Bab 38 Borgol
"Kenapa sih sialan gue diborgol di ranjang?" Adalah kata-kata pertama yang keluar dari mulut gue.
Serius, manusia manapun -normal atau engga- pasti bakal bereaksi kayak gini. Kecuali kalo manusia spesifik itu punya fetish aneh-aneh gitu. Tapi yaudah deh, gue kan ga punya fetish kayak gitu, jadi reaksi ini normal.
Bayangin bangun dengan helaan napas lega, tau kalo lo masih hidup, cuma buat dihentikan sama benda logam sialan -beneran.
Hore hidup.
Tunggu... Hidup.... Gue masih hidup!
"Udah bangun." **Adam** senyum.
"Gue udah bangun." Gue berbisik.
"Tenang," Dia terkekeh, "Lo masih hidup."
"Gue masih hidup." Gue bergumam, syok murni tercampur di suara gue.
"Dan lo ngulang apa yang gue bilang."
"Dan gue ngulang apa yang lo bilang."
"Gue bego." Dia nyoba ngerjain gue.
"Lo bego."
"Jadi lo ga syok, bagus deh." Dia ngangguk ke dirinya sendiri.
Terus tiba-tiba, kesadaran nyerang gue lagi kayak ketabrak truk. "KENAPA SIALAN GUE DIBORGOL DI RANJANG?!" Gue langsung ambil pisau darurat yang disembunyiin di sepatu bot gue.
Tapi pas gue nyadar kalo gue ga pake sepatu bot dan cuma nyentuh kulit telanjang gue, gue langsung mulai teriak. "MANA NIH SEPATU BOT GUE?! MANA SEPATU BOT GUE?!"
Sambil nyoba narik borgol, gue melototin **Adam**, "MANA SEPATU BOT GUE?!"
Dia terkekeh, "Ada di kamar lo. Jangan khawatir, masih gelap dan nyaman kok." Terus dia berdecak, "Meskipun, gue harus bilang, nyembunyiin pisau itu luar biasa mengejutkan. Beneran tajam banget." Terus dia ketawa, "Lo kan **Sanders**. Gimana bisa gue lupa sih?"
Gue melebarkan pandangan gue, "Lo pikir ini lucu? LO NGERASA INI LUCU!? KENAPA SIALAN GUE DIBORGOL, SIALAN?!"
**Adam** senyum malu-malu. "**Franco** punya firasat kalo lo bakal... ngelakuin ini." Dia nyilangin tangannya. "Dan gue rasa dia bener. Lo kan gila perang."
Sialan itu ngomong apa barusan?!
"**FRANCO**!" Gue teriak, "**FRANCOOOO**!!!"
**Adam** naikin alis. "Lo ngapain sih?"
"**FRANCO**!!!" Gue narik borgolnya. "TOLONG GUE! **FRANCO**!"
**Adam** menghela napas sebelum jalan ke gue dan megang pergelangan tangan gue. "Berenti narik borgolnya-"
"AAAAAAAAAAAAAAAAH!" Gue menjerit.
"Dafuq?!" Dia menjauh dari gue dan ngambil hpnya. Tekan beberapa tombol sebelum ngomong kata-kata yang udah jelas banget.
"Dia udah bangun."