Bab 22
KUNJUNGAN KE RUMAH NENEK
Pagi Sabtu yang indah, Riley udah bangun, lagi ngerjain teka-teki di kamarnya. Dia denger ada yang ngetok pintu.
"Riley...?"
"Iya...mum..., masuk aja."
Rosita masuk ke kamar putrinya dan duduk di sampingnya.
"Sayang..., dandan, yuk kita jenguk nenek hari ini. Katanya dia kangen banget sama kamu."
"Nenek..." jawabnya sambil nyengir dan berdiri.
"Oke..., mum..., aku siap-siap dulu."
"Oke sayang." jawab mum-nya dan pergi.
Riley langsung ke lemarinya dan ambil gaunnya. Beberapa menit kemudian, dia udah selesai. Dia langsung lari ke bawah.
"Mum...dad..., ayo berangkat."
"Tunggu sebentar sayang..."
Riley nge-los di sofa, nungguin ortunya dengan gelisah. Nggak lama, dia ngeliat mereka turun dari tangga. Dia ambil tasnya dan langsung lari ke mereka.
"Aku bisa lihat kamu semangat banget mau ketemu nenek hari ini," kata Clifford.
"Iya...dad..." jawabnya senang.
"Oke....oke..., ayo berangkat."
Mereka semua keluar ke mobil dan langsung cabut.
*******************************
RUMAH MEWAH HOLLANDS
Jam 10 pagi pas mereka nyampe di rumah mewah. Clifford dan keluarganya keluar dari mobil.
"Kita udah sampe sayang..." kata Clifford ke putrinya.
Riley, tanpa ngomong, langsung lari ke dalam rumah.
"Sayang...., hati-hati." kata ibunya dari belakang.
Clifford dan Rosita ngikutin Riley masuk ke rumah dan ketemu Mad. Flora udah bareng Riley.
"Aku kangen nenek."
"Nenek juga kangen kamu sayang, tapi mana orang tuamu?" tanyanya, tapi sebelum Riley jawab, dia ngeliat mereka mendekat.
"Mum...." panggil Clifford.
Mereka berdua masuk dan meluknya.
"Nak..., udah lama nggak ketemu. Nenek denger dari Rosita dan Lian kalau kamu sibuk akhir-akhir ini."
"Iya..., mum..., aku sibuk sama beberapa pekerjaan kantor."
"Oke...nak, tapi jangan terlalu diforsir."
"Oke... mum..."
Rosita nonton sambil senyum saat mereka ngobrol sebentar.
"Makasih udah bawa mereka kesini, Rosita," kata Mad. Flora.
"Sama-sama, mum. Senang banget, dan aku bisa lihat dari ekspresi kamu waktu itu kalau kamu kangen banget sama mereka," kata Rosita sambil senyum.
"Iya...kamu bener."
"Oke...mum..., aku tinggalin kalian buat ngobrol. Aku harus mampir ke toko buat beli beberapa bahan. Aku balik lagi kok."
"Iya sayang, hati-hati ya."
"Oke..mum..." jawabnya, terus nyamperin suaminya dan ngecup dia.
"Aku balik lagi kok sayang," kata Rosita ke suaminya.
"Oke sayang," jawabnya.
"Dada....baby..."
"Dada.....mum...."
Rosita pamit dan pergi. Clifford ngobrol sama mum-nya sebentar dan pamit.
"Oke..mum..., aku tinggalin kamu dan Riley buat ngobrol. Udah lama nggak ketemu dia. Aku juga mau ketemu Bibi Anastasia sebentar."
"Oke sayang..."
Clifford juga pamit dan ninggalin Riley sama neneknya. Riley dan neneknya duduk ngobrol sebentar, cekikikan dan ketawa sama candaan masing-masing. Setelah ngobrol panjang, Riley diem sebentar, kelihatan cemberut.
"Ada masalah apa sayang?"
"Nenek.....ini mum sama dad. Mereka aneh akhir-akhir ini."
"Aneh...? Kenapa....? dan apa yang terjadi?"
