BAB 42
Sudut Pandang Elva
Kita sampai di rumah dan masuk ke ruang tamu.
Mig dan Daisy duduk di sofa.
"Hei Mig"
"Selamat datang… Gimana kerjaannya?" Dia nanya.
"Mantap"
"Makan siangmu di dapur" Katanya dan kita ngangguk terus jalan ke kamar buat segeran dulu.
Aku buka kunci pintu kamarku dan masuk.
Aku lepas sepatu, ngelempar tas ke kasur, dan jalan ke lemari.
Aku buka dan ngeliatin baju-baju di sana.
Akhirnya aku milih atasan off-shoulder hitam sama celana jeans biru.
Aku selesai segeran, sekarang udah pake outfit pilihan, aku keluar dari kamar mandi dan pake sandal jepit sebelum ke dapur.
Ketemu Fleur lagi ngeluarin beberapa pizza roll yang ngebul di dua piring.
"Wah.. Mig yang bikin ini?" Aku nanya kaget.
"Iya… Kayaknya gak ada yang gak bisa Mig bikin deh. Ibu-ku kan koki dan dia selalu di rumah sama dia" Kata Fleur.
"Ohh… Aromanya aja udah bikin nafsu makan" Aku bilang.
Fleur senyum dan ambil dua gelas sama dua botol air mineral.
Aku naruh piring yang isinya pizza roll di baki, terus bawa ke ruang makan.
Fleur ngikutin di belakang bawa air.
Kita duduk dan mulai makan..
Enak banget dan aku makan dengan lahap.
Mig muncul di ruang makan sambil nyengir.
"Tampang kalian nunjukin kalau kalian berdua nikmatin pizza roll-ku" Katanya dengan tampang lucu dan kita ketawa kecil.
Dia duduk di sampingku dan ngedip dua kali.
Kena banget deh.
"Mig, kamu mau siapin makan malam?" Fleur nanya.
"Iya"
"Aku bakal kasih kamu obat tidur buat dicampur di porsi Daisy, biar dia tidur" Fleur berbisik.
"Oke.. Semoga gak nyakitin dia ya?" Dia nanya.
"Enggak kok" Jawab Fleur.
"Oke deh.. Kalian nikmatin makanannya kan?" Dia nanya.
"Tentu aja dan kamu harus ngajarin aku cara bikin yang ini" Aku bilang.
"Tentu aja… Aku capek nih, mau tidur siang dulu" Katanya sambil berdiri.
~
Kita selesai makan dan aku bilang ke Fleur kalau aku yang cuci piring.. dia jalan ke kamarnya juga buat tidur siang.
Aku mulai cuci piring di wastafel dapur.
Aku noleh pas denger ada gerakan di belakangku. Aku liat Daisy jalan ke dapur sambil nyengir.
Aku bilas tangan yang kena sabun dan noleh ngadepin dia.
"Kamu" Katanya sambil nunjuk aku.
"Iya?" Aku nanya.
"Kamu cemburu Mig ninggalin kamu buat aku kan?" Dia nanya dan aku ketawa kecil dalam hati.
"Aku mau pergi besok dan aku bakal bikin Mig bikin kamu pergi juga." Dia bilang.
"Ohh.." Aku ngangkat bahu.
"Iya.. Dan aku mau nanya, gimana caranya kamu bisa masuk ke rumah ini?" Dia nanya.
"Aku gak harus jawab itu ke kamu" Aku bilang.
"Aku tau kamu gak harus jawab, tapi aku cuma mau tau aja" Katanya.
"Aku gak bisa kasih tau kamu" Aku bilang.
"Oke… Tapi kamu tau siapa kamu?" Dia nanya.
"Siapa aku?... Tentu aja aku Elva" Aku bilang dan dia ketawa ngakak.
"Kamu Elva?... Kamu bohongin siapa sih?" Dia nanya.
"Bohongin? Gimana maksudnya?" Aku nanya dan liat tampang bingung di wajahnya.
"Kamu bukan Vi.." Dia lagi ngomong tapi berhenti.
"Vi.. apa?" Aku nanya.
