Bab 27 Bab Tambahan (4)
"Kamu ngomongin apa sih?" Aku melongo ke jalang di depanku.
Wanita tua berambut putih itu mengerutkan keningnya lebih dalam dan membetulkan kacamatanya, "Kamu lihat, anakmu itu kekanakan kayak anak umur 10 tahun." Suaranya yang menyebalkan terdengar parau.
Pertama, anakku MEMANG umur 10 tahun, dan kedua, Charlie lebih dewasa dari nenek lampir ini.
Aku membuka mulutku untuk membela anakku ketika Langston angkat bicara, meremas tanganku yang dia pegang tadi, "Kok bisa, Ms. Dimuno?"
Dia menatap suamiku dan sedikit tertegun.
JIJIK. Ini menjijikkan.
Maksudku, aku tahu aku menikahi cowok yang hot, tapi aku nggak pernah nyangka pesona Langston masih bisa mempan.
"Charlin-" Panggilnya Charlie, dasar nenek sihir. "Gigit jariku."
Apa?
Mata Langston membelalak dan bertanya, "Charlie gigit jarimu?"
Dia mengangguk, "Charlie menggigit ayam gorengku yang enak."
Apa dia baru aja nyebutin Mc Donalds? Atau KFC?
"... Oh?" Aku bergumam. Aku melihat ke bawah dan menatap anakku, "Kamu ngomongin apa sih, Charlie?"
Dia mendesah, "Ma, itu Charles."
Aku mengangkat alisku, "Dan aku namain kamu Charlie."
Dia memelototi lantai, "Kenapa kamu namain aku Charlie? Itu kan PANGGILAN."
"Kamu ngomong apa?" Aku membelalakkan mataku yang nunjukkin aku minta dihormati, sekarang juga.
"Nggak ada apa-apa, Ma." Dia tersenyum.
"Kamu makan makanannya dia atau nggak?" Langston bertanya dengan serius.
"Nggak."
"PEMBOHONG!" Nenek lampir itu berteriak, meraih plastik yang ada bukti atau ayam di dalamnya. "Kamu bisa lihat ada bekas gigitan di sini?!"
"Aku janji, aku nggak! Aku nggak bakalan!" Katanya dengan tegas.
"Itu bener."
Aku berbalik dan melihat Vanchel menggosok-gosok lengannya dengan gugup, "Ms. Dimuno, dengan segala hormat, KAMU yang menggigitnya, sebelum menerima telepon dan meninggalkan ruangan, meninggalkan ayammu."
Kesadaran muncul di wajah nenek lampir itu dan terlihat canggung. "Aku...?
"Tanya aja ke kelas kalau mau." Vanchel mengangkat bahu.
Aku melihat Charlie tersenyum padanya dan Vanchel mengangguk.
Pasangan yang menggemaskan, ya kan?