BAB 46
POV Elva
Dia sad..ar…
'M..ig su..dah s..ad.ar" teriakku kegirangan sambil menciumnya lebih keras.
Kudengar langkah kaki mendekat ke arah kami.
'Mig" Fleur melompat kegirangan.
Dia masih terlihat lemah, tapi menatap matanya sekarang membuatku merasa hidup.
'Lo ngebuktiin dia salah" Fleur mencicit, menjulurkan lidahnya ke arah Ben yang berdiri di sana dengan mulut ternganga.
Pintu terbuka dan orang-orang bergegas masuk.
'Astaga…dia sadar" kata mereka.
'Gimana?..dia nggak sadar barusan" Dokter Steph berkata.
'Iya, ciuman ngebangunin dia" kata Fleur dan aku menunduk malu.
'Ciuman?" Mereka semua bertanya kaget.
'Iya..Elva nyium dia dan kakakku bangun" kata Fleur kegirangan sambil melompat-lompat di sekitar bangsal.
Dia sengaja menginjak kaki Ben yang berteriak kesakitan.
Dia menjulurkan lidahnya ke arahnya sebelum bergegas kembali ke Mig.
'Mig, apa kabarmu?" tanyaku tapi dia hanya mengangguk pelan.
Dia memberi isyarat agar Fleur mendekat dan dia melakukannya.
Dia mencium keningnya dan dia berseri-seri.
'Mig, aku kangen banget sama kamu" katanya sambil mencium pipinya.
Dia mengangguk dan mengeluarkan senyuman kecil.
Dia menatapku dan memberi isyarat agar aku juga mendekat.
Aku melakukannya dan sedikit terkejut ketika dia menciumku.
Aku tersenyum dan membalas ciumannya.
'Uhm..uhm" Mereka berdeham sebelum kami melepaskan ciuman itu.
Kami tidak melepaskan tangan satu sama lain.
'Kamu kelihatan lebih ganteng sekarang" bisikku di telinganya dan dia tersenyum.
'Wow..aku juga butuh ciuman" Salah satu Dokter berkata dan kami semua tertawa kecuali Mig yang tersenyum.
'Tapi aku kaget ciuman bisa membangunkan seseorang yang mungkin akan menghabiskan waktu berminggu-minggu dalam koma" kata Dokter Steph.
'Gimana bisa terjadi?" Salah satu Dokter bertanya.
Fleur dan aku saling memandang dan tersenyum.
'Elva..sekarang ikut aku" Dokter Steph berkata.
'Apa? Kenapa?" tanyaku.
'Buat cium semua pasien biar mereka cepet sembuh" Katanya dan kami semua tertawa terbahak-bahak.
Dokter Steph berjalan ke arah Mig dan memeriksanya.
Dia mematikan mesin penopang kehidupan.
'Kurasa dia nggak butuh itu lagi" katanya dan kami mengangguk.
'Dia akan dipasang cairan IV yang akan memberinya lebih banyak tenaga…Perawat Fleur, selesaikan sekarang juga" kata Dokter Steph.
'Oke, Dok" kata Fleur sebelum bergegas menuju pintu.
Dia menginjak Ben lagi sambil menjulurkan lidahnya sekali lagi sebelum bergegas keluar dan aku nggak bisa menahan tawaku.
'Dia perlu makan sesuatu setelah cairan IV…Cepat pulang dan siapin sesuatu buat dia" kata Dokter Steph padaku.
'Mig, kamu mau makan apa?" tanyaku, menempelkan telingaku lebih dekat ke mulutnya.
'Na-si Ci-na dan so-up ru-mah" bisiknya di telingaku dan aku tersenyum.
'Aku bakal balik lagi secepatnya oke?" bisikku di telinganya dan dia mengangguk.
Aku menempelkan ciuman basah di bibirnya sebelum berjalan keluar.
'Pecundang" kataku pada Ben sebelum melompat keluar.
Aku bahagia banget sekarang.
Gimana ciumanku bisa ngebangunin Mig?
Yah, itu nggak penting…yang penting Mig sekarang sadar.
