BAB 76 – PENUTUP
POV Elva
Mig nyetir di jalan sempit di antara dua tebing batu.
Aku bisa lihat lembah subur yang luas di lereng bukit.
Aku lihat sekilas pita perak air terjun..kecil dan imut banget.
Aku gak sabar mau tahu Mig mau bawa aku kemana.
Aku lihat ke arah dia dan lihat dia lagi konsen nyetir, imut banget.
Beberapa helai rambut hitamnya yang tebal jatuh di dahinya, bikin dia kelihatan keren.
Dia pake jaket denim…buat kalian tahu, Mig suka banget sama denim.
Aku lihat bibir merahnya yang kecil membentuk senyuman.
"Berhenti merhatiin, wifey…aku seganteng itu ya?" godanya.
"Ah…nggak, kamu jelek banget" ledekku dan matanya membesar.
"Beneran?"
"Iya…suamiku jelek banget…sialan" ledekku.
Aku lihat wajahnya berubah jadi agak cemberut…aku ketawa.
"Ayolah..kamu kelihatan makin jelek kalau cemberut"
"Aaaargh" dia nyengir…"kamu emang tukang ngejek ya" katanya dan aku ketawa.
Aku tarik pipinya dengan jail…
"Gak sabar pengen sampai di tempat kamu bawa aku"
"Tentu aja gak sabar…semoga kamu suka tempatnya" katanya.
"Kenapa nggak…sampai sana dulu yuk" kataku
"Oke"
"Kayaknya kamu bakal bangunin aku kalau kita udah sampai" kataku, nguap.
"Tapi kamu baru bangun dari tidur siang" katanya.
"Iya..aku juga gak tahu kenapa aku terus-terusan ketiduran" kataku.
"Aku tahu alasannya" katanya, nyengir nakal.
"Beneran…apa itu?"
"Kamu masih capek gara-gara kemarin….." dia selesaikan kalimatnya dengan senyuman.
Aku geleng-geleng kepala dan pipiku langsung panas, aku buru-buru menghadap jendela.
Aku dengar dia cekikikan…"Ayolah babe, kamu gak usah malu. Kita kan udah jadi pasangan dan aku masih gak sabar buat nanti malam" katanya dan aku menghadap dia
"Buat apa?" tanyaku, mengernyitkan dahi.
Dia ketawa.
"Jangan pura-pura gak tahu deh" dia tersenyum.
"Aku tahu aku punya suami yang konyol"
"Iya iya dan aku punya istri yang doyan makan" katanya.
"Brengsek" aku pukul bahunya berulang kali sementara dia terus ketawa.
"Sialan…kamu bikin kita celaka nih" katanya dan aku langsung berhenti mukul…menghadap jalan.
Dia ketawa…"Aku sayang banget sama kamu"
Aku senyum.
"Aku tahu kok, tapi aku lebih sayang kamu" kataku.
"Dan aku paling sayang kamu" katanya.
"Aku lebih sayang paling sayang kamu" kataku sambil cekikikan.
"Ya Tuhan" dia ketawa.
Aku juga ketawa.
Dia belok ke jalan lain dan masuk ke hutan.
"Wow…Mig, kamu mau bawa aku ke gurun gitu?" tanyaku.
"Tunggu…kita sampai sana dulu, nanti kamu yang putusin gurun atau bukan" katanya.
Di depan kita…aku bisa lihat istana yang indah..
"Mig…OMG" aku teriak kegirangan waktu dia parkir.
Aku loncat keluar dan mulai lari ke arah istana itu.
"Elva tunggu" panggilnya sambil lari ngejar aku.
Aku berdiri di depan istana dan terpukau.
Istana itu besar dan indah banget..arsitekturnya bergaya Moorish tradisional.
Sinar matahari menyinari jendela-jendela besi yang sempit..
Desainnya kokoh alami, empat lantai tinggi yang dicat dengan warna emas..ada balkon-balkon indah di sekelilingnya.
