BAB 6
Sudut Pandang Mig
"Mig, kita biarin dia tidur dulu, ada yang mau aku obrolin sama kamu," kata Perawat Fleur, keluar dari kamar Elva.
Aku ngelirik Elva yang lagi tidur buat terakhir kalinya dan senyum, dia kerasa kecil dan hangat banget di pelukanku. Aku keluar dari kamar, nutup pintunya pelan.
Aku jalan ke ruang tamu dan nemuin Fleur lagi duduk di sofa.
Aku nyamperin dia dan dia kaget sampe nge-glare ke aku. Aku ketawa kecil dan nge-stretching kaki.
"Mig, aku lagi mikirin sesuatu," kata Fleur.
"Oke, apa tuh?" tanyaku.
"Hmm… Aku mikir kita harus ngumumin soal Elva di TV sama radio. Keluarga dia mungkin nyariin," katanya.
"Apaan!" seruku… "Kenapa kamu mau gitu? Kamu gak suka dia atau gimana?" tanyaku.
"Bukan gitu maksudnya… Keluarga dia pasti khawatir banget sama dia, dan aku juga mikir dia mungkin pengen banget balik ke keluarganya, tapi dia mungkin cuma malu buat bilang," katanya.
"Aku tau, tapi kita gak bisa gitu… Belum. Lagian dia gak bilang apa-apa soal keluarganya. Dia seneng-seneng di sini, dan kita juga suka ada dia," kataku.
"Iya, aku suka temenan sama dia, tapi kita harus mikirin juga, keluarganya mungkin di luar sana lagi nyariin dia, dan kita gak bisa ngumumin nemuin orang hilang cuma karena kita suka ada dia… Itu egois banget jadinya," kata Fleur, dan aku juga jadi mikir keras.
"Bener juga Fleur, tapi kita harus biarin dia sembuh dulu dan pulih lagi sebelum kita ngelakuin itu," kataku.
"Oke, gitu aja deh. Aku harus balik kerja, shift aku belum selesai," kata Fleur sambil berdiri.
"Oke Fleur, dadah," kataku.
"Dadah," katanya dan keluar.
Aku berdiri dan jalan ke dapur, ngambil bahan-bahan yang aku butuhin buat bikin meat loaf…
Ya iyalah, aku jago masak.
Elva harus makan sesuatu pas dia bangun nanti.
Aku mulai masak, mondar-mandir di dapur.
Meat loaf-nya udah jadi!!
Aku masukin ke piring gede, terus ditutup… Aku simpen di freezer, rencananya mau di-microwave buat Elva pas dia bangun.
Aku cuci panci sama peralatan masak lainnya yang dipake buat bikin makanan.
Selesai ngerjain itu, aku ngelapin tangan pake serbet dan keluar dari dapur… Pergi ke kamar Elva…
Aku buka pintu, dan dia masih tidur pules, aku tau butuh waktu lama sebelum dia bangun. Kenapa gak sekalian aja aku beli lagi novel yang robek itu sebelum dia bangun.
Aku keluar dari kamarnya, masuk ke kamar aku dan ngambil duit yang cukup sebelum keluar rumah.
Aku mulai jalan kaki ke Toko Buku di seberang jalan.
Untungnya, aku beli copy novel yang terakhir, aku bayar ke mbak-mbak kasir, dan baru mau pergi pas aku liat novel lain.
"Lone eagle karya Danielle steel," aku baca keras-keras dan nyamperin, aku ambil dan baca ringkasannya dan aku ‘wow'…
Aku balik lagi ke mbak-mbak kasir dan bayar juga buat novel itu, gak peduli tatapan dia ke aku.
Aku pergi sambil nyengir.
"Harus cepet, Elva pasti udah bangun sekarang," pikirku dan buru-buru pulang.
Aku masuk rumah, ngeletakkin novel-novel itu di sofa dan langsung ke kamar Elva.
Aku buka pintu dan masuk.
Aku bener.
Dia udah bangun, lagi duduk di kasur, bibirnya melengkung senyum pas aku nyamperin dia, aku bales senyum.
"Hei, gimana perasaan kamu sekarang?" tanyaku.
"Udah mendingan, makasih. Fleur kemana?" tanyanya.
"Dia udah balik kerja," kataku dan dia ngangguk.
"Uhm," dia menghela napas, ngeliatin aku malu-malu.
"Kenapa?" tanyaku.
"Aku mikir, bisa gak sih aku makan sedikit, perut aku…" dia menghela napas.
