BAB 19
Sudut Pandang Mig
'Ben?' tanyaku pelan.
'Siapa Ben? Dan kenapa dia ajak dia makan siang?' teriakku sebelum bisa menghentikan diriku.
Elva tersentak sementara Fleur menatapku.
'Mig, ada apa? Kenapa kamu teriak?' tanya Fleur.
'Ben itu cuma teman,' Elva juga menambahkan dan aku menghela napas.
'Maaf, kayaknya aku lagi *mood swing*, aku gak bermaksud teriak,' kataku dan berjalan menjauh ke kamarku. Aku duduk di tempat tidur dan mengusap rambutku...
Ya Tuhan!
Kenapa aku kesel cuma gara-gara cowok ngajak dia makan siang, bukan berarti aku punya dia atau gimana, tapi aku gak tau kenapa akhir-akhir ini ada yang salah sama aku.
Aku baru aja ngerasa ada sesuatu yang muncul di dalam diriku dan itu bukan kemarahan.
Apa itu cemburu?
Sudut Pandang Elva
Aku berjalan ke kamarku sementara Fleur pergi ke dapur, aku menjatuhkan tasku di tempat tidur dan menghela napas dalam-dalam.
Aku kaget Mig bisa teriak sekeras itu.. tapi itu cuma *mood swing*.
Dia selalu ngasih aku perasaan tertentu setiap aku dekat dengannya. Dulu aku kira cuma penampilannya aja yang bikin aku ngerasa gitu, tapi nggak! Ada juga perasaan ini... jantungku berdebar setiap dia ada di sekitarku.
Apa ini?
Aku kembali ke ruang tamu setelah selesai mandi, sekarang memakai celana pendek biru dengan kaos longgar.
Aku ketemu Fleur dan Mig duduk di sofa yang berbeda di ruang tamu, aku duduk di samping Fleur.
'Kamu udah selesai makan?' tanyaku ke Fleur.
'Iya, kamu mau makan juga?' Dia bertanya.
'Nggak, aku tunggu sampai makan malam soalnya perutku masih kenyang sekarang,' kataku
'Apa Ben itu staf di rumah sakitmu... 'Mig tiba-tiba bertanya.
'Iya dia sepupunya Dokter Steph,' kata Fleur.
'Beneran?' tanya Mig.
'Iya... dia bilang gitu pas kita ngobrol,' selaku menyela dan langsung menyesal karena tatapan yang diberikan Mig padaku.
Apa dia marah atau gimana?
'Aku gak ngomong sama kamu. Aku ngomong sama Fleur oke,' katanya dan aku langsung sakit hati
'Mig, itu kasar' tegur Fleur.
'Nggak papa kok, maaf udah nyela Mig' kataku dan berdiri lalu kembali ke kamarku...
Aku menutup pintu di belakangku dan duduk di tempat tidur sambil menatap kosong.
Aku penasaran kenapa dia bersikap kayak gitu... buatku dia gak pernah jauhin aku.. ada apa ya?
Aku menyerah berpikir setelah beberapa menit kemudian melanjutkan novel yang sedang aku baca...
Aku ketiduran cuma buat dibangunin Fleur buat makan malam.
'Wah udah malem' kataku sambil mengikuti Fleur ke ruang makan, aku terus memandangi Mig selama makan tapi dia gak mau menatapku.
Kami selesai makan dan aku menawarkan diri untuk mencuci piring, Mig menawarkan diri untuk membersihkan meja sementara Fleur mengucapkan selamat malam pada kami...
Aku membawa piring ke dapur dan mulai menyortirnya, keheningan ini membunuhku, karena aku tahu Mig bersamaku tapi gak mau ngomong.
Kami biasanya ngobrol pas lagi kerja, aku penasaran apa yang salah yang udah aku lakuin.
'Mig' panggilku dan dia berbalik menghadapku.
'Aku bikin salah ya?' tanyaku.
'Nggak kok' katanya dan kembali membersihkan meja makan.
'Terus kenapa kamu terus bersikap gitu?' tanyaku dan aku melihat wajahnya jadi muram.
