BAB 55
POV Elva
Wah…gampang banget ya, udah ketipu sama mereka.
Mereka pasti ngetawain betapa bodohnya aku.
Woah..
Mataku perih karena marah, gimana bisa mereka bohongin aku?
Aku terus bilang ke mereka kalau aku denger suara nyanyi, tapi mereka cuma terus bikin alasan.
Kalo aja aku gak nemuin buku ini, aku gak bakal tau Mig yang punya suara itu.
Kenapa dia nyembunyiin itu?
Aku denger pintu kebuka dan ngeliat ke atas.
Fleur masuk perlahan, nunduk, dan langsung nyamperin Mig.
'Sialan, kok aku bisa lupa ngecek ramalan cuaca lagi' Dia bilang khawatir.
Aku ngelirik dia, sakit hati mereka bisa bohongin aku.
'Makasih Elva..' Dia bilang, dan aku berdiri.
'Ada apa..' Dia lagi ngomong.
'Gimana jelasin ini dan suara yang biasanya aku denger?' Aku nanya, ngelempar buku lagu ke meja sebelum jalan ke kamar.
POV Fleur
Aku buru-buru buka bukunya.
Ini buku lagu Mig…Sialan, dia udah tau Mig yang punya suara itu.
Aduh..seharusnya kita bilang dari awal, aku tau dia lagi marah sekarang karena dibohongin, tapi itu buat lindungin Mig.
Ahh…Kok dia bisa ceroboh banget?
Dia keliatan sakit banget, minta maaf ke dia bakal susah.
Aku noleh buat ngeliat Mig yang lagi gerak-gerak di sampingku.
Dia buka matanya dan duduk.
'Kamu gak papa?' Aku nanya dan dia ngangguk sambil ngucek rambutnya.
'Kenapa lama banget sih, kalo Elva gak dateng tepat waktu, aku gak tau apa yang bakal terjadi'
'Maaf..aku lagi di jalan pulang waktu dipanggil balik karena darurat..udah, lupain dulu. Elva lagi kesel sama kita' Aku bilang.
'Apa..Kenapa?' Dia nanya dan aku ngelempar buku lagu ke dia.
Dia natap aku, bingung.
'Dia udah tau kamu yang punya suara itu, dan dia kesel sama kita karena bohongin dia' Aku bilang dan matanya membelalak.
'Sial! Aku baru mau bilang besok' Dia bilang, bangun.
'Serius?' Aku nanya.
'Tentu aja..aku juga mau mindahin piano ku ke taman' Dia bilang, dan aku menghela nafas.
'Kita harus gimana sekarang?' Aku nanya.
'Ikut aku' Dia bilang dan megang tanganku, narik aku ke pintu Elva.
Kita sampe sana dan dia ngetuk dua kali.
'Elva buka pintunya, aku cuma mau jelasin' Dia bilang.
'Gak ada yang perlu dijelasin, kalian berdua gak percaya sama aku buat bilang yang sebenarnya jadi aku gak mikir ada yang perlu dijelasin' Elva bilang, luka di suaranya jelas kedengeran.
'Tolong dengerin kita dulu' Aku bilang, muter kenop pintu, tapi aku sadar dia ngunci dari dalem.
'Elva..buka aja pintunya, terus kamu bisa nutup lagi setelah aku jelasin' Mig bilang.
'Aku gak butuh penjelasanmu, kamu bahkan gak bakal bilang kalo aku gak nemuinnya juga' Dia bilang.
'Enggak, aku berencana bilang sama kamu, dan tolong jangan bawa-bawa Fleur, aku yang maksa dia bohong sama kamu, dia gak ada niatan buat gitu' Mig bilang.
'Elva, buka pintu sialan ini. Kita minta maaf' Aku bilang.
'Kalian mending pergi aja dulu. Aku gak siap denger penjelasan kalian. Aku sakit banget. Tolong pergi aja' Dia bilang.
'Elva kita minta maaf, kalo aja kamu bisa dengerin kita. Kita gak bohongin kamu dengan sengaja, kita punya alasan buat gitu' Mig bilang dan aku ngangguk.
