BAB 39
Sudut Pandang Mig
'Aku punya ide," kata Fleur.
'Ide apa?' Kami bertanya dengan penasaran.
'Kamu harus balikan sama Elva lagi.'
'Apa..!' Elva dan aku berseru.
'Mig.. santai,' kata Fleur.
'Aku gak bisa gitu,' kataku.
'Mig, ini cuma rencana, dengan kamu dekat sama dia. Kamu pasti bisa nemuin pin pembukanya,' Kata dia.
Elva dan aku menggelengkan kepala, gak setuju...
'Tolong, ayo jalanin rencana ini, Mig, ini cuma akting. Dia tinggal tiga hari lagi buat pergi dari rumah ini. Apa kamu mau dia pergi tanpa kita tahu apa-apa... kita harus lakuin ini cepet,' kata Fleur dan aku mengangguk.
'Oke deh, gimana caranya?' tanyaku.
'Bagus.. Mulai sekarang, kamu harus mulai bersikap baik ke dia.. kamu mohon sama dia kalau kamu mau balikan lagi dan aku yakin dia pasti setuju. Kamu bakal tidur di kamarnya hari ini dan besok..' Fleur ngomong.
'Apa...' Elva berseru sebelum aku bisa protes.
'Kenapa dia harus tidur di kamarnya... apa gak ada cara lain?' Dia bertanya.
'Iya... aku gak bisa tidur di kamarnya.. dia lebih kayak... arrgh,' Aku mengerang.
'Kamu gak bakal ngapa-ngapain, kamu cuma bakal meluk dia dan bikin dia nyaman sama kamu. Begitu dia nyaman sama kamu, dia gak akan mikir buat nyembunyiin kunci dari kamu lagi. Dia bakal buka iPod-nya di depan kamu dan kamu cepet-cepet ambil pinnya... Kamu gak bakal bersikap kayak lagi merhatiin dia biar dia gak curiga dan dengan begitu, kita aman,' kata Fleur dan aku mengangguk.
'Pintar, sis,' kataku dan dia nyengir.
'Oke... gak papa, mulai rencananya,' kata Elva tapi aku lihat mukanya gak cerah.
Mungkin masalah rencana?
'Iya, Elva dan aku mau pergi ke danau sekarang, jadi kamu punya kesempatan buat ketemu Daisy,' kata Fleur dan aku mengangguk.
Mereka berdua berdiri.
'Kita ketemu lagi pas makan siang dan semoga sukses kencannya,' kata Fleur dan mereka berdua keluar.
Aku benerin pakaianku dan keluar dari kamarku..
Aku ketemu Daisy lagi duduk di sofa di ruang keluarga, iPod-nya di tangan.
Aku berdehem dan pergi duduk di sampingnya, dia kelihatan kaget sedikit, mungkin gak nyangka aku bakal duduk di sampingnya.
Dia terus nge-scroll iPod-nya.
Ya ampun.. Gimana ya mulainya?
'Kamu selalu sama iPod-mu, kamu bahkan kayak gak mau ngomong sama aku lagi,' kataku sambil muter-muter rambutnya di antara jariku.
Dia suka banget kalau aku gitu.
'Beneran?' Dia bertanya.
'Iya,' kataku.
'Ya... kamu kan selalu sibuk sama cewekmu dan gak mau ngasih aku satu pandangan pun jadi kamu jangan berharap aku maksa diri buat deket sama kamu,' Kata dia.
'Aku minta maaf... Aku baru nyadar apa yang udah aku lakuin. Aku gak bisa nolak kamu lagi, jantungku berdebar kencang kalau aku deket kamu. Maafin aku dan aku janji aku gak akan ninggalin kamu lagi,' kataku, sambil nunjukkin sikap yang keren buat ngeyakinin dia.
'Beneran?' Dia bertanya.
'Iya Dee,' kataku dan matanya membelalak karena senang. Aku manggil dia 'Dee' dan aku tahu dia suka aku manggil gitu, jadi aku harus cepet-cepet pake itu.
'Dee... apa kamu udah maafin aku?' tanyaku dan mengedipkan bulu mataku, yang selalu bikin dia nurut apa yang aku bilang.
Dengan ekspresi di wajahnya, aku tahu dia udah mulai kena rencana ini.