Percikan warna cerah berbeda jatuh dari pot-pot bunga bougainvillea.
"Paradise Castillo" ditulis dengan tebal di bagian paling atas dengan debu emas..
"Wow…ini beneran surga…indah banget" gumamku.
"Elva" panggil Mig.
"Hah?" jawabku, mataku gak lepas dari istana.
"Sial…kenapa kamu lari kayak gitu?" katanya.
"Mig ini indah banget! Makasih" kataku, memeluknya.
"Aku senang kamu suka…masuk yuk" katanya.
"Masuk?" tanyaku.
"Tentu saja…aku udah pesan tempat ini buat kita" katanya.
"Beneran?..ini bukan tempat tinggal raja sama keluarganya kan?" tanyaku.
"Iya sih..atau lebih tepatnya dulu sih, soalnya..sekarang udah gak ada darah kerajaan yang punya, udah dijadiin tempat buat bulan madu dan aku putusin ini tempat paling pas buat kita habiskan hari ini"
"Wow, gak sabar pengen masuk" aku tarik tangan Mig dan mulai menuju ke gerbang baja yang indah.
Seorang pelayan tua menunggu buat menyambut kita.
Kami membungkuk memberi salam dan dia juga melakukan hal yang sama.
Aku nyengir waktu dia biarin kita masuk ke koridor panjang.
~
Aku tersentak kaget waktu lihat pemandangan di depanku.
Ya Tuhan…Mig beneran tahu aku suka banget sama hal-hal alami.
Aku lihat ke arah dia dengan bahagia..
Aku beruntung banget punya dia.
POV Mig
Gigi putihnya bersinar di bawah sinar matahari yang indah..
Bulu matanya yang indah berkedip-kedip, hampir bikin aku ngiler.
Dia berseri-seri semangat waktu dia menghampiriku…ini sisi lain yang belum pernah aku lihat dari Elva.
Dia kelihatan bahagia banget waktu dia peluk aku. Aku balas pelukannya dan memeluknya erat.
Gimana mungkin aku bisa bahagia tanpa dia.
"Makasih Mig, aku sayang kamu" katanya.
"Gak papa Elva, aku tahu kamu suka banget sama hal-hal alami" kataku.
"Aku paling sayang kamu" katanya.
"Aku lebih sayang paling sayang kamu" kataku dan kami berdua langsung ketawa.
POV Fleur
Aku ketawa ngakak waktu Braun terus-terusan geliin aku..
"Br-au-n Be-ren-ti pl-ea-se" aku tersedak di antara tawa.
Dia akhirnya berhenti tapi aku masih ketawa.
Sehari setelah pernikahan Migvin, kami lagi santai di rumah Braun waktu dia mulai main-main sama aku dengan geli-gelian.
Dia senyum dan ambil ponselnya dari meja samping tempat tidur.
"Sial…lihat.. pernikahan Migvin ada di mana-mana di internet" katanya sambil nunjukin iPodnya.
Aku senyum bahagia…"Aku senang buat mereka, akhirnya mereka bisa bersatu setelah semua yang terjadi" kataku.
"Iya…dan kamu tahu apa?"
"Apa?" tanyaku.
"Pernikahan kita selanjutnya" katanya.
"Awwn beneran?"
"Tentu saja iya dan percaya deh, bakal seru banget" katanya.
"Gak sabar" aku berseri-seri.
"Tentu aja gak sabar" dia jatuhkan iPodnya dan berbalik menghadap aku.
"Aku mau bilang kamu hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku.. makasih banget udah ada di hidupku Fleur, makasih udah bikin aku jadi lebih baik. Aku sayang banget sama kamu" katanya dengan begitu intens.
Aku senyum…"Pernah gak sih aku bilang kamu pangeran impianku?" tanyaku.
"Nggak, emang ada alasannya?" tanyanya.
"Iya ada…Braun..kamu tahu aku selalu lihat kamu di mimpiku selama bertahun-tahun bahkan sebelum kita ketemu" aku ungkapkan.
