BAB 27
Pagi berikutnya
POV Elva
Gue nguap, buka mata…
Gue senyum dan pegang bibir gue.. ciuman.. semalam..
Ayolah Elva, jangan kayak ABG yang baru pertama kali ciuman aja.. omel gue ke diri sendiri sebelum berdiri.
Gue sama Mig balik ke kamar jam dua belas malam setelah kita ngobrol panjang lebar di danau.
Gue harus siap-siap buat kerja.
Gue ngetok pintu Fleur, pake gaun V-neck putih sama sandal hitam dan tas hitam, rambut gue dikuncir kuda kayak biasa.
Pintunya kebuka dan Fleur keluar pake kemeja pink sama celana putih, sepatu pink dengan tas putih yang serasi, rambut Bob hitamnya bersinar terang berkat minyak rambut…
Bibir pinknya yang penuh melengkung senyum pas ngeliat gue.
"Hai Fleur, selamat pagi"sapa gue.
"Gimana malam lo?" Dia nanya.
"Baik banget" jawab gue.
"Iya deh pasti" kata Fleur sambil senyum.
"Apaan sih?" gue nanya, penasaran apa dia tahu soal gue sama mig..
Pipi gue panas mikirin itu.
"Ayo" katanya sambil jalan duluan.
Kita nyampe ruang tamu dan ketemu Mig sama Daisy.
Gue agak lega mereka duduk di sofa yang beda. Daisy masih pake piyama ungu sibuk sama iPod-nya, sementara Mig lagi sibuk baca majalah.
"Hai Mig, Daisy, selamat pagi" sapa gue..
"Selamat pagi Elva" jawab Mig sementara Daisy jawab gue dengan tatapan sinis.
"Selamat pagi Mig" sapa Fleur.
"Pagi Fleur.. Kayaknya kalian udah siap berangkat nih" Kata dia.
"Fleur, kayaknya lo nggak punya masalah penglihatan deh… lo bisa lihat kan gue duduk di sini" sela Daisy dengan marah.
"Beneran?.. wah, maaf banget gue nggak merhatiin lo, kita biasa cuma bertiga di rumah jadi gue belum biasa ada orang asing yang nggak bisa duduk manis di rumahnya sendiri" kata Fleur sambil senyum dan gue susah banget nahan ketawa.
Mig gigit bibir bawahnya dan gue tahu dia juga lagi berusaha nahan ketawa.
"Apaan sih Mig, lo mau ngejek gue apa gimana sih! Soalnya gue tahu lo cuma gigit bibir bawah sambil berusaha nahan ketawa" kata Daisy dengan marah.
Ya ampun.. Kenapa dia harus tahu banyak tentang dia.
"Kita emang udah telat banget nih" Fleur ngomong sebelum Mig bisa jawab Daisy.
"Dah Mig" Kita berdua bilang sambil keluar rumah.
"Dah" Kata dia.
Gue langsung ngakak begitu kita udah di luar, ketawa keras banget sampe orang-orang yang lewat pada nengok ke gue.
"Iya, pantes aja sih, dia nggak seharusnya muncul di rumah orang lain" kata Fleur dan ikut ketawa juga.
Kita nyampe kerja, nyapa para perawat, absen, dan pisah..
Gue masuk ke bangsal dan anak-anak langsung nyamperin gue.
"Hai Cuties.. apa kabar?" Gue nanya sambil meluk mereka satu persatu.
"Baik Elva" Jawab mereka, balik lagi ke kasurnya, gue jalan ke meja gue, naruh tas gue dan duduk.
"Gimana malam kalian?" gue nanya.
"Baik Elva"
"Elva, kenapa lo nggak tinggal sama kita aja sih. Kita nggak suka Miranda yang datang setelah lo pergi.. Dia nyebelin banget" kata Mitch.
"Iya" Jawab mereka serempak.
"Ya ampun.. maaf banget tapi gue nggak bisa tinggal di sini terus, gimana kalau gue ngomong sama Dokter Steph buat ganti dia?" kata gue.
"Iya itu juga nggak papa" kata Dan dan yang lain ngangguk.
"Kita mulai kelas setelah kalian selesai sarapan ya" kata gue.
"Oke Elva"
~
Gue mulai ngajar mereka beberapa hari lalu karena gue nggak tahan liat mereka kayak gini terus tiap hari sementara temen-temen mereka di luar sana belajar tapi mereka nggak bisa, cuma karena orang tua mereka ninggalin mereka.
Nanti pas mereka udah keluar dari sini, mereka bakal ketinggalan pelajaran jadi kenapa nggak kita bantu sebisa kita..
Gue ngomong sama Dokter Steph soal itu dan dia setuju malah nyediain kita papan tulis besar, beberapa buku catatan, buku pelajaran, pulpen, dan beberapa bahan tulis dan ngajar lainnya.
