Bab 127 Diskualifikasi
Sementara itu, Nyonya Lin Fu, istrinya Pak Taylor yang lagi dinas bareng, baru balik dari luar negeri.
Si pengurus rumah nyapa dua orang itu. "Tuan, nyonya, nona kedua lagi ikutan festival seni hari ini. Mau lihat ke sekolah nggak?"
Lin Fu lagi buka jaket, terus ngendus. "Dia kan kampungan, jangan-jangan malah nggak dapet hadiah. Untung aja nggak bikin malu keluarga Lambert!"
Waktu Nyonya Taylor ambil jaket dan mau gantung di gantungan, nadanya khawatir. "Suami, kita lihat aja, yuk. Khawatirnya dia nggak diawasin, malah bikin ulah..."
"Nggak usah ikut." Lin Fu melambai-lambaikan tangannya, cuek.
Beberapa saat kemudian.
Lin Fu nyalain TV dan pencet channel live Sekolah Menengah Swasta Linguang.
Di layar, peserta dari tiap kelas masuk satu per satu, termasuk Laura.
Lin Fu naikin alisnya, dan setelah yakin nggak salah lihat, dia duduk di sofa dan merhatiin.
...
Belakang panggung.
Bai Yu, sambil megang kaligrafi di tangannya, lagi nge-interogasi ketua grup seni dengan serius. "Laura, peserta dari grupmu, nyolong tulisan Pak Wei. Masa nggak ketahuan?!"
Ketua grup seni kaget dan nggak ngeh. "Hah?"
"Aku bilang," Bai Yu dengan nggak sabar nunjuk ke pojok kanan bawah stempelnya, "Laura curang, kamu nggak bisa lihat?"
"Ehm..." Ketua grup seni diem.
Bai Yu nyinyir. "Kalau masalah ini nyebar, kamu tahu apa yang bakal sekolah lakukan?"
"Nggak tahu." Sadar masalahnya serius, ketua grup seni sibuk nyari aman. "Memang salah kita nggak nemu tepat waktu, tapi kita nggak akan biarin masalah ini!"
"Kakak," waktu itu, Lily yang lagi bantuin, nggak sengaja nemu Bai Yu di belakang panggung, "kamu ngapain di sini?"
"Kakak, kamu pas banget datang."
Bai Yu buru-buru ngebentangin gulungan tulisan di tangannya. "Lihat nih, tulisan Laura ternyata ada stempelnya Pak Wei. Ini pasti tulisan Pak Wei!"
"Hah? Nggak mungkin." Lily masang tampang kaget dan nutup mulutnya. "Masa sih adikku begitu? Ada yang salah nih?"
"Ih," Bai Yu nyengir sinis, "masih aja, kamu terlalu baik. Ada aja orang di dunia ini yang pake cara-cara kotor demi nama palsu."
Lily geleng-geleng nggak percaya. "Nggak... nggak mungkin..."
"Udah, jangan belain adikmu. Kali ini, aku pasti bongkar wajah aslinya Laura!" Bai Yu kelihatan dingin.
...
Festival seni resmi dimulai.
Di panggung dan di bawah panggung, juri dan penonton dateng ke meja satu per satu.
Setelah ruang siaran langsung dibuka, banyak netizen yang langsung masuk.
"Udah siapin bangku kecil sama semangka, siap-siap buat muji selangit nih!"
"Eh, kalian nyadar nggak sih, muka Bai Yu jelek banget?"
"Kok aku nyium bau gosip besar ya? Tunggu aja dramanya."
"Drama +1."
Ketua grup seni nemuin kepala sekolah yang mau tampil.
Dia kelihatan ragu-ragu dan mau lapor pelan-pelan. "Kepala sekolah, ada temen sekelas namanya Laura, dia..."
Kata-katanya belum selesai, di bawah meja Bai Yu tiba-tiba berdiri.
Semua orang langsung natap dia dengan muka bingung.
Aku lihat Bai Yu teriak keras, "Saya mau bongkar kecurangan peserta Laura! Dia nyolong tulisan guru Wei Xiong..."
Ketua grup seni ketakutan setengah mati karena kemunculan mendadak ini. Dia merebut mikrofon. "Saya baru tahu. Saya umumkan mulai sekarang, Laura didiskualifikasi dan akan dikeluarkan!"
Terus dia ngelirik hati-hati ke kepala sekolah di sampingnya.
Apakah sikapnya sudah cukup cepat?