BAB 36
Sudut Pandang Elva
Gue kesel banget sama kelakuan Mig ke gue,kemarahan itu yang gue lampiasin ke Daisy.
Gue gak bisa diem aja dan ngeliatin dia pergi setelah nampar gue,gue tarik dia balik dan kasih dia dua tamparan keras di kedua pipinya sebelum mendorongnya ke lantai.
Gue terkam dia dan mulai mukulin dia,gue bahkan gak tau dari mana gue dapat kekuatannya.
Gue baru nyadar kalau gue bisa ngelakuin apa aja kalau diprovokasi.
Dia berusaha buat bales tapi gue kuasain dia,gue bisa denger Fleur cekikikan tapi gue fokus buat kasih Daisy pelajaran.
Gue ngerasa ada tangan yang narik gue dari Daisy dan gue langsung tau itu Mig, cuma tangannya aja yang bikin gue merinding.
"Kenapa berantem, hah?" Dia nanya sambil ngehadapin gue.
"Dia yang mulai duluan" kata gue dan pas banget gue ngerasa ada orang yang narik rambut gue kenceng.
Itu Daisy.
"Daisy berhenti" kata Mig.
Dia terus narik rambut gue kenceng, gue hilang kesabaran dan nendang dia keras.
Dia teriak kesakitan sambil ngelepasin rambut gue.
"Fleur, gak maukah lo berdiri dan bawa Elva pergi?" Mig bilang hampir kehabisan napas.
"Gak bisa, Daisy belum cukup dapat pukulan" kata Fleur.
Mig natap dia dan dia buang muka, megang tangan gue dan nuntun gue ke dapur.
"Lo bakal nyesel banget, dasar jalang" kata Daisy waktu Mig bawa dia ke kamarnya.
Fleur langsung ketawa ngakak begitu mereka pergi dan gue gak bisa nahan buat gak senyum.
"Elva, itu keren banget, dia gak akan berani macem-macem lagi sama lo" Kata dia.
"Seharusnya gue gak ngelakuin itu tapi gue rasa gue gak suka kalau diprovokasi" Gue menghela napas.
"Ya…gue sih nikmatin banget adegannya, gue tau dia gak jago berantem.
Dia cuma jago ngehina" kata Fleur.
Mig balik lagi ke dapur dan gue langsung ngeliatin kaki gue.
"Elva..gue kira lo orangnya kalem tapi kayaknya gak ya" Kata dia.
"Dia yang mancing gue" kata gue sambil ngangkat kepala.
"Ya…lo lumayan jago juga" Kata dia dan gue liatin dia agak kaget.
"Iya" Fleur nyaut.
"Udah waktunya Daisy belajar buat berhenti macem-macem sama orang" kata Mig dan gue gak tau dari mana senyum gue muncul.
"Iya bro, adegannya lumayan…" Fleur lagi ngomong.
"Lucu" Mig motong dan kita ketawa.
"Hah…Lo ketawa?" Gue gak sadar nanya ke Mig tapi nyesel pas ketawanya hilang.
"Hmm.." Kata dia, garuk rambut.."Gue gak bermaksud" Kata dia ganti ke muka serius.
"Cepetan, ayo kita cek lorongnya" Kata dia ke Fleur sebelum keluar dari dapur.
Fleur dan gue balik lagi ke ruang makan, ngambil piring dan bawa ke dapur buat nyuci.
Kita semua jalan ke lorong bawah tanah bawa alat-alat buat bersih-bersih…Gue beneran gak sabar mau liat lorongnya.
Gue megang ember isi air, pengki, dan sapu.
Fleur megang pel, kemoceng, dan penggosok kaca. Sementara Mig megang sarung tangan karet, penyedot debu, dan satu lagi sapu.
Mig buka pintu kecil yang orang bahkan gak sadar ada di sana, kita masuk dan turun tangga kayu.
"Ini dia" kata Mig begitu kita masuk ke dalam lorong.
Lorongnya panjang dan lebar, berdebu dan kotor banget, dengan sarang laba-laba tergantung di mana-mana. Gue yakin bakal kelihatan lebih menarik kalau kita udah selesai bersihin.
Gue kaget gak ada pintu kecuali satu pintu dengan beberapa jendela tertutup, lorongnya lebar dan panjang cuma buat satu pintu dan beberapa jendela..ada banyak ruang untuk lebih dari itu.
"Sini" kata Mig dan kita ngikutin dia, dia berhenti di depan satu-satunya pintu di lorong.
"Pintu ini perlu kode buat dibuka" Kata dia dan gue kaget, begitu juga Fleur.
"Beneran?"
"Iya" Kata dia sambil nunjuk tombol angka yang nempel di atas pintu. Gue kaget.
"Wah..berarti ada sesuatu yang penting di balik pintu ini?" Fleur nanya.
"Gue rasa sih" kata Mig.
