Bab 95 Formulir Pendaftaran
Setelah ngejawab pertanyaan Lucy, Laura ngelirik dia dengan penasaran terus nanya, "Ngomong-ngomong, itu apa yang lagi lo pegang di tangan lo?"
"Ini?" Lucy ngangkat kertas di tangannya, "Ini formulir pendaftaran buat festival seni!"
Dia muter badan di lorong terus teriak, "Ayo lihat! Kalau minat, daftar ya!"
Dia ngambil selembar kertas terus nyodorin ke Laura, "Ngomong-ngomong, lo mau ikutan gak?"
"Nggak." Laura nolak dengan kejam, "Kayaknya ribet banget."
"Iya juga sih." Lucy ngangguk, "Hadiah juara satunya cuma seratus ribu dolar, duit segitu mah gak sebanding sama waktu yang dihabisin. Siapa sih yang mau..."
"Seratus ribu? Juara satu hadiahnya 100.000 dolar?"
"Iya." Lucy mulai ngomel lagi, "Sekolah pelit banget, siapa juga yang mau ikutan?"
"Gue." Laura ngambil formulir pendaftaran terus mulai ngisi.
Lucy bingung, dia ngelihat formulir pendaftaran di tangannya sama di tangan Laura dengan gak percaya.
Karena penasaran, Lucy ngintip formulir pendaftaran Laura buat lihat dia mau daftar apa aja.
Lucy kaget -- ada selusin acara totalnya, dan Laura daftar semua acara kecuali nyanyi dan nari.
...
Hari ini adalah hari sidang pengadilan.
Rumah Taylor.
Kimberly mondar-mandir di ruang tamu, gelisah dan gak tenang.
Sesekali, dia berhenti mendadak terus ngelihat ke arah Nyonya Taylor tua dengan mata berair, "Nenek, aku harus gimana? Sidangnya bentar lagi..."
"Sayang, jangan khawatir." Nyonya Taylor tua nyodorin jeruk yang udah dikupas ke tangannya, "Dia kan anak haram, dia bisa apa? Kamu gak usah takut, Nenek ada di sini."
"Hmm." Kimberly makan jeruk itu. Rasa manis dan asam di mulutnya bikin matanya merah dan hampir nangis. Apalagi, saat ini, dia tiba-tiba keinget sikap dingin Eric akhir-akhir ini, dan tingkah laku Laura yang macem-macem...
Jadi, Kimberly makin sedih untuk sesaat.
...
Klub seni kantor.
Orang-orang yang duduk melingkar lagi ngeberesin formulir pendaftaran yang berserakan di meja.
Lily buka pintu terus masuk dengan setumpuk formulir pendaftaran, "Ini formulir kelas 2."
Dia hati-hati naruh semua kertas di pojok meja terus mulai ngeberesin kertas-kertas itu bareng anggota klub seni.
"Festival seni bentar lagi, kalian harus kerja keras akhir-akhir ini, kan?"
Lily jago banget pakai trik-trik kayak gini, bersikap lembut itu perlu biar orang lain ngerasa enak sama dia.