Bab 54 Albatraoz
"Andy..." gumamku dan lari ke arahnya.
Yah, itu rencananya.
Jari-jari melilit pergelangan tanganku dan menghentikanku bergerak.
"Apaan sih, bro?" tanya Andy dan mengambil langkah maju.
"Minggir." desis Adam, yang membuat Andy mundur selangkah.
Kalo Bitch artinya anjing betina, gimana sama anjing jantan?
"Adam-!" Mataku membelalak ke arahnya dan memberikan tatapan 'wtf'.
Menggandeng, tidak, menyeretku dari Andy, dia membawa kami ke sudut kecil. "TUNGGU AKU, ANDY!" teriakku, yang membuat Adam menyeretku lebih cepat.
Begitu kita berada di sudut kecil yang terpencil, jauh dari mata penasaran orang asing, aku berbisik padanya dengan marah, "Apa yang salah denganmu?!"
Dia berbisik kembali dengan cukup marah, "Tidak, apa yang salah denganmu!"
"Apa yang salah denganku?!" Aku mendengus pelan, "Tidak, apa yang salah denganmu?!"
Matanya membelalak dan berbisik kembali, "Gak ada yang salah sama aku, ada yang salah sama kamu!"
Demi Tuhan.
Aku baru saja akan membalas ketika suara yang kukenal datang dari belakang kami, "Bisakah kalian mulai menjawab apa yang salah dengan kalian dulu? Tolong?"
Mataku membelalak, "Andy!"
Adam langsung memelototinya dan membawa kami lebih jauh darinya. Membuat Andy berkata, "Gak asik, bro! Gak asik!"
"Bisakah kamu berhenti?" Aku mendesis, melepaskan pergelangan tanganku dari cengkeramannya. "Katakan padaku, apa yang salah denganmu?"
Ekspresi Adam berubah dingin dan keras, "Siapa dia?"
"Bro, apa kamu punya alat bantu dengar yang ketinggalan atau gimana? Aku terus meneriakkan 'Andy' berkali-kali, kamu masih gak tau siapa dia? Dia Andy, Andy; jadi, secara teknis dia bukan Lorenzo!"
"Siapa sih Lorenzo itu?!"
"Nama acak!"
"Oke, kalau gitu siapa Andy?"
"Teman aku dari Ohio." Aku memutar bola mata, "Dia tersayang dan gak berbahaya."
Oke, mungkin aku gak sepenuhnya jujur di sana. Andy adalah MVP sekolah untuk sepak bola saat kita di SMA dulu, jadi katakanlah dia tidak berbahaya seperti yang kukatakan.
"Dari Ohio?" Dia bertanya, membelalakkan dan menyipitkan -whaaat?- matanya padaku.
"Ya, dari Ohio, duh, kamu beneran perlu bersihin telingamu."
"Dari Ohio." Dia membentak dengan marah.
"Duh, iya! Apa yang salah dengan itu?"
Dari Ohio.
Dari Ohio.
Dari Ohio.
Dari Ohio.
Sialan!
Dari Ohio.
"Aku tebak kamu akhirnya ngerti maksudku sekarang?" Dia bertanya sambil memutar bola mata. Cowok ini dan putaran bola mata ini... ugh! "Sekarang, kenapa dia di sini?"
"Yah, biar aku tanyain dia dan-!"
"-dan apa? Biar aku liat dia nembak otakmu?!"
".... Aku cuma punya 1 otak."
"Emily!"
Tertawa, aku mencibir. "Udah kubilang, dia gak berbahaya. Kita udah temenan sejak lahir, dia gak bakal nyakitin aku."
Aku berbalik dan baru saja akan kembali ke tempat Andy berada ketika dia menggenggam lenganku dan bergumam, "Gimana kalo dia mau?"
Berhenti di tempatku, aku menghadapnya. "Gimana kalo gak?"
"Gimana kalo bisa ngebunuh orang, Em. Rasa ingin tau membunuh kucing."
"Aku bukan kucing." Aku menghela nafas, mencoba melepaskan diri dari cengkeramannya.
Begitu aku keluar dari genggamannya, aku mengedipkan mata padanya. "........ Aku albatraoz."
Dan aku langsung lari kembali ke tempat Andy berada, membuat Adam mengerang keras dan mengejarku.