Bab 24
DITEROR DENGAN PEMBALASAN
Tahun-tahun telah berlalu sejak kejadian itu. Riley telah berhubungan dengan Nichole tanpa sepengetahuan orang tuanya. Nichole telah mendapatkan kepercayaannya dan terus mengawasi keluarga melalui dirinya tanpa dia mengetahui niat sebenarnya.
"Kasihan Rosita...., aku akan menghancurkan keluargamu melalui putrimu atas aib yang telah kau lakukan padaku dan kau tidak akan pernah tahu apa yang menimpamu," kata Nichole menyeringai.
************************************
Pagi ini hari Senin yang cerah dan indah, Riley bergegas keluar dari kamarnya, berpakaian rapi dan siap berangkat ke sekolah.
"Ibu...., aku berangkat ke sekolah.." panggilnya kepada ibunya yang ada di dapur.
"Oke.., sayang" jawab Rosita, datang dari dapur.
"Ayah sudah berangkat?" tanyanya.
"Sudah. Sayang..., apa kau sudah mengambil semua yang kau butuhkan?"
"Sudah, ibu..."
"Apa kau yakin? Apa kau sudah mengambil buku tugasmu?"
"Ya...Tuhan..., aku hampir lupa, ibu."
Dia dengan cepat kembali ke kamarnya, meninggalkan ponsel dan tasnya di sofa. Rosita hendak kembali ke dapur ketika dia mendengar ponsel Riley berdering.
"Riley...., Riley......ponselmu," panggil Rosita berbalik untuk mengambil ponsel.
"Oke...ibu.....sebentar," jawabnya.
Rosita memeriksa nomornya tetapi itu adalah nomor yang tidak dikenal.
"Siapa ini...." gumamnya pada dirinya sendiri dan mengangkat telepon.
"Halo....putri.." suara itu menjawab.
Seketika, Rosita mengenali suara itu.
"Nichole...." gumamnya pada dirinya sendiri, terkejut.
"Ibu...?" panggil Riley saat melihat ibunya tampak terkejut.
"Apakah semuanya baik-baik saja, ibu...?" tanyanya, mengambil telepon dari ibunya.
"Riley...? Apa ini....?"
"Apa yang apa, ibu...?"
"Apa kau masih berhubungan dengan Nichole...?" tanyanya, tampak bingung.
Riley berdiri diam, tidak mengucapkan sepatah kata pun.
"Jawab aku Riley....!" teriak Rosita yang tampak stres.
"Jadi kalaupun iya ibu.....? Kenapa kalian sangat membencinya...? Bibi Nichole itu orang yang baik."
"Riley....!"
"Apa...ibu...!?"
"Jangan katakan apa yang kau tidak tahu Riley..."
"Sudah bertahun-tahun ibu..., apa yang kau sembunyikan dariku? Aku bukan anak kecil lagi, ibu..."
"Kau tidak mengerti sayang..."
"Kalau begitu buat aku mengerti....!" jawabnya dengan marah, mengambil tasnya dari sofa, dan keluar dari rumah.
Rosita membanting dirinya di sofa, tampak berlinang air mata.
"Apa yang kau mainkan, Nichole...?" gumamnya pada dirinya sendiri.
********************************
Nichole sedang menelepon seseorang di ruang tamu, merencanakan salah satu dari skemanya yang meragukan.
"Bagaimana kabarnya, Nat...?"
"Aku baru saja melihat putrinya keluar dari rumah dengan marah, kurasa mereka bertengkar." suara itu menjawab.
"Bagus Nat...Pantau mereka dan beri aku informasi terbaru. Aku akan memberitahumu segera ketika saat yang tepat bagi kita untuk menyerang."
"Oke...nyonya.." suara itu menjawab dan menutup telepon.
"Untuk menyerang apa ibu....?" sebuah suara bertanya dari belakang. Dia terkejut dan dengan cepat berbalik ke arah suara itu
"Lionel..., sudah berapa lama kau berdiri di sana?"
"Baru saja sampai ibu..., aku akan berangkat sekolah sekarang."
"Oke....."
Lionel memeluk ibunya dan menciumnya.
"Hati-hati ibu..., aku cinta kamu"
"Aku juga cinta kamu, nak...."
Lionel mengucapkan selamat tinggal dan meninggalkan rumah.
**********************************
Riley berjalan di jalan dengan kilas balik tentang apa yang terjadi sebelumnya antara dia dan ibunya.
"Sudah bertahun-tahun..., apa yang sangat dikhawatirkan ibu dan ayah, dan mengapa mereka melakukan ini padaku." pikirnya dalam hati.
Dia begitu asyik dalam pikirannya dan tidak memperhatikan lampu lalu lintas berubah menjadi merah. Dia dengan linglung menyeberang jalan dan tidak memperhatikan mobil yang mendekatinya. Lionel juga sedang mengambil sesuatu dari mobil, tiba-tiba dia mengangkat kepalanya dan melihat bahwa dia akan menabrak seseorang. Dia terkejut dan segera menghentikan mobil. Riley berdiri di sana, terkejut
"Hei......apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau tidak melihat lampunya!?" seru Lionel
"Aku sangat menyesal...." jawabnya terkejut dan dengan cepat meninggalkan tempat kejadian
Lionel menghela nafas lega dan pergi.