BAB 61
Sudut Pandang Elva
'Ayo cepat, jet pribadi Ayah udah nunggu di bandara," kata Dianne dan kita semua buru-buru dengan sarapan kita yang isinya roti bakar dan kopi…kita bakal dapat makanan yang lebih enak begitu kita di jet.
Kita berpakaian rapi keliatan berseri dan cantik.
'Aku belum pernah ke Meksiko seumur hidupku," kata Fleur.
'Meksiko itu kota yang indah dan aku yakin kamu bakal nikmatin, begitu kita sampai sana aku bakal ajak kamu keliling kota, cuma sedih kamu cuma bakal di sana seminggu," kata Dianne.
'Wow…aku nggak sabar," kata Fleur.
Mereka berdua jadi lumayan deket semalaman.
Dianne nginep di kamar Fleur sementara Selena dan Dan tidur di kamarku.
Aku ngeliat Mig dan ketangkep basah dia lagi ngeliatin aku.
Aku senyum dan ngasih dia kedipan.
'Aku cinta kamu," bisiknya cuma buat aku denger.
'Cinta kamu juga," bisikku balik udah blushing.
'Vin pipimu merah lagi," goda Dianne dan aku nge-shoot dia pake tatapan mata.
'Kamu ngawasin aku, ya, huh?" Aku memutar bola mata.
'Ah…kakak paling nyebelin sedunia," cibirnya iseng.
'Aku tersanjung," kataku sambil nyengir.
Dianne dan Fleur membereskan cangkir kopi ke dapur buat dibersihin, aku dan Mig keluar buat bersihin mobil sementara Selena ngepak barang-barang kita.
'Gimana kabarmu?" tanya Mig begitu kita di luar.
'Aku baik dan aku bisa liat kamu juga baik," kataku dan dia ngangguk.
'Aku baik karena kamu, kalau kamu ninggalin aku kemarin, aku pasti udah sakit sekarang," katanya dan aku cekikikan.
'Aku nggak bisa ninggalin kamu, tapi aku nggak tau gimana dengan kamu karena begitu kita sampai Meksiko, cewek-cewek yang lebih cantik dari aku bakal ngejar-ngejar kamu," kataku cemburu dan dia mengangkat bahu.
'Emang ada yang lebih cantik dari kamu? Bahkan kalaupun ada, aku nggak bakal mau liat dia lama-lama…aku cinta kamu bukan karena kecantikanmu, aku cinta kamu karena hatiku milih kamu," katanya sambil udah ngegenggam tanganku.
'Aku beruntung banget punya kamu," kataku.
'Ayo kita cepet-cepet bersihin mobil sebelum ratu drama itu mulai dramanya," katanya dan kita ketawa.
Kita mulai bersih-bersih…
'Jadi..kamu mau cerita lebih banyak tentang masa lalumu?" tanyanya.
'Tentu saja," kataku.
'Aku Vinnie Winters, putrinya salah satu orang terkaya di Meksiko, aku punya ibu tiri dan aku atau lebih tepatnya aku dulu model dan musisi terkenal, aku penggila novel..aku punya banyak novel romantis di perpustakaan aku di Meksiko," kataku dan mata Mig membelalak kaget.
'Sial…aku bakal baca semuanya begitu kita sampai Meksiko," katanya bersemangat.
'Emang siapa bilang aku bakal minjemin kamu?" kataku iseng dan dia merengut.
Aku ketawa 'Ayolah'
'Nggak heran kamu tertarik sama novel'
'Iya'
Aku melanjutkan ' Aku pernah pacaran sama empat cowok dulu dan…" Aku lagi ngomong waktu aku nyadar mukanya dia berubah jadi merengut.
'Mig ada apa…atau kamu cemburu?" kataku dan cekikikan.
Sial! Mig emang nggak ketebak.
'Apa mereka lebih ganteng dari aku?" tanyanya.
'Tentu saja enggak…aku bakal bilang ini terus, kamu cowok paling ganteng yang pernah aku liat, bahkan model cowok yang kerja sama aku nggak bisa dibandingkan sama kamu," kataku dan dia senyum.
'Ayolah kamu masih cemburu?" tanyaku dan dia mengangkat bahu.
'Aku nggak seharusnya cemburu karena kita nggak kenal waktu itu tapi aku nggak bisa nggak ngebayangin cowok lain udah..nyentuh kamu. Aku cowok yang cemburuan," Dia cemberut dan aku kegirangan.
'Aku nggak ngapa-ngapain sama mereka, kita cuma ciuman dan berciuman…aku belum pernah ngelakuinnya sampai sekarang," kataku dan matanya membelalak.