Mereka semua seneng banget setelah gue bilang gue bakal ngajar mereka.. Gue diam-diam pergi ke sekolah di jalanan sebelah buat ngecek silabus mereka dan juga banyak hal berguna yang harus gue jelasin ke anak-anak dan gue seneng banget gue dapet banyak hal.
Mereka pinter, jadi mereka gampang banget nangkapnya dan gue nggak terlalu capek pas ngajar mereka.
Gue mau ikut seminar minggu depan, tentang gimana caranya jadi lebih baik dalam mengajar.. penjelasan tentang banyak hal tentang mengajar dan lain-lain.
"Elva, PR gue udah selesai" Mitch senyum.
"Gue juga udah" Jawab mereka serempak.
"Bagus.. Mitch, ambil PR-nya keliling terus bawa ke gue" kata gue dan dia berdiri. Dengan semangat ngambil buku catatannya.
Dia ngumpulin semua bukunya ke gue dan gue mulai meriksa.
Koki datang bawa sarapan mereka termasuk gue.. dan gue kaget dia senyum.
"Selamat pagi, Bu" sapa gue bareng anak-anak.
"Selamat pagi semua" Jawabnya, senyumnya makin lebar… "Sarapan hari ini enak nih, saya ikut kelas masak selama seminggu dan saya belajar banyak.. Semoga kalian suka ya" Katanya dan naruh keranjang besar di meja sebelum pergi.
"Semoga aja" kata Mitch.
"Kalian bakal tahu deh" kata koki sambil senyum sebelum dia keluar.
Gue buka makanannya dan aroma yang nyambut gue… *Wah*.
Kayaknya gue bakal nyobain sarapan hari ini deh.
Gue bagiin buat anak-anak, bagiin terus balik ke kursi gue.
"Wah.."
"Koki udah makin jago nih"
"Enak banget"
"Dia bener"
"Gue suka"…
Mereka bilang, jelas-jelas nikmatin makanannya.
Gue senyum dan mulai makan punya gue dan rasanya lebih dari ‘Wah’ dia beneran udah makin jago.
Kita selesai makan dan gue masukin piring kosongnya balik ke keranjang, gue sisihin buat koki.
Mereka semua habisin sarapan mereka hari ini nggak ada sisa di piring mereka..
"Anak-anak… gimana kalau kita tidur siang dulu sebelum mulai kelas?" Kata gue.
"Oke Elva" Kata mereka sambil rebahan di kasur.
Gue naruh kepala gue di meja dan ketiduran.
Gue bangun denger beberapa suara teriak ‘darurat'.
Anak-anak semua bangun main-main.
"Oke anak-anak, ayo mulai kelas" kata gue dan mereka ngerapihin kursi mereka, duduk dengan tenang.
Gue jalan ke papan tulis dengan spidol merah di tangan.
Topik kita hari ini…
Kita selesai kelas beberapa menit sebelum makan siang, anak-anak ngeborbardir gue dengan pertanyaan dan gue seneng gue bisa jawab semua.
Mereka ngumpulin catatan mereka buat diperiksa dan balik lagi ke kasur nunggu makan siang.
Gue lagi meriksa pas koki datang, senyum terus.
"Bu, sarapan tadi enak banget" kata gue sambil senyum.
"Iya kita suka" Kata anak-anak dan senyumnya makin lebar.
"Semoga kalian juga suka makan siangnya ya" Katanya, naruh keranjang makan siang, bawa yang sarapan terus keluar.
Dia sekarang kelihatan seneng… gue seneng buat itu.
Perawat Claire datang pas gue selesai bagiin makan siang ke anak-anak dan gue tahu Ben udah nunggu gue di luar.
"Makasih Perawat Claire, Nikmatin makan siangnya anak-anak, gue balik lagi nanti" kata gue dan keluar buat ketemu dia.
Kita jalan ke kantin sambil ngobrol dan ketawa kayak biasa.
Kita nyampe sana dan gue kaget liat beberapa cewek di luar ngintip ke kantin.
Gue ngasih tatapan ‘ada-apa-nih’ ke Ben dan dia cuma ngangkat bahu.
Dia nuntun gue masuk.. Gue penasaran banget pengen tahu apa yang bikin cewek-cewek itu tertarik.
Kita masuk dan gue juga langsung terpaku.
Gue liat.. liat.. Mig..
Dia jadi pusat perhatian.
Daisy juga duduk sama dia dan siapa aja bakal salah ngira mereka pasangan.
Gue ngerasa sedikit cemburu.
Daisy tiba-tiba nyender dan ngecup pipi Mig, gue ngerasa marah gue naik dan nggak sadar kapan gue mulai nginjek-nginjek ke arah mereka.
Stapsy ❣️
.
.
Bersambung