BAB 10
Sudut Pandang Elva
'Aku pulang…Dua kutu buku novel' Kami dengar dan melihat ke atas.
Itu Fleur.
'Selamat datang Fleur' kataku.
'Makasih Elva' Jawabnya sambil senyum.
'Hei sis' kata Mig.
'Hei bro' kata Fleur duduk di sofa seberang kami.
'Jadi…Gimana daruratnya?' tanyaku.
'Mengerikan, kita akan kehilangan nyawa kalau aku gak datang tepat waktu' Katanya dengan ekspresi lelah.
'Wow, aku senang semua berjalan lancar' kataku.
'Ya tapi aku kelaparan' Katanya sambil pakai telapak tangannya buat usap perutnya yang rata.
'Aku udah siapin Chicken Casserole buat kamu, ada di dapur' Kata Mig dan wajahnya langsung berseri.
Dia lari ke dapur dan aku tersenyum.
Aku balik lagi ke novelku…’Mig’ panggilku.
'Ya' Jawabnya.
'Elara makin ganas' kataku merujuk ke novelnya.
'Ya apa yang kamu harapkan dari cewek yang orang tuanya dibunuh oleh orang tua cowok yang dia cintai' Kata Mig.
'Keren banget' kataku.
'Tentu saja' Kata Mig.
'Aku mulai suka banget, semoga kamu gak nge-trash salinan yang robeknya, aku pengen tempel potongan-potongannya pake lem biar aku juga punya salinan sendiri' Kataku.
'Gak aku trash kok, ada di rak perpustakaan, kamu bebas ambil' Katanya.
'Oke makasih…Kayaknya kamu hampir selesai sama yang itu' Kataku merujuk ke novel di tangannya.
'Ya aku hampir selesai, juga bagus banget' Kata Mig dan lanjut baca.
Aku gak mau buru-buru novel ini, aku mau nikmatin setiap bagiannya. Aku pembaca yang cepat, aku bisa selesai baca novel dalam sejam tapi gak kayak novel ini.. Kayaknya unik.
Apakah aku barusan bilang aku pembaca cepat?
Gimana aku tahu itu?...karena novel ini kayaknya yang pertama…Atau;
Apakah aku pernah baca novel sebelum ini?
Apakah aku pecinta novel? Aku tanya diri sendiri sambil berusaha keras buat ingat tapi aku rasain sakit menusuk di kepala…Aku menangis.
'Elva ada apa?' Mig tanya khawatir.
'Uhn..uh aku baru aja ngerasain sakit di kepala' Kataku.
'Maaf…Kamu baik-baik aja sekarang?' Tanyanya.
'Ya..Makasih'
'Aku kenyang' Kami denger Fleur bilang sebelum dia lompat ke sofa.
'Kalian berdua kutu buku novel' Kata Fleur sebelum bersendawa keras ‘dua kali'.
'Oops maaf tata kramaku' katanya tapi Mig ngasih tatapan tajam.
'Maaf' Katanya lagi dan aku perhatiin Mig gak kelihatan senang.
'Aku bilang maaf…Ada apa sih dengan tatapan itu huh' Fleur nyindir Mig.
'Kamu tahu banget aku gak suka itu, kamu harusnya minimal nutup mulutmu..Kamu kurang tata krama!' Mig nyindir balik.
'Tapi permintaan maafku harusnya udah nenangin kamu, itu gak disengaja, itu keluar gitu aja' Kata Fleur dengan cemberut.
'Tapi yo..' Mig mau ngomong.
'Aku udah bilang maaf Mig..Ada apa sih semua ini' Kata Fleur mulai kesel.
'Cuma ha..' Mig mau ngomong.
'Terserah' Kata Fleur marah sebelum menghentak ke kamarnya..
'Aku rasa itu gak perlu, dia gak salah apa-apa selain dia juga udah minta maaf' Kataku ke Mig sebelum kita denger pintu kamar Fleur kebanting keras.
'Tapi itu gak cukup buat bikin dia kesel' Kata Mig dengan tenang.
'Sana minta maaf ke dia' Kataku dan dia berdiri terus jalan ke kamarnya.
Aku tahu dia nyesel…Sebenernya seru liat mereka berantem kecil-kecilan.
Apakah aku juga punya perkelahian kecil sama saudara-saudaraku?
Apakah aku punya saudara?
Aku cepet-cepet matiin pikiran-pikiran itu buat mencegah sakit kepala lagi.
'Wow' Gumamku waktu denger cekikikan, kayak mereka lagi main atau semacamnya.
Bukankah mereka baru aja berantem?
Aku senyum dan lanjut baca novelku.
…
Mereka berdua balik lagi ke ruang keluarga mengganggu aku dengan tawa mereka.
Mereka duduk di sofa.
'Main yuk' Kata Fleur.
**
Kita duduk melingkar di meja buat main papan permainan, Fleur ngajarin aku caranya sebelum kita mulai dan yang bikin kaget ‘aku menang'.
Kita ganti ke permainan kartu sederhana yang Fleur menangkan…Dia lompat kegirangan dan aku gak bisa nahan buat gak ketawa.
'Wow udah malem!' Seru Mig.
'Udah jam 7 malem' Tambah Fleur.
'Yuk masak makan malam' Katanya.
Kita semua bilang ‘selamat malam' setelah makan yang Fleur siapin..
Fleur juga jago masak tapi Mig lebih jago.
Aku masuk ke selimutku setelah mandi dan ganti ke piyama kesayanganku terus aku ambil novelku.
Aku berencana buat nyelesaiinnya malam ini, aku selalu keganggu pas siang jadi lebih baik aku nikmatin momen tenang ini buat menikmatinya.
Aku lanjut baca dari mana aku berhenti.
'Wow' Kataku sambil bersihin air mataku setelah aku selesai baca.
Emosional banget dan aku senang akhirnya kayak gitu …Aku cek jam di samping tempat tidur dan kaget.
Udah jam 2 pagi..Aku cuma punya beberapa jam buat tidur.
Yah..Aku gak nyesel ngabisin waktu tidurku buat baca novel itu..
Pantas banget..
Aku belum ngantuk jadi aku harus buka bagian yang aku suka dan mulai baca ulang.
Aku gak sadar kapan aku ketiduran dengan mulutku terbuka lebar.