Bab 13
KETAHUAN
Lian dan Clifford ngebut ngikutin Nichole tanpa dia sadar, terus ngeliatin dia pas taksi berenti di depan sebuah bangunan terpencil. Mereka juga ngumpet agak jauh biar dia gak curiga.
"Ngapain dia di tempat kayak gini?" tanya Lian.
Mereka diem aja ngeliatin pas dia turun dari taksi dan masuk ke dalam bangunan. Mereka juga turun, ngendap-ngendap ngikutin dia, ngeliatin bener-bener biar gak ketahuan. Preman-preman keluar buat nyambut Nichole seperti biasa.
"Siapa tuh orang-orang?" tanya Lian.
"Tenang Lian, atau lo mau kita ketahuan?" Clifford memperingatkan.
Lian diem aja pas mereka ngeliatin Nichole masuk ke ruangan tempat Rosita berada. Lian langsung ngeluarin hapenya dan mulai merekam. Hati Clifford sakit banget ngeliatin istrinya disiksa sama Nichole.
"Rosita..." dia berbisik dalam hati.
Siksanya parah banget, dia gak kuat lagi ngeliatin. Dia berdiri dengan marah dari tempat persembunyian mereka buat nyelamatin istrinya, tapi Lian narik dia balik.
"Jangan sekarang Cliff, kita harus dapet buktinya dulu."
Clifford duduk lagi dengan air mata di matanya, ngeluarin hapenya, dan nelpon polisi.
DI DALAM RUANGAN
"Gue rasa lo udah liat videonya, Rosie." kata Nichole ke Rosita dengan nada mengejek.
"Tolong, lepasin gue sekarang, Nichole. Lo udah dapet apa yang lo mau," pinta Rosita lemah.
"Belum Sweetheart..." jawab Nichole dengan jijik dan keluar dari ruangan.
Dia keluar buat ketemu preman-preman lagi,
"Habisin dia.." perintahnya dan pergi.
DI LUAR RUANGAN
Lian dan Clifford di tempat persembunyian mereka ngeliatin dengan diem pas Nichole pergi. Mereka cepet-cepet keluar dan ngegas masuk ke ruangan dan ketemu preman-preman yang lagi nodongin pistol ke Rosita.
"Cliff..." dia manggil lemah pas ngeliat suaminya.
Pas banget, mereka denger suara sirene polisi. Preman-preman kaget, nembak Rosita dan kabur.
"Rosie..." Clifford nangis dan lari ke tempat dia rebahan dan meluk dia di tangannya
"Tetap sama gue, Rosie..."
"Cliff..." dia nangis lemah dan pingsan.
Clifford cepet-cepet ngeluarin hapenya dan nelpon saudaranya.
"Lian, gue bawa Rosita ke rumah sakit."
"Oke Cliff, kita urus preman-preman itu," dia meyakinkan.
Clifford cepet-cepet bawa istrinya dan ngebut ke rumah sakit. Preman-preman itu nyoba kabur tapi ditangkep sama Lian dan polisi.
RUMAH SAKIT
Clifford berenti di depan rumah sakit dan manggil perawat. Mereka bawa tandu dan bawa Rosita ke ruang operasi. Dokter nyuruh dia nunggu di luar. Beberapa jam kemudian, dokter keluar.
"Gimana dia?" tanya Clifford.
"Kita beruntung, pelurunya kena bahu. Kita udah ambil pelurunya dan dia baik-baik aja sekarang. Bayinya juga dalam kondisi bagus. Dia bakal dipindahin ke bangsal segera," jawab dokter.
"Makasih, dokter," dia jawab, ngerasa lega.
Dalam satu jam, Rosita dipindahin ke bangsal pribadi dalam keadaan sadar penuh. Dia senyum pas suaminya masuk ke bangsal.
"Cliff..." dia manggil.
Suaminya senyum dan duduk di samping ranjangnya.