'Maksudmu kamu belum..kamu belum ngelakuin apa-apa…kayak kamu belum pernah berhubungan seks?" tanyanya dan aku ngangguk.
'Kebanyakan cowok yang pernah pacaran sama aku ninggalin aku karena itu, aku nggak mau sembarang orang akses tubuhku tanpa ada keintiman di antara kita…aku percaya buat menjaga kehormatanmu buat suamimu," kataku dan aku kaget waktu Mig nyamperin buat melukku.
Aku senyum dan meluk dia balik.
'Wow…aku bener-bener hormat sama kamu karena itu, aku bisa bayangin betapa menggoda itu pasti tapi kamu tetep nahan diri, kamu emang beda banget," katanya dan aku senyum.
'Kalian nggak selesai-selesai bersihin mobil?!" Kita denger dan noleh ngeliat Fleur sama Dianne di belakangnya, Selena dan Dan semua bawa koper.
'Udah," kataku.
'Koper kita sama kalian?" tanyaku.
'Iya," tanya Selena.
'Jadi kalian semua masuk mobil aja, aku yang nyetir," kata Mig dan kita semua masuk kecuali Fleur yang nunggu Mig buat nyetir keluar biar dia bisa ngunci gerbang utama.
Mig nyetir keluar dan nginjek rem nunggu Fleur buat gabung sama kita, dia selesai ngunci gerbang dan buru-buru ke mobil, dia masuk ke jok belakang sama Dianne, Selena dan Dan sementara aku dan Mig di depan.
Mig nyalain mesin dan nyetir pergi tapi nggak lupa ngeliatin rumah sekali lagi.
Aku bakal kangen banget sama rumah ini.
~
Mobilnya rame karena kita semua ngobrol dan ketawa.
'Itu mengingatkan aku…gimana caranya kamu ngakuin Dan? Karena aku tau Dokter Steph nggak bakal langsung kasih dia ke kamu gitu aja," tanya Fleur ke Dianne.
'Yah…aku bawa akte lahirnya dan dengan beberapa penyelidikan, mereka nggak punya pilihan buat biarin dia pergi sama aku nggak waktu dia teriak ‘Mummy' dengan bahagia," Dianne tersenyum.
'Wow jadi dia inget kamu dan nggak inget Elva," kata Fleur.
'Iya…kamu tau dia lebih banyak waktu sama aku daripada Vinnie yang selalu pergi buat konser dan acara dan apalagi dia lebih inget wajahku," kata Dianne.
'Dia sebenernya bilang ke aku suatu hari kalau aku mengingatkannya sama saudara perempuan ibunya, Vinnie," kataku.
'Beneran?" tanya Mig.
'Iya tapi waktu itu aku pikir itu normal," kataku.
'Whoa!..amnesia itu emang buruk banget," kata Dianne.
'Iya, buat sebagian orang tapi jelas nggak buat aku karena aku nikmatin waktu aku menderita amnesia dan pengennya nggak pernah berakhir," kataku.
'Wow'
'Iya…nggak waktu kamu punya orang yang peduli banget sama kamu," kataku.
'Aku juga kayaknya harus amnesia," kata Dianne dan kita ketawa.
'Iya…aku bisa bikin kamu kayak gitu cuma dengan mukul papan besar di kepala kamu," kata Mig dan kita semua ketawa lagi.
~
'Kita akhirnya sampai di bandara," kata Mig sebelum nyetir ke tempat parkir, dia parkir di tempat yang aman sebelum kita semua turun.
Dan tidur dengan nyenyak di gendongan Selena.
Kita dipandu dua orang ke jet pribadi Ayah.
Mig dan Fleur berseru kagum sama kemewahannya dan aku senyum, kita semua duduk di jet dan nutup otomatis…naik perlahan sampai akhirnya sampai di langit..
Pelayan dateng buat pesanan kita, kita mesen makanan dan minuman yang beda.
Kita ngobrol bareng makan.
Kita akhirnya sampai di Meksiko dalam waktu tiga puluh menit.
'Kencengin sabuk pengaman kalian, kita udah sampai di tujuan kita. Jetnya mau turun," Sebuah suara keras bilang lewat pengeras suara dan kita cepet-cepet pastikan sabuk kita udah kencang.
Jetnya turun pelan..
*
*
Kita akhirnya keluar dari Jet menghirup udara segar.
Baru aja aku liat Bodyguard Ayah jalan ke arah kita.
Tim dan Tony.
Whoa…aku kangen banget sama mereka.
Mereka senyum begitu nyamperin kita.