"Uh.. Gak jadi deh" Dia bilang sebelum pergi..
‘Dia ngomongin apa sih.. apa dia gila?’ Aku mikir dan lanjut cuci piring.
*
Aku selesai cuci piring dan naro piring-piring itu di rak pengering.
Aku keringin tangan dan ambil sebungkus biskuit sama segelas air sebelum ke perpustakaan.
Aku masuk perpustakaan, naro biskuit dan air di meja sebelum nyari novel yang mau aku baca.
Aku milih novel romantis judulnya 'Pernikahan Skandal Miliarder' karya Danielle steel.
Aku duduk di kursi hadap meja dan buka novelnya.
Aku terkesan sama ###BAB satu jadi aku lanjut baca.
Sudut Pandang Daisy
"Ada apa sih?"
Mungkinkah dia gak inget apa-apa atau gimana?
Atau apa yang bisa dilakukan seorang miliarder di pedesaan. Ayahnya kan salah satu orang terkaya di Meksiko.. dia baik hati kayak Vinnie dan dia masih belum bisa move on dari kematiannya yang katanya.
Aku kira temenku bilang dia udah singkirin dia..
Semua orang percaya dia diculik dan dibunuh.
Vinnie Winters dan temenku Sasha Lee adalah model dan musisi di Meksiko.
Vinnie terkenal dan dicintai orang-orang karena kebaikannya. Suaranya kayak malaikat, dia nyanyi dengan indah dan konsernya biasanya dihadiri orang-orang berpengaruh.
Sasha bilang ke aku kalau Vinnie lagi ngerusak ketenarannya dan aku dukung dia buat singkirin dia dan dia berhasil.
Kok bisa dia masih hidup dan sehat?
Aku bener-bener harus bertindak cepat karena kalau Vinnie balik lagi ke Meksiko. Maka ketenarannya Sasha bakal hilang.
Begitu aku keluar dari tempat ini besok, aku harus kasih tau Sasha, dia harus bertindak cepat.
Vinnie emang punya semangat yang kuat… sialan.
Aaaargh… Apa aku gak bisa bunuh dia sendiri aja.
Sudut Pandang Elva
Aku buka mata karena ada tepukan ringan di bahuku.
Aku nguap dan sadar kalau kepalaku ada di meja..
Aku lagi kerja ya.. Aku mikir, sambil ngangkat kepala.
Ohh… Aku di perpustakaan, ketiduran pas lagi baca novel.
"Elva" Aku denger dan kaget, aku noleh liat Mig di belakangku.
"C'mon, makan malam udah siap.. kita nyariin kamu seisi rumah" Dia bilang.
"Ohh… Makan malam?" Aku nanya.
"Iya"
"Wah… Pasti aku tidur lama banget nih" Aku bilang sambil berdiri.
Mig ngambil piring biskuit kosong dan gelas.
Kita sampai di ruang makan dan mulutku berair ngeliat pasta yang ngebul sama ayam rumahan.
Aku langsung duduk.. begitu juga Mig.
Kita mulai makan dan wah.. rasanya enak banget..
Kita noleh ke Daisy pas denger dia nguap.
"Sialan… Aku ngantuk nih… Selamat malam Mig" Dia bilang hampir sempoyongan ke kamarnya.
"Yes!" Fleur berseru sambil tos sama Mig dan aku.
"Sekarang buruan habisin makan malam kita" Dia bilang.
Kita selesai makan dan bawa piring-piring kosong ke dapur sebelum ke kamar Daisy.
Kita masuk dan ketemu dia udah tidur pules di kasur sama iPod-nya di samping dia.
Mig ngeluarin secarik kertas yang dia tulis pin pembukanya sementara Fleur ngambil iPod Daisy, buka dan mulai pencet pin…
"Wah.. Bagus banget usahanya, jadi ini yang kalian rencanain selama ini.. berani-beraninya ngerencanain aku?!.." Daisy tiba-tiba bilang, sambil duduk di kasur.
Kita kaget, iPod jatuh dari tangan Fleur dan kita semua berdiri gemetar ketakutan.
Sialan…!
Stapsy ❣️
Bersambung