"Wow…beneran?" tanyanya.
"Iya…kamu selalu muncul di mimpiku..semakin cinta..aku udah cinta kamu bahkan sebelum aku lihat kamu"
Dia senyum "Aku cinta kamu sejak pertama kali aku lihat kamu"
Dia tarik pipiku di telapak tangannya.
Aku nyengir.."Kamu ingat gak waktu pertama kali kamu datang ke perusahaan Tuan Winters dan aku pingsan langsung waktu kamu masuk" kataku dan kami berdua ketawa.
"Aku senang banget..aku punya seseorang yang beneran sayang aku, yang udah sayang aku bahkan sebelum lihat aku, yang sayang aku dengan semua kekuranganku. Aku akan gunakan kesempatan ini untuk menanyakan pertanyaan yang bakal nentuin aku hidup atau nggak…putri impianku, maukah kamu menikah denganku?" dia ajukan pertanyaan itu sebelum berlutut mengeluarkan cincin emas yang indah.
Aku tersentak kaget, langsung menitikkan air mata, aku pegang dadaku dengan tangan dan menatap Braun dengan mulut menganga.
Ada hal lain di dunia yang bikin aku lebih bahagia daripada menikah dengan pangeran impianku, satu-satunya orang yang paling aku sayang setelah kakakku..
Mimpiku akhirnya jadi kenyataan..
Air mata jatuh di pipiku.
"Aku mau nikah sama kamu pangeran impianku" kataku.
Dia senyum dan menyelipkan cincin ke jariku sebelum memelukku.
"Aku sayang kamu" katanya dengan bahagia dan menggendongku ala pengantin, berputar-putar denganku di lengannya.
Aku teriak kegirangan.
Kami berdua jatuh di ranjang dengan keras, saling pandang dan mulai ketawa.
Kami berhenti ketawa dan bibir kami tinggal beberapa inci lagi, siapa yang bisa menolak bibir merah muda yang lembut itu.
"Aku sayang kamu putri impian dan aku akan, selamanya"
"Aku sayang kamu Pangeran impian dan aku akan, selamanya"
Dan kata-kata kami disegel dengan ciuman abadi.
POV Dianne
Aku senyum bahagia waktu aku lihat Michael main di taman sama Dan yang tiba-tiba manggil Mike, Ayah.
Kami datang buat habisin waktu di taman sama anak-anak..
Michael nerima aku sama anakku…aku gak bisa lebih bahagia.
Dia selalu jadi satu-satunya cowok yang aku mau, satu-satunya cowok yang punya hati paling baik.
Masa depan kami pasti cerah dan aku gak sabar masuk ke dalamnya.
"Dan..Ibu cemburu nih, ikut gabung yuk" kata Mike sambil cekikikan, dia gendong Dan dan jalan ke arahku.
"Ibu cemburu" kata Dan menjulurkan lidah merah mudanya.
Aku ketawa…
Mereka berdua duduk di sampingku dengan Dan di tengah-tengah kami..
Mike dan aku curi-curi ciuman.
Dan menatap kami curiga dengan mata birunya yang kecil.
Aku ketawa begitu juga Mike…Dan bisa pinter dan penasaran banget.
"Aku mau cium juga" katanya dan aku hampir tersentak kaget..
Ahh…dia lihat kita.
Mike ketawa…"Ibu sama Ayah bakal cium kamu ya" katanya dan nyium pipinya.
Dan senyum "Ibu…tinggal kamu" katanya.
Aku cium pipinya..dia menjerit kegirangan, memamerkan gigi yang belum lengkapnya ke arah kami.
"Aku sayang Ibu, aku sayang Ayah" katanya.
"Kami juga sayang kamu" kata Mike dan aku.
"Kamu kayaknya mau gabung sama teman-temanmu. Boleh kok, nanti kami jemput" kata Mike.
Dan nyengir kegirangan lari ke teman-temannya.
"Aku sayang banget sama Dan..dia pinter dan imut banget" kata Mike.
