terjadi, makin gak enak perasaan dia.
Kimberly keluar dari kamar mandi. Kasus baru aja selesai, dan pengadilan penuh orang, semua pada mau keluar pintu depan.
Kimberly langsung kenal punggung Laura. Dia langsung lari dan narik pergelangan tangan cewek itu, "Laura!"
Laura nengok, mengerutkan dahi dan natap dia gak suka, keliatan banget keselnya.
Kimberly marah banget liat tatapan itu. Dia ngedumel, cuma dua orang yang denger, "Lo menang cuma karena bantuan Anthony. Kalo ada lain kali, lo gak bakal seberuntung ini. ...... Lo bakal urus diri sendiri mulai sekarang!"
Laura natap dia bingung dan gak suka narik tangannya, sambil tepuk-tepuk tangannya kayak takut kena kotoran.
Ekor matanya ngelirik Kimberly dan bilang, "Lo ngomongin apa sih?" Bukannya dia menang perkara ini karena keadilan ada di pihaknya dari awal?
Kimberly, malah ngerasa dia sengaja mau mancing emosinya. Dia ngerendahin suaranya lagi dan ngingetin, "Laura, gue saranin lo berhenti. Kalo lo gak minta maaf, gue bikin lo gak betah di kota ini kedepannya. Gue beneran!"
Laura malah ketawa.
Dia gak peduli sama Kimberly yang tiba-tiba ngamuk dan balik badan buat keluar pintu depan.
"Laura!" kata Kimberly sambil ngejar Laura.
Baru aja dia keluar pintu depan, tiba-tiba ada titik item terbang di udara dan kena kepalanya.
"Ah-" Kimberly teriak.
Dengan kepala penuh telur dan cangkang telur, dia natap Dan dengan benci, yang gak jauh dari dia, "Lo ngapain sih!"
Dan jongkok di samping patung singa di pintu masuk. Dia goyangin telur mentah di tangannya dan bilang, "Gue lempar lo pake telur, kenapa? Gak liat?" Terus dia ngelempar beberapa telur lagi ke Kimberly.
Kimberly berantakan banget. Dia ngedumel, benci banget sama Dan, tapi karena Dan orang yang gak bisa dia lawan, dia cuma bisa nahan diri dan bilang, "Berhenti deh."
Tiba-tiba, beberapa orang di sekitar kenal Kimberly dan mulai foto-foto pake hp.
Kimberly sadar banget sama gerakan itu dan tiba-tiba panik. Dia nutupin badannya dan ngindar, "Jangan foto-foto, plis jangan!"
Emma, yang denger kejadian itu, nyelip di kerumunan dan narik tangannya sambil lari keluar, "Cepetan! Gak usah peduliin mereka!"
Nonton mereka ngilang, Dan muter dua telur di tangannya dan cemberut gak suka, "Gitu doang? Gak seru."
Dia berdiri dan ngegandeng bahu Laura, nyengir ke arahnya, "Gimana? Puas sama penampilan gue barusan?"
Ujung bibir Laura naik, tapi dia langsung tahan lagi.
Dia sengaja manyunin bibirnya dan bilang, "Gak puas."
"Hah?" Mata Dan membelalak.
Laura pura-pura sedih, "Masa sih dipecahin pake telur? Buang-buang makanan aja. Lain kali lo buang aja ke tempat sampah."