"Nenek...., kamu kenal Bibi Nichole?"
"Nichole..! Apa yang udah dia lakuin sayang?"
"Sejak aku cerita ke mum sama dad tentang dia, mereka jadi aneh."
Mad. Flora diem aja, mikir keras denger ini dan nggak denger cucunya manggil.
"Nenek...., Nenek..." panggil Riley.
Dia kaget karena tepukan dari Riley.
"Nenek.., kamu nggak apa-apa?"
"Iya sayang..., tapi biar nenek ngobrol sama dad kamu."
"Oke.., Nenek," jawabnya dan pergi buat panggil dadnya. Beberapa menit kemudian, mereka berdua balik lagi ke ruang tempat Mad. Flora berada.
"Duduk dulu Clifford, nenek mau ngomong sesuatu sama kamu."
"Oke.., mum," jawabnya dan duduk di samping ibunya.
"Kamu bisa pergi dulu sayang, main sana. Nenek mau ngobrol sama daddy kamu, hmm...?"
"Oke nenek..." jawabnya sambil ngangguk.
Riley lari ke taman buat main.
"Clifford...., Riley baru aja cerita sesuatu dan nenek mau yakin soal itu."
"Oke..mum."
"Apa Nichole udah balik? dan apa dia ketemu Riley?"
"Hmm..., iya mum..dan kita udah terima ancaman dari dia beberapa waktu ini tapi nggak ada bukti yang kita kirim ke polisi yang nyambung ke dia. Aku pikir dia punya orang yang kerja buat dia."
"Kenapa kamu nggak cerita ke nenek dari dulu nak..?"
"Aku nggak mau bikin kamu khawatir, mum.."
Clifford dan mum-nya masih ngobrol dan mikir cara buat hadapin masalah ini pas salah satu pekerja masuk.
"Nyonya..., saya nggak nemuin Riley," katanya khawatir.
"Apa..." mereka berdua kaget.
"Iya pak, dia lagi main di taman tapi saya nggak nemuin dia lagi."
"Tunggu..., apa yang kamu bilang?" tanya Clifford khawatir, tapi sebelum si pekerja jawab, dia langsung lari ke taman. Semua pekerja lain dan mum-nya ngikutin dia. Mereka nyari seluruh taman dan setiap sudut rumah tapi nggak nemuin Riley.
******************************
Rosita lagi di jalan, balik dari toko pas dia denger teleponnya bunyi. Dia cek dan itu dari Clifford.
"Halo......Sayang..."
"Kamu di mana sekarang Rosie," tanya Clifford gelisah.
"Aku lagi di jalan balik dari toko. Hampir sampe rumah."
"Oke..., cepetan balik."
"Ada apa, Cliff? Kamu kedengeran gelisah dan urgent banget."
"Pulang dulu aja, Oke..."
"Nggak...Cliff..cerita sekarang. Kamu bikin aku khawatir."
"Hmm...Rosie...Ini Riley..."
"Riley....? Dia ngapain..!?"
Clifford diem di telepon, mikir gimana cara ngasih tau berita ke Rosita.
"Cliff........? Ada apa sih..!"
"Tenang dulu Rosie..."
"Oke..., aku tenang"
"Kita nggak nemuin Riley, Rosie...."
"Apa...? Apa yang kamu bilang Cliff?" dia kaget dan mulai nangis.
"Tenang dulu Rosie..., pulang dulu aja. Kita pasti nemuin dia kok."
"Oke....., aku segera kesana," jawabnya dan nutup telepon.
Dalam sekejap mata, Rosita udah di rumah mewah. Dia nge-los mobilnya dan lari ke dalam rumah. Dia ketemu semua orang kumpul di aula, menganalisa dan mikir di mana terakhir mereka liat Riley. Dia nyamperin suaminya dan pegang bajunya.
"Di mana putriku Cliff..!" dia kaget dan nangis.
Clifford meluk dia dan bawa dia buat duduk, nenangin dan ngeyakinin dia buat nemuin Riley segera tanpa bahaya.