"Makasih" kataku.
"Aku senang kamu dan Dan bakal jadi bagian dari keluargaku…kamu gak tahu betapa senangnya aku" katanya memegang tanganku.
"Dan kamu juga gak tahu betapa senangnya kami punya kamu di hidup kami…" kataku.
"Aku sayang banget sama kamu Dianne"
"Aku lebih sayang kamu Mike" kataku..
Dia narik aku dan menciumku sebelum memelukku.
"Aku mau peluk juga" Kami dengar dan berbalik lihat Dan kecil melompat ke arah kami.
Kami ketawa..
Mike menggendongnya dan bersama-sama kami semua berpelukan sambil tersenyum bahagia…
Sekarang…aku rasa aku orang paling bahagia di dunia…
Dikelilingi orang yang tersayang beneran kebahagiaan yang gak bisa dijelasin.
POV Tuan Winters
Aku ketawa waktu Alicia mengayunkan pinggulnya mengikuti irama musik…kami di kamarku dan dia mutusin buat menghiburku dengan gerakan-gerakan lucunya..
Aku udah ketawa dari tadi…tulang rusukku mulai sakit.
"Ali-ci-a to-long ber-hen-ti me-nan-da-ng, tu-lang ru-suk-ku sa-kit" kataku di sela-sela tawa.
Aku ketawa ngakak waktu dia memutar pantatnya yang bikin dia jatuh ke lantai.
Dia gabung ketawa dan kami berdua ketawa selama beberapa menit sebelum berhenti.
Dia berdiri dan menjeda musik sebelum mendarat di sampingku di ranjang.
Gak pernah ada momen yang membosankan sama Alicia, dia ngeluarin joke lucu dan masakannya wow..dia gak ngebiarin pembantu masak buat kami berdua…dia pergi ke dapur buat masak.
Dia sekarang punya banyak kafetaria di mana-mana dengan orang-orang yang ngurusin buat dia.
Kami berdua pergi kerja sesekali…
Aku senang banget semuanya sekarang berjalan lancar..putri pertamaku lagi bulan madu dengan pernikahannya jadi trending di internet..
Semua orang bahagia menantikan hal-hal baik lainnya.
"Sayang kapan mereka balik dari bulan madu..aku kangen Vinnie, aku kangen gimana kita masak bareng" kata Alicia.
"Aku rasa mereka bakal menghabiskan waktu sampai tiga bulan" kataku.
"Wow, nikmatnya"
"Iya" aku tersenyum mengelus rambutnya sambil melihat ke mata birunya yang dalam.
"Ethan" panggilnya.
"Hah?"
"Aku senang banget atas semua yang udah kamu lakuin buat aku, makasih banyak..aku menghargai" katanya.
"Gak papa Alicia…Kamu bawa kebahagiaan dalam hidupku, kamu pantas dapat semua yang udah aku lakuin buat kamu, kamu bikin aku bahagia setiap hari, apa kamu gak sadar aku jadi makin muda" aku senyum.
"Tentu saja kamu begitu, kamu makin muda dan imut..itu salah satu alasan kenapa aku terus sayang kamu" katanya mengusap dadaku.
Aku senyum bahagia.
"Kamu tahu, punya kamu di hidupku adalah salah satu hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku" kataku menyentuh pipinya yang merona.
"Wow…Punya kamu juga di hidupku adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku…aku bersyukur banget punya orang kayak kamu, aku yakin sisa hidup kita bakal harmonis" katanya bahagia.
"Iya pasti" kataku mencium dahinya dengan bahagia.
POV Selena
Aku ketawa bahagia waktu Tim ngejar aku di sekitar taman kecil di rumah kami…
Iya…kami udah dikasih kesempatan buat hidup mandiri sama Tuan Winters..
Dia nyediain dua rumah dan mobil buat kami dengan pekerjaan yang cocok.