'Dan aku juga punya alasan buat nyuruh kalian berdua pergi dari pintu aku..pergi!' Dia teriak.
'Kalo kamu gak mau dengerin kita..oke!' Aku bilang, narik Mig ke ruang tamu, tapi tiba-tiba kita denger pintu kebuka dan kita balik badan.
Elva keluar dari kamarnya dengan mata bengkak dan kita tau dia nangis.
Dia natap kakinya, dengan rambut panjangnya nutupin seluruh wajahnya.
Mig dan aku nyamperin dia, terus meluk dia.
'Elva kita minta maaf' Kita bilang dan dia terisak.
'Gak papa, dan aku minta maaf karena gak mau dengerin kalian, aku tau kalian berdua punya alasan buat gitu' Dia bilang dan aku senyum.
'Makasih udah maafin kita Elva, kita bakal jelasin semuanya ke kamu' Aku bilang dan dia ngangguk.
'Aku berencana bilang hari ini, aku cinta kamu dan aku gak bisa nyembunyiin apapun dari kamu' Mig bilang dan wajah Elva berseri-seri.
Sebenernya apa sih yang terjadi di antara mereka berdua.
Aku berdehem.
'Aku laper' Aku merengek.
'Aku bikin meat loaf' Mig bilang dan aku senyum.
'Ayo Elva, kita makan siang dulu, terus kita bakal bilang kenapa kita harus bohong sama kamu' Aku bilang, narik dia ke ruang makan.
POV Elva
'Wah udah mulai gelap' Mig bilang.
Kita semua lagi duduk di ruang tamu setelah makan meatloaf, mereka udah bilang kenapa mereka harus bohong sama aku dan aku ngerti banget. Aku ngerasa bersalah udah salah sangka sama mereka tadi, semuanya udah balik normal, kita main kayak biasanya jadi kita baik-baik aja sekarang.
Wah…aku hampir lupa sama kue dan barang-barang yang aku beli.
Udah malem nih, jadi aku harus mulai.
'Iya..malemnya cepet banget hari ini' Fleur bilang.
'Guys, bisakah kalian ke kamar kalian sampai aku nyuruh kalian keluar?' Aku bilang dan mereka ngasih tatapan bingung.
'Tolong guys..aku punya sesuatu buat nunjukin ke kalian berdua. Pergi aja ke kamar kalian dan aku bakal bilang kalian keluar nanti' Aku bilang.
'Hm..aku punya firasat bagus nih' Fleur bilang dan aku senyum.
Mereka berdua berdiri..
'Aku gak sabar nih sama apa yang mau kamu tunjukin ke kita' Mig bilang dan mereka berdua jalan ke kamar mereka.
Aku berdiri dan lompat-lompat dengan gembira ke kamar aku.
Aku nutup pintu di belakangku.
'Hal pertama yang harus aku lakuin adalah ganti baju' Aku bergumam.
Beberapa menit kemudian, aku udah ganti baju pake jumpsuit hitam, aku pake make up tipis dan pake anting cantik yang aku beli buat diri sendiri.
Aku sisiran dan ngerapihin rambutku supaya jatoh ke pinggangku.
Aku tau aku keren bahkan dengan make up tipis yang aku pake.
Aku nyengir senang sambil bawa kue ke ruang tamu.
Aku geser mejanya ke tengah dan naruh kuenya di atasnya.
Aku keluarin dua anggur merah yang aku beli dan naruh masing-masing di samping kue.
Kado Mig dan Fleur udah dibungkus, aku juga naruh di meja.
Aku ngerapihin ruang tamu dan menghela nafas puas, aku matiin lampu, bikin semuanya gelap sebelum aku manggil Mig dan Fleur.
'Kalian bisa keluar sekarang' Aku teriak dari ruang tamu, berdiri di samping saklar lampu, aku berencana nyalain lampu langsung setelah mereka masuk ke ruang tamu.
Aku denger pintu kamar mereka kebuka dan ketutup, diikuti langkah kaki.