"Ohh… Oke, ikut aku ke ruang makan, aku baru aja bikin Meat loaf," kataku.
"Beneran?" tanyanya.
"Iya," kataku dan dia senyum sambil bangun dari kasur.
Aku jalan duluan.
"Aduh," aku denger dan balik badan.
Dia lagi pegangan di kasur buat nahan diri.
Salah aku.
Aku lupa dia keseleo.
"Maaf Elva, aku lupa kamu keseleo," kataku dan ngambil dua langkah panjang ke arahnya sebelum menggendong dia… aku denger dia kaget dan aku senyum.
Aku nurunin dia ke kursi makan dan dia bergumam ‘Makasih'.
Aku jalan ke dapur dan cepet-cepet nyolokin microwave, aku masukin makanan ke dalemnya dan nutup lagi, biar panas, aku balik ke ruang makan.
"Makanannya di microwave, kita cuma perlu nunggu beberapa menit buat manasin," kataku dan duduk di depannya.
"Ohh.. Oke," katanya.
"Aku udah beli copy novel yang lain, waktu kamu tidur," kataku dan mukanya cerah.
"Beneran?" tanyanya.
"Iya," kataku.
"Seru banget, dan aku gak sabar mau lanjut baca… Gimana yang robek?" tanyanya.
"Uh..itu? Udah aku simpen di rak buku," kataku dan dia ngangguk.
"Aku juga beli novel baru," kataku.
"Beneran? Juga novel dari penulis yang sama?" tanyanya dan aku geleng kepala.
"Lone eagle karya Danielle steels," kataku.
"Wah, namanya aja udah keliatan seru, pasti seru nih," katanya.
"Iya, ringkasannya bikin aku milih," kataku
"Dimana?" tanyanya.
"Ruang tamu," kataku dan berdiri, jalan ke sofa tempat aku nyimpen novel-novel itu, aku ambil dan balik lagi ke Elva.
Aku taruh di depannya dan duduk, dia ngeliatin dua novel itu, ngecek mereka sambil senyum.
"Wah, begitu aku selesai sama ini…"Lone eagle" selanjutnya," katanya, senyum.
"Dan siapa bilang aku bakal minjemin kamu novelnya?" aku goda.
"Hah," katanya gugup, garuk-garuk rambut.."Maaf aku gak tau kamu gak bakal minjemin aku," katanya dengan muka pucat, ngejatohin novel-novel itu lagi ke meja.
Aku ketawa.
"Udah ah, aku cuma bercanda," kataku masih ketawa.
"Beneran?" tanyanya.
"Iya aku cuma bercanda, kamu bisa lanjut baca yang itu, sementara aku mulai dengan "Lone eagle" terus nanti aku kasih ke kamu kalau udah selesai," kataku.
"Makasih," dia berseri-seri.
"Kita sisihin dulu novelnya buat sekarang, kita lanjutin setelah makan siang," kataku ngejatohin dua novel itu di kursi sebelum jalan ke dapur buat ngecek makanan.
Udah panas, aku matiin microwave sebelum ngeluarin makanannya, aku taruh di meja dapur dan masukin ke dua piring, nyisain buat Fleur.
Aku taruh dua piring meat loaf di baki dan bawa ke ruang makan.
Aku taruh makanan Elva di depannya dan juga taruh punya aku di meja.
Aku balik ke dapur dan balik lagi ke ruang makan dengan dua botol air dan gelas.
Elva udah mulai makan, aku taruh meja air dengan gelas di depannya.
"Makasih Mig," katanya dan aku ngangguk sebelum duduk buat mulai makan.
Kita udah selesai makan dan sekarang aku di dapur nyuci piring, Elva nawarin mau bantu, tapi aku tolak.
Dia lagi nungguin aku di ruang makan… Aku harus cepetan.
Aku selesai nyuci piring dan taruh di rak pengering.
Aku ngelapin tangan pake serbet dan balik buat nemuin dia.
"Aku udah selesai cuci piring," kataku.
"Oke," katanya dan berdiri, dia meringis kesakitan tapi cepet-cepet nutupinya dengan senyum. Dia gak mau nyusahin aku dengan minta digendong lagi, tapi aku gak peduli.
Aku gendong dia di pelukanku dan menuju ruang tamu, aku taruh dia pelan-pelan di sofa sebelum duduk di sampingnya.
"Makasih Mig," katanya dan aku ngangguk.
Aku ngambil "Lone eagle" dan mulai baca.