Bab 51
Saat kami menjauh, gue noleh buat liat dia sekali lagi dan pas itu gue liat dia merhatiin pantat gue. Pas gue ketahuan, dia ngangkat muka terus senyum, sambil garuk-garuk kepala gugup. Gue memutar mata sambil senyum di bibir sebelum ngadep depan lagi, ngerasa pipi gue kebakar.
Kami segera nemuin tempat yang pas. Sementara Sawyer dan mommy ngeluarin kain pantai dan cemilan dari keranjang, gue duduk di pasir dan ngeliatin air.
Sudut Pandang Ace:
Gue masuk ke air buat berenang. Enak banget rasanya, apalagi sama panasnya. Jadi kangen sama tempat tidur. Ada kolam di halaman belakang.
Gue berenang bareng Keith sekitar dua puluh menit.
"Kita bisa gabung sama cewek-cewek dan mommy mereka sekarang, kan?" gue nanya dia.
"Boleh aja. Ayo."
Kami berenang balik ke pantai.
Keith dan gue terus menuju ke tempat mereka.
Sudut Pandang Nyonya Christina:
Gue ngeliatin mereka dateng. Mereka berdua cowok ganteng, tapi Ace lebih seksi.
Mereka baru selesai berenang dan gue gak bisa nahan diri buat gak merhatiin gimana celana renang mereka nempel di badan.
Ace cowok yang fit banget. Ganteng dan berotot. Dia punya tipe tubuh yang gue suka. Dia punya kaki pemain bola, melengkung gitu. Ya ampun! Kenapa gue belum bisa dapetin dia di ranjang gue ya?
"Kalian udah selesai berenang?"
"Iya, nyonya."
"Oke. Duduk."
Mereka duduk di kain pantai bareng kami. Gue ngasih mereka sandwich salad ayam dan kentang goreng.
"Makasih." mereka berdua bilang, ngambil piring plastik dari tangan gue.
"Sama-sama."
Sudut Pandang Sawyer:
Kami semua diskusiin tentang segalanya. Kami juga jadi tau sedikit tentang Keith.
Saat kami ngobrol, mommy mutusin buat berenang. Sempurna. Gue noleh ke Heather.
"Gak mau berenang juga?"
Gue pengen ngobrol bebas sama Ace.
"Gak. Gak pengen." dia terus makan. Gue mutar mata dan terus diskusi sama cowok-cowok.
Gue bikinnya jadi Keith diskusi sama Heather dan gue sama Ace.
Walaupun gak ada yang merhatiin gue, gue pegang tangan Ace secara diam-diam. Dia ngeliatin gue dan gue senyum. Dia bales senyum.
Gue nunduk deket dan bisikin di telinganya,
"Kamu belum rencana kencan kedua buat kita."
"Gue sibuk banget."
"Oke. Kalo kamu bilang gitu. Tapi jangan lupa kamu masih ngutang banyak sama gue." Gue ngeliatin benjolan di celana renangnya yang basah. Gak kecil.
"Kamu nakal banget, Sawyer." dia bilang, nyadar gimana gue ngeliatin dia.
Gue cekikikan.
"Lumayan."
"Eh Ace, jam berapa?" Keith nanya, ngadep kami bareng Heather. Gue buru-buru narik tangan dari Sawyer sebelum mereka sadar.
"Serius? Gue gak bawa jam tangan atau hape nih."
"Cuma nanya doang."
Sudut Pandang Heather:
Keith cowok yang ramah dan suka bergaul. Dia juga lucu.
"Jadi kamu sama Ace udah temenan deket dari kapan?" gue nanya.
"Dari kuliah sih sebenernya. Ace udah berubah banget. Dulu dia gak suka bergaul dan gak peduli punya temen."
"Beneran?"
"Iya. Dia agak dingin gitu. Gue yang maksa buat temenan sama dia." Keith ketawa dan gue ikut, "Dan berhasil."
"Jadi kamu satu-satunya temennya?"
"Gak. Pas kami temenan, itu bikin yang lain pengen kenalan sama dia dan mereka juga suka sama dia. Dia bahkan masuk ke perkumpulan kami."
"Perkumpulan? Ace anak perkumpulan?"
"Iya."
Gak heran sama sekali. Dia emang keliatan kayak anak perkumpulan.
"Wah. Tapi gue gak kaget sih." gue bilang ke Keith. Dia ketawa.
"Iya. Emang keliatan. Dia ganteng, sportif, berotot juga. Semua karakteristik itu. Anak perkumpulan emang suka pesta dan kebanyakan dari mereka 'fuckboy'." gue bilang sambil mutar mata.
"Oh nggak, nggak. Di situ kamu salah besar."
Gue ngeliatin dia.
"Masa, mau bilang kamu bukan 'fuckboy'?"
"Iya, gue emang 'fuckboy'." dia bilang jujur. Gue ketawa.
"Terus?"
"Gue emang, tapi Ace nggak."
Gue natap dia.
"Serius?"
"Iya. Gue gak ada alesan buat bohong. Kami yang sering maksa dia buat ikut pesta. Cewek emang bukan prioritas dia. Beda sama kami, dia jarang banget nge-flirt."
Gue ngeliatin Keith kaget. Dia senyum
"Dan kalo dia nge-flirt sama cewek," dia lanjut, "...berarti dia bener-bener ngehargai cewek itu."
Gue ngerasa muka gue merah. Gue gak tau Ace udah nge-flirt sama gue atau cuma main-main doang. Gak bisa bedain. Tapi kalo dia beneran nge-flirt, berarti dia suka gue?? Gue harap nggak. Gue lagi suka sama Kevin dan Ace orang yang gak pengen gue sakitin. Untungnya dia tau gue udah pacaran.
"Bagus sih kalo gitu. Berarti dia orang yang serius."
"Banget."
Gue natap dia.
"Kamu gak tau gimana kamu udah ngerubah pandangan gue tentang dia."
Keith ngeliatin gue.
"Positif kan harapannya?"
"Iya, positif."
Dan gue yang mikir Ace cuma cowok tukang tebar pesona. Harusnya gue gak nge-judge dia kayak gitu. Mungkin dia cuma main-main sama gue, dan gue mikir dia nge-flirt. Gue jadi aneh sekarang. Dia beneran cuma pengen jadi temen gue.
Sudut Pandang Ace:
Saat gue makan, Sawyer berdiri juga buat berenang. Untung deh!
"Kalian ngomongin apa?"
Gue nanya Keith dan Heather.
"Oh, gak penting kok."
"Hm, oke." Gue ngeliatin Heather dan senyum. Dia bales senyum. Terus senyumnya pudar sedikit.
"Senyum kamu kayak familiar, Ace." dia bilang, senyum gue juga pudar. Dia gak harus kenal gue atau punya petunjuk apapun. Gak ada yang kayak gitu.
"Masa?"
"Iya. Kamu bikin gue keinget– temen keluarga yang gue punya. Sahabat gue."
Gue pura-pura kaget.
"Shirley?" gue nanya.
Dia ketawa.
"Nggak."
"Dia sahabat kamu kan?"
"Iya, tapi gue ngomongin temen yang gue punya waktu kecil. Dia– Dia udah meninggal."
Gue ngerasa sakit di dada. Heather udah berhenti percaya sama fakta kalo gue mungkin masih hidup.