BAB 40
Sudut Pandang Elva
Aku dan Fleur masuk ke rumah dan aku langsung terpaku di tempat saat melihat apa yang kulihat.
Mig lagi ciuman sama Daisy atau malah Daisy yang cium Mig… Pokoknya.. aku pengen banget mencekiknya saat itu juga.
Mereka berhenti berciuman dan Mig menangkap pandanganku.. Aku memberinya tatapan singkat sebelum pergi dengan marah..
Aku tahu ini semua cuma sandiwara, tapi rasanya sakit banget lihat Mig ciuman sama cewek lain.. Gak ada cewek lain selain Daisy!
'Apa dia ngerasain kayak gitu waktu Ben cium aku?' pikirku sambil membuka pintu kamarku.
Aku masuk dan menuju ke arah tempat tidur.
Aku menghela napas sambil duduk.
Fleur udah pergi buat siap-siap kerja.
Aku mengambil novel, mencoba untuk mengalihkan pikiran.
❇️❇️
Aku mendengar ketukan dan berjalan ke pintu, aku membukanya dan melihat Mig.
'Makan siang udah siap' Katanya.
'Aku nyusul ya' kataku menutup pintu di depan wajahnya.
Aku kesel banget sama dia karena ciuman sama jalang lain.
Cuma sandiwara, tapi aku gak bisa nahan.
Aku duduk lagi di tempat tidur dengan wajah tertutup telapak tangan.
~
Akhirnya aku berdiri dan pergi bergabung dengan mereka di ruang makan.
Aku menemui mereka sudah makan, aku duduk dan mulai makan tanpa melihat ke atas.
Aku bisa merasakan mata Mig tertuju padaku.
Daisy dan Mig ngobrol dan tertawa selama makan siang.
Daisy terus ngasih aku tatapan penuh kemenangan dan aku gak bisa berhenti cekikikan…
Serius, Mig jago akting, gak ada yang curiga.
Kami selesai makan dan aku mencuci piring… Aku keluar dan duduk di beranda depan untuk menunggu kedatangan Fleur dan juga merasakan angin sejuk.
Aku terus membaca novelku..
Wah !!
'Udah mulai gelap.. Aku mau selesain halaman ini aja dan masuk' pikirku.
…..
'Elva' Aku mendengar dan melihat ke atas.
Itu Fleur.
'Hai Fleur, selamat datang' kataku berdiri.
'Kamu ngapain di luar?' Tanyanya.
'Cuma pengen duduk di luar aja' kataku.
'Ohh..oke, ayo masuk' Katanya dan membuka pintu.
Kami berdua masuk.
'Kalian berdua datang di waktu yang tepat. Aku dan Daisy baru selesai bikin makan malam' kata Mig dan Daisy tersenyum.
'Oke deh… Aku mau naruh tas dulu terus ke ruang makan' kata Fleur dan pergi ke kamarnya.
'Aku berjalan ke ruang makan dan duduk, menghindari tatapan Mig.
Dia membagi makanan ke empat piring, dia menaruh piringku di depanku dan memaksaku untuk melihatnya.
Aku menatapnya dan dia tersenyum sambil mengedipkan mata… Aku hampir membalas senyumnya tapi aku menahannya.
Fleur juga datang bergabung dengan kami dan kami mulai makan.
Mig ngikutin Daisy ke kamarnya setelah makan malam.
Aku dan Fleur selesai mencuci piring dan duduk di ruang keluarga.
'Aku harap rencananya berhasil' kata Fleur.
'Iya.. Aku harap Mig bisa dapetin PIN pembuka malam ini karena aku gak mau dia ngabisin malam lagi sama dia' Aku mendapati diriku berkata.
'Beneran?' Tanya Fleur dan aku malu-malu mengangguk kecil.
'Jadi setelah Mig dapetin iPod yang kebuka.. apa selanjutnya?' tanyaku.
'Yah.. begitu Mig dapetin PIN pembukanya, aku kepikiran buat nambahin obat tidur yang gak berbahaya di makanannya, terus begitu dia tidur.. kita akan jelajahi iPodnya' kata Fleur.
'Wow… rencana yang bagus, mari kita berharap Mig dapetin PIN pembukanya malam ini' kataku.
'Tentu aja dia akan… Aku percaya dia' kata Fleur dan aku mengangguk.
'Anak-anak nanyain kamu hari ini' Katanya.
'Ohh… beneran?'
'Iya… mereka kayaknya gak suka sama cewek lain itu.. Miranda' kata Fleur.
'Iya mereka emang bilang gitu.. dan aku udah janji mau bilang ke Dokter Steph tapi aku lupa' kataku.
'Ohh… kamu harus bilang ke dia besok'
'Iya aku akan' kataku.
'Aku ngantuk nih' kata Fleur dengan sedikit menguap.
'Aku juga' kataku dan kami berdua bertukar 'selamat malam' terus masuk ke kamar masing-masing.
Aku menutup pintu di belakangku dan dengan mengantuk mengganti piyama sebelum melompat ke tempat tidur.
Aku menguap dan menyalakan lampu samping tempat tidur sebelum tertidur lelap.
Sudut Pandang Mig
Aku dan Daisy berbaring di tempat tidurnya, dia cerita tentang gimana kehidupan kotanya, tapi pikiranku gak di sana.