"Gue seneng lo balik lagi dear." dia pegang tangannya dan nyium keningnya.
"Itu Nichole, Cliff. Dia yang nyulik gue," kata Rosita.
"Gue tau dear, gue udah coba peringatin lo sebelumnya tentang dia, tapi lo gak percaya sama gue," dia jawab.
"Gue minta maaf banget Sweetheart" dia jawab.
Mereka ngobrol sebentar dan Rosita nanya ke Clifford tentang videonya. Clifford menghela napas dan ngejelasin semuanya ke dia.
"Dia ngejebak gue, dan gue terlalu polos buat sadar apa yang dia rencanain. Tolong, maafin gue," Clifford memohon.
"Gue maafin lo, Cliff, gue tau lo gak bakal ngelakuin apa pun buat nyakitin gue," dia jawab.
Clifford tetep di sana sebentar dan nelpon Lian.
"Halo Lian, gimana kabarnya?" dia tanya.
"Preman-premannya udah ditangkep dan mereka sama polisi sekarang. Gimana Rosita sekarang?"
"Dia sadar dan ngerasa lebih baik saat ini. Dokter bilang kita bakal boleh pulang besok."
"Oke, itu kabar bagus. Gue lagi otw ke rumah sakit buat nemuin dia."
"Gak usah Lian, ketemu di rumah Mum aja. Gue lagi mau ke sana."
"Oke bro, see you," dia jawab dan nutup telepon.
Clifford noleh ke istrinya dan senyum.
"Gue harus pergi sekarang dear, ada yang harus gue urus. Gue bakal ke sini buat lo besok."
"Oke Sweetheart," jawab Rosita.
Dia nyium istrinya dan pergi.
RUMAH MEWAH HOLLANDS'
Lian dan Clifford nyampe rumah barengan. Mereka ngegas masuk ke rumah dengan Clifford marah-marah manggil Nichole
"Nichole... Nichole..."
Nichole, Mad. Flora dan semua pekerja lainnya lari ke aula pas mereka denger teriakan Clifford.
Nichole: Kenapa lo teriak-teriak manggil nama gue?
Mad.Flora: Clifford, apa maksud drama ini?
Clifford: Di mana istri gue, Nichole?
"Omong kosong apa yang lo omongin, Cliff?" ibunya bertanya.
"Bukan omong kosong Mum," jawab Lian.
"Gue bilang di mana istri gue, Nichole," dia bertanya dengan marah.
"Gue gak tau apa yang lo omongin Cliff," dia jawab dengan acuh.
Clifford (dengan marah): Beneran...., terus apa ini?
Dia ngeluarin hape Lian dan nunjukin videonya ke dia. Dia nunduk ngeliat hape, kaget. Mad. Flora ngambil hape dari Cliff dan kaget sama apa yang dia liat.
"Apa..! Nichole.., jadi lo dalangnya semua ini?" dia bertanya.
"Mum, gue..." dia coba jawab tapi Mad. Flora nampar dia keras di mukanya.
"Kenapa lo lakuin ini, Nichole?" dia bertanya sambil nangis.
"Karena gue mau Clifford buat gue sendiri," dia teriak, ngungkapin semua yang udah dia lakuin dan gimana dia ngejebak Clifford dan kabur dari rumah.
Mad. Flora, Lian, dan semua pekerja kaget sama pengungkapan ini.
Mad. Flora membanting dirinya sendiri di sofa, nyesel sama tindakannya yang udah bawa Nichole ke dalam keluarga.
"Maaf ya, anakku," kata Mad. Flora ke Clifford.
"Ini semua salah gue. Gue cuma mau bikin semuanya lebih baik buat lo, tapi akhirnya gue bikin banyak masalah."
Clifford duduk di samping ibunya buat nenangin dia.
"Gak apa-apa Mum, lo cuma punya niat baik. Gak usah khawatir sekarang, semuanya udah selesai. Semangat ya."
Mad. Flora senyum dan meluk anaknya.