Bab 37 Jawabannya…?
Maksudnya bersembunyi itu apa sih?
Kuutarakan pikiranku, "Bersembunyi? Orang tuaku lagi main petak umpet, gitu? Versi petak umpet di mana orang tua ninggalin catatan misterius ke anaknya dan pergi liburan beberapa hari? Atau ini cara mereka bilang kalau mereka bohongi aku selama ini tentang kakekku yang jelas-jelas masih hidup? Gak bisa ya mereka nyerna rasa bersalah karena bohongi aku dan ejekan teman-teman sekelasku pas 'hari bawa kakek ke sekolah' di mana aku jelasin kalau kakekku udah mati?" Aku berhenti, "Atau, 'bersembunyi' itu istilah yang dipake di acara-acara kriminal yang suka aku tonton?"
Dia mengedipkan mata sekali. Dua kali.
Kudesak, "Yang mana nih?"
Dia mengedip lagi, "Ehm, yang di acara kriminal... Kayaknya..."
Aku udah nonton banyak banget acara CSI dan NCIS, jadi aku tau artinya.
Kutelan ludah dan bersandar di dinding dekatku. "Kenapa?" bisikku setelah beberapa saat sambil natap kakiku. Air liurku tiba-tiba mengental, kayak susah banget nelen. Jadi beneran, orang tuaku itu... penjahat. Kecuali kalau aku salah paham sama istilahnya. Kulihat ke atas dan bertanya, "Apa yang udah mereka lakuin sampai harus 'bersembunyi' ?"
Mata Franco membelalak, dan langsung aja aku ngerasa dia mau bohong. Jadi aku bilang, "Jangan bohongi aku, aku udah hidup dalam kebohongan selama ini."
Dia menghela napas sambil manyun. Setelah beberapa saat, dia bilang, "Itu topik buat lain kali-"
"Ceritain aja, kenapa?"
Dia menggeleng, "Aku gak bisa cerita sekarang-"
Kubanting kedua tanganku ke meja cokelat besar miliknya dan berteriak, "Kenapa!?" Aku stres, Reed langsung berdiri dan memasang kuda-kuda buat ngejagain Franco kalau terjadi sesuatu. "Tenang, Ms. Sanders."
"Tenang?" tanyaku gak sopan, "Emang aku harus ngapain? Nunduk gitu?"
"Ms. Sanders-"
"APA YANG UDAH MEREKA LAKUIN?!" Aku gak peduli sama si brengsek ini dan membanting tinjuku lagi. "CERITAIN AKU!?"
Reed ngambil sesuatu dari belakangnya dan aku langsung mundur selangkah, tau banget si brengsek ini, pasti itu pistol.
Aku mungkin lagi marah dan punya adrenalin buat ngalahin gajah, tapi aku tau aku cuma manusia. Sayangnya, aku tau satu peluru aja bisa bikin aku tumbang.
Aku ngarepin lihat pistol, jadi aku kaget pas tangannya nunjukin benda logam kotak.
Aku tegang sebentar, sebelum pake nyali cewekku yang beneran ada di cewek. -Dan enggak, aku jelas gak lagi ngomongin buah dadaku."
Apa? Kamu mau bunuh aku kayak jutaan korban lain yang udah kamu bunuh!?" Aku maju selangkah, "Ayo, bunuh aku."
Franco ngasih anggukan ke Reed, mungkin kode, dan Reed ngangguk balik.
Terus yang aku lihat cuma hitam.