Bab 43
KEBENARAN YANG TAK TERUNGKAP
Sekitar jam 6 sore pas Lionel pulang. Dia ngebut ke garasi dan ngepak mobilnya. Keliatan marah banget, dia turun dari mobil dan ngambil surat-surat yang dia ambil dari Riley terus lari masuk ke rumah. Nichole lagi di ruang tamu sibuk ngerjain beberapa dokumen pas Lionel masuk sambil ngegebrak meja pake surat-surat itu.
Nicole kaget, tegang.
"Lionel....kamu ngagetin aku"
"Apa maksudnya ini, Mum...?" Dia berseru dengan marah, sambil nunjuk surat-surat itu.
"Maksudnya apa sih?" gumamnya, ngambil surat-surat itu.
Dia pelan-pelan ngebuka suratnya dan kaget.
"Kamu dapet ini dari mana?" tanyanya, kebingungan.
"Harusnya kamu yang kasih tau aku, Mum..." ucapnya, kecewa dan sakit hati. Tepat saat itu, Ayah-nya masuk.
"Ada apa nih?" tanyanya.
"Harusnya tanya Mum, Ayah..." gumamnya terus jalan melewati Ayah-nya ke kamarnya. Mr. Dickson cepet-cepet noleh buat ngeliat dia (Lionel) naik tangga terus balik lagi ke istrinya.
"Ada apa sih? Kenapa dia kayak gitu?" tanyanya keheranan, natap dalem-dalem ke dia.
"Hmm...nggak ada apa-apa, sayang.." jawabnya, nyimpen surat-surat itu.
"Nggak ada apa-apa..? Dan dia kayak gitu?" tanyanya skeptis.
"Mungkin, dia cuma lagi bad mood," gumamnya sambil ngangkat bahu.
"Kalo gitu aku mau ngomong sama dia."
"Nggak, nggak sayang. Biar aku aja yang ngomong sama dia." jawabnya buru-buru menyela.
"O..kay..." jawabnya pelan, lumayan kaget.
"Kalo gitu..., aku di kamar ya. Jangan terlalu stres," tambahnya terus pergi.
"Oke sayang," gumamnya.
Pas dia yakin dia udah pergi, dia narik napas dalem-dalem terus ngebanting dirinya ke kursi, lega.
"Untung aja," gumamnya, duduk diem beberapa saat sambil mikir keras.
"Tapi, coba dipikir-pikir, dia dapet surat-surat itu dari mana ya?" tambahnya, ngambil surat-surat itu.
*********
RUMAH KATE
Riley berdiri dengan mata terbelalak masih natap layar, kaget ngeliat foto Lionel sama Nichole dan seorang laki-laki dengan tulisan KELUARGA FORD.
Kate, Loretta, dan Nancy berdiri natap Riley pas dia merhatiin foto itu dengan kebencian yang tumbuh di matanya.
"Hmm...Riley, menurut aku kamu duduk dulu aja," ucap Loretta sambil megang dia (Riley) buat duduk di kasur Kate.
"Loretta? Apa..."
"Aku tau Riley, Bibi Nichole itu ibunya Lionel. Aku rasa kamu harus tenang dulu dan ngobrol sama Lionel dulu," tambahnya.
"Aku nggak percaya ini Loretta, gimana dia bisa nyembunyiin hal kayak gitu dari aku? Apa itu sebabnya dia ngambil surat-surat itu dari aku?" gumamnya dengan marah.
"Mungkin bukan yang kamu pikirin Riley, kamu....." tapi sebelum Nancy selesai ngomong, Riley berdiri dari kasur dan lari ke tempat laptop itu. Dia nyambungin hapenya ke laptop dan mindahin foto itu ke hapenya. Setelah selesai mindahin, dia ngambil hapenya terus nyamber tasnya yang ada di kasur Kate.
"Riley...?, menurut aku kamu harus tenang dulu" ucap Kate tapi Riley nggak mau dengerin. Dia masukin hapenya ke tasnya dan lari keluar kamar.
"Riley..., Riley..., Riley..." seru Kate dan Loretta ngejar dia tapi dia nggak dengerin mereka.
"Oh...sial. Gawat nih," gumam Nancy sambil ngebanting dirinya ke kasur.
"Menurut kamu kita harus nelpon Lionel nggak?" tanya Kate keheranan.
"Aku nggak yakin Kate, lebih baik kita biarin aja dulu. Biar mereka yang nyelesain masalah mereka," gumam Loretta.
"Oh...Ya Tuhan.., ini bikin aku gila," gumam Kate pas dia duduk di samping Nancy di kasur.
********
Lionel ngerasa gelisah di kasurnya bolak-balik mikirin surat-surat dan percakapan yang dia alamin tadi sama Riley di restoran. Dia nggak bisa tidur cuma karena ngebayangin ibunya jadi pelakunya.
"Mum harus kasih tau aku apa yang terjadi. Pikiran dia yang bertanggung jawab atas semua tragedi yang terjadi sama Riley dan keluarganya bikin aku mati," gumamnya pas dia duduk tegak di kasur.
"Dia harus ngejelasin semuanya buat aku," tambahnya pas dia berdiri dari kasur dan jalan keluar ke ruang kerja ibunya.
Dia baru sampe setengah jalan di lorong ke ruang kerja pas dia denger ibunya nelpon. Dia dengan sadar ngejinjit ke pintu buat nggak kedengeran.
"Kamu ngomong apa Zed?, Gimana bisa jadi separah ini? Aku nyuruh kamu buat ngejaga dia dan Riley juga. Kamu nggak pernah bener ngerjain sesuatu." serunya dengan marah.
"Maaf, Nyonya, saya udah berusaha semaksimal mungkin tapi nggak dapet kesempatan buat ngebunuh Riley maupun ibunya," jawabnya.
"Omong kosong, itu omong kosong. Pokoknya, ganti rencana. Akhir-akhir ini, Lionel curiga sama aku dan aku ngerasa dia ngawasin setiap langkah yang aku ambil jadi ini rencananya. Aku mau kamu nyingkirin dia sama kayak kamu lakuin ke ibunya." gumamnya sambil nyengir.
Mata Lionel langsung terbelalak kaget.
"Apa...?" gumamnya sendiri, kebingungan.