Aku senang banget akhirnya bisa hidup sendiri..nggak cuma sendiri, tapi sama cinta dalam hidupku, cowok yang selalu aku sayang sejak aku mulai kerja di Winter Mansion.
Tim! Dia akhirnya jadi milikku dan itu hal paling membahagiakan yang pernah terjadi dalam hidupku sejak kematian orang tuaku.
Aku sayang banget sama dia dan dia juga sayang aku.
Kami berdua jatuh di rumput, dia narik aku ke atasnya dan aku pukul dadanya dengan jail.
"Pukul aja sepuasnya babe, tanganmu kayak bulu" dia ketawa.
"Ya ampun, kamu ngejek aku?" tanyaku dengan cemberut palsu.
Dia mengangguk.
"Aku bakal tonjok hidungmu" ancamku.
"Iya, lakukan aja..kayaknya aku gak bakal ngerasain apa-apa" katanya ketawa lagi.
"Ya Tuhan…apa tanganku seringan itu?"
"Nggak, tanganmu kecil dan indah, persis kayak yang aku suka" katanya mencium tanganku..
Aku senyum dan menatap matanya.
"Tim" panggilku.
"Iya sayang" jawabnya bikin senyumku makin lebar.
"Aku bakal berdebat keras kalau aku dibilang beberapa bulan lalu kalau kita bakal berdua di rumah kita sendiri hari ini"
"Aku juga, tapi aku udah rencanain buat nge-date kamu lama" katanya.
"Beneran?" tanyaku kaget..
Aku selalu mikir Tim gak punya perasaan apa-apa sama aku waktu itu.
"Iya Selena, kamu udah ada di hatiku sejak hari pertama aku lihat kamu"
"Wow" aku merona.
"Aku gak milih kamu…hatiku yang milih, aku sayang banget sama kamu Selena dan aku dengan senang hati bakal habisin sisa hidupku sama kamu dan gak sama orang lain" katanya dan senyumku makin lebar.
"Makasih banyak Tim udah mau habisin sisa hidupmu sama aku…aku senang banget…satu hal yang juga paling aku suka adalah bersamamu selamanya" aku senyum.
Dia senyum dan mendekatkan kepalaku ke arahnya menempatkan bibirku di bibirnya.
POV Moira
Aku selesai operasi pasien dan berhasil.
Aku balik ke kantor..
Semua berkat Dokter Fleur yang ngajarin aku semua yang perlu aku tahu.
Aku sekarang profesional di bidang kerjaku.
Aku buka pintu kantorku dan masuk.
Aku lepas jas dan menggantungnya di gantungan sebelum duduk di kursi putarku.
Aku senyum bahagia ….
Jadi perawat dan ahli bedah profesional selalu jadi impianku dan aku senang banget aku mewujudkannya…sekarang aku dipanggil buat ngasih pelatihan ke beberapa perawat praktisi.
Aku tersentak keluar dari pikiranku waktu ponselku bunyi.
Aku angkat dan senyum waktu lihat ID peneleponnya.
Itu Tony!
"Hai sayang" katanya di telepon..
"Hai babe, gimana kabarmu?" kataku dengan wajah penuh senyum.
"Aku baik…aku di luar rumah sakitmu buat ajak kamu makan siang" katanya.
"Ohh… beneran?" aku senyum.
"Iya babe"
"Baiklah…aku segera nyusul kamu di luar" kataku.
"Oke sayang, love you"
"Love you too" kataku sebelum memutuskan panggilan.
Aku senyum bahagia waktu aku berdiri, pake sepatu hak tinggi, aku betulin gaun pink pendekku, lalu bawa tas tanganku sebelum keluar.
Tony dan aku mulai pacaran minggu lalu dan wow…cowok ini bikin aku ngerasa kayak lagi di puncak dunia.
Dia imut dan perhatian banget dan aku sayang banget sama dia.
Ibu dan aku akhirnya bahagia, setelah bertahun-tahun susah payah, kami gak pernah percaya kami bakal keluar dari masalah.
