Bab 68
-Seriusan, deh?-
-Iya. Aku belum pernah punya kesempatan buat berduaan sama kamu- Aku berani nge-teks dan nunggu balasan dia.
-Kenapa kamu mau berduaan sama aku, Ace?-
-Buat bantuin kamu ngebuang perasaan kamu yang tersisa buat Kevin.-
--
Sudut Pandang Heather:
Aku senyum sendiri.
-Terus gimana caranya?- Aku nanya dan nunggu balasan dengan sabar.
-Kasih aku kesempatan buat nunjukin caranya. Dan aku bakal lakuin, bos.-
Aku ngerasa pipiku memerah dan jantungku berdebar kencang. Mungkin aku emang beneran suka sama Ace. Maksudku, dia punya segalanya yang diinginkan cewek, dari seorang cowok.
-Hm. Sampai jumpa Sabtu, ya.-
-Gak sabar ;-). Selamat malam, sayang-
-Selamat malam, Ayah.- Aku cekikikan sendiri.
***
Minggu berlalu dan Sabtu pun tiba! Aku semangat, tapi juga deg-degan. Apa aja bisa terjadi hari itu.
Pukul satu siang itu, Ace jemput aku dan kita berangkat ke Pantai Teluk.
Kita sampai dan yang mengejutkan, tempatnya sepi. Sesuai yang diharapkan.
Kita gelar kain pantai di atas pasir dan mulai buka pakaian. Aku pake bikini hitam dua potong yang seksi. Ace pake celana renang yang seksi. Dia hot.

"Aku kan udah bilang buat mikir tentang jadi model, kan?" Aku senyum ke dia.
"Aku gak pernah kepikiran sih, tapi mungkin seru juga," dia ngeliatin aku dari atas sampai bawah dengan pelan, "Heather, kamu bisa bikin cowok mana pun gila," katanya tiba-tiba. Aku ngerasa mukaku merah.
"Wah– um, makasih," kataku malu-malu, sambil nyelipin rambutku ke belakang telinga.
"Cowok mana pun," dia ngulangin tanpa sadar, matanya masih fokus ke aku. Aku ngeliatin dia. Dan pertanyaan yang aku tanyain ke dia, bikin aku kaget sendiri.
"Kamu juga?" aku nanya gugup.
Dia natap aku dengan serius banget sampai aku tersentak.
"Bakalan jadi hal buruk kalau aku bilang iya?" dia nanya dengan suara pelan. Aku ngerasa merinding di seluruh tubuhku.
"Gak tau," jawabanku hampir bisikan. Dari momen itu aku sadar kalau ada semacam ketegangan atau ketertarikan di antara kita. Kita diam beberapa saat sampai dia ngomong lagi.
"Uh, ya udah, canggung banget. Maaf ya," dia ngaku dengan senyum dan aku ketawa. Dia ikut ketawa. Hal itu bikin suasana tegang mencair sedikit.
"Iya. Lumayan."
Dia senyum dan condong mendekat. Terus dia ngecup keningku.
"Mau berenang sebentar. Balik lagi kok."
"Oh oke," aku salah tingkah.
Dia berdiri dan jalan ke air.
Aku duduk sambil ngeliatin air dan nikmatin angin sepoi-sepoi. Tentu aja, aku juga ngeliatin Ace.
*
Sudut Pandang Sawyer:
Udah beberapa hari ini aku gak ngobrol sama Heather. Susah percaya, tapi aku ngerasa agak bersalah. Mungkin karena ibu lagi pergi dan aku sendirian di rumah gede itu.
Aku mutusin buat ngabisin akhir pekan di tempat Kevin.
Apaan sih?
Mereka kan udah putus, jadi aku boleh kan berkunjung ke dia?
*
Sudut Pandang Heather:
Ace selesai berenang dan gabung lagi sama aku.
"Seru gak?" Aku ngeliatin dia.
"Iya. Airnya enak," jawabnya, sambil ngambil handuknya dan ngelap badannya. Aku ngeliatin dia ngelakuin itu dan tiba-tiba kepikiran sesuatu.
Sudut Pandang Ace:
Aku beneran nyoba buat mikir jernih tapi hampir gak mungkin, dengan Heather pake bikini dua potong itu, aku berusaha sekuat tenaga buat bersikap benar. Ditambah lagi, fakta kalau kita berduaan–
"Ace?" suaranya ngebawa aku balik ke dunia nyata.
"I– iya?"
"Duduk dong, tolong. Aku mau kamu olesin lotion di punggungku."
Sial.
"Uh, oke..."
Aku naik ke kain pantai, duduk di belakang dia. Dia ngasih aku lotionnya, terus duduk berlutut.

Aku udah hampir gak kuat! Aku gak bisa gak kagum sama tubuhnya yang sempurna. Bakalan kuat gak ya?
"Tunggu apa lagi, Ace?" suaranya yang lembut ngebuyarin lamunanku sekali lagi.
"Semuanya baik-baik aja?" dia nanya dengan nada menggoda sedikit, kalau aku gak salah dengar.
"Enggak. Semuanya baik-baik aja."
Aku tuang beberapa lotion ke tangan aku dan mulai ngolesin ke punggungnya.
Aku olesin perlahan, sambil ngusap punggungnya.
Aku pengen meluk dia tapi aku ragu.
"T– tangan kamu enak banget di aku," tiba-tiba dia ngomong dengan suara pelan, seolah gak mau aku denger. Aku gak ngomong.
Aku nyerah sama semua perlawanan di tempat.
Sudut Pandang Heather:
Pas Ace gak ngebales apa yang baru aja aku omongin. Aku panik sedikit.
Aku mau ngomong lagi tapi aku ngerasa Ace meluk aku dengan lengan kuatnya dari belakang. Aku kaget.
Pelan-pelan, dia mulai ngasih kecupan lembut di leherku.
Merinding menjalar di kulitku tapi aku nyandar lagi ke kehangatannya. Aku berusaha keras buat gak nolak dia! Di dalam diriku, aku pengen hal ini!
Iya, aku udah suka sama dia. Aku gak bisa bohong.
Saat dia nyium leherku, aku pelan-pelan keluar dari pelukannya dan berbalik menghadap dia. Kita saling pandang. Dia ganteng banget.
Aku pegang wajahnya dan iya, aku nyium dia. Aku beneran nyium dia.
Sudut Pandang Ace:
Hampir gak percaya pas Heather berbalik dan nyium aku. Aku hampir lompat kegirangan. Aku udah nungguin ini! Aku udah pengen banget hari di mana aku bakal nyium dia.
Aku meluk dia erat-erat, nyium dia dengan cinta yang begitu besar. Aku cinta dia. Dia satu-satunya cewek yang pernah aku cinta dan akan selalu aku cintai. Dia meluk aku erat, nyium balik aku dengan gairah yang sama.
Sudut Pandang Heather:
Caranya dia nyium aku bikin aku gila. Gak ada yang pernah nyium aku kayak gitu.
Aku ngerasa kayak dia udah punya aku. Aku ngerasa bibirnya adalah milikku. Sementara kita berciuman, aku ngerasa semuanya emang ditakdirkan. Ada sesuatu yang spesial tentang dia yang gak bisa aku ungkapin.