'Maaf ya Elva, ini cuma *mood* ku' katanya dan berjalan mendekatiku.
'Oke, aku cuma penasaran aku salah apa karena kamu bahkan gak mau ngomong sama aku' kataku..
'Oke, mungkin aku sedikit sakit hati karena makanan yang aku simpan buat kamu kebuang, aku makan sedikit supaya kamu dan Fleur bisa makan cukup tapi kamu pulang cuma bilang udah makan siang' Katanya.
'Oh.. maaf banget Mig, aku janji aku gak bakal makan siang lagi sebelum pulang dan bahkan kalaupun iya, aku bakal pastiin buat tetap makan punya kamu, aku gak tau kamu bakal semarah ini, aku gak seharusnya makan siang..maaf ya' aku minta maaf.
'Beneran?... Kamu maksudnya kamu gak bakal makan siang di tempat kerja lagi?' Dia bertanya dan aku mengangguk.
'Iya aku gak bakal' kataku dan dia tersenyum..
Aku senang Mig-ku kembali!
Uh..Mig-ku?... lol
Mig dan aku bertukar selamat malam setelah kami ngobrol selama beberapa jam. Aku akhirnya bilang ke dia kalau aku janji sama anak-anak buat nyanyiin lagu buat mereka besok dan aku bahkan gak tau lagu apa yang mau dinyanyiin.
Dia membawaku ke perpustakaan, dan milih beberapa buku lagu buatku... Aku seneng banget karena aku bisa nepatin janji aku ke anak-anak..
Aku berterima kasih padanya, dia nunjukin beberapa novel menarik lainnya dan bahkan ngasih aku dua buku itu. Aku merasa bersalah udah bawa satu ke tempat kerja tanpa persetujuannya tapi aku gak bisa bilang ke dia karena aku gak mau dia marah lagi.
Dia emang cowok yang keren dan aku suka dia.
Aku menyelinap di bawah selimut setelah aku ganti jadi piyama. Aku ngambil buku lagu yang dikasih Mig ke aku dan mulai baca, tiba-tiba aku inget suara yang aku denger lagi siang ini.
Gimana bisa ada orang yang punya suara sebagus itu?
Meskipun suaranya samar, itu ngebangkitin sesuatu di dalam diriku.
Tapi... kenapa suara itu biasanya berhenti setiap kita masuk rumah..
Ya udah deh.. kayaknya cuma kebetulan.
Aku tertidur pulas tanpa mimpi.
**Besok paginya**
Fleur dan aku mengucapkan selamat tinggal pada Mig setelah kami selesai sarapan.. kami berjalan cepat ke rumah sakit terlibat dalam obrolan panjang.
Aku masuk ke bangsal setelah Fleur dan aku berpisah.
'Selamat pagi *cuties*' kataku sambil menjatuhkan tasku di meja.
'Selamat pagi Elva' Mereka tersenyum.
'Gimana malam kalian?' tanyaku.
'Baik Elva' Mereka menyahut serempak.
Aku duduk dan menata buku dengan rapi di meja...
Anak-anak sedang bermain di sekitar bangsal dan aku pastiin buat tetap memantau mereka.
*
Sarapan mereka datang segera dan aku membagikannya untuk mereka.
Mereka selesai makan dan aku mengemas piring kembali ke keranjang dan menyisihkannya untuk *koki*.
'Elva kamu janji mau nyanyiin lagu buat kita hari ini' Mitch bilang
'Oke, kalian semua duduk di tempat tidur kalian' kataku dan mereka semua berlari ke tempat tidur mereka, menatapku.
Aku berdehem... Ya Tuhan! Aku bahkan gak tau gimana suara aku bakal kedengeran tapi aku harus nyanyiin buat nepatin janji aku ke mereka.
Aku mulai nyanyi...
Jauh jauh adalah penggembala sapi.
Terang terang adalah gadis penenun.
Ramping ramping tangan yang adil menenun.
Klak klak pergi mesin tenunnya.
Jalur susu dangkal dan jernih