'Ya Tuhan, Vinnie," kata mereka senang narikku ke pelukan.
'TT," kataku senang, ngecup pipi mereka masing-masing.
'Sial aku kangen banget sama kamu," kata mereka berdua.
'Kalian nggak tau aku juga kangen banget sama kalian"
'Gimana kabarmu?"
'Kamu baik-baik aja?" Mereka tanya dan aku ngangguk.
'Baik banget," Aku tersenyum.
'Tapi Tuan Winters nggak tau kamu bakal dateng sama Dianne," kata Tim.
'Iya…kamu tau Ayah suka kejutan, jadi aku mau kasih kejutan ke dia," kataku.
'Itu banget kamu Vin," kata Tim ngasih aku ‘high-five' biasa kita..
'Iya Vin di sini, aku nggak keliatan lagi," kata Dianne memutar bola mata besarnya dengan cara aneh yang bikin semua orang ketawa.
'Selamat datang Dianne," kata TT dan dia mencibir, memajukan bibirnya.
' Wow ini Dan kecil?" Mereka berdua tanya dan Dianne senyum.
'Tentu aja itu anakku yang berharga," katanya dengan bangga menyisir rambutnya.
'Gimana kamu nemuin dia?" tanya TT, kaget.
Mereka keliatan senang banget liat Dan.
'Yah.. banyak banget cerita buat kalian tapi itu nanti aja kalau kita udah sampai rumah," kata Dianne dan mereka berdua senyum ngecek wajah Dan.
'Salahku!" seruku dan mereka semua ngeliatin aku.
'Aku harus kenalin dua orang luar biasa ini," kataku sambil nunjuk Mig dan Fleur yang tersenyum lembut.
'TT ini Fleur, sahabat terbaikku dan Fleur kenalan sama Tim dan Tony bodyguard kesukaan Ayah," kataku.
'Ohh…senang ketemu kalian," kata Fleur.
'Senang ketemu juga Fleur…kamu cantik," kata Tony dan aku liat pipi Fleur memerah.
Yah…Tony juga lumayan ganteng.
'Senang ketemu kamu Fleur, boleh aku kasih pelukan selamat datang?" tanya Tim dan dia ngangguk.
'Tentu saja," katanya dan Tim narik dia ke pelukan..Dia tersenyum dengan mata tertutup.
Mig berdeham dan aku pikir dia ngerti pesannya karena dia cepet-cepet lepas dari pelukan.
Aku liat mata Selena berubah total.
Apa…Dia ada rasa sama Tim?
Wow…ini bakal seru.
'Jadi ini Mig, cowok yang aku cintai. Dia pacarku dan juga kakak buat Fleur," kataku, nyengir nggak berdaya.
'Wow, apa dia dewa Yunani?" kata Tim dan Mig ketawa.
'Dia lebih ganteng dari Ryan," kata Tony dan Mig ketawa.
'Tentu aja," aku sombong.
'Hei Mig gimana kabarmu…aku harap kita bisa temenan," kata Tony narik Mig ke pelukan cowok..
'Iya kita udah temenan kok," kata Mig ceria membalas pelukan Tony.
'Gimana kabarmu bro…kamu bikin aku cemburu, kamu ganteng banget," kata Tim dan Mig senyum, mereka berdua salaman.
'Selena gimana kabarmu?" tanya Tim dan wajahnya langsung cerah senyum..
Sekarang aku ngerti.
'Aku baik Tim," Jawabnya.
'Oke jadi ayo kita berangkat…Lamborghini udah nunggu," kata TT dan mereka berdua bantu bawa barang-barang kita, memimpin jalan.
Aku melingkarkan lenganku di lengan Mig, kita curi ciuman cepat dan cekikikan jalan di belakang mereka.
Kita semua tiba-tiba berhenti jalan waktu kita liat wartawan udah ngepung kita.
'Sial…aku udah bilang ke Ayah buat nggak bilang siapa-siapa kalau kita dateng hari ini," Dianne teriak marah.
'Mig pake ini .. mereka bakal teriak-teriak begitu ngeliat wajahmu," kata Dianne melempar topi ke Mig yang cepet-cepet pake, nutupin wajahnya.
'TT lagi usaha buat ngejauh wartawannya tapi mereka terus bertambah foto-foto kita dan nanya pertanyaan yang nggak perlu.
Wow…Vinnie Winters balik lagi.. tolong bisa cerita singkat tentang pertemuanmu?"
Geez…Vinnie Winters yang terkenal balik lagi keliatan lebih cantik"
Kamu sengaja ngumpet buat sementara waktu?"