'Ohh... Mig-ku, aku udah maafin kamu. Tapi, aku gak mau lihat kamu deket sama jalang itu lagi,' Kata dia.
'Oke Dee.. dan aku bahkan udah gak suka dia lagi,' kataku... iya aku udah gak suka Elva lagi, aku sayang dia.
Aku cium keningnya, rasa geli yang selalu aku rasain kalau aku lakuin itu udah gak ada lagi.
'Aku senang kamu balik lagi, Mig,' Kata dia sambil nyengir, narik aku buat meluk dia.
'Aku juga,' kataku membalas pelukannya.
Sudut Pandang Elva
Fleur bikin aku sibuk ngomong pas kita berenang di danau tapi pikiranku gak di situ.
'Apa yang lagi mereka lakuin ya.. Aku terus mikir sambil cemberut.
'Semoga rencananya berhasil,' kata Fleur memotong lamunanku.
'Iya,' kataku cuek.
'Aku yakin banget iPod itu isinya sesuatu yang ilegal,' Kata dia.
'Iya,' kataku.
'Aku gak sabar mau bongkar rahasia yang dia sembunyiin,'
'Iya,' kataku.
'Kenapa kita gak lihat lorongnya lagi?' kataku, pengen banget masuk buat lihat apa yang Daisy lakuin sama Mig.
'Jangan dulu deh.. kita harus kasih Mig waktu, tapi kita bakal pergi kesana kok,' Kata dia dan aku mengangguk.
'Ayo lomba renang,' kata Fleur dan aku mengangguk.
~
'Wah!' Aku berseru karena lihat Fleur berenang jauh di depanku.
Dia perenang yang bagus, sama kayak Mig.
Pikiran Mig dan Daisy memenuhi pikiranku lagi.
Aku gak tahu kenapa aku ngerasa kayak gini.
Apa aku cemburu?
Iya, aku cemburu... Bukan saat Mig sama jalang itu.
Aku tahu ini cuma rencana tapi ini bikin aku ngerasa gak aman.
Sudut Pandang Daisy
Aku nyenderin kepala di paha Mig sementara dia terus muter-muter jarinya di rambutku... Aku kangen itu.
Aku gak nyangka Mig bisa minta maaf ke aku, dia akhirnya sadar kalau aku jauh lebih baik dari pada orang bodoh itu.
Aku udah capai salah satu tujuan aku datang kesini.. Tinggal tugas 'emas' yang bakal aku lakuin hari Senin begitu Fleur dan Elva pergi kerja. Aku bakal nyuruh Mig buat beliin aku beberapa barang di toko swalayan terus aku cepet-cepet buka pintunya dan ngambil emas sebanyak yang aku bisa terus pergi.
Rencana aku hari Senin pasti berhasil.. Apa ada yang lebih bahagia dari aku.
'Kamu kelihatan lebih cantik, Daisy,' kata Mig memotong lamunanku dan aku tersipu.
'Dan iPod-mu juga lucu,' Kata dia mengambilnya. Aku pengen rebut dari tangannya tapi aku gak mau dia curiga dan aku gak tahu kenapa aku ngerasa bebas sama dia..
Aku kayaknya sayang sama Mig, jadi dia bisa ngapain aja sama iPod-ku selama dia gak tahu pin pembukanya.
'Aku kangen cara kamu senyum,' Kata dia dan aku tersenyum.
'Iya,' Kata dia dan aku tertawa kecil.
'Dee kamu udah gak bebas lagi sama aku, aku kangen cara kamu cerita ke aku, gimana kamu ngasih aku akses ke ponselmu dan banyak lagi,' Kata dia.
'Aku minta maaf Mig... Aku bakal berusaha lebih bebas di deket kamu,' kataku dan dia tersenyum.
Aku sentuh lesung pipinya dan kita berdua cekikikan kayak yang selalu kita lakuin dulu.
'Mig,' Dia memanggil dengan tatapan rindu..
'Aku kangen cara kamu cium aku, bisa cium aku sekarang gak?' Kataku.
'Hah?'
Aku lihat Elva dan Fleur dari sudut mataku berjalan balik ke ruang keluarga dan aku cepet-cepet angkat kepalaku dan menciumnya tepat di bibirnya...
Stapsy ❣️
.
.
.
.