'Elva, kamu mau ke mana?" Kudengar dan berbalik untuk melihat Fleur membawa baki kecil berisi beberapa peralatan medis.
'Aku mau pulang buat nyiapin makanan yang bakal dimakan Mig setelah cairan IV" kataku.
'Maksudmu dia bilang gitu pake mulutnya?" tanya Fleur.
'Tentu aja iya" aku tersenyum.
'Makasih banyak Elva..tanpa kamu atau lebih tepatnya ciumanmu. Mig mungkin nggak akan bangun secepatnya" kata Fleur dan aku menyeringai.
'Nggak papa Fleur dan aku senang kita ngebuktiin Ben salah, apa kamu nggak lihat ekspresi di wajahnya?" tanyaku.
'Tentu aja, dia kelihatan kaget dan aku nggak bisa nggak nginjek dia lebih keras" kata Fleur dan aku tertawa.
'Kamu juga bakal nyiapin buat kita kan? Aku kelaperan" kata Fleur.
'Aku juga, aku bakal balik lagi" kataku dan kami tersenyum sebelum berpisah.
Aku berjalan dengan gembira ke resepsionis dan mata para perawat membelalak kaget.
'Tunggu…cowok ganteng itu sadar?" Perawat Greenie berkata dan aku mengangguk, tersenyum.
'Syukurlah" kata mereka berdua dengan gembira.
'Itu keajaiban" kata mereka dan aku mengangguk sebelum berjalan keluar.
Memang itu keajaiban.
~•~•~•
Aku sampai di rumah dan langsung menuju dapur.
Aku mencuci tanganku dan mengeringkannya sebelum memakai celemek, aku mengeluarkan semua bahan untuk makanan dan mulai memasak.
Kudengar supnya mendidih saat aku mencuci peralatan yang digunakan di bak cuci piring.
Nasi Chinanya sudah siap dan sudah kupindahkan ke piring besar dengan penutup.
Aku selesai mencuci peralatan dan mengeringkan tanganku sebelum mengecek sup lagi.
'Belum siap nih" kataku dan menutupnya, menyandarkan punggungku ke konter dapur.
Aku menghela napas.
'Kenapa nggak bersihin barang-barang di lorong bawah tanah aja ya?" pikirku dan berjalan ke sana.
•••
Aku sampai di sana dan melihat tas-tas kami di lantai bersama dengan koper Daisy.
Aku mengambil tas kami dan akan berdiri tegak ketika kulihat bayangan besar…seperti serigala melintas di depanku dan menghilang melalui pintu.
Aku terlalu kaget untuk berteriak.
Aku tersentak mundur dan melepaskan napasku.
Apa itu?
Apa aku mulai membayangkan sesuatu?
Tentu saja.
Aku mengangkat bahu dan mengambil tas kami, meninggalkan tas Daisy di sana sebelum berjalan keluar.
Kujatuhkan tasnya dan bergegas ke dapur ketika kuingat supnya masih mendidih.
Kubuka dan 'syukurlah' nggak gosong.
Kumatikan kompor gas dan meletakkan supnya.
Ku keringkan piring besar dan menuangkan supnya ke dalamnya.
Kututup dan menuju bak cuci untuk mencuci panci.
Kucuci bersama dengan tutupnya, mengeringkannya dan menempatkannya di tempatnya.
Kuambil keranjang besar dari rak dan menempatkan makanan di dalamnya, kuambil beberapa piring dengan sendok dan tiga gelas sebelum menutupnya dengan handuk besar.
'Wah…berat juga nih" gumamku sambil membawanya keluar dari dapur.
Kutaruh di meja makan dan berjalan ke kamarku untuk mengambil beberapa pakaian, pakaian dalam dan perlengkapan mandi..Aku pergi ke kamar Fleur dan juga mengambil yang sama untuknya.
Aku tahu kami akan menghabiskan malam di rumah sakit bersama Mig.
Aku berjalan kembali ke ruang makan dan mengambil keranjang berisi makanan kami.
Kukunci pintu dengan erat setelah keluar dan kemudian menyimpan kuncinya di saku belakangku.
Aku kembali ke rumah sakit dengan kedua tanganku sibuk.
