Bab 25
CERITAKAN APA YANG PERLU AKU TAHU
Bus berhenti di depan sekolah dan Riley turun dengan wajah yang stres banget. Loretta, Kate, dan Nancy menghampirinya.
"Hei...cuy...kenapa muka lo jutek banget hari ini?" tanya Loretta.
"Uhm...., gue berantem sama Ibu Riley sebelum berangkat." jawabnya sambil menghela napas.
"Uh....?" sahut mereka semua.
"Gak banget deh lo, Riley...., apa yang terjadi?" tanya Kate.
"Ceritanya panjang..., mending kita masuk kelas dulu deh, ntar telat."
"Iya...iya..." jawab Nancy.
Mereka pergi ke kelas dan ketemu guru udah ada di dalam, mereka buru-buru ke tempat duduk masing-masing.
"Hei...Riley, lo bilang mau cerita pas udah di kelas," bisik Kate.
"Sst...., guru denger..."
Saat itu juga, guru noleh ke arah mereka.
"Mbak Riley..., ada apa di sana?"
"Maaf Pak..., pena saya jatuh."
Guru menatapnya dengan tajam dan memalingkan muka. Riley menoleh ke Kate dengan ekspresi kesal.
"Maaf...." bisiknya dan menunduk ke bukunya.
Jam pelajaran yang panjang itu berakhir dengan suara bel. Semua murid menghela napas lega.
"Sampai jumpa besok...., selamat siang."
"Terima kasih, Pak." sahut mereka bersamaan dan guru pergi.
"Riley...., ayo kita makan siang." kata Nancy sambil menghampiri tempat duduknya.
"Kayaknya gue skip deh. Gue harus selesaiin tugas, jadi gue mau ke perpus dulu."
"Oke...Riley...tapi jangan mikir yang aneh-aneh ya?"
"Oke...." dia mengangguk sambil tersenyum dan pergi.
Teman-temannya memperhatikan dia saat dia meninggalkan kelas dan menghela napas.
"Ayo kita pergi, girls..." kata Kate dan mereka pun pergi.
*************************************
PERPUSTAKAAN
Kepala Riley ada di meja ketika dia merasakan ada tangan menepuknya. Dia perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat siapa itu.
"Hei....lo..."
"Hai...., lo baik-baik aja...?" tanyanya dan duduk di sebelahnya.
"Iya. Gue baik-baik aja....maaf ya buat yang tadi. Gue lagi mikirin sesuatu."
"Nggak..., gue juga minta maaf. Gue hampir nabrak lo pake mobil gue. Ngomong-ngomong, gue Lionel. Kalo lo?"
"Gue Riley..., senang bertemu denganmu."
"Senang bertemu denganmu juga, Riley..., nama lo bagus banget."
"Terima kasih.."
"Jadi, kita bisa jadi teman...?"
"Tentu saja..." jawabnya sambil tersenyum.
"Jadi, lo juga sekolah di sini?" tanyanya.
"Iya...."
"Keren.." jawabnya sambil tersenyum.
"Jadi, lo lagi mikirin apa sampe hampir ketabrak mobil gue?"
"Ceritanya panjang banget...."
"Bikin singkat aja deh..."
"Uhm.....gue...."
Saat itu juga, mereka mendengar bel berdering.
"Maaf..., gue harus pergi sekarang." kata Riley sambil tersenyum saat dia mengambil tasnya untuk pergi.
"Oke..., sampai jumpa lain waktu. Gue juga ada kelas nih."
"Oke.., sampai jumpa lagi." jawabnya dan pergi.
*********************************
Setelah berjam-jam belajar, akhirnya kelas selesai. Riley memasukkan barang-barangnya ke dalam tas, siap untuk pergi ketika teman-temannya menghampirinya.
"Lo udah janji mau cerita apa yang terjadi, Riley..."
"Oke...oke..., ayo kita naik bus dulu. Gue cerita di jalan ya."
"Oke....." sahut mereka bersamaan.
Riley mengambil tasnya dan mereka semua pergi ke halte bus. Setelah berjalan kaki selama 30 menit, mereka sampai di tujuan mereka. Saat itu juga, bus datang dan mereka masuk dan mencari tempat duduk.
"Nah...., ceritain, Riley. Kita semua siap dengerin nih," kata Nancy.
"Gue berantem sama Ibu Riley dan itu tentang cerita lama."
"Tentang Bibi Nichole lagi?" tanya Kate.
"Iya..Kate...., Ibu Riley baru tahu hari ini kalau gue udah kontak-kontakan sama Bibi Nichole selama ini."
"Tapi kan udah bertahun-tahun..." kata Loretta.
"Iya....." kata Riley dengan cemas.
"Coba ngertiin Ibu Riley, Riley..., mungkin mereka punya alasan sendiri." kata Nancy.
"Terus..., mereka harusnya cerita dong alasannya. Gue kan udah gede...kenapa mereka rahasiain dari gue...."
"Sabar, Riley..... Gue rasa lo harus duduk bareng orang tua lo dan omongin baik-baik," kata Loretta.
"Oke....gue bakal gitu, makasih ya, girls." jawabnya sambil tersenyum.
Mereka ngobrol-ngobrol selama sisa perjalanan mereka. Setelah hampir 30 menit perjalanan, Riley sampai di halte tujuannya.
"Sampai jumpa besok, girls...."
"Sampai jumpa...." sahut mereka bersamaan.
Dia turun dari bus dan melambaikan tangan kepada teman-temannya.
************************************
Riley sampai di rumah dan bertemu orang tuanya sedang duduk di ruang tamu menunggu kepulangannya.
"Selamat malam...." kata Riley saat dia sampai di ruang tamu.
"Selamat malam, Sweetheart...." jawab Clifford.
"Sweetheart..., kita bisa ngobrol?"
"Boleh, Ayah..." jawabnya dan menghampiri orang tuanya. Dia duduk di samping Ibu Riley.
"Ini tentang apa yang terjadi antara kamu dan Ibu Riley pagi ini. Ayah tahu gimana perasaan kamu tentang Nichole. Kami sayang sama kamu dan nggak akan melakukan apa pun yang bisa nyakitin kamu. Kami cuma mau kamu hati-hati. Kami akan kasih tahu kamu apa yang perlu kamu tahu di waktu yang tepat, sayang. Kasih kami waktu ya, sayang."
"Oke, Ayah..." jawabnya sambil tersenyum.
Rosita menarik putrinya lebih dekat, membelai wajahnya.
"Sebagai ibumu, Ibu sayang banget sama kamu. Kamu adalah sumber kebahagiaan Ibu dan nggak akan melakukan apa pun yang bisa bikin kamu sedih. Ibu cuma nggak mau apa-apa terjadi sama kamu, sayang. Kamu segalanya buat Ibu dan Ibu sayang banget sama kamu."
"Aku juga sayang Ibu..." jawabnya sambil tersenyum. Riley duduk diam sejenak dan menggenggam tangan ibunya.
"Ibu..., aku minta maaf buat apa yang aku lakuin pagi ini."
"Ibu juga minta maaf, sayang." jawab Rosita, menarik putrinya ke dalam pelukan.
Clifford melihat dan tersenyum.