Bab 56 Berteriak.Jerit.Panik
Dengan mata lebar, aku mengangguk kaku.
Tunangan?! Kayak whaaaaaaaat?!
Kapan kita setuju buat ngadepin kebohongan kayak jadi tunangannya?!
Kapan kita setuju buat jadi PASANGAN?!
Andy mengangkat alis dan bertanya, "Oh ya?".
"Kamu nggak percaya?" Adam menyeringai, menaruh tangan kami di meja.
Andy memutar matanya. "Maaf nggak minta maaf, tapi aku nggak kenal kamu, Sob."
"Dan aku juga nggak kenal kamu, Sob."
Ini harus berhenti.
Andy mencibir, "Kamu nggak kenal SAHABAT TERBAIK calon mempelai wanitamu?"
Ya, ini harus berhenti.
Adam menyeringai lebih lebar, "Kamu nggak kenal calon suami SAHABAT TERBAIKmu?"
Merasakan tangan Adam untuk dia berhenti bicara, aku menatap mata Andy. "Aku akan menikahi Adam. Titik."
"Nggak, ini nggak bisa dan nggak akan jadi akhir cerita, Em!" Andy mendesis marah, "Aku sahabat terbaikmu dan kamu bahkan nggak kasih tau aku kalau kamu mau nikah sama dia! Apalagi pacaran sama orang!"
Oh tidak, gimana aku-
"Kita rahasiain dari semua orang." Adam berdiri, memaksa aku ikut berdiri juga karena dia memegang tangan aku yang lain. "Kita pergi sekarang. Es Krimnya bakal meleleh."
Andy menatapku dengan mata yang paling kubenci.
Melepaskan genggamanku, aku berjalan ke arah Andy dan memeluknya. "Aku bakal jelasin semuanya kalau waktunya tepat." Andy membalas pelukanku dan kami berpelukan dalam keheningan.
Yah, itu rencananya.
Adam terbatuk, membuatku menarik diri dari Andy dan tersenyum padanya. "Ketemu lagi ya?"
Nggak nunggu jawaban, aku berjalan ke arah Adam dan ngebantu dia bawa tas kertas.
"Sampai jumpa!" Aku menyeringai pada Andy dan akhirnya pergi bareng Adam.
Brak, nutup pintu mobil, aku ngehadap Adam dan teriak, "APA-APAAN ITU?!"
Dia nyalain mesin dan ngegas keluar dari basement.
"ADAM, AKU LAGI NGOMONG SAMA KAMU-!"
"Teriak, kamu lagi teriak ke aku-"
Aku lanjut ngamuk, "KENAPA KAMU BOHONG?! Maksudku aku tau kita harus bohong tapi demi Tuhan, kita mau NIKAH?!"
"Kita cuma tunangan Em, tenang-"
"ITU SAMA AJA!" Sadar apa yang dia bilang, aku cemberut, "YA AMPUN, ITU NGERI!"
"Cuma bohong, Em-"
"DIEM!"
"Diem." Dia menghela napas keras dan terus nyetir.
"DARI SEMUA JAWABAN YANG MUNGKIN LEBIH BISA DIPERCAYA DAN LEBIH GAMPANG, KENAPA KAMU PILIH JADI TUNANGAN?!"
Senyap...
"JAWAB AKU CEPAT!"
Dia cemberut dan natap aku, "Kamu nyuruh aku diem."
ADAAAAAAAAAAAM!!!!