Aku gak suka tatapan yang Elva kasih ke aku tadi pas dia ketahuan lagi 'ciuman'.
Daisy yang cium aku duluan, aku gak ada niat buat ngelakuinnya.
'Jadi Mig kamu serius tentang kita mulai lagi?' tanya Daisy.
'Iya Dee.. aku serius' Aku bohong.
'Oke… Setuju tapi..' Katanya dengan ragu.
'Tapi apa?' tanyaku.
'Cewek itu harus pergi' katanya.
'Tentu aja aku berencana buat nyuruh dia pergi' kataku dan hampir cekikikan.
'Itu bagus' Katanya.
'Dan aku tidur di sini malam ini' kataku.
'Beneran?' tanyanya dengan semangat.
'Iya Dee' kataku.
'Wow' Dia menjerit kegirangan.
'Iya..' kataku melepaskan selimut untuk berbaring sepenuhnya di tempat tidur bersamanya juga di sampingku.
Kenapa dia gak berusaha buat buka iPodnya..
'Aku cinta kamu Mig' Dia berseri-seri.
'Aku juga cinta kamu Dee' kataku.
~
Sial… dia harusnya buka iPod sialan ini daripada natap aku dengan menggoda.
Dia bahkan gak boleh nyoba buat bahas seks malam ini… karena itulah yang paling dia suka… Aku harus menolak dan aku takut itu bakal ngerusak rencana.
Gak maukah dia membuka iPod sialan ini..
Aku menunggu dengan sabar beberapa menit sebelum menyadari dia mungkin gak mau ngelakuinnya di hadapanku.
Aku tahu apa yang harus dilakukan.. aku cuma harus pura-pura tidur dengan mata tetap waspada.
Aku menggeser bantal ke atas ke tempat di mana aku tahu aku akan mendapat pandangan penuh begitu dia mau membuka iPodnya.
'Selamat malam Dee' kataku dengan pura-pura menguap.
'Selamat malam Mig' Katanya mencium pipiku.
Aku tersenyum dan pura-pura tertidur tapi dia tetap gak berusaha buat meraih iPodnya..
Aku mulai beneran ngantuk ketika aku mendengar beberapa suara..
Aku membuka mata kananku sedikit dan melihatnya mengambil iPodnya dari meja samping tempat tidur.
Aku tersenyum.. dia membukanya.
Ya Tuhan.. Aku harus ambil ini cepet, dia mau bukanya… Untung pandangannya jelas.
Dia menatapku dan aku segera memasang akting tidur palsu.
Aku mendengar dia menghela napas dan membuka mataku lagi.
Dia mengklik; 1-1-7-8-2-9 dan iPodnya terbuka.
'Yasssss!! Aku udah dapet PIN-nya' pikirku senang tapi gimana caranya aku inget ini sampai pagi.
Yah… aku cuma harus terus mengucapkannya.
Fleur dan Elva pasti akan senang seperti aku sekarang.
'1-1-7-8-2-9' aku terus mengucapkannya dalam hati sampai tertidur.
Sudut Pandang Daisy
Aku membuka iPod-ku setelah aku yakin Mig sudah tertidur lelap. Aku melihat notifikasi pesan dan segera mengkliknya.
Daisy, kamu harus melaksanakan tugas pada hari Selasa, hari keberangkatanmu.
Ambil emas yang cukup, yang mampu kamu bawa tanpa kesulitan, agar tidak menimbulkan kecurigaan.
Pastikan kamu kembali pada hari Selasa dengan tugasmu selesai.. kami semua menunggumu dan semoga berhasil!
Aku membaca pesan dari Bos dan tersenyum.
Oke bos' Aku membalas.
Aku harus menggeser rencanaku ke hari Selasa… besok hari Senin.
Itu bagus.. aku bahkan mau menghabiskan lebih banyak waktu sama Mig.
Aku tahu dan aku yakin banget, aku akan melaksanakan tugas ini dengan sukses kali ini.
Halangan apapun… bakal langsung mati!
Aku melihat ke arah Mig dan tersenyum…"Si manis dengan penyakit paling menyebalkan yang pernah aku lihat" pikirku dan tertawa.
Begitu aku punya emasnya.. aku akan mengunci pintu ke lorong rahasia secara permanen…
Tapi aku masih harus berurusan dengan Elva.. aku gak bisa membiarkannya lolos begitu aja, gak setelah berantem sama aku.
Semua rencanaku udah siap… siap buat dijalankan.
Aku gak sabar… buat jadi kaya raya.. Aku akan ambil emas yang cukup buat diriku sendiri tanpa Bos tahu…
Mereka cuma akan pulang kerja pada hari Selasa dan menemukan aku udah pergi.
Aku yakin banget Mig bakal nangis kejer karena udah ngarepin 'obat yang gak ada'..
Haha.. Mereka bodoh banget.
Mereka bahkan gak bisa nyuruh aku buat nunjukin obat yang aku klaim ada di sini.
Yah kalau mereka udah… aku akan ngeluarin cairan kecil yang aku bawa sebagai ganti obatnya.
Orang bodoh…
Selasa aku datang…
Stapsy ❣️