Aku keluar dari rumah sakit dan lihat Tony di samping mobilnya.
Tuan Winters ngasih dua rumah dan mobil dengan pekerjaan buat hidup mandiri..
Orang itu berkah, dia juga orang yang bikin ibuku bahagia, dia dermawan banget dan dicintai banyak orang..aku senang banget terlibat sama keluarga kayak keluarganya.
Aku lari ke pelukan Tony yang terulur, kami berpelukan….
POV Ben
"Claire" panggilku dari ruang tamu.
"Iya sayang..aku datang" suaranya yang indah dari kamar tidur.
Aku senyum….aku gak nyangka bakal tunangan sama Claire..
Aku cuma pengen jadi hubungan singkat tapi cintanya bikin aku terperangkap.
Aku gak bisa lepasin dia lagi.
Kami baru balik dari Meksiko..kemarin kan pernikahan Elva dan Mig dan sialan..mereka imut banget bareng…aku senang banget buat mereka…
Braun…yang tunangan Fleur udah bangun rumah sakit kita lagi dan sekarang lebih canggih..kami semua udah berterima kasih sama dia kemarin waktu pernikahan. Dia orang yang baik hati.. Fleur beruntung banget dapat orang kayak gitu mengingat betapa gilanya dia.
Aku rasa ciuman basah di pipiku dan berbalik buat lihat Claire berdiri di sampingku, tersenyum lebar.
Aku narik dia di pangkuanku dan menciumnya.
Cuma ciuman dari Claire bikin aku bahagia, gimana kalau aku dapat semua dari dia, bakal banyak kebahagiaan..
Aku gak pernah nyangka bakal sebahagia ini..iya, aku gak pernah nyangka, tapi aku bahagia.
Kebahagiaan itu gratis!
POV Maisey
Aku berbaring di hammock di pantai New York dengan bikini, minum wine.
Bosku udah pergi bulan madu dan aku dikasih uang yang cukup buat liburan juga sampai mereka balik dan aku di sini di New York nikmatin hidupku.
Aku gak pernah ngerasa sebahagia ini waktu aku sama Nyonya Winters, tapi cuma beberapa bulan kerja sama Migvin, rasanya kayak aku di surga.
Mataku melihat cowok imut di sampingku dan aku lihat dia natap aku.
Dia buru-buru buang muka.
Aku senyum dan ambil iPhoneku.
Aku masuk ke akun Instagramku dan lihat penuh berita dan foto pernikahan malaikat jatuh..
Aku senyum waktu aku scroll foto-foto indah mereka..
"Hai" aku dengar dan lihat ke atas..
Cowok imut itu…
Melihat mata peraknya yang murni…aku tahu dia mungkin yang tepat buatku.
Cowok yang tepat buatku.
"Halo" jawabku dan di situlah semuanya dimulai.
Dua bulan kemudian…
POV Mig
Aku masuk ke kamar dengan kue cokelat yang mengepul dan ketemu Elva senyum di iPod.
Aku membungkuk dan menciumnya sebelum mencium bayi kecilku di perutnya..
Iya… Dia hamil sebulan.
Dia senyum dan melempar kue ke mulutnya.
"Sayang…aku lagi mikir mau pesan gaun ini buat pernikahan Fleur" katanya sambil nunjukin gaun ungu yang indah di iPodnya.
"Wow..indah banget, lanjutkan aja" kataku menjejalkan lebih banyak kue ke mulutnya.
"Ahh…Mig lihat ini" katanya sambil cekikikan.
Aku lirik iPodnya dan lihat foto kami berdua waktu kami pergi belanja, berusaha menyembunyikan wajah kami dari kamera..dikasih judul Model Trending..malu kamera"
Aku cekikikan bareng Elva..
"Pernikahan kita masih belum juga selesai" kataku.
"Iya…biarin terus jadi tren, aku suka gitu" kata Elva.
Kami masih di Paris bulan madu…kami berencana bulan madu selama tiga bulan tapi kami harus balik ke Meksiko buat pernikahan Fleur minggu depan.