"Yang harus kita lakuin cuma cari tau kodenya" kata gue.
"Iya..tapi kayaknya Daisy yang punya kodenya" kata Mig.
"Beneran?" Fleur dan gue nanya kaget.
"Iya..tapi kita gak bisa bahas itu di sini, ayo ke kamar gue habis makan malam. Ayo bersih-bersih" Kata dia dan kita ngangguk dan mulai bersih-bersih.
❇️❇️❇️❇️❇️
"Wah!.." Kita semua berseru setelah selesai bersih-bersih.
Lorong ini sekarang kelihatan cantik, lantai marmernya berkilauan, gak ada sedikitpun debu atau sarang laba-laba yang bisa dilihat di sekitarnya, kita udah buka jendelanya dan itu bikin lorongnya lebih berventilasi dan terang…temboknya juga bersinar.
"Wah..gue bisa tidur di sini seharian" kata Fleur.
"Iya!"
"Sial, udah malem, ayo kita siapin makan malam" kata Mig.
"Gue balik lagi besok" kata Fleur.
"Tentu..gue juga" kata gue sambil senyum.
Kita ambil semua alat bersih-bersih dan mulai jalan keluar dari lorong.
Mig nutup pintu dengan kuat di belakang kita dan kita jalan balik ke ruang tamu.
Daisy duduk di sofa, dengan iPod di tangan. Kita lewatin dia tanpa ngomong sepatah kata pun.
"Gue yang bikin makan malam, kalian harusnya cuma siap-siap aja" kata Mig.
Fleur dan gue balik lagi ke kamar buat siap-siap.
Kita selesai makan malam yang enak yang udah disiapin Mig. Daisy berdiri dan jalan ke kamarnya. Dia gak ngomong sepatah kata pun pas makan malam dan gue bersyukur buat itu.
Fleur dan gue gabung Mig di ruang tamu setelah selesai nyuci piring.
"Ayo ke kamar gue" Kata dia dan kita ngikutin dia.
Kita masuk ke kamarnya dan dia ngunci pintu.
Fleur dan gue duduk di sofa dan dia pergi buat duduk di kasur ngehadapin kita.
"Kita harus bicara sekecil mungkin" Kata dia, hampir berbisik dan kita ngangguk..
Gue liat pesan di iPod Daisy pas dia gak sadar.
"Pesan apa?" Fleur nanya penasaran dan gue ngangguk.
"Isinya;
Daisy, kenapa lama banget sih.
Mike udah kirim kodenya.
Cepetan!!"
"Apa" Kita berseru.
"Daisy bohong..dia di sini buat sesuatu yang lain" kata gue.
"Iya..dia gak nemu lorongnya secara gak sengaja, dia pasti tau sesuatu" kata Fleur.
"Gue udah tau kalau dia balik lagi ke rumah ini buat tujuan lain" kata Fleur.
"Gue harap banget dia beneran sama obatnya" kata Mig.
"Kita mau ngapain?" Gue nanya.
"Hal pertama yang harus kita lakuin adalah coba buat dapetin kodenya dari iPod dia" kata Fleur.
"Dia gak pergi kemana-mana tanpa iPodnya dan juga iPodnya ada kuncinya" kata Mig.
"Jadi hal pertama yang harus kita cari tau adalah pin pembuka iPodnya" kata gue.
"Iya..gue tau kita bakal nemuin lebih banyak informasi di dalamnya" kata Fleur.
"Jadi tugas pertama kita adalah cari tau pin pembuka kuncinya" kata Fleur dan kita ngangguk.
"Gimana caranya kita ngelakuin itu?" Gue nanya.
"Gue rasa kita harus lanjutin percakapan besok..kita harus tidur" kata Fleur sambil menguap dan berdiri. Gue juga berdiri.
"Oke deh..Selamat malam" kata Mig pas kita jalan ke pintu.
"Elva, bisakah lo tolongin gue pena dari sofa Mig?" kata Fleur.
"Oke" kata gue dan balik badan jalan ke sofa buat ngambilin buat dia.
Gue tiba-tiba balik badan waktu gue denger suara pintu dikunci..
Gue kaget pas sadar apa yang baru aja Fleur lakuin.
Dia ngunci gue dan Mig di sini.
Sialan.
"Fleur buka pintunya" kata Mig.
"Gak mau, sampe kalian berdua berhenti silent-treatment yang gak perlu dan mulai ngomong satu sama lain" Kata dia dari balik pintu.
"Ohh..oke..kita udah mulai ngobrol kok, buka aja pintunya. Elva harus balik ke kamarnya" Kata dia.
"Gak bisa, Elva tidur di sini aja malem ini dan gue janji buat buka pintunya besok pagi… Selamat malam, semoga malem kalian menyenangkan" kata Fleur dan kita denger dia mundur.
Ya Tuhan!
Fleur!!
Stapsy ❣️
To be continued