Kamu siap buat Sasha Lee kali ini?"
…Wartawan terus nanya pertanyaan ke kita sementara kita terus berjuang buat nyampe tempat Lamborghini sialan itu dengan lampu kamera yang menyilaukan mata kita.
Vinnie apa hubunganmu sama Ryan bakal berlanjut?"
Siapa cowok ini sama kamu? Pacar barumu?" Salah satu wartawan nanya dan mereka semua noleh ke Mig tapi mereka nggak bisa liat wajahnya karena ketutupan topi.
Dia berotot…apa dia model cowok barumu?"
Bisa tolong lepas topinya?"
Mereka terus nanya pertanyaan dan nggak mau biarin kita nyampe tempat Lamborghini..
'Sial…Elva ini gila," bisik Mig ke aku.
'Iya emang"
'Kamu bisa nggak bikin mereka pergi?" tanyanya.
'Aku bisa tapi aku cuma harus jawab salah satu pertanyaan mereka dan mereka bakal biarin kita pergi," kataku.
'Kalau gitu jawab aja," katanya frustasi…aku ngeliat Fleur dan ngeliat wajahnya bingung.
'Hei aku cuma mau jawab salah satu pertanyaan kalian dan kalian bakal biarin kita pergi oke?" teriakku di tengah kebisingan mereka dan mereka semua diem, kamera mereka fokus ke kita.
Vinnie Winters, model dan musisi terkenal yang hilang lama, mau jawab pertanyaan kita dan yah kita nggak sabar"
Mereka diem dan ngadep aku, aku tau hampir semua orang di Meksiko bakal nonton ini sekarang dan Ayah pasti udah tau aku balik… kejutan rusak.
Aku berdeham…aku cuma harus jawab salah satu pertanyaan mereka dan pergi dari sini.
Cowok ini yang aku cintai..pacarku," teriakku lantang.
'Wow"
Apa kamu udah selesai sama Ryan?"
Apa kamu kawin lari sama cowok ini?"
Bisa kita liat wajahnya?"
Ryan cowok paling imut dan paling hot di Meksiko…apa cowok ini sepadan sama dia" Salah satu dari mereka nanya dan aku ketawa.
Ayo liat wajahnya"
Apa kamu takut dia lebih jelek dari Ryan?" Salah satu dari mereka nanya.
'Ryan nggak ada apa-apanya sama dia…kalau dia lepas topinya, aku yakin kebanyakan cewek di sini bakal ngejatohin kamera mereka," aku sombong.
Coba aja, ayo liat," Mereka semua teriak dan aku bisa liat Mig grogi.
'Jangan khawatir Mig, begitu aku lepas topimu, kasih mereka senyum paling seksi kamu," bisikku dan dia ngangguk.
Aku lepas topinya dan dia ngelakuin yang aku suruh.
‘Wow' kedengeran dari berbagai arah..cewek-ceweknya udah pada ngeces, teriak-teriak kayak yang aku prediksi.
Cowok-cowoknya udah pada ngasih tatapan iri…
Kita saling pandang dan senyum.
'Tolong jadi milikku"
'Biarin aku nginep sama kamu"
'Aku cinta kamu"
'Cium aku aja"
'Hei kalian semua mau tau sesuatu?" Mig teriak dan cewek-ceweknya teriak, bilang suaranya melelehkan hati.
'Aku nggak di sini buat cewek lain selain Vinnie Winters, dia cinta dalam hidupku dan juga kunci hatiku… kalian semua harus liat pasangan musisi dan model ini," katanya, ngasih ciuman di bibirku.
Teriakan dan lampu kamera yang menyusul hampir memekakkan telinga.
Kita berhenti ciuman dan senyum ke satu sama lain.
'Kami udah jadi penggemarmu"
'Aku penggemar!!"
'Kami cinta kamu"
'Kami nunggu lagu"
Mereka buka jalan buat kita dan kita jalan ke Lamborghini.
Kita masuk sementara TT masuk ke Camry di belakang kita.
Sopirnya nyalain mesin dan nyetir pergi menuju rumah.
'Wow…itu lumayan seru," kata Dianne.
'Iya emang," kata Fleur.
'Mig kamu dapet banyak perhatian di hari pertamamu," kata Dianne.
'Iya emang," kata Mig senang ngedipin aku.
'Wartawan-wartawan itu gila," kata Fleur.
'Iya emang tapi apa kamu nggak liat gimana Mig ngerangkul mereka..kamu udah punya penggemar," kata Dianne.
'Iya dan Mig itu langkah yang berani…kamu cium Vinnie tepat di depan semua orang," kata Fleur.