Tinggal di sini berdua aja sama Elva seru banget.
Kami keluar setiap hari dan aku senang banget sama hidup kami.
Kami semua udah mutusin buat gak nyentuh emas di pedesaan…kami bakal biarin emasnya di sana dan menjadikannya hal turun temurun, bakal diwariskan dan jadi sejarah tanpa ada yang nyentuh.
"Sayang kalau kamu udah selesai sama kuenya, ayo keluar ke taman, malam ini indah" kataku.
"Awwn beneran?" tanyanya.
"Iya sayang"
"Ayo sekarang..tolong" katanya udah bangun.
"Nggak, kita baru balik dari pantai, dan kamu belum makan apa-apa, aku gak mau kamu bikin bayi kita kelaparan" kataku dan dia senyum duduk lagi.
Dia usap perutnya dengan tangannya tersenyum ke arahku.
Dia seneng banget waktu dokter bilang ke kami kalau dia hamil…aku juga seneng banget.
"Bayi kita bakal imut banget" katanya.
"Tentu saja..kalau dia punya dua malaikat jatuh sebagai orang tua" kataku dan kami tertawa kecil.
Kami berdua berbaring di rumput di taman menatap langit yang penuh bintang.
"Malam yang indah tanpa bulan, semua bintang bersinar dan terlihat" Elva memecah keheningan.
"Iya…kamu bisa hitung bintang di langit?" tanyaku.
"Tentu aja nggak" katanya dan aku senyum.
"Sebanyak itulah cintaku padamu" kataku dan narik dia lebih dekat denganku, menaruh tanganku dengan lembut di perutnya.
Dia nyengir bahagia, mencelupkan tangan kecilnya ke rambutku.
"Mig" panggilnya.
"Hah?"
"Gimana kalau kamu sama Fleur gak nemuin aku, apa kita bakal ketemu?" tanyanya.
"Iya, kita bakal ketemu" kataku.
"Beneran…gimana?" tanyaku.
"Karena kita Memang Ditakdirkan"
POV Elva
"Wow!" seruku.
"Iya…kalau kita gak ditakdirkan, kita gak bakal ketemu, bahkan kalau kita ketemu..mungkin kita gak bakal bersama…kamu tahu betapa cintanya kita terancam, kamu tahu neraka apa yang kita lalui sebelum kita sampai di tahap ini, tapi kita mengatasi gejolak dan kita di sini menikmati hidup kita dengan bahagia…itu cuma karena kita memang ditakdirkan" kata Mig.
"Awwn.. kamu pintar banget" kataku.
"Aku merasa terhormat Nyonya Vinnie Sydney" kata Mig dengan sinis dan kami berdua tertawa.
"Aku orang paling bahagia di dunia sekarang karena aku punya istri tercantik dan juga anak yang akan lahir…makasih Elva udah sayang aku bahkan setelah tahu bagian paling mengerikan dalam hidupku, aku akan selalu menyayangimu" kata Mig.
"Kamu juga gak tahu betapa senangnya aku, punya suami yang paling ganteng dan juga bayi kecil yang tumbuh dalam diriku…aku senang banget kamu sayang dan peduli sama aku bahkan tanpa tahu siapa aku…aku akan selalu bersyukur, aku akan selalu sayang kamu" katanya.
Aku gak percaya aku nemuin cinta waktu aku jadi Elva.
Mungkin aku harusnya bernama Elva.
Dia letakkan bibirnya di bibirku, perasaan tak terkalahkan yang diberikan ciumannya tak terlukiskan.
Dia bikin aku bahagia dengan semua yang dia lakukan dan aku tahu kami bakal bahagia selamanya karena;
❣️KITA MEMANG DITAKDIRKAN❣️
________AKHIR_______
Makasih udah baca
Akhirnya, kita selesai
Dadaaah.
Sampai jumpa di cerita berikutnya ya guys.
DENGAN CINTA❣️SELALU ~~~