~•~•~•~•~•~•~•~•~•~
Aku sampai di sana dan langsung menuju bangsal Mig.
Aku masuk dan tersenyum saat melihat Fleur dengan main-main menggambar pipi Mig yang terus tersenyum.
Lengan kanannya sudah terhubung ke cairan IV bahkan sudah hampir selesai.
Syukurlah aku datang tepat waktu dengan makanan.
Kudekhem dan mereka berdua berbalik untuk melihatku.
Fleur berjalan ke arahku dan membantuku dengan tas nilon berisi pakaian kami.
'Wah..makasih Elva, aku mau nelpon kamu buat bawa pakaian kita, baik banget sih kamu" Katanya dan aku tersenyum.
Kutaruh keranjang di bangku kecil di samping tempat tidur Mig sebelum duduk di tempat tidur di sampingnya.
Dia tersenyum saat kupegang tangannya.
'Elva, apa kabarmu?" tanyanya dan aku mengangkat alisku kaget.
'Iya dia bisa ngomong dengan jelas sekarang" kata Fleur dan aku menyeringai lebar.
'Aku baik-baik aja Mig, kamu bikin kita takut dan sedih" kataku.
'Maaf ya sayang" katanya dan aku nggak bisa mengabaikan kupu-kupu di perutku.
'Gimana dengan Daisy?" tanyanya.
'Daisy sekarang dikurung" kata Fleur.
'Iya" kataku.
'Bagus buat dia kalau gitu" kata Mig.
'Aku nggak tahu ciuman bisa ngebangunin kamu..seharusnya aku udah nyium kamu abis-abisan sendiri" Fleur bercanda dan kami tertawa.
'Makasih Elva" Katanya.
'Kamu nggak perlu berterima kasih, aku bakal lakuin apa aja buat bikin kamu sadar" kataku dan dia tersenyum.
'Mig, apa kamu tahu alasan Elva nyium kamu?" tanya Fleur dan dia menggelengkan kepalanya.
'Ben nantangin dia buat ngebuktiin seberapa kuat cinta kalian, dia bilang dia harus nyoba buat ngebangunin kamu." kata Fleur.
'Apa…Beneran?" Tanyanya.
'Iya dan tebak apa yang Elva lakuin" tanya Fleur.
'Dia copot masker oksigenmu dan nyium kamu, awalnya aku takut tapi aku kaget sama hasilnya" Fleur
Berkata.
'Wah" kata Mig sambil menatapku, aku tersipu malu.
'Cium aku lagi" katanya.
'Hah?" tanyaku nggak percaya dan menatap Fleur yang mengedipkan mata padaku.
Aku nggak bisa menolak bibirnya yang lembut.
Aku membungkuk dan menciumnya, dia membalas dan menjadi panas sampai kami mendengar pintu terbuka..
Kuhentikan ciuman dan mengangkat kepalaku untuk melihat Ben.
'Gimana? Gimana..kamu bisa nyium dia?" tanyanya, terlihat marah.
'Kamu gila?" tanya Fleur, mulai menerjang ke arahnya tapi yang mengejutkan dia lari sebelum dia bisa menangkapnya.
Kami tertawa terbahak-bahak terutama Mig yang nggak bisa berhenti tertawa.
'Pengecut banget" kataku.
'Tentu aja dia pengecut, kamu harus lihat gimana aku gebukin dia waktu itu" kata Mig dan kami tertawa lagi.
'Kalian tahu apa nggak?" tanya Fleur.
'Apa?"
'Dia pecundang" Katanya.
'Tentu aja dia pecundang dan tebak juga?" tanya Mig.
'Apa?" Kami bertanya.
'Aku pemenangnya" dia membual dan kami tertawa.
'Tentu aja kamu pemenangnya dan tebak apa?" kataku.
'Apa?" Mereka bertanya.
'Aku cinta kamu Mig" kataku dan melihat wajahnya berseri-seri.
Fleur menyeringai sebelum keluar dari bangsal.
Aku tersenyum dan membungkuk perlahan untuk mengambil bibirnya lagi.
Stapsy ❣️
.
.
.
.
Bersambung