Bab 125
Pada saat yang sama.
Lily nemuin Bai Yu.
"Kak, bisa bantuin baca kata gak?"
"Baca?" Bai Yu nengok, naruh tugas-tugasnya, terus bilang, "Kata apaan yang bikin adek kelas yang udah lama gak keliatan ini dateng sendiri."
"Ah, Kak, jangan ngejek deh!" Lily dengan ringan negur sambil ngehentakin kakinya dan ngebuka surat dari Laura di meja. "Kan kakak udah belajar kaligrafi sama aku, pasti bisa liat nama dari kata ini."
"Tipu-tipu nih? Tipu-tipu apaan?" Bai Yu agak serius dan ngeliatin kata-kata itu dengan teliti.
Tapi baru beberapa kali ngeliat, dia ketawa, "Wah, kamu, kata-kata master mana yang kamu ambil? Kasih liat biar aku bisa identifikasi, mau ngerjain aku ya?"
"Enggak!" Ngeliat Bai Yu juga ngeremehin kata-kata ini, Lily jadi kesel. "Master apaan, ini kata-kata dari anak SMA, tolong bantu aku liat cepetan!"
"Ditulis anak SMA?" Bai Yu cemberut dan langsung nolak. "Gak mungkin!"