'Iya..aku ngelakuinnya, dia pacarku dan aku bisa cium dia di mana aja dan aku juga ngelakuin itu biar mereka tau Vinnie cuma milikku," kata Mig dan aku blushing.
'Wow…Fleur apa kamu nggak mikir kita juga harus punya pacar buat diri kita sendiri," kata Dianne dengan tatapan serius yang iseng.
'Iya kita harus biar mereka nggak terus-terusan pamer cinta mereka di depan kita," Fleur juga bilang dan kita ketawa.
'Wow..Kita bakal sampai rumah sebentar lagi," kataku gugup.
'Iya…Ayah pasti udah nonton berita dan aku yakin dia udah nunggu di luar buat putrinya," kata Dianne dan aku ngangguk.
Sopirnya nyetir ke perumahan kita dan keamanan ngecek mobilnya sebelum sopirnya diijinin masuk.
'Rumah manis rumah," kataku senang..
Aku ketawa waktu aku liat ayahku udah nunggu di luar. Aku nggak nunggu sopirnya parkir mobilnya dengan bener sebelum lompat keluar.
'Ayah," teriakku lari ke pelukannya dengan senang.
Sudut Pandang Mig
Kita keluar dari mobil dan ngeliat Elva meluk ayahnya. Dianne dan Dan juga ikut gabung sama mereka.
Wow…ini keliatan lebih bagus dari rumah mewah yang aku liat di film..
Ada sederetan mobil mahal di bawah naungan parkiran yang besar.
Seluruh lantainya ditutup ubin marmer yang mengkilap.
Rumahnya besar banget dan tinggi dengan berbagai macam pahatan dan desain yang bisa bikin kamu takjub.
Keamanan berdiri di berbagai sudut rumah dengan senjata dan senapan.
Sial…aku nggak bisa terus ngegambarin rumah ini.
Elva ngabisin waktu meluk Ayahnya dan nangis di pelukannya.
Itu menyentuh banget.
Fleur dan aku nunggu dengan sabar, aku ngasih tatapan ke bodyguard yang nggak mau lepasin matanya dari adekku.
Aku hampir membeku waktu aku liat ayah Elva jalan ke arah Fleur dan aku.
Dia laki-laki besar yang ganteng, keliatan lebih muda dari umurnya…kulitnya bersinar dengan kekayaan.
'Selamat siang, Pak," Aku dan Fleur nyapa gugup.
'Ayah ini pacarku dan adeknya…mereka jagain aku waktu aku menderita amnesia," kata Elva.
'Iya…mereka orang baik," kata Dianne.
'Aku nonton semuanya di berita persis sebelum kalian dateng..Gimana kabarmu?" Tanyanya sambil tersenyum dan aku merasa sedikit lega gitu juga Fleur.
'Baik, Pak," Kata kami.
'Kamu emang menawan dan berhati mulia, aku setuju sama hubunganmu sama putriku, bakal menyenangkan punya kamu di keluarga kami…sini, Man, sini peluk aku," Ayah Elva bilang dengan ceria, bikin aku kaget..
Aku cepet-cepet meluk dia sambil senyum.
Aku takut dia bakal jadi salah satu pria kaya yang meremehkan orang tapi dia membuktikan aku salah.
Yah.. ngeliat gimana rendah hatinya Dianne dan Elva, ayahnya nggak mungkin beda.
'Ayah bener-bener suka sama kamu," bisik Elva ke aku senang dan aku senyum.
'Sini kamu juga," Katanya ke Fleur yang ngasih senyum yang keren sebelum ikut meluk juga.
'Makasih banyak…kalian berdua nyelamatin Vinnie dari kematian dan ngerawat dia bahkan nggak tau dia siapa..aku bakal selalu berterima kasih sama kalian. Kalian nggak tau betapa berartinya putri-putriku buat aku," Katanya.
'Nggak apa-apa, Pak dan senang banget ketemu sama Bapak," Kata kita.
'Senang ketemu kalian juga…Sekarang ayo masuk, beberapa makanan lezat nunggu kalian semua," Katanya dan kita senyum.
Kita jalan ke pintu dan dibuka oleh bodyguard.
'Sayang kamu nggak akan menginjakkan kaki di rumah ini dengan dua orang rendahan itu," Seorang wanita, dengan tatapan keras, keluar dari pintu, dengan gaun merah berkilau yang bisa membutakan mata..wajahnya full make up dan aku bisa bilang dia keliatan lebih kayak penyihir.
Ibu tiri Elva??
Whoa!
Stapsy ❣️
.
.
.
Bersambung