Aku berdiri cemas dan senyum waktu ngeliat mereka berdua masuk ke ruang tamu.
'Kenapa semuanya gel..' Fleur lagi ngomong sebelum aku nyalain lampu.
Muka kaget melintas di wajah mereka waktu mereka natap aku dan meja.
'W..wha..'
'Aku mau berterima kasih sama kalian karena udah ada buat aku, karena udah nerima aku bahkan tanpa tau siapa aku, karena udah ngasih aku pakaian, makanan, karena bikin aku bahkan lupa kalau aku punya keluarga di suatu tempat, karena udah bikin aku jadi keluarga kalian. Makasih banyak guys buat semuanya, aku sayang kalian dan kalian berdua akan selalu jadi keluarga aku' Aku nyelesaiin dan meluk mereka.
'Wow!' Fleur menghela nafas, meluk aku lebih erat.
'Astaga…Elva, serius..aku gak tau mau bilang apa, kamu berhasil bikin kita kaget. Makasih udah ngeluarin banyak uang cuma buat berterima kasih sama kita' Mig bilang, nyium aku pelan.
'Makasih banyak Elva, aku gak nyangka kamu ngelakuin ini..ini lebih dari 'Wow'' Fleur bilang.
'Gak ada apa-apanya dibanding apa yang udah kalian lakuin buat aku. Anggap aja ini sebagai tanda..aku bakal ngelakuin lebih kalo bisa..kalian orang paling baik yang pernah aku temuin' Aku bilang.
'Wah..dan kamu keliatan lebih cantik malem ini' Mig muji dan aku sedikit salah tingkah.
'Makasih Mig, aku cuma mikir aku bisa pake sedikit make up buat malem spesial ini' Aku bilang.
'Tapi semua ini pasti mahal banget' Fleur bilang.
'Gak kok…aku masih punya sisa uang' Aku bilang.
'Beneran?'
'Iya'
'Mereka mungkin jualnya murah buat kamu, mikirin betapa cantiknya kamu' Mig bilang dan aku cekikikan.
'Jadi guys, aku punya ini buat kalian' Aku bilang, ngambil kado mereka.
Aku kasih punya Fleur dan Mig punya.
Fleur gak buang-buang waktu buat ngebuka kadonya.
'Ya Tuhan!' Dia teriak senang, lompat ke aku..kita berdua jatoh ke lantai hampir ngejatohin kuenya tapi Mig harus cepet-cepet mindahinnya.
Aku ketawa.
'Dan aku baru aja mikir buat ngambilnya. Makasih banyak Elva, kamu luar biasa' Dia bilang senang..
'Sama-sama Fleur, tapi kamu ngebekep aku' Aku bilang dan dia cepet-cepet berdiri dari tubuhku, ngeluarin cekikikan.
Aku menghela nafas.
'Makasih banyak Elva' Dia ngulang dan cepet-cepet nyoba sepatunya yang pas banget di dia.
Dia jalan-jalan di sekeliling ruangan dengan muka penuh senyum.
Mig cekikikan.
'Sekarang kita cek punya aku' Dia bilang dan mulai ngebuka kadonya.
Aku berdiri cemas, berharap dia suka headphone yang aku beliin buat dia.
Dia akhirnya ngebukanya dan aku ngeliat senyum cerah di mukanya yang imut.
Aku menghela nafas lega.
'Ya Tuhan…aku sayang kamu' Dia bilang dan aku kaget waktu dia ngangkat aku, muterin meja.
Aku ketawa senang, nikmatin perasaannya.
'Makasih banyak Elva' Dia berbisik dan nyium bibirku sebelum ngejatohin aku lagi ke lantai.
'Aku seneng banget kalian suka kadoku' Aku bilang.
'Tentu aja kita suka' Fleur bilang masih ngeliatin sepatu barunya.
'Aku suka banget headphone ini..keren dan imut, aku pernah punya beberapa sebelumnya tapi gak ada yang sekeren ini. Apa kamu tau aku suka musik?' Mig nanya dan aku ngeliat ke Fleur yang nyengir lebar.
Mig ngikutin pandanganku.
'Ohh..Drama queen bilang ke kamu' Dia bilang ke aku pelan dan aku cekikikan.
'Aku punya kado lain buat kita' Aku bilang dan ngeluarin tiga KAOS.
'Wow!' Mereka berseru.
'Banyak kejutan malem ini' Fleur bilang.
Aku senyum dan ngasih Mig yang biru, ngasih Fleur yang pink dan aku juga megang KAOS pink kedua.
'Wow..aku harus pake sekarang' Mig bilang dan make di atas bajunya.
'Cocok banget di kamu' Aku bilang.
'Tentu aja, aku punya badan yang sempurna' Dia membual dan Fleur nyengir bikin aku ketawa.
Fleur pake punya dia dan aku juga pake punya aku.
'Sekarang kita keliatan kayak satu keluarga besar' Fleur bergumam dan kita semua nyengir.
'Jadi soal perayaan, aku gak sabar mau nyobain kuenya' Fleur bilang dan Mig ngegeleng.
'Si tukang makan' Dia berbisik di belakang kepalanya dan aku ketawa.
'Jadi ayo kita potong kuenya..' Aku lagi ngomong sebelum Fleur motong.
'Aku punya saran' Dia bilang.
'Saran apa?' Aku dan Mig nanya.
'Kenapa kita gak rayain ini di taman aja' Dia bilang.
'Iya…kenapa kita gak mikir gitu..' Aku bilang senang..
'Pasti seru' Mig bilang.
'Jadi perencana rencana, bawa kuenya, aku bawa anggurnya. Terus Elva harus bawa tikarnya' Mig bilang.
'Hm..aku suka nama perencana rencana, itu cocok banget buat aku' Fleur nyengir.
'Sekarang ayo kita pesta!' Dia bilang ngangkat kuenya dan lari ke taman.
Kita duduk di taman, ngobrol dan makan kue yang enak.
Fleur hampir habisin bagiannya dan aku yakin dia bakal motong lebih banyak.. haha.
'Malam yang indah' Mig bilang dan kita semua ngeliat ke atas, ngeliatin langit.
'Iya emang' Aku bilang.
'Ayo buka anggurnya' Fleur bilang dengan mulut penuh nyodorin cangkirnya.
Mig ngambil anggurnya, kita menjerit senang waktu dia buka.
Dia nuangin ke cangkir kita masing-masing.
'Sekarang mari bersulang' Fleur bilang.
'Untuk apa?' Aku nanya.
'Untuk cinta kita yang abadi satu sama lain' Mig bilang.
'Yeeey' Kita bilang, ngangkat gelas kita sebelum saling menempelkan.
Kita minum anggurnya dalam satu tegukan dan kita nuang lebih banyak di cangkir kita.
Kita ngabisin botol anggurnya, Fleur dan aku mulai mabuk.
Aku tiduran di rumput dan nutup mata, tau itu akhir malam.
Pagi Berikutnya
'Sialan…kalian berdua harus bangun dan siap-siap buat kerja, sekarang jam 8 pagi' Aku denger dalam tidurku dan tiba-tiba ngerasa ada tepukan di bahuku.
Mataku kebuka ngeliat sekeliling.
Aku sadar tanahnya basah di bawah tubuhku.
Aku ngeliat Fleur, tidur di sampingku.
'Elva..bangun jam 8 pagi, kamu gak mau kerja' Aku denger dan noleh buat ngeliat Mig.
Dia mulai nepuk-nepuk punggung Fleur dan dia menguap keras waktu dia bangun.
Aku kucek mata dan hampir keluar dari tempatnya waktu aku sadar kita tidur di taman semalaman.
Sialan..aku gak tau anggurnya sekuat itu.
'Astaga!!' Aku denger Fleur teriak keras dan noleh.
'Elva jam 8 pagi, waktu masuk kita' Fleur bilang dan kali ini. Mataku keluar dari tempatnya.
Kita berdua berdiri cepet dan lari ke dalam rumah, saling dorong dan jatoh dalam prosesnya.
Aku denger tawa Mig di belakang kita.
Astaga..